Mengejar Sang Putri

Mengejar Sang Putri
Aku Ketahuan


__ADS_3

Setelah memarkirkan mobilnya dengan terburu-buru Nn Putri melangkah masuk.Nampak Velly sudah menyambutnya dengan tatapan penuh tanya.


"Kamu sudah pulang Cla?"


"Belum, baru besok!"


"Aish! malah garing kalau kamu yang ngomong"


"Terima kasih sudah menyelamatkanku" ucap Nn Putri seraya mencubit manja kedua pipi Velly.


"Hei pipi nih bukan squishy" balas Velly menggembungkan pipinya,"Btw ngomong apa sih Cla!? belum tadi pas di telepon, jelaskan dulu jangan kabur"


"Aku ke kamar dulu, kapan-kapan saja aku cerita"


"Astajim ... bengek huft, tarik nafas ... hembuskan, sabar Velly orang sabar pantatnya semok" ucapnya menghibur diri.


Tak lama terdengar suara mobil memasuki pekarangan membuat Velly urung menutup pintu.Walau samar Ia mampu melihat siapa yang datang.


"Clarisa mana Vel?"


"Baru saja ke kamarnya seb ... ih! ada apa dengan semua orang hari ini seneng banget pergi seenaknya"


Sementara langkah Nn Putri terhenti tepat di ujung tangga.Suara panggilan Andrian begitu terasa memaksa.


"Clarisa kita harus bicara!" ucap Andrian dengan tatapan tegasnya.


"Apalagi Andrian!?" balasnya begitu malas.


"Aku masih tak mengerti maksud perkataanmu, bukankah kamu mengatakan mau menjalani hubungan ini!?" Adrian sudah tak bisa menahannya lagi.


"Seharusnya kamu sudah tahu jawabannya"


"Apa selama kita bersama, semua itu tak ada artinya sama sekali Cla!?"


"Andrian" ucap Nn Putri lirih lalu duduk di sandaran sofa, "Aku memang pernah berkata akan mencobanya tapi dari awal aku tak berani berjanji karena aku takut hal ini terjadi"


Andrian tak menyerah Ia mendekat dan meraih kedua bahu Nn Putri penuh harap, "Katakan Cla, katakan masih ada aku di hatimu.Katakanlah walau hanya sebagian kecil" Ia terus menatap Nn Putri yang terus menunduk.


"Maaf Andrian, aku tak bisa, aku tak ingin membuatmu semakin kecewa" ucap Nn Putri meremas sandaran sofa menyalurkan keresahannya.


"Dengan seperti ini kau sudah membuat kecewa! bahkan bukan cuma aku tapi orang tua kita Cla! tolong kamu jangan egois!" ucap Andrian penuh penekanan.


"Lebih baik sekarang Andrian daripada terlanjur jauh.Aku melakukan ini justru aku tak mau egois.Apa kamu mau aku terus berpura-pura? kau berhak bahagia dengan orang yang menerimamu seutuhnya" kata lembut Nn Putri terdengar indah namun menusuk bagi Andrian.Nn Putri menepis tangan Andrian lalu berlalu.


"Aku harap kamu mengerti Andrian"


Perasaan bergemuruh dalam hati membuat Andrian tak mampu lagi mengontrol dirinya.Dengan cepat Ia melangkah lalu memeluk Nn Putri dari belakang begitu erat.


"Andrian!" pekik Nn Putri seraya berusaha melepaskan.


"Cla ... tak bisakah kamu mengerti, aku sangat menyayangimu, hanya kamu yang aku mau" suara Andrian bergetar penuh kesungguhan.


Nn Putri tertegun begitu serba salah Ia terdiam mencoba menenangkan dirinya. "Andrian tolong mengertilah kita sama-sama sudah dewasa.Lepaskan, tolong!"


Suara Nn Putri yang pelan namun tegas sanggup membuat Andrian melepas pelukannya.Mata sayunya terus menatap punggung wanita itu.


"Ingat ini Andrian, tanpaku kau tetap Andrian Mahawira tanpa ada satupun yang kurang.Anggap saja kita tidak di takdirkan bersama.Akan ada seseorang di luar sana yang lebih dariku, ku harap kau bisa menerimanya" Tanpa menoleh Nn Putri beranjak menuju kamarnya.


Clek! Nn Putri pun menghilang di balik pintu kamarnya meninggalkan Andrian yang mematung.


"Aku tak akan menyerah begitu saja Cla, kamu hanya akan jadi wanitaku! lihat saja!" Andrian bermonolog penuh tekad lalu kembali turun.


Baru saja sampai di ujung tangga alangkah terkejutnya Andrian mendapati seseorang yang belakangan ini begitu membuatnya terganggu.


"Hei anak sialan!" ucap Andrian tanpa sungkan mengcengkram kerah baju Arqian lalu mendorongnya hingga menabrak credenza.

__ADS_1


Brak! beberapa hiasan nampak berjatuhan.


"Akhh! a-ada apa ini teh Om!?" Arqian terkejut.


"Mau apa kamu di sini hah! mau maling! iya!" suara Andrian yang cukup keras mampu menarik perhatian yang mendengarnya.


"Den Andrian!? ada apa ini Den?" Bi Asih mengusap dadanya begitu terkejut.


"Bagaimana bisa orang asing ini bisa masuk Bi!? dan kamu! beraninya masuk sembarangan ke rumah ini!"


"Sa-sabar Om saya teh sudah ada izin yang punya, makanya saya bisa di sini" Arqian berusaha tetap tenang.


"Jangan membual kamu sialan!"


"Den Andrian sudah, ini Ian memang Nona Putri sendiri yang mengizinkannya tinggal" Bi Asih coba melerai.


"Apa Bi!? mana mungkin!" seru Andrian tak percaya.


Tak lama Velly yang mendengar keributan menghampiri mereka."Ada apa ini!? Pak Andrian!?" begitu tak percaya dengan apa yang Ia lihat.


"Pak Andrian tolong jangan buat keributan" ucap Velly.


Entah perasaan apa yang merasuki Andrian tanpa memperdulikan Velly dan Bi Asih dengan kasar Ia menyeret Arqian ke lantai dua.


"Ayo ikut sialan! kita lihat apa kau masih sanggup berbohong!"


"Om sabar, gak perlu atuh Ian di gusur, Ian bukan karung" ucap Arqian penuh harap.


"Clarisa! keluar Clarisa!" teriak Andrian.


"Ada apa lagi sih tuh orang! astaga ... masih bisa ya seenaknya di rumah orang" kesal Nn Putri lalu beranjak keluar kamarnya.


"Ada apa ini!?" Nn Putri nampak terkejut melihat Andrian yang menyeret Arqian.


"Eh, dia ... " Nn Putri seakan kelu tak tahu harus bagaimana mengatakannya, 'Ah bodoh! bagaimana bisa aku melupakannya!' gumamnya.


"Om Nona Putri ini yang menolong saya" Arqian mencoba menjelaskan.


"Diam! Kenapa tidak di lanjutkan Cla!? apa ini alasan kenapa kamu menolakku!" ucap Andrian semakin menajamkan tatapannya.


"Maksud kamu!" balas Nn Putri mulai terpancing.


"Sudahlah sebaiknya kau jujur Cla, kamu menolak rencana kita dan di sisi lain kamu menyembunyikan laki-laki ini di rumahmu, iya kan!?"


Arqian menggerakan tangannya seakan mengatakan tidak.Velly yang sedari tadi di sanapun hanya bisa diam tak berdaya.


"Ini tidak seperti yang kamu pikirkan Andrian Mahawira!" Nn Putri mulai tak terima.


"Cih! sudah berapa lama ini berlangsung!?"


"Itu semua bukan urusanmu! sebaiknya kau pergi Andrian!" ucapnya penuh emosi.


"Heh! apa jadinya kalau Om dan tante Ibrahim tahu soal ini!" ucap Andrian seraya meraih ponsel di sakunya.


"Hei! jangan berani memikirkannya Andrian!" seru Nn Putri berusaha mencegah namun Andrian memang tak berniat mendengar.


"Sebaiknya kamu bersiap menjelaskannya pada Papi Mamimu!" penuh percaya diri Andrian pergi menuju ruang tamu.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang Cla?" ucap Velly khawatir.


"Nona maafkan Ian ini semua salah Ian, Ian janji akan lakukan apapun untuk Nona Putri" Arqian berkata dengan melipat satu tangannya di dada.


"Termasuk menyerahkan nyawamu padaku!?" entahlah Nn Putri terpancing untuk menggoda.


Arqian tersenyum, "Asal Nona sendiri yang mengambilnya saya teh rela"

__ADS_1


Deg!


Jawaban Arqian membuat dua wanita cantik itu terdiam.Nn Putri menahan senyumnya lalu berlalu menuju kamarnya.


"Kalian kembalilah kekamar kalian, saya ganti pakaian dulu sebelum Papi Mami datang" tak lama nampak senyumnya semakin mengembang, "Dasar alien masih saja bisa ngomong gak jelas" gumamnya dalam hati.


Selang beberapa lama nampak Tn Ibrahim dan Ny Meisya sampai di kediaman putrinya.Andrian yang memang sengaja menunggu segera menyambutnya.


"Andrian mana Clarisa!" tanya Tn Ibrahim tak mau buang waktu.


"Andrian panggil ... "


"Aku di sini Pi" Nn Putri berjalan anggun tanpa beban.


"Clarisa apa benar yang Andrian bilang! kalau kamu menyembunyikan pria asing di rumah ini!? jawab!"


Ny Meisya segera menghampiri putrinya lalu merangkulnya, "Apa itu benar sayang?"


"Tidak!" sahut Nn Putri singkat.


"Apa maksudnya ini!? jelaskan Clarisa! Andrian!" Tn Ibrahim naik pintam.


"Pi tenang Pi, biarkan anak kita menjelaskannya dahulu" Ny Meisya coba menenangkan suaminya.


"Om, Andrian tidak mengada-ada" ucap Andrian lalu melirik Nn Putri, "Cla sebaiknya kamu jujur saja"


"Hemh! Bi! ... panggilkan Ian juga Velly suruh ke sini!"


Bi Asih pun segera menurutinya dan tak lama Arqian juga Velly datang.Tn Ibrhaim juga istrinya terpaku pada sosok yang terus berada di belakang Velly.


"Nah itu dia Om orangnya, sini kau sialan!"


"Andrian sebaiknya jaga sikapmu!" ucap Tn Ibrahim tegas."Clarisa jujur sama Papi, jadi benar ternyata kamu menyembunyikan pria asing di rumahmu! kamu mau bikin keluarga kita malu, iya!"


"Maaf Pi kalau Putri salah, tapi semua gak seperti yang Papi bayangkan"


"Mau alasan apa lagi kamu Clarisa! kamu tahu, kamu sudah merusak acara kita malam ini, apa karena laki-laki peliharaanmu ini!?" Tn Ibrahim tak bisa menahan lagi emosinya.


"Papi!" Nn Putri juga Istrinya tersentak tak percaya.Sementara Andrian nampak tersenyum penuh kemenangan.


"Maaf Om, Nona Putri tidak seperti itu Velly bisa menjamin semuanya"


"Menjamin kalau kamu juga sama saja iya!? dengan membiarkan ini semua kamu pun sudah mengecewakan Om Velly!" sotak jawaban itu membuat Velly bungkam.


Tak ingin terus diam melihat Nn Putri juga Velly terus di tekan membuat Arqian nekat membuka suaranya.


"Tuan Papi juga Tuan Mami maaf, masalah ini teh karena saya jadi saya mohon jangan salahkan Nona Putri dan Teh Velly.kalau boleh Ian akan menjelaskan semuanya"


"Jangan percaya dia Om, saya yakin dia sekongkol" sindir Andrian.


"Mami ingin dengar, bicaralah" dengan suara lembut namun dingin Ny Meisya berucap membuat semua orang tertegun dan tak mampu menolak.


Arqian melangkah lalu bersimpuh, "Jadi begini Tuan dan nyonya ... " sedetail mungkin Arqian menceritakan semuanya tanpa terlewat."Nona Putri ini dewi penolong saya, tanpanya saya teh gak tahu nasib saya akan gimana.Untuk itu saya teh di sini hanya ingin balas budi"


Brak!


"Diamlah! kamu pikir saya akan percaya cerita konyolmu itu!" Tn Ibrahim menggebrak meja cukup keras membuat semua orang melonjak terkejut.


"Papi!?" Nn Putri seakan tak percaya.


"Papi akan telepon polisi biar orang gila ini membusuk di penjara! berani-beraninya Ia mengarang cerita konyol dan mengusik keluarga Ibrahim!"


Deg!


"Tidaaakkk!"

__ADS_1


__ADS_2