
"Aku udah lama gak sholat jama'ah dengan kalian, yuk sholat jama'ah mumpung baru adzan dzuhur." Varo mengajak mereka bertiga.
"Yuk." Cantik tersenyum.
"Iya dah lama Var." Reno dan Bobby menjawab serentak.
Mereka pergi bersih-bersih terlebih dahulu terus mengambil wudhu, dan langsung sholat berjama'ah dimusholla yang ada digym tersebut.
Setelah mereka sholat, Varo berpamitan pergi kepada mereka bertiga.
"Yaudah aku pergi kekantor dulu ya, semoga kalian bisa mengembangkan gym ini menjadi lebih baik." Varo.
"Oke Var." Reno tersenyum sambil memeluk Varo.
"Iya Var jangan lupa.in kami." Cantik tertawa kecil.
"Iya betul itu yang dikata.in Cantik, jangan sampek lupa sama kita gara-gara lo sibuk Var." Bobby memeluk Varo juga sambil tersenyum.
"Iya mana mungkin gua lupa kekalian, gua duluan ya, Assalamu Alaikum." Varo pergi meninggalkan mereka menuju parkiran.
"Iya Var, Wa'alaikum Salam." Mereka bertiga menjawab dengan serentak terus kembali kepost masing-masing.
Varo mengambil mobil dan langsung menuju kekantor.
***
Setelah beberapa saat, akhirnya sampai diparkiran kantor, Varo berjalan menuju lift menuju ruangannya, dalam perjalanan menuju ruangannya melewati beberapa karyawan yang sedang bekerja dan beberapa menyapa Varo, sesampai diruangannya varo langsung duduk dan menghubungi Niko agar langsung ke ruangannya.
Tut...Tut...Tut... Varo menghubungi Niko.
[Assalamu Alaikum Ko, langsung keruanganku ya] Varo.
[Wa'alaikum Salam, baik pak saya akan menuju kesana sekarang] Niko yang sedang bersama daddy Varo izin pamit pergi ke ruangannya Varo.
"Pak saya mau izin ke ruangannya pak Varo dulu, karena beliau sudah datang." Niko meminta izin kepada Wahyu.
"Baik Ko, tolong bantu Varo untuk segera memahami cara mengelola seluruh perusahaanku, nanti kamu juga yang akan menjadi assistant pribadi Varo jika dia sudah menjadi CEO nantinya." Wahyu mempersilahkan Niko menuju ruangan Varo.
"Baik pak, serahkan semua pada saya." Niko menundukkan kepalanya dan pergi keruangan Varo.
__ADS_1
Dalam selang beberapa menit, Niko sampai diruangan Varo dan dia langsung masuk mendapati Varo yang sedang duduk menunggu Niko.
"Permisi pak." Niko menundukkan kepala.
"Owh Niko, apakah barusan dari ruangan CEO Ko ?" Varo bertanya sambil tersenyum.
"Iya pak." Niko.
"Gimana menurutmu kondisi CEO saat ini Ko ?" Varo bertanya.
"Maksut bapak ?" Niko bingung dengan pertanyaan Varo.
"Enggak aku cuman takut aja kalau CEO menyembunyikan penyakit atau apa, karena secara tiba-tiba CEO menyuruhku untuk segera mempelajari tentang perusahaan secepat mungkin." Varo masih mencari apa penyebab daddynya menyuruh Varo secara tiba-tiba untuk segera mempelajari tentang perusahaan, takutnya daddynya sakit parah dan tidak memberitahukan kepadaku dan mommy, atau cuman tidak memberitahukan kepadaku saja.
"Pada saat saya bersama CEO selama ini, saya tidak mendapati kalau beliau menderita penyakit pak, mungkin ada alasan lain beliau menyuruh anda untuk mempelajari perusahaan secara tiba-tiba." Niko.
"Mungkin Ko, tapi ya jaga-jaga tolong bantu aku mengawasi CEO, jika kamu mendapati beliau sakit segera hubungi aku Ko." Varo menegaskan.
"Baik pak, serahkan padaku." Niko menundukkan kepalanya.
"Oke kita langsung aja, mana yang akan aku pelajari hari ini Ko." Varo.
Selang beberapa saat niko kembali membawa berkas-berkas yang dibutuhkan.
"Ini pak berkas-berkas yang akan anda pelajari hari ini." Niko menghampiri meja Varo sambil menaruh berkas-berkas yang akan dipelari Varo hari ini.
"Oke terimakasih Ko, apa hari ini mempelajari masalah keuangan perusahaan ?" Varo bertanya sambil melihat berkas-berkas tersebut.
"Iya pak, keuangan perusahaan saat ini bisa dikatakan aman terkendali, tetapi saya ingin anda mempelajari pengeluaran, pemasukan dan lain-lainnya." Niko.
"Dan sebelum itu apa yang anda pelajari kemaren sudah dipahami pak ?" Niko bertanya.
"Ya sudah Ko, itu berkat bantuanmu aku memahami dengan begitu mudah dan cepat." Varo tersenyum.
"Itu bukan karena saya pak, memang anda yang begitu cerdas sehingga dalam sehari anda menguasai masalah manajemen perusahaan, saya sangat kagum kepada anda." Niko tersenyum.
"Jangan terlalu merendah Niko." Varo tersenyum.
"Oke kita langsung aja mempelajari masalah keuangan perusahaan." Varo sambil memegang berkas-berkas yang ada dimejanya.
__ADS_1
"Baik pak." Niko menghampiri Varo dan berdiri disebelah Varo.
Varo mempelajari tentang keuangan perusahaan hari ini, Varo memang cerdas bisa dianggap dia adalah salah satu jenius, juga Niko ahli dalam mengajari seseorang hingga Varo mudah dan cepat mempelajarinya.
Varo sangat cepat mempelajarinya, Niko sampai terkagum-kagum melihat calon CEO masa depan yang akan dia layani, Niko sampai mengkebu-kebu agar Varo dengan cepat mempalari semua masalah perusahaan dan diangkat menjadi CEO, Niko ingin melihat bayi harimau keluar dari kandang harimau, buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya, karena daddy Varo juga bisa dianggap pembisnis terbaik saat ini.
Setelah beberapa jam Varo melihat jam menunjukkan jam 15 : 49, Varo langsung menyuruh Niko untuk membeli beberapa makanan untuk mereka dan juga karyawan yang berada satu lantai dengannya.
"Ko untuk hari ini sampai disini saja, tolong belikan makan untuk kita dan untuk karyawan yang berada satu lantai denganku, ini gunakan kartuku." Varo menyuruh Niko sambil memberikan kartunya.
"Baik pak, tunggu sebentar." Niko menundukkan kepala sambil beranjak pergi untuk membeli makanan.
Selang beberapa saat Niko kembali dengan membawa banyak makanan.
"Pak ini semua makan yang anda suruh beli." Niko berjalan masuk sambil menaruh makanan diatas meja santai yang ada didepan meja Varo saat ini, dan menghampiri Varo untuk mengembalikan kartu yang diberikan padanya.
"Terimakasih Ko." Varo sambil tersenyum.
"Bantu aku membagikan kepada karyawan yang lain, nanti jika ada sisa bisa diberikan kepada orang lain juga." Varo berjalan keluar diikuti Niko dengan membawa semua makanan tersebut.
"Halo permisi, kalian semua bisa istirahat sebentar untuk makan, ini saya beli makanan lebih untuk kalian semua, meskipun makanannya biasa semoga kalian suka." Varo berdiri sambil berbicara kepada semua karyawan sambil tersenyum.
Semua karyawan kaget mendengar hal tersebut, ini pertama kalinya atasan memberi dan mengajak mereka semua makan bersama, karena pada umumnya tidak semua orang bisa makan dengan atasannya, mereka melihat wajah Varo dan langsung berdiri menghampiri Varo dengan tersenyum, mereka menundukkan kepala, Niko membagikan makanan secara merata, mereka semua makan bersama-bersama, Varo dan Niko kembali keruangan Varo.
"Ko kita sholat Ashar jama'ah, setalah itu saya akan pulang." Varo melihat Niko dan tersenyum.
"Baik pak." Niko tersenyum.
Mereka menuju kamar yang ada diruangan Varo, langsung mengambil wudhu dan melaksanakan sholat Ashar berjama'ah.
Setelah selang beberapa saat.
"Yaudah aku pulang dulu Ko, tolong rapikan berkas-berkas yang ada diatas mejaku." Varo beranjak pergi meninggalkan ruangannya.
"Baik pak." Niko menundukkan kepalanya sambil beranjak pergi merapikan semua berkas-berkas yang ada dimeja Varo.
***
THANKS YANG MASIH SETIA NGIKUTIN UPDATE.AN NOVEL INI, SEMOGA BISA SELALU MENGHIBUR SEMUA PEMBACA, MAAF JIKA ADA TYPO ATAU TANDA BACA YANG SALAH, MOHON DIMAKLUMI KARENA MEMANG BUKAN NOVELIS.
__ADS_1
SEKIAN TERIMAKASIH, DAN SALAM AUTHOR.