Mengejar Sang Putri

Mengejar Sang Putri
Sama Sama Kesal


__ADS_3

Arqian nampak kebingungan saat jam makan siangnya tiba.Setelah shalat Dzuhur ia pun beranjak pergi namun tak tahu harus pergi dan makan dimana.


"Hei! mau kemana!?" tanya seseorang mengagetkannya.


"Eh Teteh, saya kira teh siapa, untung saya cepat tahan, kalau enggak dah lepas jantung saya.Oh iya emmm, saya teh mau makan tapi gak tahu harus beli dimana" balas Arqian nampak bingung.


"Oh mau makan, kenapa gak di kafetaria kantor saja atau gak dekat sini juga banyak kok tempat makan" sahut Syeila.


"Emm maaf, kira-kira mahal gak ya Teh, sepuluh ribu dapat nasi, ikan sama kerupuk gak ya?" ucap Arqian cengengesan.


"Haha dapatlah, nasi 10 sebutir, ikan ekornya doang, kerupuk sebelah" goda Syeila tak bisa menahan tawanya.


"Alahhhh, gak akan kenyang dong teh, kumaha atuh ya?" ucap Arqian seraya garuk-garuk kepalanya.


"Udah gak usah bingung yuk ikut, sekalian aku juga belum makan" sahut Syeila lalu menarik lengan Arqian untuk mengikutinya.


Tak lama mereka pun sampai di sebuah kafe yang cukup mewah tak jauh dari tempat mereka bekerja.


"Wah Teh, jangan di sini atuh, bisa-bisa Ian bayarnya pake KTP belum di suruh cuci piring, pindah ya malu" ucap Arqian nampak panik.


"Udah ayo masuk, kamu tenang saja, aku akan bantu kamu buat cuci piringnya" sahut Syeila menahan tawa.


Setelah memilih tempat duduk Syeila lalu memberikan daftar menu pada Arqian.


"Nih pilih saja, kamu mau pesan apa?" ucapnya seraya terus menatap Arqian yang seakan kebingungan.


"Aduh Teh! saya teh gak kenal sama makanannya, gak ada gitu nasi, sepat, lotek atau karedok" balas Arqian sedikit malu.

__ADS_1


"Hihi kamu ini, ya gak ada Ian itu adanya di warteg" ucap Syeila merasa geli, "Mba! ... saya pesan ini satu yang ini satu, minumnya ini saja dua"


"Aduh Teh saya pindah aja ya, malu ngelihat harganya, dompet saya teh ampe ngumpet gak berani keluar" ucap Arqian lalu hendak beranjak pergi.


"Ehh! kamu mau kemana! udah ayo duduk, sebentar lagi makanannya datang.Kamu tenang aja dompet aku masih berani keluar" goda syeila lalu menarik Arqian untuk kembali duduk.


Tanpa mereka sadari sepasang mata menatap mereka dengan begitu serius.


"Ian! ngapain dia kesini! sama siapa tu orang udik! mulai banyak tingkah juga ni si udik!" gumam Nn Putri begitu terusik.


"Kenapa Cla? apa ada yang mengganggu mu?" tanya Andrian.


"Eh gak ada apa-apa kok" sahutnya seraya terus sesekali menatap ke arah Arqian.


Andrian yang penasaran lalu menoleh ke arah yang selalu Nn Putri lirik, "Hei, bukannya itu orang rese tadi! sok juga dia makan di sini!"


"Gak, lagian gak ada kerjaan banget mesti kepengaruh sama orang gak jelas seperti itu kan!?" balas Nn Putri dingin.


"Kamu bisa mengandalkan aku Cla bila orang itu berani ganggu, aku akan selalu di sini menjagamu" ucap Adrian mencoba cari muka.


Nn Putri hanya tersenyum kecil dengan tetap sesekali melirik ke arah Arqian seakan begitu penasaran dengan apa yang sedang Arqian lakukan dengan dengan gadis itu.


Sementara Arqian sendiri tengah asik makan bersama Syeila.Hinga di momen mereka saling mencoba makanan masing-masing entah mengapa membuat Nn Putri semakin tak suka.


"Hei Cla kamu mau kemana!?" tanya Andrian begitu terkejut.


Tanpa memperdulikan pertanyaan Andrian ia beranjak menuju meja Arqian.

__ADS_1


"Bagus! bukannya kerja malah asik-asikan makan sambil godain perempuan! jadi ini kelakuan kamu aslinya!" ucap Nn Putri dengan tatapan tajam.


"No, Nona!?" ucap Arqian begitu terkejut begitupun Syeila yang langsung mengenalinya, "Bu Boss!? maaf kami hanya makan siang, karena ini jam makan siang juga" ucap Syeila menjelaskan.


"Saya tak bicara sama kamu tapi sama orang gak tahu diri ini! cepat pergi dan balik kerja! atau saya pecat kamu!" seru Nn Putri tak perduli apapun lagi.


Tanpa bisa berkata apapun Arqian hanya menjawab pasrah, "Baik Nona tapi Nona pun harusnya bekerjakan? bukan malah berduaan dengan laki-laki itu" balas Arqian dengan berani.


"Beraninya kamu berkata seperti itu!" ucap Nn Putri lalu meraih minuman Arqian dan menyiramkannya, "Rasakan ini orang tak tahu diri!"


"Ya ampun Bu Boss!" Syeila pun begitu terkejut dengan apa yang di lakukan Bossnya itu.


Sedikit terhenyak Arqian hanya menarik nafas panjang saat pakaiannya basah oleh lemon tea.


"Hei orang kampung! sebaiknya lo pergi atau gue tambahin hukumannya karena sudah menganggu calon istri gue!" ucap Andrian begitu sinis.


Arqian begitu terkejut dengan ucapan Andrian.Syeila yang tak tega lalu meraih tisu dan mengelap sebisanya wajah Arqian.


"Terima kasih Teh, saya permisi duluan, maaf makannya teh jadi berantakan begini, ini teh Ian cuma punya uang segini, mari Teh Ian duluan" Arqian lalu beranjak pergi tanpa menoleh ke arah Nn Putri juga Andrian.


"Ian, tunggu!" ucap Syeila merasa tak enak.


Setelah menatap Nn Putri sesaat seakan ingin tahu ada apa sebenarnya Syeila pun beranjak menyusul Arqian setelah membayar makanannya.


"Heh! ternyata mulut manisnya cuma sebatas untuk menjerat semua perempuan yang di temuinya!" gumam Nn Putri dalam hati seraya terus menatap Arqian yang pergi.


[[ Bersambung ]]

__ADS_1


__ADS_2