Mengejar Sang Putri

Mengejar Sang Putri
Berenang Malam


__ADS_3

Malam sepulang dari jadwal padatnya sebagai pimpinan perusahaan, Nn Putri nampak tengah santai setelah membersihkan diri dan juga makan malam di temani asisten setia sekaligus sahabatnya Velly.


Dengan nyamannya ia merebahkan diri pada sofa bed di ruang yang memang di khususkan untuk santai tersebut.Ruangan dengan warna soft ungu berpadu putih dan cream membuat betah berlama-lama.


"Gak bisa apa tuh laptop di buang dulu jauh-jauh!? kalau masih betah kerja sana balik ke kantor!" ucap Nn Putri ketus.


"Hehe maaf, cuma ngecek beberapa email sama berkas buat besok saja kok.Kenapa sih? cedih amat mukanya, uluhh" goda Velly seraya menutup laptopnya lalu mencubit pelan pipi Nn Putri.


"satu detik tidak lepas! good bye sepuluh persen gajimu" ucap Nn Putri dengan lirikan tajamnya yang mengintimidasi.


Velly meringis lalu menarik tangannya perlahan lalu menepuk-nepuk bahu Nn Putri yang kembali bersuara dengan datarnya, "Mau nambah diskonnya lagi sepuluh persen!?"


"Ya ampyun mengerikannya dirimu Nona, ya sudah kau bebas melakukan apapun aku pasrah dan aku pun takan sungkan lagi" sahut Velly seakan merajuk dengan manjanya merebahkan dirinya berbantalkan paha Sang Nona.


"Kamu! hmmmh" Nn Putri hanya bisa memijat pelipisnya dan menghela nafas dengan kasar.


"Kenapa lagi? apa ada cowok ganteng ngajak nikah?"


"Ogah! mending meeting berjam-jam sama dewan direksi daripada mikir begituan" balas Nn Putri.


"Ya terus kenapa?" tanya Velly seraya mengerenyitkan dahinya serius.


"Papi telepon, akhir pekan ada acara makan malam sekaligus pertemuan dengan keluarga Mahawira"


"Ya terus masalahnya di mana Bu Boss!? baguskan? secara bisnis, juga ... hubungan putri dan pangeran yang akhirnya menikah dan mereka pun bahagia selama-lamanya ... end hehe"


"Hemh sepertinya ada yang sudah gak butuh oksigen!?"


"Huffftmmm ...Auuu ... mhhmmhh!" Velly meronta dan memaki tak jelas saat wajahnya di bekap bantal sofa.


"Akhhhhhhh! sakitttt!" jerit Nn Putri sontak melepas bekapannya lalu menghentakan kakinya."Beraninya kamu gigit paha saya!"


"Nona sendiri mau saya mati!?" ucap Velly lalu duduk menghadap padanya.


"Iya! kenapa!? gak terima!?"


"Astaga ... ya iyalah aku laporkan kamu ke Kak Seto biar nyaho!" goda Velly.


"Ya baiklah aku akan mengganggapnya serius.Sampai jumpa di pengadilan! siapkan pengacara yang bagus untukmu!" ucap Nn Putri penuh penekanan.


Velly mengganga tak percaya dan terus menatap Nn Putri yang menyilangkan tangan didadanya dengan dagu sedikit terangkat nan angkuh.


"Dasar si nol derajat gak pernah bisa bercanda, lagian kalau aku di penjara siapa yang mau ngurus boss galak, keras kepala, egois, kejam seperti Nona ini... untung cantik kalau nggak ..." Velly menjeda ucapannya lalu membelakangi Nn Putri.


"Sudah berani ya!? berani ya kamu!" dengan cepat Nn Putri merangkul Velly lalu menggelitiknya.


"Ehh!? haha ... ampunnn Nona! geliiii haha ... sudahhhh hentikannn! haha!"


Setelah cukup puas akhirnya Nn Putri menghentikan aksinya.Wajahnya berubah sendu lalu membenamkannya di bahu Velly.


"Aku harus gimana ya Vel? masih banyak yang ingin aku raih dan jodoh bukan termasuk salah satunya"

__ADS_1


"Kalau nona tak menyukainya mengapa tidak tegas menolak malah seperti menerimanya? lagian Andrian sepertinya cocok"


"Aku cuma ingin papi sama mami berhenti mengusikku tapi malah sebaliknya dan soal Andrian mana ada cocok dia itu keras kepala.Andai ada jalan biar semua itu berhenti tanpa membuat mereka marah." nampak pasrah Nn Putri bersandar dan menatap kosong langit-langit.


"Om sama Tante Mandala hanya khawatir Nonaku ini tak akan pernah jatuh cinta.Secara sampai saat ini tak pernah jugakan melepas status jomblo akutnya, hehe iya kan?" goda Velly seraya memainkan alisnya.


"Hihi ... itu juga berlaku buat kamu dodol! memang kamu gak jomblo haha ... mulai gila kamu Vell kaya si Ian"


"Ya udah sih iya, kalah mulu perasaan.Eh iya perasaan gak lihat Ian, masa iya masih di kantor?"


Nn Putri hanya mengangkat bahunya tak perduli hingga saat salah satu ART-nya datang menghampiri mereka.


"Non, sebelum Bibi ke kamar apa ada yang di perlukan atau Bibi bawakan?"


"Gak ada Bi terimakasih, Bibi boleh istirahat kalau semua sudah selesai"


"Baik Non, cuma itu Non pintu depan belum Bibu kunci soalnya di depan sepertinya Ian baru pulang"


Tanpa berlama-lama Nn Putri berjalan cepat menuju ruang depan.Velly yang nampak bingung segera menyusulnya.


"Bagus! sudah berani seenaknya ya, pulang gak tahu waktu! sudah berasa yang punya rumah! iya!"


"Astagfirullah! ... " sedikit terkejut Arqian lalu menoleh, "Astagfirullah lagi!" ucap nya kembali memalingkan wajahnya.Bagaimana tidak kaget dua wanita dengan baju tidur sexy berdiri di depannya.


Setelah melepas jaketnya Arqian lalu mendekat tanpa perduli tatapan tajamnya dengan hati-hati ia memakaikan pada Nn Putri."Maaf ya Non biar aman"


Sontak wajah Nn Putri semakin memerah baru saja Ia akan meledakan amarahnya tangan Arqian meraih bahunya.Velly yang masih tak percaya hanya bisa menatap tanpa bisa berkata.


"Ehh, sebelum Nona teh marah sebaiknya duduk dulu, mangga Non" Arqian menuntun Nn Putri untuk duduk di kursi teras depan.


"Astaga ... Arrrgggghhh dasar alien! bener-bener ngeselin!" dengan kasar Nn Putri melepas dan melempar jaketnya itu pada Arqian.


pluk! jaket itu mendarat tepat menutup wajah Arqian.


"Ya ampun Nona, jangan di lepas atuh"


"Bener bener! orang lagi marah malah main-main!"


"Saya teh gak lagi main, maaf pakaian nona kurang aman, takut di lirikin terus tuh sama satpam belegug" ucap Arqian gak nyaman dengan mini dress deep V nonanya.


Benar saja saat semua pandangan terarah ke pos, Pak Budi segera membuang tatapannya dan nampak salah tingkah lalu masuk ke tempat jaganya.


"Hihi sepertinya ada yang perhatian" goda Velly melirik Nn Putri yang langsung memutar bola matanya.


"Hei alien! jam berapa sekarang!"


"Saya Nona? Kurang tau Non, jujur Ian teh belum pernah beli jam, coba tanya Teh Velly mungkin tau"


"Euhhhh bodo! maksud saya kenapa baru pulang!? udah numpang seenaknya lagi! mau di usir hah!"


"Aduh jangan atuh Non, nanti Ian teh bisa lemes karena jauh dari bidadari kesayangan Ian.Ahhhh mending mati lah" ucap Arqian lirih lalu merebahkan tubuhnya di lantai.

__ADS_1


"Eheheemmph" Velly segera menutup mulut menahan tawanya.Sedangkan Nn Putri berdiri dengan wajah yang sudah sangat tidak bersahabat.


"Jawab atau vas bunga ini mendarat di wajahmu!"


"Iya iya Nona ... aduh tadi Ian pulang kerja lebih lama biar besok teh gak repot tapi pas mau pulang hehe Ian lupa jalan, untungnya ada Teh Syeila yang mau anterin sampai minimarket jalan dewi sartika sisanya jalan kaki ke sini"


"Lagi-lagi Syeila, modus! ... kamu pasti sengaja deketin diakan!? kamu suka hah!"


"Suka!? ya suka ... suka bantuin kalo dia teh butuh bantuan, suka bikinin minum, suka bawaain berkas, suka bersihin mejanya, suka ... awwhhh"


Tanpa melawan Arqian hanya pasrah saat Nn Putri menyeret dengan menjewer kupingnya.


"Rasaain alien dongo! kamu pikir saya akan diam saja melihat kamu seenaknya!"


"Eh eh, mau di apaain dia Cla?" tanya Velly begitu terkejut.


"Aww aww! sakit Non Ian teh bukan kucing atuh lepas ya, ini teh mau di bawa kemana ya Allah" Arqian terus meringis dalam tanya.


Tak lama mereka sampai di kolam renang yang cukup besar.Beberapa set kursi payung lounger tertata rapi berikut satu gazebo mempercantik tampilan kolam tersebut.


"Buka bajumu!" perintah Nn Putri seakan tak mau di bantah.


"Aduh Non ini teh mau apa? dingin Non" balas Arqian seakan minta ampun.


"Cepaatttt! atau saya usir kamu sekarang juga!"


"Eh iya Non jangan" tanpa melawan Arqian mulai membuka bajunya membuat hawa dingin langsung membelainya.


Glek!


Kedua wanita cantik itu sontak menelan salivanya yang seakan membatu terutama Velly.Tubuh berotot Arqian seakan menggoda untuk di sentuh.


"Astaga badannya bagus banget" gumam Velly tanpa sadar.Nn Putri sendiri cepat tersadar dari lamunan saat samar mendengarnya.


"Celananya sekalian! saya yakin kamu masih pakai celana pendekkan!?" perintahnya lagi dengan wajah sedikit menghangat.


Saat ini Arqian hanya tinggal memakai celana boxer.Terlihat malu-malu ia mencoba menutupi tubuhnya dengan tangan sebisanya.


"Turuunn!" Nn Putri kembali memerintah dengan nada dingin untuk menutupi rasa gugupnya.


"Ampun Non sudah malam besok aja atuh ya?" ucap Arqian namun tetap menurutinya Ia pun mendekat ke arah kolam.


Tanpa Arqian duga Nn Putri mendorongnya dengan sengaja.


Byyuuurrrr!


"Huahhh ... akhhhh Nona bikin Ian teh jantungan, gimana kalau Ian tenggelam kitu"


"Bodo amat bukan problem saya! ini hukuman buat kamu Alien! bersihkan kolam ini jangan sampai ada satu daunpun yang tersisa! ingat jangan pakai alat, ambil pakai tangan!"


"Emhh ... baik Nona Putri apapun perintah Nona akan Ian lakukan dengan senang hati.Semangaattttt Iaannnn demi kebahagiaan Nona Putri! yeeeaa!" penuh semangat Ian mulai mengerjakannya tanpa menghiraukan rasa dingin yang menyelimuti dirinya.

__ADS_1


"Ehhh!" Nn Putri terkesiap memandang tak percaya bagaimana bisa orang di hukum seperti ini malah terlihat senang.


Velly sendiri hanya geleng geleng dengan senyum geli yang terus menghias wajahnya."Kryptonite Nona super kejam telah hadir hehe sepertinya akan ada pasangan super!" gumam Velly bermonolog.


__ADS_2