
Sepeninggal Putri juga Velly yang berangkat bekerja.Arqian segera mandi untuk membersihkan diri.Selesai mandi ia pun celingukan hingga sampai di dapur.
"Bi, maaf ganggu, Ian teh gak enak kalau diam saja, kira-kira harus ngapain ya?" tanya Ian cengengesan.
"Kamu bisanya apa!? lagian Bibi masih gak yakin kamu bukan orang jahat" balas Bi Asih sedikit menjauh.
"Bibi tenang saja saya teh demi Allah bukan orang jahat, Alhamdulillah saya ke sini untuk cari uang halal" ucap Ian meyakinkan.
"Ya sudah kamu bisa beresin taman, nyapu rumah atau halaman, ngepel, apa aja yang kamu bisa" sahut Bi Asih.
"Siap kalau begitu, Ian teh ke taman dulu ya Bi"
Dengan penuh semangat Ian beranjak pergi.Namun saat ia berbelok menuju arah taman seseorang yang membawa cucian pun tak melihatnya.
"Bruggghhh!"
"Awwww!" seru wati yang jatuh terduduk dengan pakaian berserakan.
"Aduhh, maaf saya teh gak sengaja, bisa pas gini" ucap Arqian terkejut, "Biar saya bantu, maaf ya" Arqian lalu membereskan semua pakaian yang berserakan.
Wati terus memandang wajah Arqian yang begitu dekat.Seakan terpesona ia terdiam mematung tanpa sedikitpun melepaskan tatapannya.
"Semua ini teh, mau di bawa kemana? biar saya bawakan" ucap Arqian tak enak hati.
"Iya boleh banget, seneng kalau di bantu sama yang cakep hehe" ucap Wati cengengesan seraya mengulurkan tangan minta bantuan.
Sedikit kesulitan karena memegang pakaian Arqian pun menyambut tangan wati lalu perlahan menariknya untuk berdiri.
"Makasih ya, yuk sekalian bantuin aku nyuci pakaian" ucap Wati tanpa di duga melingkarkan tangannya di lengan Arqian.
"Ehh kita teh mau kemana!?" ucap Arqian merasa canggung.
"Ke ruangan situ ayo tar keburu siang" ucap Wati terus menuntun Arqian.
"Emang ke situ mau ngapain kita teh!?" tanya Arqian lagi.
"Mau nyuci pakaianlah emang mau ngapain lagi? pacaran? aku sih mau aja" sahut Wati seraya tersenyum.
"Aduhh, emm jangan deh, mending nyuci aja ya" ucap Arqian makin tak nyaman.
Sementara di kantor setelah mereview kinerja semua staff juga karyawannya Putri sedikit banyak mengganti beberapa posisi cukup penting.Ia benar-benar tak ingin perusahaan yang ia pimpin mengalami kemunduran sedikitpun.
"Vel coba telepon orang rumah, ada kabar apa di sana" ucap Nn Putri meminta.
"Sepertinya Nona teringat pemuda itu ya?" tanya Velly seraya meraih ponselnya.
"Apa sih maksud kamu!? saya ingat karena seekor serigala ada di rumah saat ini"
__ADS_1
"Tapi Nona kalau menurut saya sepertinya ia bukan orang jahat, terlalu polos, belum lagi tubuhnya bagus dan cukup tampan" ucap Velly seraya senyum-senyum.
"Heh! heh! kalau ngigau jangan di abisin sendiri, sejak kapan seleramu rusak begitu, orang udik macam itu saja bikin kamu tertarik! ampun deh" gerutu Nn Putri tak percaya.
"Hallo Bi" ucap Velly saat panggilannya tersambung.
"Assalamualaikum, ini siapa?" balas Arqian.
"Eh! waalaikumsalam, kamu sendiri siapa!?" ucap Velly balik bertanya.
"Kenapa Vel!? ada masalah!" tanya Nn Putri cemas.
"Gak ada masalah kok" balas Velly seraya menempelkan ponsel didadanya lalu sedikit menjauh darinya.
"Hallo, kok bisa kamu yang angkat!? Bi Asih sama yang lain kemana?" tanya Velly.
"Iya maaf, Bi Asih lagi keluar, katanya teh mau beli sesuatu, jadi saya yang angkat, emang ini siapa?" balas Arqian masih penasaran.
"Ya ampun baru tadi pagi ketemu masa lupa, saya Velly asistennya Nn Putri" ucap Velly geregetan.
"Ohh Teteh Velly, maaf kalau di telepon suaranya beda, lebih kecil hehe kaya anak anak" sahut Arqian.
"Ish kamu ini bisa aja, berarti aku awet muda dong?" ucap Velly seraya menahan geli.
"Heh Vel! malah cengengesan! apa kata orang rumah!" ucap Nn Putri nampak kesal.
"Halah! kamu malah bergosip sepertinya, jangan-jangan orang udik itu yang angkat! sini biar saya yang ngomong!" perintah Nona Putri dengan tatapan dinginnya membuat Velly tak bisa menolaknya.
"Hallo! kamu pasti orang kampung itu, jangan macam-macam selama saya tak ada, awas jika kamu macam-macam saya jamin hidupmu tak akan tenang!" ancam Nn Velly lalu menutup panggilannya.
"Dasar orang tak tahu diri beraninya berbuat seenaknya!" gerutu Nn Putri lalu membereskan semua berkasnya.
"Nona mau kemana!?" tanya Velly terkejut saat melihatnya pergi.
"Kita pulang, perasaan saya gak enak!" ucapnya mulai nampak emosi.
"Sof, kalau ada yang tanya bilang saja Nona keluar makan siang.Makasih ya" ucap Velly lalu menyusul Nn Putri.
Nampak tergesa-gesa mereka berangkat menuju kediaman Nn Putri.Sesampainya disana dengan tak sabar ia segera masuk.
"Orang kampung dimana kamu!" panggilnya begitu keras.
"Maaf Nona, Anda mencari siapa?" tanya Bi Asih yang terkejut mendengar teriakannya.
"Di mana orang gila itu Bi!?" tanyanya kembali.
"Maksud Nona Ian? kalau Ian ada di teras samping Nona" balas Bi Asih tanpa menatapnya.
__ADS_1
Tanpa berlama lama ia pun menuju teras samping.Baru saja melewati pintu tanpa di duga karena begitu licin ia pun terpeleset.
"Ahhhhhh!"
"Tuan Putri!" seru Arqian reflek melepas alat pelnya lalu meluncurkan badannya untuk menahannya.
"Nona hati-hati!" seru Velly terkejut.
"Aawww!" jerit tuan putri yang jatuh tepat menimpa Arqian.
"Hempph!" pekik Arqian yang terhimpit Nona putri tepat di dadanya.
"Kok empuk!? kok gak terasa ada yang sakit!?" ucap Nn Putri seraya meraba bawah tubuhnya.
"Alhamdulillah kalau ... ehhhhm Tuan Putri teh selamat ... tapi jangan betah lama-lama rebahan di atas saya, be ... rat" ucap Arqian seraya menahan sesak yang semakin hebat.
Mendengar itu Nn Putri tercenung sesaat dengan wajah menghangat.Perlahan ia melirik ke belakang.
"Deghh!" jantung Nn Putri berdegup saat menatap wajah Arqian yang begitu dekat dengannya.
"Kamu!? ngapain kamu di situ!?" ucap Nn Putri begitu terkejut.
"Mau sampai kapan atuh Tuan Putri tidur di atas saya, tak bisa atuh ... berdiri dulu" ucap Arqian mulai makin sulit bernafas.
Sontak Tn Putri menatap dirinya sendiri lalu tersentak, "Ahhhhhh!" jeritnya lalu dengan di bantu Velly ia pun berdiri.
Sementara Arqian masih menggeliat menahan sakit lalu tak lama berdiri seraya memegang dadanya.
"Dasar orang gak tahu diri, sedang apa sebenarnya kamu hah!" seru Nn Putri dengan wajah semakin merah.
"Ehhh! saya lagi ngepel Tuan Putri, soalnya tadi teh kotor habis nyapu taman lupa lepas sendal" ucap Arqian beralasan.
"Bener bener pengacau! sini kamu!" perintah Nn Putri begitu emosi dan Arqian pun mendekat.
"Plakk! ini untuk kelancangan kamu beraninya terima telepon!" herdik Nona setelah satu tamparan ia layangkan.
"Nona!" Velly terhenyak tak peecaya.
"Plakkk! ini untuk bikin saya hampir celaka!" satu tamparan lain menyusul mengenai pipi Arqian.
Menahan panas ke dua pipinya Arqian hanya menunduk seraya tersenyum, "Maafkan saya Tuan Putri, saya salah" ucap Arqian nampak penuh penyesalan.
"Bagus kalau kamu sadar, sebagai hukumannya kamu akan tidur di gudang, nanti Bi Asih akan tunjukan" perintah Nn Putri lalu masuk meninggalkan Arqian yang diam terpaku.
"Ya Allah baru saja sehari di sini sudah membuat Tuan Putri teh marah kitu.Ian memang bodoh" gumamnya dalam hati seraya mengusap dua pipinya.
Sementara Velly terus melirik Arqian seraya mengikuti Nn Putri.Ada rasa kasihan yang membuatnya begitu khawatir pada Arqian.
__ADS_1
[[ Bersambung ]]