
Keesokan harinya setelah Varo menyelesaikan kegiatan rutinnya.
"Pagi mom dad." Ujar Varo yang berjalan menuju meja makan untuk sarapan bersama-sama.
"Pagi juga sayang." Ujar mommy yang sedang mengambilkan makanan untuk daddy sambil tersenyum kearah Varo.
"Pagi juga nak." Ujar daddy yang duduk menunggu makanan yang sedang diambilkan oleh mommy.
"Mana Sisil mom ?" Tanya Varo.
"Lagi sama bibi itu didepan, minta disuapin ditaman katanya." Jawab mommy.
"Ini sayang." Ujar mommy yang memberikan piring kedaddy.
"Makasih sayang." Ujar daddy yang menerima piring pemberian mommy sambil tersenyum.
"Oalah, kirain masih tidur dikamar." Ujar Varo.
"Nanti kamu kekantor nak ?" Tanya daddy sambil makan.
"Iya dad, pulang dari kuliah langsung kesana, kasian Niko." Jawab Varo sambil makan.
"Sip kalau gitu, ntah kapan daddy sesekali kekantor liat perkembangannya gimana." Ujar daddy.
"Iya dad." Ujar Varo.
"Makan yang banyak sayang." Ujar mommy.
"Udah cukup mom ini." Ujar Varo.
Mereka makan dengan perlahan dan menikmati hidangan yang disiapkan oleh bibi sambil ngobrol beberapa hal yang ringan.
Setelah mereka makan.
"Ada kelas jam berapa nak ?" Tanya daddy.
"Jam 09 : 30 an dad." Jawab Varo.
"Pak Asep." Ujar Varo yang berdiri didepan pintu depan rumah.
"Iya tuan muda." Ujar pak Asep yang berjalan menghampiri Varo ketika mendengar panggilannya.
"Ada apa tuan muda ?" Tanya pak Asep sambil tersenyum.
"Tolong panasin mobilku ya pak, soalnya nanti setengah 10 mau kupakek pergi." Jawab Varo sambil tersenyum.
"Baik tuan muda." Ujar pak Asep yang berjalan menuju garasi untuk mengeluarkan mobil Varo dan memanaskannya.
"Makasih ya pak." Ujar Varo yang berlajan masuk.
"Iya sama-sama tuan muda." Ujar pak Asep.
Varo berjalan menuju meja makan untuk berpamitan kepada kedua orang tuanya.
"Ada pak Asepnya nak ?" Tanya daddy yang sedang menyeduh kopi sambil membaca koran.
__ADS_1
"Ada kok dad." Jawab Varo.
"Yaudah Varo kekamar dulu ya dad." Ujar Varo.
"Iya." Ujar daddy.
"Mom Varo keatas dulu ya." Ujar Varo yang sambil berjalan menaiki tangga.
"Iya sayang, jangan tidur ya nanti kebablas jam kelasnya." Ujar mommy yang mengingatkan.
"Iya mom." Ujar Varo.
Varo berjalan menuju kamarnya, sesampai dikamarnya.
"Alhamdulillah kenyang." Ujar Varo sambil menjatuhkan badannya dikasur.
"Daripada nanti ketiduran kalau buat tiduran, mending baca buku dah." Pikir Varo yang beranjak mengambil buku dirak buku miliknya.
Pada saat itu jam menunjukkan pukul 08 : 26, setelah beberapa saat Varo membaca buku dia melihat jam.
"Astaugfirullah udah jam 9." Ujar Varo yang melihat jam dan kaget karena jam sudah menunjukkan pukul 09 : 08, dia langsung berlari menuju kamar mandi untuk mandi dan bersiap-siap berangkat untuk kuliah.
Setelah selang beberapa Varo sudah siap untuk pergi kekampus, dia berjalan menuju mobil ketika diruang tamu, dia tidak mendapati seorang pun diruang tamu, dan dia pun langsung berangkat menuju kampus.
***
Sesampai dikampus Varo langsung bergegas menuju kelas bahasa, karena sahabat-sahabat Varo hanya mengambil jurusan manajemen dan kecantikan.
Varo mengikuti kelas dengan seksama, setelah beberapa jam, jam sudah menunjukkan pukul 11 : 30 tanda berakhirnya kelas hari ini.
Varo membereskan buku-bukunya dan mencoba menghubungi sahabat-sahabatnya lewat grub whatsapp yang dibuat sejak mereka disekolah.
[Kita-kita masih jam 1 kelar Var] Ketik Rangga yang suka memainkan hp ketika kelas masih berlangsung.
[Okay kalau gitu, Bulan sama Mentari gimana ?] Ketik Varo dan kembali bertanya.
[Ini juga baru kelar Var, ini gua sama Mentari masih dikelas, mau kumpul dimana emang ?] Ketik Bulan dan balik bertanya.
[Yaudah kalian beres-beres barang bawa.an dulu dah, aku tunggu ditempat kumpul kita biasanya] Ketik Varo yang beranjak pergi menuju tempat berkumpul.
[Yaudah kalau gitu Var, kita beres-beres dulu, kalau udah kita langsung kesana] Ketik Bulan yang mulai beres-beres diikuti oleh Mentari.
[Okay-okay] Ketik Varo yang berjalan dan menaruh handphone disaku celanya.
Tidak begitu lama Varo berjalan dia sampai ditempat berkumpul untuk menunggu Bulan dan Mentari.
Varo duduk dibawah pohon besar, selang beberapa menit dua sahabat perempuannya datang menghampiri Varo.
"Var." Ujar Bulan yang berjalan menghampiri Varo yang sedang duduk santai menikmati hembusan angin dibawah pohon besar.
"Udah lama nunggunya Var ?" Tanya Mentari yang mengikuti menghampiri Varo disamping Bulan.
"Enggak kok, cuman beberapa menit aja." Jawab Varo dengan santai yang masih menikmati hembusan angin.
"Lan Tar ini masih jam 12 kurang seperempat, lah anak-anak yang lain baru kelar jam 1 an, kita tunggu dicafe biasanya aja yuk sambil beli minuman disana, daripada disini." Ujar Varo.
__ADS_1
"Hmm...yaudah yuk kita kecafe aja dulu, lo gimana Tar ikut gak ?" Ujar Bulan dan bertanya keMentari.
"Gua sih ngikut aja, lagian gua gak ada acara lain." Jawab Mentari.
"Yaudah yuk, oh ya kalian naik apa tadi ?" Tanya Varo yang bangkit dari duduknya.
"Gua tadi dijemput Mentari, jadi ya gua otomatis bareng dia Var." Jawab Bulan cengengesan.
"Yaudah kita ketemuan dicafe biasanya." Ujar Varo yang beranjak pergi untuk mengambil mobil.
"Okay-okay." Ujar Mentari dan Bulan yang beranjak pergi untuk mengambil mobil juga.
Tidak begitu lama Varo sampai terlebih dahulu dicafe, dia masuk kedalam untuk menunggu Bulan dan Mentari, tidak begitu lama mereka berdua sampai dicafe.
"Lo belum pesen minuman Var ?" Tanya Bulan yang menghampiri tempat duduk Varo diikuti oleh Mentari.
"Belum, sekalian nunggu kalian pesennya, yaudah yuk pesen." Ujar Varo yang berdiri dan berjalan menuju kasir.
"Kak saya mau Brovie, kalian apa ?" Ujar Varo dan bertanya keBulan dan Mentari.
"Baik kak, 1 Brovie." Ujar Kasir sambil mengetik pesanan.
"Hmm..." Gumam Bulan sambil melihat-lihat menu.
"Gua Milk Shake Strawberry kak." Ujar Mentari.
"Gua Smoothie Strawberry kalau gitu mbak." Ujar Bulan.
"Baik saya ulangi lagi semua pesanannya ya kak, 1 Brovie, 1 Milk Shake Strawberry, dan 1 Smoothie Strawberry ya kak." Ujar Kasir sambil mengetik pesanan.
"Iya kak." Ujar Varo.
"Apa ada lagi yang mau di pesan kak ?" Tanya Kasir.
"Udah cukup itu aja kak." Jawab Varo.
"Baik kak." Ujar Kasir sambil mentotal seluruh pesanan.
"Totalnya 65.000 Ribu kak." Ujar Kasir.
"Kartu debit bisa kak ?" Tanya Varo yang sambil melihat isi dompetnya yang tersisa uang tunai berjumlah 29.000 Ribu saja, dia lupa tidak mengambil uang sama sekali setelah pulang dari taman bermain kemaren.
"Loh Var kita bayar sendiri aja gapapa." Ujar Mentari.
"Udah gapapa sekalian ini." Ujar Varo.
"Bisa kak." Jawab Kasir sambil memberikan alat untuk pembayaran debit kepada Varo.
Varo mengesek kartu debitnya dan memasukkan paswordnya, dia menggunakan kartu biasa meskipun dia memiliki Black Card karena dia berfikir hanya untuk membeli minuman.
"Terima kasih atas pesanannya kak." Ujar Kasir sambil memberikan nota pemesanan ke Varo.
"Iya kak." Ujar Varo yang menerima nota dari Kasir.
***
__ADS_1
THANKS YANG MASIH NGIKUTIN UPDATE.AN NOVEL GUA MESKIPUN MASIH BELUM KOSISTEN BUAT UPDATENYA, KARENA SAYA BUAT DIWAKTU SENGGANG SAYA, MOHON MAAF JIKA ADA KATA YANG KURANG ENAK DIHATI PARA PEMBACA KARENA SAYA INGIN MEMBUAT SENATURAL MUNGKIN, DAN MOHON MAAF JUGA BILA ADA TYPO TETAPI SAYA SUDAH BERUSAHA MEMBACA ULANG DAN MEREVISI KATA YANG TYPO, JIKA MASIH ADA YANG SALAH NAMANYA JUGA MANUSIA TEMPAT BERKUMPULNYA SALAH 😁
SEKIAN DAN TERIMAKASIH, SALAM AUTHOR.