
Varo, Bulan dan Mentari menikmati minuman mereka sambil asik mengobrol segala hal hingga kelakuan mereka saat masih SMA.
Pada saat ditengah perbincangan, Varo ditelfon oleh Fajar.
[Lagi dimana Var ?] Tanya Fajar.
[Salam dulu dodol] Jawab Varo.
[Ya ya maap, Assalamu Alaikum] Ujar Fajar.
[Wa'alaikum Salam, udah kelar kelas kalian ?] Tanya Varo.
[Udah ini baru keluar kelas kita] Ujar Fajar.
[Sekarang dimana kalian ?] Tanya Fajar.
[Dicafe biasanya] Jawab Varo.
[Yaudah kita kesana sekarang] Ujar Fajar.
[Iya ati-ati dijalan] Ujar Varo.
[Okay bossque, Assalamu Alaikum] Ujar Fajar.
[Wa'alaikum Salam] Ujar Varo sambil mematikan telfon dan menaruh handphone dimeja.
"Fajar tuh Var ?" Tanya Bulan.
"Iya biasa." Jawab Varo.
"Mau kesini mereka ?" Tanya Mentari.
"Iya otw kesini mereka." Jawab Varo.
Selang beberapa saat Rangga, Fajar, dan Bintang sampai dicafe, mereka masuk menghampiri Varo, Bulan, dan Mentari yang sedang asik ngobrol.
"Yo guys." Ujar Rangga dari kejauhan.
"Udah lama kalian ?" Tanya Bintang dari kejauhan.
"Iya udah daritadi kita." Ujar Mentari.
Fajar menyeruput minuman milik Bulan.
"Ih main nyruput minuman orang aja lu Jar." Ujar Bulan yang melototi Fajar.
"Aish dikit aja, pelit amat lu sama sahabat sendiri." Ujar Fajar yang ngambek.
"Bodo amat." Ujar Bulan.
"Udah-udah jangan tengkar, habis ini kalian ikutin gua dari belakang ya." Ujar Varo yang beranjak dari tempat duduknya.
"Lah Var kita baru aja dateng kesini, ya beli minum dulu napa dah." Ujar Rangga yang kesal.
"Salah sendiri baru dateng." Ujar Mentari.
"Ngikut aja nih mak lampir." Ujar Rangga.
__ADS_1
"Rangga !" Teriak Mentari yang mengejar Rangga yang berlari.
"Wek wek wek." Ledek Rangga yang berlari.
"Hadeh, yuk dah kita berangkat." Ujar Varo yang berjalan keluar diikuti oleh sahabat-sahabatnya yang lain.
"Oh iya kalian bertiga tadi gimana kesininya ?" Tanya Varo.
"Kita bonceng bertiga Var, gua sama Fajar gak bawa sepeda tadi jadi nebeng Bintang kesini." Jawab Rangga cengengesan.
"Oalah, yaudah Ngga lo nemenin Bintang aja dulu, Fajar sama gua dimobil, nanti pulangnya kalian berdua aku anterin." Ujar Varo.
"Okay Var." Ujar Rangga.
"Ayo Jar berangkat." Ujar Varo yang memanggil Fajar untuk masuk kemobilnya.
Varo dengan Fajar, Mentari dengan Bulan, Bintang dengan Rangga. Mereka mengikuti mobil Varo dari belakang, Varo telah memesan tempat dihotelnya, tiba-tiba Varo teringat bahwa dia akan diajak oleh teman-temannya yang menjaga GYM untuk pesta, Varo berfikir untuk sekalian pestanya dijadikan satu dengan sahabat-sahabatnya, karena mungkin nantinya Varo tidak memiliki waktu luang lagi karena sibuk kuliah dan mengurusi perusahaannya dan Varo juga ingin memperkenalkan mereka kesahabat-sahabatnya, jadi dia menghubungi salah satu temannya di GYM.
Tit...Tit...Tit...
[Assalamu alaikum Cin] Ujar Varo.
[Wa'alaikum Salam Var, ada apa Var ?] Ujar Cinta yang tersenyum ketika mengetahui bahwa Varo yang menghubunginya.
[Enggak cuman mau ngasih tau aja Cin, kalau kalian sekarang gak begitu rame disana, kalian tutup aja sebentar, kalian kesini habis ini gua kirimi alamatnya lewat Whatsapp okay] Ujar Varo.
[Gak begitu rame kok Var, yaudah gua bilangin keanak-anak biar kesana] Ujar Cinta.
[Okay-okay kalau gitu, aku tunggu ya Cin, Assalamu Alaikum] Ujar Varo sambil mengirim alamat hotel via Whatsapp ke Cinta.
"Siapa tuh Var ?" Tanya Fajar yang kepo.
"Temenku Jar, nanti disana aku kenalin kekalian semua." Jawab Varo yang mempercepat laju mobil.
"Okay-okay Var." Ujar Fajar.
***
Setelah setengah jam dalam perjalanan, mereka akhirnya sampai di Hotel Havard milik Keluarga Adinata, sahabat-sahabat Varo masih belum tau kalau hotel tersebut milik keluarganya, mereka turun dari kendaraan masing-masing, mereka semua melihat sedang disambut oleh pelayan-pelayan hotel tersebut.
Sahabat-sahabat Varo takjub melihat hotel bintang 5 yang begitu megah, kecuali Mentari dia juga termasuk dari kalangan keluarga kaya, mungkin dia juga pernah kehotel seperti ini.
"Selamat datang pak." Ujar seluruh pelayan yang berada diluar.
Varo menganggukkan kepalanya.
"Tolong parkiran mobil dan sepeda sahabat saya ditempat yang sama dengan mobil saya." Perinta Varo kesalah satu pelayan pria disana.
"Baik pak, ayo." Ujar salah satu pelayan, dia juga mengajak 2 teman pelayannya untuk membawa mobil dan sepeda sahabat bosnya.
"Ayo guys masuk." Ujar Varo tersenyum melihat semua sahabatnya.
"Var-var ini kita mau makan-makan disini ?" Tanya Bintang yang sedikit bingung dengan situasi ini sambil berjalan disamping Varo.
"Iya Tang, emang kenapa ?" Jawav Varo dan balik bertanya.
"Ya gak kenapa-kenapa Var, cuman kayaknya mahal banget disini Var, kita ada banyak orangnya takutnya kenak banyak pas kamu banyar." Ujar Bintang.
__ADS_1
"Ya gapapa Tang, aku reservasi disini soalnya hotel ini milik keluargaku Tang." Ujar Varo yang menepuk pundak Bintang sambil tersenyum.
"Hah..." Sahabat-sahabatnya terkejut mendengar perkataan Varo.
"Milik keluarga lo Var ?" Tanya Rangga.
"Gua udah gak kaget." Ujar Mentari sambil menghela nafas.
"Ya...ya...gak aneh sih kalau hotel ini milik keluarga lo Var." Ujar Fajar.
"Kan lo juga kek Varo Tar." Ledek Bulan ke Mentari.
"Mana ada Lan, meskipun gua termasuk mampu, tapi kalau sama Varo ya beda level gua." Ujar Mentari yang kesal dengan ledekan Bulan.
"Udah-udah kita masuk dulu, sambil nunggu temen gua didalem." Ujar Varo yang masih berjalan menuju ruangan yang akan digunakan.
Setelah beberapa saat Cinta, Reno, dan Bobby sampai di Hotel Havard.
"Cin ini bener alamat yang dikirim sama Varo ?" Tanya Reno.
"Iya Ren, betul disini kok." Jawab Cinta.
"Yaudah kita tanya keresepsionis aja kalau gitu." Jawab Reno yang berjalan masuk diikuti oleh Cinta dan Bobby.
Mereka berjalan dan sampai didepan resepsionis.
"Selamat datang di Hotel Havard, ada yang bisa saya bantu pak ?" Ujar Resepsionis.
"Mau tanya mbak, apakah ada yang reservasi atas nama Alvaro ?" Tanya Reno.
"Alvaro ya pak, sebentar saya cek dulu." Jawab Resepsionis.
"Baik mbak." Ujar Reno.
Resepsionis tersebut melihat rekapan untuk seseorang yang mau reservasi, dia mencari nama yang diberitahukan oleh Reno, dan akhirnya dia menemukan nama yang sesuai dengan yang ditanyakan tapi yang dia tahu nama tersebut adalah nama dari bosnya, dia ragu dan bertanya kembali ke Reno.
"Pak disini memang ada yang reservasi dengan atas nama Alvaro, tetapi kalau boleh tau nama panjang yang reservasi siapa ya pak ?" Ujar Resepsionis dan balik bertanya.
"Hmm...siapa ya, gua gak pernah tanya juga lagi." Jawab Reno.
"Kalian ada yang tau nama panjang Varo guys." Tanya Reno keteman-temannya.
"Iya juga ya, gua juga gak pernah tanya itu." Jawab Bobby.
"Aku juga gak tau Ren." Jawab Cinta.
Resepsionis yang mendengarkan hal tersebut mencoba menghubungi bosnya untuk memastikan hal tersebut.
"Kalau bapak tidak tahu, kalau begitu saya coba pastikan dengan menghubungi bos saya terlebih dahulu pak." Ujar Resepsionis.
"Baik mbak, tolong." Ujar Reno.
***
THANKS YANG MASIH NGIKUTIN UPDATE.AN NOVEL GUA MESKIPUN MASIH BELUM KOSISTEN BUAT UPDATENYA, KARENA SAYA BUAT DIWAKTU SENGGANG SAYA, MOHON MAAF JIKA ADA KATA YANG KURANG ENAK DIHATI PARA PEMBACA KARENA SAYA INGIN MEMBUAT SENATURAL MUNGKIN, DAN MOHON MAAF JUGA BILA ADA TYPO TETAPI SAYA SUDAH BERUSAHA MEMBACA ULANG DAN MEREVISI KATA YANG TYPO, JIKA MASIH ADA YANG SALAH NAMANYA JUGA MANUSIA TEMPAT BERKUMPULNYA SALAH 😁
SEKIAN DAN TERIMAKASIH, SALAM AUTHOR.
__ADS_1