Mengejar Cinta Berujung Tragedi

Mengejar Cinta Berujung Tragedi
Chapter 21 - Pak Adam


__ADS_3

2 Minggu setelah pesta dengan sahabat-sahabatnya.


Varo disibukkan dengan kuliah ditambah kini dia adalah seorang CEO dari salah satu perusahaan terbesar di Asia, jadi sangat jarang melihat dia bersantai atau keluar dengan sahabat-sahabatnya untuk sekedar nongkrong.


Diselah-selah waktunya dia juga tidak lupa mendengarkan perkembangan dari Gymnya yang dikelola oleh sahabat-sahabatnya, Varo kagum terhadap mereka karena baru hampir sebulan profit dari Gym naik dari sebelumnya meskipun hanya sedikit, Varo tambah yakin bahwa memberikan mereka hak untuk mengelola adalah keputusan yang tepat.


Meskipun Varo sudah pernah lama belajar cara mengelola perusahaan sebelum menjadi CEO, dia tetap harus membiasakan diri dengan kepadatan jadwal yang harus dibagi untuk kuliah dan perusahaan, jadi dia kini berfokus untuk menstabilkan cara kerja dia untuk bisa membuat perusahaan menjadi lebih baik dari sebelum dia menjadi CEO, Varo bercita-cita akan membawa nama Group Adinata terdengar sampai keseluruh pelosok dunia.


Tidak lupa juga terkadang Varo berkunjung ke kediaman keluarga Maheswara untuk membuat hubungan dia dengan Rena menjadi lebih dekat lagi meskipun itu sekarang masih belum ada kemajuan yang pesat, karena ya si Rena masih menutup hati meskipun aslinya tembok itu hampir hancur, walaupun dia mulai menyadari itu tapi dia tetap berusaha menganggap bahwa itu hanya sekedar rasa kagum dia kepada Varo.


***


Varo berada diruang rapat untuk membahas launching produk baru dibidang kecantikan.


"Silahkan kalian utarakan pendapat kalian tentang produk kita yang mau launching, entah itu tentang masukan, kekurangan, dan biaya produksinya." Ujar Varo yang tegas mengatakan untuk mengutarakan pendapat tentang produk baru perusahaannya.


"Disini saya mempekerjakan kalian buat untuk memberikan masukan dan lain sebagainya, bukan sekedar hanya duduk santai memarahi bawahan kalian ingat itu." Tegas Varo.


Semua karyawan yang ikut rapat terdiam karena ketegasan dari bos muda mereka, mereka hampir lupa bahwa yang berada didepan mereka adalah anak yang masih sangat muda untuk memimpin sebuah perusahaan besar, akan tetapi aura dan cara dia memimpin hampir tidak terpikiran bahwa dia adalah anak yang masih berumur 19 tahunan.


Salah satu karyawan mengangkat tangan, karena ingin memberikan masukan tentang produk yang akan launching.


"Pak." Ujar salah satu karyawan sambil mengangkat tangan kanannya.


"Iya ?" Ujar Varo yang langsung melihat kekaryawan tersebut.


"Saya ingin memberikan pendapat saya pak." Ujar Karyawan.


"Baik, silahkan berdiri." Ujar Varo yang mempersilahkan karyawan tersebut untuk mulai menyampaikan pendapatnya.


Akhirnya karyawan tersebut dan beberapa karyawan yang lain memberikan pendapat mereka tentang produk yang akan launching.


Selesai rapat Varo kembali keruangannya untuk melihat semua berkas-berkas yang belum selesai dia cek, ditengah-tengah dia mengecek berkas ada yang menghubungi dia lewat telfon kantor.


Kring...Kring...Kring...


[Permisi pak, saya mau memberitahukan bahwa ada orang yang mencari bapak dengan membawa kartu nama bapak keresepsionis] Ujar Resepsionis.

__ADS_1


[Baik terimakasih, suruh tunggu sebentar saya akan segera kesana, kamu berikan tempat duduk untuk bapak tersebut] Ujar Varo yang sambil merapikan berkas yang belum selesai dia cek, dan langsung berjalan untuk menemui orang tersebut.


[Sama-sama pak, kalau begitu saya akan berbicara dengan tamu bapak] Ujar Resepsionis yang menutup telfonnya.


Varo berjalan menuju resepsionis.


Tidak begitu lama Varo sampai diresepsionis.


"Dimana bapaknya ?" Tanya Varo.


"Didepan pak." Jawab Resepsionis.


"Yaudah kalau gitu." Ujar Varo yang berjalan menuju bapak Adam.


Setelah berjalan kedepan akhirnya Varo melihat bapak Adam yang sedang duduk menunggu kedatangannya.


"Pak Adam." Ujar Varo yang menyapa dari kejauhan sambil tersenyum.


"Nak Varo." Ujar Bapak Adam yang mendengar suara panggilan dari Varo dan langsung berdiri menyambut kedatangan Varo.


"Gini nak, bapak malu mau minta tolong ke nak Varo." Ujar Bapak Adam.


"Yaudah kalau bapak malu, kita bicara diruangan saya aja pak, biar enak bapak ceritanya." Ujar Varo yang tersenyum sambil memegang punggung pak Adam sambil mempersilahkan untuk mengikuti Varo ke ruangannya.


"Tapi nak..." Ujar Bapak Adam yang distop oleh Varo.


"Enggak papa pak, mari ikut ke ruangan saya." Ujar Varo yang berjalan bersama pak Adam.


Tidak begitu lama mereka akhirnya berada diruangan Varo, sebelum masuk ruangannya Varo meminta kepada karyawan untuk membuatkan minuman untuk bapak Adam.


"Silahkan duduk pak." Ujar Varo yang mempersilahkan pak Adam duduk disofa bersama Varo.


"Gini nak Varo, bapak butuh uang untuk istri bapak sekarang." Ujar Bapak Adam yang masih agak ragu meminta bantuan ke Varo, dan matanya mulai berkaca-kaca.


"Istri bapak ? kenapa dengan istrimu pak ?" Tanya Varo yang kaget mendengar ucapan dan perilaku pak Adam aneh.


"Tadi tiba-tiba penyakitnya kambuh nak Var, ketika dibawa kerumah sakit dan diperiksa ternyata istri bapak terkena kanker payudara stadium awal, untungnya masih stadium awal, masih bisa dioperasi untuk mengangkat sel kanker kata dokter." Jawab Bapak Adam yang langsung menangis ketika memberitahu Varo tentang keadaan istirnya.

__ADS_1


"Hah kanker payudara ? yaudah kalau gitu kita langsung ke rumah sakitnya pak, masalah biaya rumah sakit dan operasi biar Varo yang tanggung, pak Adam bisa tenang merawat istri bapak." Ujar Varo yang kaget mendengar ucapan pak Adam, dia langsung mencoba menghubungi assistantnya si Niko.


Tut... Tut... Tut...


[Assalamu Alaikum Ko, tolong segera kamu bersiap dididepan dengan mobil] Ujar Varo yang terburu-buru.


[Wa'alaikum Salam pak, sekarang pak ?] Tanya Niko yang masih bingung.


[Yaiyalah sekarang Ko, kok bisa pakek tanya hadeh, cepet kamu siapin, aku sekarang kedepan] Ujar Varo yang mulai berdiri mengajak pak Adam menuju rumah sakit.


[Baik pak Varo] Ujar Niko yang bergegas menuju parkiran untuj mengambil mobil menuju kedepan.


"Ayo pak kita langsung kerumah sakit, biar semakin cepat dokter menangani istri bapak, karena dokter memulai operasi ketika wali membayar uang untuk operasi." Ujar Varo yang terburu-buru berjalan diikuti oleh pak Adam.


"Baik nak Varo." Ujar Bapak Adam yang berjalan mengikuti langkah kaki Varo yang cepat.


Mereka berjalan menuju lift, ditengah perjalanan Varo bertanya tentang dimana rumah sakit istirnya berada.


"Pak dirumah sakit mana istri bapak dirawat ?" Tanya Varo yang sambil berjalan.


"Rumah sakit Boswana nak Varo." Jawab Bapak Adam yang berjalan mengikuti Varo disampingnya.


"Yaudah ayo segera kesana pak." Ujar Varo yang mempercepat jalannya.


Varo dan pak Adam sampai didepan kantor, disana sudah ada Niko yang menunggu, Varo dan pak Adam langsung masuk kedalam mobil.


"Ko langsung ke rumah sakit Boswana." Ujar Varo.


"Baik pak." Ujar Niko yang langsung menancap gas mobil menuju rumah sakit Boswana.


***


THANKS YA YANG MASIH NGIKUTIN NOVEL GUA, MAAF KALAU GAK BISA UPDATE SERING DIKARENAKAN SIBUK KERJA, JADI KALAU ADA WAKTU LUANG SEDIKIT LANGSUNG BUAT HUHU.


MAAF JIKA ADA KATA YANG TYPO ATAU SALAH DIBEBERAPA HURUF KARENA WAJAR MANUSIA, TAPI SAYA SUDAH BERUSAHA MEREVISI, SERTA UNTUK KATA-KATANYA SEMOGA COCOK UNTUK PEMBACA SEMUA, SEMOGA SUKA YA.


SEKIAN DAN TERIMAKASIH, SALAM AUTHOR.

__ADS_1


__ADS_2