
Masih di liputi rasa geram yang belum juga mereda Nn Putri kembali ke ruangan kerjanya.Dengan kasar ia menghempaskan dirinya ke kursi kebesarannya.
Velly juga Andrian yang menyertainya nampak hanya bisa membiarkan dan terus memperhatikannya hingga Velly mencoba mencairkan suasana.
"Mau saya bawakan minuman Nona Putri?" tawar Velly
"Hmmm ... boleh, kopi saja!" balasnya dengan senyum tipis nan dingin.
"Baik, sekalian untuk Pak Andrian saya pesankan" ucap Velly kembali yang di balas anggukan oleh Andrian.
Cukup lama mereka berdiam diri membuat Andrian berinisiatif memecah kesunyian.
"Gitu amat sih Cla? mau sampai kapan muka kamu di tekuk terus begitu? apalagi depan calon kamu ini" goda Andrian.
Nn Putri hanya melirik Andrian sesaat lalu memutar bola matanya seakan malas."Udah deh jangan mulai, jangan bikin mood gw makin terjun, bukannya jam segini harusnya lo balik ke kantor!?" balas Nn Putri tegas.
Andrian yang sudah terbiasa dengan sikapnya hanya menarik satu sudut bibirnya.Belum juga Ia sempat menjawab, seseorang datang membuatnya kembali terdiam.
"Permisi ... minumannya Nona" ucap Arqian di bantu Velly yang membukakan pintu.Dengan Rambut yang masih basah akibat insiden di kafe, Ia pun masuk dengan senyum manisnya, seakan tak ada kejadian apapun.
Kedatangannya sontak membuat terkejut terutama Nn Putri.Sementara Arqian sendiri dengan cekatan menaruh satu cangkir di depan Andrian lalu segera menaruh cangkir lain ke meja Nn Putri.
"Silakan di minum Om" ucap Arqian pada Andrian."Silakan di nikmati Nona" ucap Arqian dengan senyum tulus dan sedikit membungkukan badan tanpa beranjak dari tempatnya.
"Cih!" Nn Putri mendecih kesal melihat Arqian yang terus tersenyum tanpa dosa tersebut."kenapa masih di situ?! perlu peta dora buat nyari pintu keluar!?" ucapnya lagi seraya menatap tajam Arqian.
"Ehh maaf, saya teh cuma takut Nona Putri masih memerlukan sesuatu kitu"
Jawaban Arqian membuat Nn Putri terdiam sesaat.Tak lama nampak Ia menyeringai seakan mendapatkan ide lalu meraih cangkir kopinya.Andrian sendiri masih tanpa reaksi, hanya terus memperhatikan keduanya.
"Fuahhhhh! ... dasar orang gila! kamu sengaja mau bikin mulut dan lidah saya terbakar hah! terlalu panas! ganti!" Nn Putri nampak begitu murka.
"Aduhh! pa-panas banget itu teh!?" reflek Arqian mengibaskan nampan yang ia pegang dalam paniknya.
"Hei! ngapain kamu! cepat sana ganti!" teriak Nn Putri yang terdengar sampai keluar ruangannya.
"I-iya Nona maaf saya kipasin tadinya teh biar adem" sedikit salah tingkah Arqian segera keluar dari sana.
Andrian yang penasaran langsung mencicipi kopinya."Mmmhh ... panas sih tapi bukannya ini pas ya!? menarik" gumamnya seraya melirik Nn Putri yang nampak datar menatap beberapa berkas di depannya.
Sementara Velly yang kebetulan melihat Arqian langsung menegurnya."Ian, Nona kenapa!?"
"Anu Teh, Nona minta ganti minumannya.Katanya terlalu panas"
"Hah! emang pakai air apa bikinnya!?" Tanya Velly jadi penasaran.
"Air kawah gunung berapi Teh hehe" tanpa dosa Arqian ngasal seraya berlalu menuju pantry meninggalkan Velly yang terbengong lalu menatap Sofie yang tak jauh darinya.
Tak lama Arqian kembali membawa secangkir kopi yang baru.
"Ini Nona silakan, semoga yang ini teh sesuai permintaan" ucap Arqian penuh harap.Namun harapannya kembali musnah.
"Fuihhhh! apa ini! masih panas! ganti!" sentak Nn Putri.
Arqian kembali mengganti minuman untuk Nona Bossnya itu namun kejadian itu terulang lagi.
__ADS_1
"Ueekkkkk! makin gak enak! gantiiiiii!"
"Panasss! gantiiiii!"
"Ini malah kurang manis! gantiii!" seru Nn Putri.
"Aduh, harus pake S ini mah" celetuk Arqian.
"Bener-bener kamu tuh! pake es malah makin hambar! gila kamu ya!" sahut Nn Putri nampak emosi.
"Maaf Nona kalau gak Pake S nanti jadi mani, ehhh" jawab Arqian lalu menutup mulutnya.
"Kamu!" Nn Putri semakin emosi menatap tajam Arqian seakan ingin menelannya."Ganttiiii!"
"Iya Nona segera" ucap Arqian dengan cepat.
Sudah beberapa kali Arqian mengganti masih juga belum memuaskan Nona Bossnya itu.
Selang beberapa saat Arqian kembali membawa minuman yang baru Ia buat.Wajahnya sudah nampak serba salah.Belum sempat ia masuk seseorang menghentikan gerakannya.
"Ian! itu bikin baru lagi?! yang keberapa itu, enam?" tanya Velly yang semakin kebingungan.
"Hmmmh, iya Teh sama ini tujuh.Ian juga gak tau setiap bikin ada aja yang kurang.Semoga ini yang terakhir" balas Arqian lesu.
"Ian, sepertinya aku tahu kurangnya apa, sini!" ucap Velly sambil terkekeh.
"Wah, emang apa itu Teh?!" balas Arqian semangat.
"Sepertinya semua ini karena kamu menyajikannya kurang perasan, harus penuh perasaan kasih dan sayang.Kamu ngerti gak!?" ucap Velly dengan menahan tawanya.
"Hah! kasih sayang!? kaya pacaran atuh.Saya sih mau tapi takut Nona makin mengaum Teh" balas Arqian meragu.
"Emhh gitu ya Teh!?" ucap Arqian nampak berpikir.
"Ya gitu" balas Velly.
"Jadi harus gitu?" tanya Arqian lagi.
"Ya harus gitu" sahut Velly lagi.
"Kalau gak gitu?" ucap Arqian kembali.
"Ya gak bisa gitu" balas Velly kembali.
"Gak bisa gini aja?" tanya Arqian lagi.
"Gini gimana!? ahhh pokoknya gitu, ayo cepet kesana jadi pusing saya" keluh Velly menepuk jidatnya.
"Sama saya teh ikut pusing denger gitu gini gitu gini, ya udah saya ke belakang dulu nyari obat biar gak pusing" ucap Arqian balik kanan dengan nampan masih di genggamannya.
"Ehhhh sana masuk, itu minumannya di tunggu Boss Macan!" ucap Velly geleng-geleng.
Arqian hanya membalas dengan kekehannya lalu Ia pun segera masuk ke dalam.Tanpa menghiraukan Andrian yang seakan mengejeknya Arqian berjalan mendekat pada Nn Putri.
"Ini Nona saya buatkan lagi, semoga gak salah lagi" ucap Arqian seakan putus asa.
__ADS_1
Nn Putri nampak tersenyum puas walau samar melihat Arqian yang nampak pasrah.Ia pun meraih cangkir berisi kopi tersebut lalu menyesapnya.
"Seppphh! Hehh! dasar gak berguna! malah gak kerasa manisnya! ganti lagiiii!" perintah Nn Putri.
"Hah! gimana mau manis, manisnya teh di ambil semua sama yang minum" gumam Arqian namun masih dapat di dengar oleh Nn Putri.
Deg!
"Ngomong apa kamu! coba di ulang!?" tanya Nn Putri dengan tatapan semakin tajam namun rona pipinya tak bisa di sembunyikan.
"Apa perlu aku mengajarinya sopan santun Cla!?" tiba-tiba Andrian bersuara.
"Eh!? gak usah, dia pekerja di sini jadi sudah seharusnya ini jadi wewenang saya" balas Nn Putri dingin.Membuat Andrian hanya membuang nafas kasarnya lalu kembali diam.
"Nona cantik, menurut saya sepertinya masalahnya teh bukan dari minuman" tanpa peduli Andrian di sana Arqian mencoba mengikuti intuisinya.
"Hah! percaya diri sekali kamu!"
"Baik Nona Putri yang cantiknya sampai negri dongeng, izinkan brandon teh menjelaskan semuanya lima menit saja.Kalau memang salah saya siap di hukum, nari, nyayi saya teh siap"
"Kamu ya!" dengus Nn Putri namun tak ada kata apapun lagi darinya.
Melihat itu Arqian mundur lau bersandar ke dinding dan menyugar rambutnya di susul melipat ke dua tangannya di dada seraya menghela nafas so dramatis."Saat itu jam istirahat, jujur saya bingung mau makan di mana.Hingga Syeila yang kebetulan mau makan siang mengajak saya ke kafe tersebut"
Nn Putri seakan terhipnotis melihat Arqian yang berbeda.Ia sama sekali tak melihat pemuda kampung nan norak.Hanya ada pemuda serius yang sangat mempesona.
"Jujur saya sempat menolaknya hehe" Arqian tertawa kecil tanpa ia tahu seseorang yang menatapnya terkesima dengan tawa indahnya.
"Ishh ... kenapa jadi terbawa suasana begini sih!?" gumam Nn Putri seraya membenarkan posisi duduknya.
"Jangankan saya, dompet saya pun mendadak asma lihat penampilan kafenya.Miris memang saya pasti gak sanggup bayar" lirih Arqian menurunkan tubuhnya lalu duduk santai setengah berselonjor sambil manopang dagunya.
"Hemmh ... akhirnya saya menerimanya karena merasa tak sopan kalau menolak niat baik Syeila.Saya minta maaf apabila memang ada kesalahan yang saya perbuat Nona" ucap Arqian tulus seraya meliriknya.
Deg!
Entah mengapa setelah mendengarnya jantung Nn Putri makin berdebar.
"Maukah Nona cantik memaafkan saya?" ucap Arqian dengan senyum tulusnya yang menghipnotis.
"Eh! ... " Nn Putri benar-benar terdiam begitupun Andrian namun Ia nampak lebih gusar.
"Ahhh sepertinya masih kurang S" ucap Arqian sambil mengusap tengkuknya teringat saran Velly.
"S!?" ucap Nn Putri sedikit heran.
Arqian pun berdiri lalu berjalan mendekat dan menatap Nn Putri dengan tatapan yang teduh kemudian berucap,"Maafkan kesalahanku ya Nona cantik, kamu maukan memaafkanku ... sayang"
Duaaarrrrrr!
Yah bisa di pastikan ucapan Arqian membuat seisi ruangan riuh.Bukan Nn Putri namun Andrian yang terpancing emosinya hendak menghajar Arqian.Beruntung Nn Putri bisa memisahkannya.
Arqianpun segera meninggalkan ruangan Nn Putri di iringi acungan jempol dari Velly.
"Good job Ian hehehe" ucap Velly nampak puas setelah lama Ia mengintip.
__ADS_1
Sedangkan Nn Putri sendiri masih nampak tak percaya dengan apa yang terjadi."Dasar pemuda aneh!" gumamnya seraya tersenyum tipis.
((Bersambung))