Mengejar Cinta Mantan

Mengejar Cinta Mantan
Pada Kenyataannya


__ADS_3

Ancaman yang Alvaro lontaran pada sang ayah tidak main-main. Bahkan ia berjanji siap mati untuk melindungi Widya dan bayi mereka. Al tidak akan membiarkan siapapun mengusik kehidupan mereka.


"Apa yang harus kita lakukan?" tanya Liana.


"Jam berapa Widya pulang kerja?" balas Alvaro.


"Biasanya jam tiga sudah sampai rumah."


"Bolehkah aku tunggu dia di rumahmu?"


"Tentu, tapi bagaimana dengan Widya? Apa tidak apa-apa kalo kita tinggalin dia sendiri?" Liana tampak khawatir.


"Tak masalah aku sudah meminta beberapa ajudan ku untuk menjaganya. Kamu tak perlu risau!" Alvaro mulai menyalakan mobil. Namun tatapan matanya masih tertuju pada restoran itu. Seakan tak rela meninggalkan ibu dari anaknya itu sendiri.


Liana bisa menangkap ketidaktenangan Alvaro. Lalu ia pun berucap, "Apa kamu tidak tega meninggalkannya sendiri?" tanya Liana.


"Ah tidak," jawab Alvaro gugup.

__ADS_1


"Jangan tutupi perasaanmu. Saya yakin kalian punya perasaan yang sama. Widya pun gugup saat saya mengajaknya bicara tentangmu. Saya rasa kalian masih saling suka," ceplos Liana. Spontan tersadar bahwa ia salah bicara.


"Tidak, aku kamu salah. Kami dijodohkan, mana mungkin kami punya rasa. Aku hanya peduli padanya. Karena dia ibu dari putraku. Aku rasa dia juga begitu padaku, dia peduli padaku karena aku ayah bayinya. Aku rasa sih begitu!" tolak Alvaro, takut jika Liana tahu apa yang ia rasakan untuk mantan istrinya itu.


"Mungkin, saya rasa juga demikian. Maaf saya sudah asal bicara. Baiklah kalo kamu merasa seperti itu. Mari kita pulang, saya rasa Widya juga tidak akan suka kalo kita jemput Seno seperti ini," jawab Liana, sedikit tak suka dengan cara Alvaro menutupi perasaannya.


"Tidak, sebentar lagi. Aku ...." Alvaro ingin menampik lagi apa yang dikatakan sahabat wanita yang ia cintai ini. Namun ia gelisah. Tak sanggup rasanya mau kembali menampik rasa yang ia yang sebenarnya ada.


"Baiklah, jangan buru-buru. Saya akan menunggu kamu bisa memahami perasaanmu. Tak perlu memaksa," ucap Liana berusaha memahami kebimbangan yang dirasakan oleh Alvaro. Liana yakin apa yang ia pikirkan tidak salah. Ia yakin jika Alvaro sangat mencintai Widya. Hanya saja ia takut jika cinta yang ia miliki malah menyakiti Widya.


Di detik itu, mata Alvaro langsung memerah. Tangannya meremas kemudi mobil seakan apa yang ia lihat adalah sesuatu yang sangat menyakitkan baginya.


Pada kenyataannya Alvaro tidak bisa menampik rasa yang berusaha ia sembunyikan. Pada kenyataannya cinta itu masih sangat menganggunya. Pada kenyataannya cinta itu masih bersarang indah di dalam hatinya.


Tanpa banyak bicara, Alvaro langsung membuka pintu mobil dan melangkah cepat mendekati Widya yang masih bee cengkareng akrab sembari tertawa bersama temannya.


"Wid... " panggil Alvaro dengan tatapan tak suka.

__ADS_1


Widya yang saat itu masih berbicara dengan teman satu kerjaannya langsung menghentikan ucapannya dan membalikkan tubuh, menatap Alvaro dengan tatapan tegang.


"Siapa dia?" tanya Alvaro sembari menatap tak suka dengan teman kerja Widya.


"Oh, dia Patrick, teman kerjaku. Ada apa ya?" balas Widya berusaha setenang mungkin menghadapi Alvaro.


"Em... kenalin aku Alvaro, suaminya Widya. Bisa kan tidak usah terlalu akrab dengan istri saya," ucap Alvaro sembari mengulurkan tangan pada Patrick.


Patrick yang saat itu merasa hanya bercanda biasa, tentu saja tak punya perasaan aneh-aneh. Ia pun menyambut uluran tangan Alvaro dan menjawab, "Saya Patrick, Pak. Saya adalah teman kerja Kak Widya. Bapak jangan salah paham. Saya dan Kak Widya, kami hanya berteman. Maaf jika pertemanan kami menimbulkan kesalahan pahaman, Bapak. Maaf, saya permisi." Patrick tersenyum lalu melangkah meninggalkan Widya dan Alvaro yang tertegun karena malu.


Namun jangan panggil dia Alvaro kalau tidak punya kepedean tingkat dewa.


"Apaan sih, Mas! Suami suami... siapa yang suami? nggak jelas banget!" ucap Widya kesal.


Enggan mau meladeni Alvaro, Widya pun memilih meninggalkan pria ini sendiri dengan rasa bersalahnya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2