Mengejar Sang Putri

Mengejar Sang Putri
Sang Putri


__ADS_3

Di satu pagi yang cerah setelah malam panjang berselimut hujan.Seorang wanita muda nan cantik tengah bersiap di meja makan.


"Vel hari ini gak banyak jadwal keluarkan? hari ini saya mau fokus meriksa performa kerja semua staff di kantor" tanya Nn Putri Clarissa Kirania yang baru ini menjabat pimpinan di satu perusahan milik keluarganya.


"Hampir gak ada sih Non, hanya jadwal makan siang sama Boss pemilik hotel nusantara saja" balas Velly seraya tersenyum.


"Apa! bercanda kamu, sudah berapa kali saya bilang permintaan gak jelas dari siapapun langsung tolak" ucap Nn Putri terlihat malas.


"Siap Nona muda" balas Velly seraya tersenyum geli.


"Aaaaaaaaaaa! tolooooonggg ada maling!"


Terdengar teriakan seseorang dari arah teras samping.Membuat seisi rumah menjadi riuh di buatnya.


"Ada apa itu Bi!?" tanya Nn Putri.


"Saya tidak tahu Non, nanti saya periksa dulu" balas Bi Asih seraya membereskan perlengkapan makan terlebih dahulu.


"Maaf Non, saya dengar teriakan ada apa ya?" tanya Budi yang tak lain seorang satpam.


Belum juga semua orang meneruskan pembicaraannya Tak lama seorang pembantu datang mendekat dengan wajah begitu tegang.


"Saya minta maaf Nona, di samping rumah, ada orang asing yang tidak saya kenal! saya takut itu orang jahat" ucap Wati ketakutan.


"Apa!? kok bisa ada orang asing masuk ke rumah ini! Budi kenapa bisa ada orang masuk tanpa kamu ketahui!? bikin saya gak nafsu makan saja" seru Nn putri terlihat kesal.


"Maafkan saya Nona, tapi saya jamin semalam tak ada orang masuk setahu saya, apalagi malam hujan lebat Non" balas Budi seraya menunduk tak berani menatap.


"Biar saya sendiri yang periksa! tunjukan dimana orang itu!?" ucap Nn Putri seraya beranjak mengikuti Wati.


"Saya temani Nona, demi keamanan Nona" ucap Budi lalu berjalan mengikutinya.


Sesampainya di teras samping semua orang begitu terkejut melihat seseorang tengah asik tidur berselimutkan sarung.


"Bud bangunkan dia!" perintah Nn Putri seraya berkacak pinggang.


"Baik Nona.Hey kamu bangun! hey! hey! bangun!" ucap Budi seraya menggoyangkan badan Arqian yang asik meringkuk bagai bayi dalam kandungan.

__ADS_1


"Huaaahhmmm" Arqian menguap lalu duduk seraya mengucek matanya.


Ketika matanya terbuka pandangan pertama yang ia lihat adalah sosok wanita cantik berkulit putih bagai bidadari dari langit.


"Masyaallah! bidadari cantik dari langit ke tujuh! sungguh ini teh mimpi paling nyata seumur hidup saya" ucap Arqian lalu menangkup dagu seraya menatap Nn Putri dengan senyum terkembang.


"Heh! heh! sadar! siapa kamu, bagaimana bisa kamu masuk kesini!" ucap Budi seraya menepuk pundak Arqian.


"Astagfirullah! kok bisa ada satpam di langit!? kamu teh ngapain ada di mimpi saya, bikin mata saya pedih aja" balas Arqian seraya mengusap wajahnya lalu menepuk pipinya.


"hihihi, aneh banget ini orang" ucap Velly seraya menahan tawanya.


"Hei kamu makhluk jadi-jadian, siapa kamu!? kenapa bisa kamu ada di rumah saya! kamu maling ya!" herdik Nn Putri seraya melototkan matanya.


"Aduh maling lagi, masa iya gak ada yang percaya.Coba siapa yang percaya saya bukan maling? nih lihat wajah saya" balas Arqian memelas.


Tiba-tiba Velly mengangkat tangannya ia percaya Arqian bukan maling karena wajahnya yang tampan juga polos.


"Akhirnya ada yang percaya, makasih Teteh mau percaya, sumpah saya bukan maling" ucap Arqian sontak meraih tangan Velly lalu menempelkan ke dahinya berulang-ulang.


Velly begitu terkejut akan sikap Arqian namun ia pun hanya bisa diam oleh tingkah lucunya.


Arqian yang terkejut lalu kembali bangun seraya menangkupkan kedua tangannya di atas kepalanya.


"Ampun Tuan Putri cantik jangan lapor polisi atuh, berani di bawa ke KUA kalau saya teh bukan maling, coba cek aja apa ada barang yang hilang!?" ucap Arqian begitu memohon.


Jawaban Arqian cukup membuat semua orang saling pandang.Ada benarnya juga karena tak ada satu barangpun nampak hilang.


"Kalau bukan maling, lalu siapa kamu! bagaimana bisa kamu ada di sini! ayo jawab!" ucap Nn Putri dengan nada tinggi seraya duduk melipat kakinya.


"Astagfirullah" ucap Arqian seraya memalingkan wajahnya saat paha putih Nn Putri terlihat olehnya.


"Heh! malah melengos bukannya ngejawab!" Nn Putri nampak kesal.


"Itu Tuan Putri, saya teh gak sanggup" ucap Arqian


"Apaan sih malah gak jelas" balas Nn Putri.

__ADS_1


"Maaf Tn Putri, kata Nenek gak baik ngelihat itu emmh ... aurat" ucap Arqian lalu dengan sarungnya menutup paha Nn Putri.


"Dasar gila kamu! beraninya naruh sarung dekil ini pada saya! sebaiknya kamu jawab atau saya laporkan kamu ke polisi!" ancam Nn Putri bersungguh-sungguh.


"Baik-baik Tuan Putri cantik.Saya Ian dari kampung sengaja ke sini buat mengadu nasib, soalnya kalau mengadu domba malah masalah nantinya" ucap Arqian asal.


"Hihihi, lucu amat kamu itu Ian" Velly makin tak tahan begitu pun semua yang berada di situ.


"Padahal saya teh sedang bercerita sedih loh, malah pada tertawa" ucap Arqian.


Namun lirikan Nn Putri membuat semua kembali terdiam.


"Brakkk! Sekali lagi kamu main-main saya benar-benar lapor polisi!" ancap Nn Putri seraya menggebrak meja.


"Daulat Kanjeng Putri.Saya hidup sebatang kara di kampung, Ian sengaja ke Ibu Kota untuk mencari pekerjaan.Tapi baru sampai sini HP saya hilang lalu tadi malam saya di tuduh maling oleh warga membuat saya kabur ke rumah ini dengan manjat dinding itu" jelas Arqian sejujurnya tanpa berani menatap Nn Putri.


"Lalu saya harus percaya sama omongan kamu itu!? heh modus manusia jaman sekarang jual kisah sedih buat menipu" ucap Nn Putri begitu sinis.


"Saya teh berani sumpah Tuan Putri, ini isi tas saya, ini semua harta saya, tuh saya gak ngumpetin apapun lagi" ucap Arqian lalu membuka bajunya.


Sontak semua terkesiap melihat tubuh Arqian yang begitu atletis.Tak bisa di pungkiri Arqian terlihat tampan dengan tubuhnya itu.


"Heh! kalian kembali bekerja, biar orang gila ini saya yang urus!" perintah Nn Putri.


Budi juga dua orang pembantunya pun kembali ke pekerjaannya masing-masing.Tinggalah mereka bertiga saling tatap penuh selidik.


"Non, saya rasa ia berkata jujur, lagian kalau maling masa iya gak ada yang dia ambil!?" ucap Velly seraya berbisik.


"Tapi kita gak bisa percaya dia begitu saja Vel! gimana sih kamu" balas Nn Putri terus menatap tajam Arqian.


"Gimana kalau Nona test aja, biarkan dia tinggal disini sebagai pembantu atau tukang kebun, nanti kirim orang untuk mengawasinya, lagian ada cctv jugakan kalau dia macam-macam" ucap Velly seraya menaik-naikan alisnya.


Tiba-tiba Nn Putri nampak tersenyum penuh makna seraya menganggukan kepalanya.


"Hei pakai baju kamu, sementara kamu bisa kerja disini jadi pembantu tapi ingat kalau macam-macam saya tendang kamu dari rumah ini, paham!" ucap Nn Putri seraya menatap tajam.


"Alhamdulillah, terima kasih Tuan Putri, saya siap bekerja kapanpun Tuan Putri perintahkan" balas Arqian terlihat begitu senang.

__ADS_1


[[ Bersambung ]]


__ADS_2