Mengejar Cinta Berujung Tragedi

Mengejar Cinta Berujung Tragedi
Chapter 20 - Pesta Makan


__ADS_3

Tit...Tit...Tit...


[Permisi pak, ada yang mencari ruangan yang direservasi atas nama bapak disini] Ujar Resepsionis.


[Oh iya, suruh tunggu sebentar saya akan kesana sekarang] Ujar Varo yang sambil pamit sebentar kesahabat-sahabatnya untuk kedepan menjemput teman-temannya.


[Baik pak, terima kasih] Ujar Resepsionis.


[Sama-sama] Ujar Varo yang berjalan menuju resepsionis.


"Pak tunggu sebentar ya, boss saya sedang perjalanan kemari." Ujar Resepsionis sambil tersenyum.


"Boss ? ada apa ya mbak kok malah bossnya yang kesini." Ujar Reno yang panik.


"Tidak ada apa-apa pak, silahkan bapak tunggu sebentar disini." Ujar Resepsionis sambil tersenyum.


"Baik kalau begitu mbak, makasih atas bantuannya." Ujar Reno yang masih sedikit panik.


"Iya sama-sama pak." Ujar Resepsionis sambil tersenyum.


Reno menghampiri Cinta dan Bobby untuk memberitahukan apa yang dikatakan resepsionis kepadanya.


"Cin Bob." Ujar Reno yang berjalan menghampiri mereka.


"Gimana Ren ?" Tanya Cinta.


"Kata resepsionis suruh tunggu bossnya, masih perjalanan kesini." Jawab Reno.


"Hah boss Ren ?" Ujar mereka berdua serentak.


"Kita perasaan gak ngelakuin hal yang salah lo Ren." Ujar Bobby sedikit panik.


"Nah bener, kita kan cuman tanya aja diresepsionisnya." Ujar Cinta yang ikut panik.


"Ya gua mana tahu, kita tunggu aja kalau gitu, yang penting kita gak berbuat salah disini." Ujar Reno yang berusaha membuat suasana kembali tenang.


Tidak begitu lama, ada seseorang yang memanggil mereka dari kejauhan, dan pada saat mereka melihat ternyata itu Varo.


"Ren Bob Cin." Ujar Varo sambil mempercepat jalannya menuju mereka.


"Ah Var." Ujar Cinta.


"Varo." Ujar Reno.


"Var..." Ujar Bobby yang berlari menghampiri Varo dan memeluknya.


"Gimana kabar kalian sehat kan ?" Tanya Varo sambil tersenyum.


"Alhamdulillah sehat Var." Ujar mereka serentak.

__ADS_1


"Yaudah kalau gitu ayo masuk, gua kenalin ke sahabat-sahabat gua nanti." Ujar Varo yang tersenyum sambil mengajak mereka masuk keruangan yang sudah Varo reservasi.


"Tapi Var kata Reno kita mau dihampiri bos pemilik hotel ini, jadi kita tunggu aja disini dulu." Ujar Cinta yang khawatir.


"Iya Var, tadi resepsionisnya bilang gitu." Ujar Reno yang juga khawatir.


"Oh itu, maksutnya boss hotel yang dimaksud resepsionis itu gua guys." Ujar Varo sambil tersenyum.


"Hah..." Mereka bertiga saling memandangi karena mereka antara bingung, kaget, dan masih mencerna apa yang mereka dengarkan barusan.


"Ya itu maksutnya hotel ini termasuk property keluargaku." Ujar Varo sambil tersenyum.


"Huft... ya gimana ya." Ujar Bobby sambil menghela nafas.


"Mau kaget itu keluarga lo Var." Ujar Reno tersenyum sambil menepuk pundak Varo.


"Yaudah yuk masuk aja guys, aku udah gak bisa mikir lagi sekarang kita makan aja yuk." Ujar Cinta.


"Nah betul itu kata Cinta, yuk masuk." Ujar Varo yang tersenyum sambil mengajak mereka masuk.


Mereka berjalan mengikuti Varo dan sampai ditempat sahabat-sahabatnya berada.


"Ini semua sahabat-sahabat gua, gak usah sungkan ayo duduk." Ujar Varo yang mempersilahkan kan ketiga karyawan sekaligus sahabat Varo.


Varo berdiri untuk memperkenalkan 3 sahabat Varo yang baru datang.


"Kita kenalan dulu ya biar gak canggung, disebelah gua yang ganteng dan gagah ini namanya Reno, sahabat yang gua beri kepercayaan untuk mengelola Gym gua." Ujar Varo.


"Okay stop Tar, kita perkenalan dulu." Ujar Varo yang menghentikan Mentari yang sedang asik memuji Reno, Mentari cemberut sambil membuang muka.


"Selanjutnya disebelah Reno ada cowok yang suka gombalin cewek guys, jadi kalian harus hati-hati sama dia." Ujar Varo yang meledek Bobby.


"Cih apa-apa.an Var, gitu amat perkenalan buat gua." Ujar Bobby yang ngambek sambil membuang muka.


"Okay-okay sory Bob, ini namanya Bobby yang juga salah satu orang yang gua percayakan masalah Gym." Ujar Varo yang kembali serius memperkenalkan.


"Dan yang terakhir cewek cantik ini namanya Cinta, salah satu orang kepercayaan gua juga, dia bertugas dibagian resepsionis dan pemasaran Gym." Ujar Varo.


Cinta mendengar Varo yang tiba-tiba mengatakan bahwa dia cantik, dia tersipu malu sambil menundukkan kepalanya.


"Okay untuk perkenalan yang satunya gua persingkat aja karena kalian banyak, untuk lebih jelasnya kalian ngobrol sendiri-sendiri aja biar makin akrab." Ujar Varo.


"Disebelah gua ada Rangga, Fajar, Bulan, Mentari, dan Bintang." Ujar Varo.


"Dah untuk perkenalan udah kelar, sekarang kita makan-makan dulu." Ujar Varo.


Akhirnya mereka semua makan bersama-sama sambil mengobrol, dan setelah tadi ditahan oleh Varo, Mentari akhirnya mendekat ke Reno untuk melakukan kegiatan yang tadi sempat dihentikan yakni PDKT.


***

__ADS_1


Setelah hampir 3 jam mereka makan dan mengobrol, 3 sahabat Varo Reno, Bobby, dan Cinta akan kembali ke Gym untuk menutup total Gym dan mengurus beberapa hal disana karena sudah hampir jam 10.


"Var gua Bobby sama Cinta balik dulu ya, soalnya Gymnya belum ditutup total tadi." Ujar Reno.


"Tau gitu tadi sekalian kita tutup total Ren Gymnya, biar puas kita disini, jarang-jarang kita bisa pergi ke hotel mewah ya kan." Ujar Bobby yang menggerutu.


"Iya sih Bob tapi..." Ujar Reno yang dipotong oleh Cinta.


"Udah-udah kita balik, lu jan gerutu terus Bob." Ujar Cinta kesal mendengar gerutu.an Bobby.


"Yaudah Var kita balik dulu ya." Ujar Reno yang memeluk Varo.


"Okay Ren, hati-hati dijalan ya." Ujar Varo tersenyum sambil menepuk pundah Reno.


"Gua disini aja deh, kalian aja yang balik kesana." Ujar Bobby yang memegang tangan Varo, yang membuat semua tertawa melihat perilaku Bobby.


"Ish gua malu punya sahabat kek lu Bob, ayo jan tambah bikin malu gua." Ujar Cinta yang melangkah pergi sambil menarik telinga Bobby.


"Kita duluan ya Var, makasih undangannya." Ujar Cinta tersenyum.


"Iya Cin, hati-hati dijalan." Ujar Varo yang masih menahan tawa melihat perilaku sahabatnya.


"Aw.... sakit Cin, kasar banget lu, gini ini yang bikin lu susah dapet cow..." Ujar Bobby yang kesakitan terus dipotong oleh Cinta.


"Jangan banyak ngomong, kalian kita duluan ya." Ujar Cinta yang melambaikan tangan.


Rangga, Fajar, Bintang, Bulan, Mentari membalas lambai.an tangan Cinta sambil tersenyum, dan tidak lupa Mentari...


"Cogan jan lupa calling-calling Tari ya, lop u." Teriak Mentari yang sambil cium jauh kearah Reno, teman-temannya kaget melihat perilaku Mentari yang gak pernah mereka lihat.


"Okay Tar bye." Ujar Reno yang melangkah pergi bersama Cinta dan Bobby.


"Yaudah sekalian kita pulang deh, udah mau jam 10 juga, gak baik cewek pulang malem-malem." Ujar Varo.


"Tapi Var ini masih banyak makanannya." Ujar Fajar yang melihat beberapa makanan masih ada yang belum disentuh sama sekali.


"Hmm...yaudah dibungkus aja kalau ada yang kalian pengen, daripada mubazir dibuangkan." Ujar Varo yang tersenyum melihat tingkah Fajar, Varo sudah tau apa yang ada dipikiran Fajar.


"Nah mantap Var, tau aja lu." Ujar Fajar yang ketawa.


"Ish kayak gak pernah makan aja lu Jar." Ledek Bulan.


"Emang gak pernah Lan." Ujar Fajar yang ketawa yang diikuti yang lain.


Akhirnya mereka membungkus beberapa makanan untuk dibawa pulang, Mentari bersama Bulan, Bintang sendiri dan Varo mengantar pulang Rangga dan Fajar.


***


THANKS YANG MASIH NGIKUTIN UPDATE.AN NOVEL GUA MESKIPUN MASIH BELUM KOSISTEN BUAT UPDATENYA, KARENA SAYA BUAT DIWAKTU SENGGANG SAYA, MOHON MAAF JIKA ADA KATA YANG KURANG ENAK DIHATI PARA PEMBACA KARENA SAYA INGIN MEMBUAT SENATURAL MUNGKIN, DAN MOHON MAAF JUGA BILA ADA TYPO TETAPI SAYA SUDAH BERUSAHA MEMBACA ULANG DAN MEREVISI KATA YANG TYPO, JIKA MASIH ADA YANG SALAH NAMANYA JUGA MANUSIA TEMPAT BERKUMPULNYA SALAH 😁

__ADS_1


SEKIAN DAN TERIMAKASIH, SALAM AUTHOR.


__ADS_2