
Varo sampai dibawah dan mendapati diruang makan masih ada om Bryan dan tante Aqilla disana, Varo teringat lagi kejadian tadi sedikit malu, tapi dia buat seakan-akan tidak ingat agar menutupi ekspresi malunya.
Varo memberikan Sisil kepada mommynya dan dia duduk disamping daddynya.
"Itu liat calon menantu kita udah siap kayaknya, jadi kepala keluarga sayang." Bryan senang melihat Varo yang rajin beribadah.
"Iya udah siap itu, tinggal liat anak kita aja." Aqilla tersenyum.
"Mom cicil lapel." Sisil melihat mommynya.
"Iya ini makannya mommy suapi aja ya sayang." Mommy sambil mengambil makanan untuk Sisil.
"Eh itu anakmu yang kedua ya Sal, yang laki-laki ganteng dan yang perempuan juga cantik imut pula." Aqilla senang melihat kedua anak sahabatnya.
"Iya mereka kuat gen dari kakeknya, hampir gak mirip sama mommynya." Salsa menggelengkan kepalanya.
"Ya gapapa Sal yang penting sehat semuakan, buat cuci mata juga bisa." Aqilla tertawa.
"Enggak Qil, cuci matanya dia cuman keaku doang." Wahyu cemberut sambil memeluk istrinya.
"Ih daddy kok cembulunya cama anak cendili." Sisil berbicara dengan polosnya membuat mereka semua tertawa.
Mereka melanjutkan makan sambil ngobrol.
***
Keesokan harinya.
Sebelum berangkat kuliah Rangga memastikan apakah Varo udah ada dikampus atau belum, dia menghubungi Bintang karena kemungkinan besar yang udah ada dikampus adalah dia.
Tut...tut...tut..
[Assalamu Alaikum Tang] Ujar Rangga yang menghubungi Bintang.
[Wa'alaikum Salam, ada apa Ngga ?] Bintang bertanya kepada Rangga.
[Enggak mau tanya aja, lo udah dikampus kah ?] Ujar Rangga.
[Iya udah ini, baru aja nyampek, kenapa ?] Bintang bertanya karena tumben dia tanya masalah ginian.
[Itu Varo udah ada belom disana, gua kemaren dipesen dia kalau belum bangun suruh jemput kerumahnya] Ujar Rangga.
[Owh... belum ada, ketiduran mungkin dia Ngga] Ujar Bintang.
__ADS_1
[Yaudah kalau gitu, gua jemput dia kerumahnya] Ujar Rangga.
[Thanks Tang, Assalamu Alaikum] Ujar Rangga sambil mulai pergi kerumah Varo.
[Oke santai, Wa'alaikum Salam] Ujar Bintang.
Rangga berangkat menaiki angkot kerumah Varo, takutnya nanti kalau dia bawa motor berangkat ke kampusnya pisahan pikirnya.
Sesampai didepan rumah Varo dia minta izin masuk kepost satpam.
"Assalamu Alaikum pak asep, mau bangunin Varo karena udah dipesen kemaren sama dia." Ujar Rangga yang menghampiri post satpam yang disana ada pak Asep.
"Wa'alaikum Salam, oh nak Rangga toh, monggo langsung aja masuk nak Rangga." Ujar pak Asep yang sambil membuka gerbang rumah.
"Makasih pak Asep." Ujar Rangga yang sembari jalan masuk kerumah Varo.
"Iya sama-sama nak Rangga." Ujar pak Asep yang kembali menutup gerbang dan kembali kepostnya.
Rangga memasuki kediaman Varo dan mengucap salam.
"Assalamu Alaikum." Ujar Rangga.
Tidak begitu lama ada suara perempuan parubaya yang menjawab.
"Tante siang, mau jemput Varo te, kemaren dipesen soalnya kalau dia ketiduran suruh jemput." Ujar Rangga sambil mencium tangan mommy Varo.
"Oh Rangga, masuk ngga langsung aja kekamarnya, tante lupa kalau dia ada kelas siangnya." Ujar Salsa yang beralih pergi kearah dapur.
"Iya tan." Ujar Rangga sambil berjalan menuju kamar Varo.
Rangga berjalan menuju kamar Varo dilantai 2, Rangga masih tidak terbiasa dengan mewahnya rumah sahabatnya, sungguh megah rumahnya mungkin bisa juga disebut mansion dalam benak Rangga.
Rangga akhirnya sampai didepan kamar Varo dan langsung masuk, disana Rangga mendapati Varo yang lagi tidur pulas, dia menghampiri Varo untuk membangunkannya.
"Var bangun var." Rangga berbisik ditelinga Varo dengan lemah lembut.
Varo hanya menyingkirkan kepala Rangga, dan membalikkan badan.
Rangga sedikit kesal dengan Varo yang susah untuk dibangunkan, dia mencoba lagi tetapi dengan tidak lembut lagi.
"Var bangun Var ngampus." Ujar Rangga sambil menggoyang-goyangkan badan Varo.
Varo masih belum bangun, dan itu membuat Rangga semakin kesal, dia mendapatkan cara agar dia segera bangun.
__ADS_1
"Varo sayang bangun yuk, udah siang ini... kamu kan ada kelas hari ini." Ujar Rangga yang berusaha membuat suaranya seperti perempuan dan dibuat selembut mungkin ditelinga Varo.
"Rena... !" Varo kaget dan langsung terbangun.
"What Rena Var ? lo bener klepek-klepek sama tuh orang Var sampai kebawah mimpi pula." Ujar Rangga sambil tidak percaya bahwa sahabatnya sangat memikirkan perempuan tersebut.
"Ah Rangga lo anjing emang, enak-enak mimpi indah digangu." Ujar Varo kesal terhadap Rangga dan berbaring kembali.
"Udah-udah mimpi indah tuh malem jan siang mangkanya, sekarang lo mandi terus kita berangkat ngampus, udah jam berapa ini." Ujar Rangga yang berjalan keluar.
"Iya-iya bawel, awas lo ya nanti ngomong aneh-aneh ke anak-anak." Varo menekankan apa yang dia bicarakan sambil berjalan menuju kamar mandi.
"Aman-aman kalau gak keceplosan aja sih." Ujar Rangga sambil tertawa yang langsung dilempar oleh Varo hingga Rangga berlari.
Setelah beberapa saat Varo menuruni tangga dan melihat Rangga sedang mengobrol dengan mommynya, Varo menghampiri mereka.
"Lagi ngomong apa ini kok serius banget mom." Ujar Varo sambil merangkul mommynya dari belakang.
"Enggak ini tadi Rangga cerita beberapa hal tentang kamu, udah gitu aja." Ujar mommy Varo sambil meledek Varo.
"Bukan apa-apa Var, yok langsung berangkat." Ujar Rangga sambil seperti menyembunyikan sesuatu.
"Awas lo Ngga sampek ngomong aneh-aneh, aku bicek lo." Ujar varo sambil menghampiri Rangga dan memiting kepalanya.
"Udah-udah kalian berangkat, udah jam beraoa ini gak takut telat kalian." Ujar mommy Varo sambil ketawa melihat anaknya.
"Akh Var sakit anj..." Ujar Rangga yang disela oleh Varo.
"Mau ngomong apa lo didepan mommy, yaudah mom kita langsung berangkat ya mungkin pulang sore.an, insyaallah gak kekantor nanti mom tapi liat nanti kalau ada keperluan mendadak ya beda lagi." Ujar Varo yang sedang menutup mulut Rangga dan segera mencium tangan mommynya dan mencium keningnya.
"Ah maaf Var keceplosan, yaudah tan Rangga juga berangkat dulu ya." Ujar Rangga yang mencium tangan mommy Varo.
"Assalamu Alaikum." Ujar Varo dan Rangga yang beranjak pergi kegarasi untuk mengambil mobil.
"Wa'alaikum Salam, hati-hati dijalan Var jan ngebut." Ujar mommy Varo sambil beranjak pergi keatas.
Mereka akhirnya pergi menuju kampus.
***
THANKS YA YANG MASIH NGIKUTIN NOVEL INI, MAAF KALAU ALURNYA MEMBOSANKAN, KARENA INI NOVEL ORISINIL PERTAMA GUA, SEMOGA KALIAN SUKA, GUA MAU MAEN LONCAT-LONCAT ADEGAN KAYAK GAK ENAK KECEPETAN JADI YA SEBISA MUNGKIN JARANG NGELONCATIN ADEGAN-ADEGANNYA, MAAF KALAU ADA TYPO TETAPI SAYA UDAH BERUSAHA MEMBACA ULANG AGAR BISA MEMPERBAIKI YANG SALAH TULIS.
SEKIAN TERIMAKASIH, SALAM AUTHOR.
__ADS_1