Mengejar Cinta Mantan

Mengejar Cinta Mantan
Kecurigaan Alvaro


__ADS_3

Liana tak ingin kegugupannya terbaca oleh Alvaro dan Satya. Untuk menghindari itu, gadis cantik ini pun memutuskan untuk pergi dari tempat ini.


Bersyukur Satya dan Amoora tak mencegah ia pergi. Sebab alasan yang ia berikan bisa di terima baik oleh mereka.


"Besok pulang kerja, Tante, bakal sempetin ke rumah Moora, oke! Mau dibawain apa?" tanya Liana dengan senyum manisnya.


"Tidak usah, Tante. Moora mau Tante datang saja. Emm, kalo boleh Tante tinggal sama Moora aja, mau tidak?" pinta Amora dengan tatapan sedih.


"Emm, tidak bisa, Sayang. Kita begini saja. Temenan. Pokoknya kalo Moora mau ke rumah Tante, boleh atau mau Tante datang juga boleh. Pokoknya Tante bakalan selalu ada buat, Moora, gimana?" bujuk Liana agar sahabat kecilnya ini mau mengizinkannya pulang.


"Baiklah, Tante, Moora mengerti," jawab bocah cantik ini sedih.


Sebenarnya tak tega, tapi mau bagaimana! Liana tak mau tamu yang baru datang ini menyadari bahwa dia adalah sahabat Widya. Jika itu terjadi tak menutup kemungkinan jika Liana pasti akan diinterogasi oleh Alvaro. Liana yakin itu.


Untuk menghindari itu, Liana pun memutuskan untuk segera berpamitan.


Selepas Liana berpamitan, barulah Alvaro teringat dengan wajah Liana.


Sepertinya aku pernah ketemu sama gadis itu, tapi di mana ya? batin Alvaro bertanya.

__ADS_1


Tak ingin dipusingkan dengan ingatan tak pasti itu, Alvaro pin memilih memfokuskan tujuannya menemui Satya.


"Kasihan sekali Amoora, sepertinya dia nyaman dengan gadis tadi Sat," ucap Alvaro.


"Ya aku tahu itu. Aku udah nawarin dia jaga Moora sih. Tapi masa kontraknya di bandara belum berakhir. Dia ga bisa ninggalin kerjaan dia yang sekarang. Takut dianggap tidak bertanggung jawab katanya," jawab Satya sesuai apa yang pernah ia dan Liana diskusikan.


"Emm begitu. Tapi Sat, jujur ya aku merasa kayak nggak asing sama tu cewek. Kamu tahu nggak dia orang mana. Emm maksudku asli mana?" tanya Alvaro tiba-tiba penasaran dengan ingatannya tentang sahabat Amoora itu.


"Aduh, soal itu aku ga tahu ya, Al. Masak iya sih aku nanya begituan sama dia. Yang ada nanti aku dibilang aneh lagi sama dia," jawab Satya jujur.


"Iya juga ya, bisa bisa dia mikir kamu naksir lagi sama dia. Ya udahlah Sat. Aku cuma merasa nggak asing aja sama dia. Semoga dia baik baik saja," ucap Alvaro pura-pura pasrah. Padahal ia masih sangat pemasaran dengan Liana. Alvaro yakin jika gadis itu pernah ia temui. Tapi entah kapan dan di mana, Alvaro lupa.


***


Liana gugup sendiri sambil berkendara. Sungguh ia tak menyangka jika dirinya akan bertemu dengan pria yang selama ini selalu ia bicarakan bersama sang sahabat. Sungguh Liana tidak menyangka juga jika Alvaro bersahabat dengan ayah sahabat kecilnya.


Bohong jika saat ini Liana tidak merasakan takut. Bagaimana jika Alvaro ingat tentangnya, lalu meminta Satya untuk mengantarkan dia ke rumah. Bagaimana jika saat itu tanpa sengaja Alvaro menemukan Widya. Padahal Widya belum siap bertemu dengannya.


Sungguh Liana tak tahu harus bagaimana mengambil sikap. Sebab ia sangat paham bagaimana Widya.

__ADS_1


"Ya Tuhan, haruskah aku memberi tahu Widya jika mantan suaminya ada di sini? Haruskah aku kasih tahu dia jika ternyata Alvaro bersahabat dengan pria yang mengejarnya. Astaga! apa yang harus aku lakukan?" ucap Liana bingung sendiri.


Liana masih terhanyut dalam lamunan. Bahkan ia tidak tahu jika Widya sudah pulang bekerja dan saat ini sedang menyiapkan makan malam untuk mereka berdua.


Widya sengaja tidak mau menganggu sahabatnya ini. Sebab ia tahu jika Liana pasti lelah seharian bekerja dan menemani Moora.


Agar ia tetap bisa bekerja dan mengawasi Arseno, Widya pun membawa serta Arseno ke dapur dengan troli nya. Widya memang sudah menyetting dirinya agar selalu serba bisa serta tidak mengandalkan orang lain.


Sayangnya saat ia sibuk memasak ponselnya berdering. Widya cepat-cepat mematikan kompor dan langsung melihat nomer kontak yang tertulis di layar ponselnya. Di sana tertulis kata Ayah. Spontan denyut jantung Widya pun berdetak lebih cepat dari biasanya. Sebab ia langsung masuk ke dalam dilema yang cukup besar. Antara senang dan sedih. Antara bahagia dan takut. Ya, semua rasa itu seperti menghantam Widya. Membuat ini satu anak ini gugup sendiri.


Bersambung..


Sambil nunggu Emak update, Yuk kepoin karya temen emak😍


Sherry, seorang wanita cantik berusia 24 tahun, harus di jodohkan oleh sang kakek dengan pria yang tidak ia kenal. Tentu saja hal itu ditolak dengan keras oleh Sherry. Namun siapa sangka, sang kakek malah memberikan waktu selama tiga bulan, untuk Sherry memutuskan pernikahan itu dengan tinggal di rumah sang calon suami.


Daffin Mahendra, seorang pria dewasa berusia 30 tahun. Rupanya yang tampan dan menawan, serta dikagumi wanita cantik di luar sana. Akan tetapi, Daffin tidak pernah berniat untuk menikah. Entah apa alasannya, hanya Daffin yang tahu.


Lalu bagaimana nasib perjodohannya dengan wanita yang tidak ia kenal. Sedangkan ia juga tidak pernah suka jika ada wanita yang mendekati dirinya.

__ADS_1


Akankah Sherry bisa meluluhkan hati pria arrogant itu. Atau malah Daffin yang harus bisa meluluhkan hati Sherry?



__ADS_2