Mengejar Cinta Berujung Tragedi

Mengejar Cinta Berujung Tragedi
Chapter 14 - Sisil Ketemu !!!


__ADS_3

Kita Flashback sebentar kesaat Rena sebelum sholat.


Rena selesai mengambil wudhu, segera memakai mukenah yang tersedia dimusholla, dan dia menasihati Sisil yang ada disebelahnya.


"Dek tunggu disamping kakak bentar ya, kakak mau sholat dulu, Sisil gak boleh kemana-mana inget ya." Ujar Rena.


"Iya kak lena." Ujar Sisil yang asik bermain boneka.


"Pinter kalau gitu." Ujar Rena yang tersenyum sambil mengelus kepala Sisil dan segera menunaikan sholat.


Tidak begitu lama Rena memulai sholat, Sisil mendengarkan suara terompet diluar musholla dan tertarik dengan suara tersebut.


"Tet...tet...tet..." suara terompet dari arah luar musholla.


"Suala apa itu ?" Pikir Sisil yang baru pertama kali mendengarkan suara terompet, dia tertarik dan langsung mencari sumber dari suara tersebut.


Sisil berjalan keluar musholla, dia mencari sumber suara tersebut, tiba-tiba suara tersebut berbunyi lagi.


"Tet...Tet......" Suara terompet yang terdengar berada lumayan jauh dari musholla.


Sisil berjalan menuju sumber suara, dia terkadang berhenti dulu untuk mendengar pastinya suaranya berasal darimana, Sisil sudah berjalan cukup jauh dan sampai akhirnya dia menemukan sumber suara tersebut, dia melihat orang yang sedang meniup sebuah terompet, dia cengengesan terus menghampiri penjual tersebut.


"Pak itu namanya apa ? Cicil balu tau." Tanya Sisil kepada penjual terompet tersebut.


"Oh ini namanya terompet nak, kamu disini sama siapa kok sendirian" Jawab penjual terompet dan balik bertanya ke Sisil sambil melihat disekitar Sisil tidak ada orang lain bersamanya.


"Tadi Cicil kesini sama kak valo dan kak lena pak, tapi Cicil mendengar suala telompet, telus Cicil ikutin sualanya dan sampai deh disini." Ujar Sisil yang menjawab sambil cengengesan.


"Loh nanti kamu dicari.in nak, tadi terakhir kamu sama kakakmu dimana ? sini bapak anter kesana, bahaya kalau anak kecil sendirian." Ujar bapak penjual sambil bertanya tempat terakhir kepada Sisil.


Sisil berpikir tempat terakhir tadi.


"Itu pak, yang buat olang gini itu apa namanya, Cicil lupa." Ujar Sisil yang sambil memperagakan gerakan sholat kepada bapak penjual.


"Oh itu gerakan sholat nak, berarti yang kamu maksut mungkin musholla ya." Ujar bapak penjual yang tersenyum ketika melihat Sisil memperagakan gerakan sholat.


"Iya itu pak." Ujar Sisil sambil cengengesan.


"Yaudah bapak anterin kesana ya, jangan sendirian, tunggu bentar nak bapak mau tutup bentar kiosnya." Ujar bapak penjual sambil menutup kios terompetnya.

__ADS_1


"Iya pak." Ujar Sisil.


Tidak begItu lama, bapak tersebut selesai menutup kiosnya.


"Ini buat kamu, karena udah berani kesini sendiri, tapi lain kali gak boleh diulangi lagi bahaya." Ujar bapak penjual sambil memberikan satu terompet.


"Maacih pak." Ujar Sisil sambil tersenyum bahagia.


"Sama-sama nak, yaudah ayo bapak anter." Ujar bapak penjual sambil menuntun Sisil kemusholla.


Mereka berjalan menuju musholla tempat Varo dan Rena berada, setelah beberapa saat mereka akhirnya sampai dimusholla, bapak tersebut membantu Sisil mencari kakaknya ditempat sholat pria dan perempuan, ternyata mereka sudah tidak ada disana.


"Nak sepertinya kakak-kakakmu sudah tidak ada disi..." Ujar bapak penjual tetapi sebelum dia menyelesaikan ucapannya ada pengumuman dari towa.


"Pengumuman bagi seseorang yang menemukan....." Ujar petugas keamanan.


Bapak tersebut melihat Sisil dan melihat apakah ciri-cirinya sama dengan apa yang disampaikan oleh petugas keamanan tadi, dan ternyata sama.


"Nak sepertinya kakak-kakakmu berada dipost keamanan, kita langsung kesana." Ujar bapak penjual sambil menggendong Sisil agar lebih cepat sampai.


"Iya pak." Ujar Sisil yang sambil memainkan terompet.


Bapak tersebut berlari menuju post keamanan agar cepat sampai, sesampai dipost keamanan bapak tersebut melaporkan kronologi dia menemukan Sisil, petugas keamanan juga menyuruh bapak tersebut menunggu sebentar karena petugas akan menghubungi kakak-kakak Sisil.


"Baik pak." Ujar bapak penjual.


Bapak tersebut menghampiri Sisil.


"Nak tunggu sebentar ya, kakak-kakakmu habis ini kesini." Ujar bapak penjual dengan tersenyum sambil mengelus kepala Sisil.


"Iya pak." Ujar Sisil yang cengengesan dan kembali memainkan terompet.


***


Kembali kewaktu semula.


Varo dan Rena yang sudah berkeliling hampir keseluruh taman bermain sudah merasa sangat khawatir karena mereka belum juga bisa menemukan Sisil, tidak begitu lama mereka mendapatkan kabar, bahwa adiknya sudah ditemukan dan berada dipost keamanan.


Suara getaran handphone milik Varo, Varo langsung mengangkatnya.

__ADS_1


[Halo Ini siapa !?] Ujar Varo yang panik.


[Saya petugas keamanan mas, dimohon mas kembali menuju post dikarenakan adik mas sudah ditemukan, terimakasih] Ujar petugas keamanan.


[Alhamdulillah Ya Allah, yaudah pak tunggu sebentar saya akan segera kesana] Ujar Varo yang tersenyum bahagia mendengar kabar tersebut.


"Ada apa Var ?" Tanya Rena yang bingung dengan situasi tersebut.


"Alhamdulillah Sisil udah ketemu Ren, dia ada dipost tadi, ayo kita kesana." Ujar Varo yang beranjak lari menuju post sambil secara tidak sadar dia memegang tangan Rena.


"Alhamdulillah kalau gitu, ayo cepet kesana." Ujar Rena yang tersenyum, dan dia tidak sadar bahwa tangannya dipegang oleh Varo saat berlari.


Mereka berlari menuju post keamanan, setelah beberapa saat mereka akhirnya sampai dipost keamanan.


"Pak dimana adik saya ?" Tanya Varo kepada petugas keamanan.


"Owh adik mas ada didalam bersama orang yang mengantarnya kesini, silahkan." Jawab salah satu petugas dan mempersilahkan Varo dan Rena untuk masuk.


Varo dan Rena berjalan masuk, dan mendapati adiknya sedang asyik bermain terompet.


"Sisil." Ujar Varo yang berlari menghampiri Sisil dan menggendongnya, Varo juga menangis ketika melihat Sisil.


"Dek kamu kemana aja, kan kakak udah bilang jangan pergi sendiri, kok adik gak dengerin kakak, kalau adik kenapa-kenapa mas harus gimana." Ujar Varo yang menangis sambil mencium adiknya, sambil tetap menggendongnya.


"Iya kak Cicilil salah, maafin Cicil ya." Ujar Sisil yang ikut menangis ketika melihat kakaknya menangis.


"Udah-udah Var, yang penting udah ketemu, gak enak ini dipost keamanan ada banyak orang yang liat." Ujar Rena yang tadi ikutan menangis.


Varo melihat sekelilingnya, ternyata dia dilihat oleh banyak petugas, Varo malu dan memberikan Sisil ke Rena dia langsung izin meminjam toilet kepetugas.


"Dek tadikan kakak udah bilang jangan kemana-mana, kok gak dipatuhi." Ujar Rena sambil mengusap air mata Sisil.


"Iya kak Lena maafin Cicil ya." Ujar Sisil yang menangis.


"Yaudah yang penting Sisil gak kenapa-kenapa, lain kali jangan diulangi ya dek." Ujar Rena yang mengusap air mata Sisil sambil menciumnya.


"Iya kak." Ujar Sisil.


***

__ADS_1


THANKS YANG MASIH NGIKUTIN UPDATE.AN NOVEL GUA MESKIPUN MASIH BELUM KOSISTEN BUAT UPDATENYA, KARENA SAYA BUAT DIWAKTU SENGGANG SAYA, MOHON MAAF JIKA ADA KATA YANG KURANG ENAK DIHATI PARA PEMBACA KARENA SAYA INGIN MEMBUAT SENATURAL MUNGKIN, DAN MOHON MAAF JUGA BILA ADA TYPO TETAPI SAYA SUDAH BERUSAHA MEMBACA ULANG DAN MEREVISI KATA YANG TYPO, JIKA MASIH ADA YANG SALAH NAMANYA JUGA MANUSIA TEMPAT BERKUMPULNYA SALAH 😁


SEKIAN DAN TERIMAKASIH, SALAM AUTHOR.


__ADS_2