Mengejar Sang Putri

Mengejar Sang Putri
Tukang Tambal Yang Bikin Meleleh


__ADS_3

Beberapa hari Arqian lewati dengan kesibukannya sebagai asisten tambal ban.Semakin hari pelanggan yang datang lumayan bertambah.


"Selamat datang Teh, ada yang bisa di bantu?" Arqian segera menyambutnya.


"Eh Bang!? berasa masuk bank hehe ini kayanya bocor bannya tolong ya" gadis itu tersenyum tanpa melepaskan tatapannya.


"Siap, untuk bocor nanti teh langsung di tangani oleh Dr.Jamil, dia spesialis bedah ban.Kalau mau bersih baru sama saya" balas Arqian sedikit bercanda.


"Kalau gitu sekalian aja deh Bang gak apa-apa saya tunggu" ucap gadis manis itu seraya terus curi pandang.


"Ya sudah kalau gitu, di tunggu ya Teh mangga duduk dulu" ucap Arqian begitu sopan membuat gadis itu makin merasa nyaman.


"Eh Bang izin video ya, biasa buat status sosmed, boleh ya please?" ucap gadis itu memohon.


"Eh gimana nih Kang?" tanya Arqian pada Jamil tak enak.


"Silakan Mba kali aja viral hehe lumayan nanti kita jadi makin terkenal" balas Jamil.


"Hehe bisa aja si Abang, pokoknya santai aja ya ikutin apa yang saya omongin ok" ucap gadis itu semangat.


"Ok" kompak jamil dan Arqian.


"Hai guys hari ini aku bete nih soalnya ban motorku bocor tapi kalian tahu gak baru kali ini ban bocor malah semangat hehe.Buat kalian yang kebetulan lewat di jalan kencana dua boleh mampir kesini ya" gadis itu dengan serius terus merekam kondisi sekitarnya.


"Nah guys walaupun tempatnya minimal tapi pelayanannya maximal.Udah Abangnya sopan, baik, lucu ahh pokoknya kalian lihat sendiri deh.Ini Dr.jamil katanya spesialis bedah ban, Hai bang cerita dong"


"Halo saya Dr Jamil lulusan ITB alias institut Tambal Ban dan sudah berpengalaman lebih dari 20 minggu hehe.Jadi jangan ragu untuk mampir ya"


"Tuh guys mampir ya, nah sekarang ini guys yang bikin aku betah lama-lama pokoknya gak kan nyesel.Hai Bang siapa namanya?"


"Eh hai saya Ian asisten Dr Jamil, saya teh spesialis basah-basahan"


"Nama aslinya dong Bang semua orang pasti penasaran loh"


"Nama asli ya hehe malu ah Teh jelek soalnya, saya bisikin aja ya"


"Wah ternyata namanya bagus banget 'Arqian' tuh seganteng orangnya kan hehe.Cerita dikit dong Bang ngapain aja nih di sini"


"Saya teh belum lama bertugas tapi saya akan membuat motor kalian teh tampil seperti baru ... hehe baru dicuci pastinya"


"Hehe si Abang bisa aja.Nah guys sudah dulu ya jangan lupa mampir, see you.Aku sama Bang Ian mau basah-basahan dulu hehe bye jangan iri" ucapnya seraya menyandar di bahu Arqian.


"Nah udah tinggal upload deh" ucapnya begitu bersemangat.


"Maaf Teh silakan duduk, nanti malah gak selesai kalau betah lama-lama begini" ucap Arqian sedikit salah tingkah.


"Eh iya maaf Bang abisnya nyaman banget bahunya, full nyandarable"


"Hah angkat barbel? berasa fitnah atuh ya hehe"


"Ish sa ae si Abang, fitnes Bang fitnes"


Mereka pun tertawa bersama tak nampak seperti baru saling mengenal.Hingga akhirnya semua pekerjaan telah selesai.


"Sudah selesai Teh silakan, jangan kapok ya"


"Ini Bang sisanya ambi aja, terima kasih loh, nanti saya akan sering deh ke sini"


"Wah Teh jangan di biasain, jadi enak saya, hati-hati di jalan" ucap Arqian seraya menatap kepergian gadisitu.


"Gak salah saya nerima kamu, bisa cepat naik haji kalau gini haha berkah orang ganteng" ucap Jamil sumringah.


Tak lama beberapa pelanggan kembali datang membuat mereka kembali sibuk hingga siang hari.Seperti sudah menjadi kebiasaan setiap jam istirahatnya Arqian menuju tempat yang selalu Ia rindukan.Ya walaupun hanya memandang dari luar saja seringnya.

__ADS_1


Setelah menyapa satpam Arqian bergegas menuju resepsionis namun Ia nampak kebingungan. "Aneh pasti ini teh masa langsung nanyain Nona Putri, tamu bukan apa-apa juga bukan.Andai masih kerja di sini" gumam Arqian merasa buntu.


"Selamat siang, ada yang bisa saya bantu Pak?"


"Emh Teh boleh tanya? kalau Teh Velly ada gak?" ucap Arqian spontan.


"Ibu Velly, maaf apa Anda sudah memiliki janji?"


"Janji ... belum sih Teh, bilang saja Ian datang lagian saya teh pernah kerja di sini"


Sedikit mengerutkan dahinya resepsionis itu segera menghubungi Velly. "Oh Iya baik Bu" setelah menutup panggilannya ia kembali bersuara, "Mohon di tunggu Pak beliau akan segera turun"


Arqian mengangguk lalu kembali duduk menunggu.Selang beberapa saat tampak Andrian masuk dan langsung mengenalinya.


"Dasar manusia bebal!" geram Andrian bermonolog.


"Heh! berani-beraninya kamu datang ke sini! lupa apa emang bego!" ucap Andrian dengan kasar menarik baju Arqian.


"Ini teh kenapa lagi sih Om? kenapa tiap ketemu selalu saja ada masalah" balas Arqian berusaha tenang.


"Dasar rendahan! kamu sendiri yang sudah cari masalah sialan!" Andrian mendorong Arqian hingga jatuh terduduk.


Bruukk!


"Ada apa ini!?" beberapa sekuriti datang menghampiri.


"Tolong Pak ini kantor jangan buat keributan di sini" ucap salah satu sekuriti lalu membantu Arqian berdiri.


"Hei kalian harusnya kerja yang becus! jangan pernah izinkan orang kampung ini masuk, ngerti!"


"Maaf sebelumnya Pak tapi Ian ini tidak melakukan kesalahan apapun"


"Beraninya! kamu tak tahu siapa saya! sudah siap kehilangan pekerjaanmu hah!?" Andrian pasang badan seraya menatap tajam sekuriti tersebut.


"Pak sudah jangan di perpanjang" ucap Arqian pada sekuriti tersebut.


Brang!


Tubuh Arqian sedikit menabrak dinding kaca yang untungnya cukup tebal hingga tak berakibat pecah.


"Ingat ini sialan! kamu sudah membuatku kehilangan dukungan Tn Ibrahim dan itu membuat usahaku sia-sia.Enyahlah dari hadapanku sebelum aku berbuat lebih padamu!" tegasnya penuh ancaman dengan menunjuk wajah Arqian yang nampak meringis di bawah lantai.


"Ian!? ada apa ini?" Velly yang baru tiba begitu terkejut lalu menghampiri dan membantunya.


"Ada apa ini Pak Andrian!?" tanya Velly


"Diamlah ini antara aku dengan orang sialan itu!"


"Maaf Pak Andrian Anda tak punya hak untuk membuat keributan di sini, kalau tidak ada kepentingan silakan tinggalkan tempat ini" ucap Velly berusaha tegas namun sopan.


"Yang seharusnya pergi itu dia! apa kamu lupa Om Ibrahim pasti gak suka jika tahu orang kampung ini ada di sini" balas Andrian penuh penekanan.


"Maaf Om kalau pun Tn Ibrahim teh tidak suka, apa yang membuat Om bertindak seenaknya pada saya? apa Om teh wakilnya?"


Arqian mencoba mengalihkan Andrian agar kembali fokus padanya.


"Kamu! ... sudah bosan hidup rupanya, aku sendiri yang akan menyeretmu sialan!" Andrian maju lalu menarik baju Arqian dan menyeretnya menuju pintu.


"Pak Andrian tolong hentikan, apa Anda tak malu jika kejadian ini tersebar" pinta Velly tak tega melihat Arqian.


Tak perduli semua orang mencoba menghentikannya Andrian terus berusaha mengusir Arqian. "Sudah saatnya kau enyah orang udik dan jangan pernah berani datang lagi! Pergi kau! cepat pergi!" teriak Andrian seraya mendorong kasar Arqian.


Tanpa Andrian sadari seseorang dengan tatapan tajam penuh aura mengintimidasi datang mendekat.

__ADS_1


"Kenapa dia yang harus pergi!"


Deg!


Suara indah namun setajam belati seakan menusuk setiap orang yang mendengarnya.Semua orang menoleh ke arah datangnya suara itu.


"Boss!?" serempak mereka tak berani bersitatap.


"Clarisa!?" ucap Andrian seakan kehilangan keberaniannya.


"Kenapa bukan kamu yang pergi!?" ucapnya dingin.


"T-tapi Cla aku hanya melaksanakan keinginan Om Ibrahim apa kamu lupa!?"


"Itu juga berlaku buatmu Andrian! ingat di sini aku Bossnya kamu gak bisa berbuat seenaknya di kantorku!"


"Sial! kalau wanita lain pasti sudah aku buat menyesal telah berani melawanku!" gumamnya dalam hati.


"Ian, kamu kesini mau ketemu siapa?" ucap Nn Putri begitu berbeda, berkesan lembut walau wajahnya tetap serius.


"Mau ketemu Teh Velly ... " ucap Arqian belum juga selesai.


"Ohh Velly" potong Nn Putri nampak tak suka.


"Eh kamu mau ketemu saya?" ucap Velly tak enak hati.


"Iya Teh mau minta anter ketemu Bossnya, takutnya teh lagi sibuk eh taunya ada" ucap Arqian cengengesan membuat Nn Putri menahan gemasnya, ingin sekali mencubit namun itu akan sangat memalukan untuknya.


"Oh iya kalian teruskan bekerja" setelah mengangguk beberapa sekuriti pun kembali ke posisinya. "Setelah bertemu dengan Bossnya lalu kamu mau apa?" tanya Nn Putri kembali menggoda Arqian tanpa perduli Andrian yang diam dalam kesal. "Sialan mereka gak menganggap aku ada!" gumam Andrian.


"Ian udah cukup puas kok bisa ketemu Nona, cuma rasanya teh ada yang kurang"


"Apa yang kurang!?" ucap Nn Putri menautkan kedua halisnya.


"Senyumnya" balas Arqian penuh harap.


"Cih" Andrian berdecih menahan emosinya.


Sementara itu rasa hangat merasuk hingga ke dalam hati tanpa lupa rona pipinya semakin memerah.Dengan malu-malu Nn Putri tersenyum seraya menyelipkan rambut kebelakang telinganya.


Melihat senyum tulus Nn Putri Arqian perlahan luruh hingga roboh tanpa daya.


"Iaaaannnn!" Nn Putri juga Velly nampak panik.


"Iaan!" Velly pun ikut was-was.


"Kamu kenapa!?" ucap Nn Putri lalu berlutut di sampingnya.


"Saya teh gak sanggup, senyum Nona Putri membuat Ian meleleh"


Deg!


"Dasar Ian anehhhhh!" seru Nn Putri reflek mencubit pinggang Arqian.


"Ahhhhhhhh sakittt" Arqian meringis menahan sakit


Nn Putri segera berdiri lalu menghentakan kakinya nampak kesal dan berjalan cepat meninggalkan Arqian menuju lift.Ia hanya berusaha menyembunyikan wajah merahnya dan debaran jantung yang sudah tak beraturan.


Semua orang benar-benar sibuk dengan pikirannya masing-masing,


Arqian hanya tersenyum lalu kembali berdiri menatap wanita pujaannya perlahan menjauh. "Sudah Ian bilang Nona teh kalau senyum, dunia saja akan takluk" bermonolog dalam hati.


Sementara Velly yang bisa menangkap semuanya tersenyum bahagia pula, "Baru kali ini lihat kamu salah tingkah sebegitu hebatnya Cla" gumamnya dalam hati.

__ADS_1


Andrian juga tak mau kalah Ia berteriak dalam hatinya, "Heh! takkan kubiarkan kalian dekat, apapun akan ku lakukan bahkan harus memisahkan kalian, lihat saja!"


******


__ADS_2