
Keesokan harinya seperti hari-hari sebelumnya, Varo melaksanakan sholat shubuh dan berolah raga seperti rutinitas setiap harinya.
Meskipun dia sekarang CEO dia belum bisa full aktif diperusahaan karena dia masih kuliah, jadi dia membagi waktu untuk kuliah dan mengurus pekerjaan dikantor.
Opanya juga ada urusan dengan daddynya, karena itu Varo tidak melihat opanya sama sekali sejak pagi.
Mommy memanggil pak Asep karena ingin menyuruh memanaskan mobil yang akan Varo pakai.
"Pak Asep." Ujar mommy yang bersantai duduk di ruang tamu bersama Sisil.
"Iya nyonya." Ujar pak Asep dari kejauhan dan menghampiri mommy.
"Ada apa nyonya ?" Ujar pak Asep.
"Tolong panasin mobil Varo ya pak, dia habis ini mau keluar ketaman bermain sama Sisil, biar langsung jalan." Ujar mommy yang melihat pak Asep.
"Oh iya nyonya, kalau begitu permisi." Ujar pak Asep.
"Yaudah, makasih pak Asep." Ujar mommy sambil senyum.
"Iya nyonya." Ujar pak Asep yang beranjak pergi untuk memanaskan mobil.
***
Flashback kejadian kemaren malam.
Sisil turun dari pangkuan mommynya menuju sang kakak, untuk mengingatkan janji kakaknya kepada dia untuk pergi ketaman bermain besok.
"Mau kemana sayang ?" Ujar mommy yang bertanya kepada Sisil yang meminta turun dari pangkuannya.
"Mau ke akak mom." Ujar Sisil yang berlari menghampiri kakaknya.
"Jangan lari-lari sayang, nanti jatuh." Ujar mommy yang kaget melihat Sisil berlari.
Sisil memegang kaki kakaknya.
"Akak." Ujar Sisil sambil melihat kearah sang kakak, sambil cengengesan.
"Jangan lari-lari dek, nanti kamu jatuh gimana." Ujar Varo yang sambil mengangkat Sisil dan mendudukkan kepangkuannya.
Sisil hanya cengengesan ketika diberitahu oleh sang kakak, semua yang disana hanya bisa tertawa melihat kelakuan gadis kecil tersebut.
"Akak angan lupa ya, becok kita ketaman belmain." Ujar Sisil yang mengingatkan kakaknya.
"Iya adekku sayang, besok kita berdua ketaman bermain." Ujar Varo yang mencium pipi gembul sang adik.
"Taman bermain Var ?" Ujar Aqilla yang antusias mendengar jika Varo dan Sisil akan ketaman bermain besok.
__ADS_1
"Iya tan, soalnya udah janji ke Sisil tadi pagi kalau besok ketaman bermain." Ujar Varo yang menjawab sambil tersenyum kearah Aqilla.
"Kalau gitu kamu ikut mereka Ren ketaman bermain besok, kan kamu gak ada kelas juga besok daripada gak ngapa-ngapain dirumah." Ujar Aqilla yang melihat anaknnya sambil tersenyum.
"Tapi tan..." Ujar Varo yang belum selesai ngomong udah dipotong oleh mommynya.
"Iya ikut mereka aja Ren, kasian juga Varo sendirian njaga Sisil, kalau ada kamu mommy gak kepikiran." Ujar mommy yang memotong omongan Varo sambil antusias.
"Tapi bun ngapain ak..." Ujar Rena yang berusaha menolak tetapi dipotong oleh bundanya.
"Udah kamu ikut aja ya sayang." Ujar Aqilla tersenyum melihat kearah Rena.
"Yaudah iya ikut." Ujar Rena yang cemberut.
"Gapapa kan Rena ikut kamu ketaman bermain Var ?" Ujar Aqilla bertanya kepada Varo.
"Iya tan gapapa, besok Varo jemput kerumah tante Renanya." Ujar Varo yang gak enak menolak permintaan dari tantenya.
"Dek gapapa kan kakak Rena ikut kita ketaman bermain besok ?" Ujar Varo bertanya kepada adiknya yang asik nyamil dipangkuannya.
"Iya gapapa kak, malah celu kalau banyak olang yang ikut." Ujar Sisil yang menjawab dengan lucunya karena dia masih belum terlalu bisa beberapa huruf.
"Kalau begitu semua bisa ik..." Ujar Varo yang dipotong oleh mommynya.
"Gak usah, kamu bertiga aja yang berangkat sayang." Ujar mommy yang tersenyum kepada Varo.
"Iya bener kita ada urusan sendiri, gak kalah sama yang masih muda." Ujar mommy yang tersenyum.
"Huft...yaudah besok kamu kujemput jam 10 Ren." Ujar Varo sambil menghela nafas.
"Iya Var." Ujar Rena menjawab dengan jutek.
***
Kembali kewaktu semula.
Varo mencari adiknya untuk melihat apakah dia sudah siap atau belum, Varo sudah bersiap-siap dan segera turun keruang tamu untuk melihat adiknya, tetapi dia ingin melihat kekamar adiknya dulu, siapa tau dia masih tidur, karena kamar adeknya searah dengan arah menuju kelantai 1.
Varo membuka pintu kamar Sisil.
"Dek udah bangun belum ?" Ujar Varo sambil membuka pintu kamar dan mendapati tidak ada adiknya disana.
"Oh udah bangun berarti, kalau masalah mau jalan-jalan dia gercep, huft..." Ujar Varo sambil menghela nafas dan menepuk jidatnya, dia menutup pintu kamar dan berjalan menuju ruang tamu.
Varo menuruni tangga dan melihat adiknya diruang tamu sedang antusias bersama mommynya menunggu Varo turun.
"Dek dek kalau mau jalan-jalan kamu gercep banget." Ujar Varo yang menghampiri Sisil dan mommy.
__ADS_1
"Namanya juga anak kecil Var, kamu juga gitu dulu kedaddymu." Ujar mommy yang membela Sisil, Sisil hanya cengengesan.
"Udah jangan diungkit, yang lalu biar berlalu mom." Ujar Varo yang mengambil Sisil digendongan mommynya sambil sedikit malu, karena mommynya membahas tentang masa kecilnya.
"Adek udah siap ?" Ujar Varo tersenyum sambil mencium pipi adiknya.
"Udah ciap dali tadi kak." Ujar Sisil yang cengengesan.
"Oh iya mom opa kemana ?" Ujar Varo yang melihat sekelilingnya.
"Opamu keluar sama daddymu karena ada keperluan, mungkin nanti siang atau sore baru dateng." Ujar mommy.
"Oh kirain langsung balik keitaly mom." Ujar Varo.
"Yaudah kita berangkat jemput kak Rena dulu dek." Ujar Varo.
"Mom Varo sama Sisil berangkat dulu ya, Assalamu Alaikum." Ujar Varo sambil mencium tangan mommynya.
"Wa'alaikum Salam, hati-hati dijalan sayang, titip salam ke Rena dan juga ke tante Aqilla sama om Bryan ya kalau ada mereka." Ujar mommy yang mecium pipi Sisil dan mencium kening Varo.
"Iya mom, Varo duluan ya." Ujar Varo yang berjalan menuju mobil yang sudah disiapkan oleh pak Asep.
"Mom Cicil belangkat ya." Ujar Sisil yang digendong Varo sambil melambaikan tangan ke mommynya.
"Iya sayang, patuh ya sama omongan kak Varo dan kak Rena disana." Ujar mommy yang membalas melambaikan tangan.
"Iya mom." Ujar Sisil.
"Tuan muda ini kuncinya." Ujar pak Asep yang memberikan kunci mobil kepada Varo.
"Makasih pak, Varo duluan ya." Ujar Varo yang menaruh Sisil dibangku depan dan memasangkan sabuk pengaman, dan mereka melaju pergi menjemput Rena.
"Iya sama-sama tuan muda, hati-hati dijalan." Ujar pak Asep yang tersenyum sambil menutup pagar rumah.
Didalam mobil Varo mengingatkan lagi ke Sisil apa yang mommy ucapkan tadi.
"Dek inget ucapan mommy ya, harus patuh sama omongan kakak dan kak Rena faham." Ujar Varo yang menyetir sambil mengelus kepala adiknya.
"Iya kak." Ujar Sisil yang bahagia karena mereka akan menuju ke taman bermain.
Varo menambah laju mobilnya, mereka segera menuju kekediaman keluarga Maheswara untuk menjemput Rena yang akan ikut ke taman bermain.
***
THANKS BUAT KALIAN YANG MASIH NGIKUTIN UPDATE.AN NOVEL GUA INI, SEMOGA BISA SELALU MENGHIBUR KALIAN SEMUA, DAN MAAF BILA ADA KATA YANG KURANG BERKENAN KARENA MEMANG INGIN DIBUAT SECARA NATURAL, MAAF JUGA BILA ADA TYPO KATA TETAPI SAYA SUDAH BERUSAHA MEMBACA ULANG AGAR BISA MEREVISI YANG SALAH KETIK, JIKA MASIH ADA YANG SALAH MOHON DIMAKLUMI KARENA SAYA JUGA MANUSIA BANYAK KESALAHAN 😁
SEKIAN DAN TERIMAKASIH, SALAM AUTHOR.
__ADS_1