Mengejar Sang Putri

Mengejar Sang Putri
Masalah Lain


__ADS_3

"Ku suka padamu, sungguh aku suka, sejak pertama kamu, menampakan dirimuuu 🎶, na na na nan nan na" Arqian terus berdendang seraya mencuci beberapa gelas dan piring kotor.


"Seneng amat lo, kaya baru dapet warisan" ledek Ardi.


"Hehe kalau dapat warisan mah, saya teh gak akan kerja di sini atuh" sahut Arqian lalu membereskan hasil cuciannya.


Tiba-tiba seorang karyawati datang dengan wajah murung penuh beban.


"Haduh masih pagi kerjaan udah numpuk aja, tiap hari gini bisa kurus gue" keluhnya lalu menghempaskan dirinya di salah satu kursi, "Ya ampun bete" ucapnya lagi lalu menaruh berkas bawaannya di meja.


Ardi sendiri hanya diam tanpa berani bicara apapun.Sedangkan Arqian berinisiatif membuat teh manis hangat untuknya.


"Teteh ini di minum dulu, semoga bisa sedikit membuat semangatnya teh balik lagi" ucap Arqian seraya menyodorkan teh buatannya.


Sedikit tertegun gadis itu menatap Arqian penuh tanya, "Kamu siapa? baru di sini?" tanyanya seraya terus menatap Arqian, "Dari seragamnya sih dia OB, dari bicaranya seperti dari kampung tapi ganteng juga" gumamnya dalam hati.


"Iya saya teh baru di sini kenalkan saya Ian" ucap Arqian tanpa merasa canggung.


"Ehh, Syeila" balasnya seraya menyambut uluran tangan Arqian.


"Sok di minum, mumpung masih hangat biar hati Teteh juga hangat lalu jadi semangat dan semua tak kerasa berat, tapi tolong di catat jangan cepat-cepat nanti keselak" ucap Arqian seraya tersenyum.


"Idih bisa aja kamu, terima kasih ya" balasnya menahan geli lalu meminum teh tersebut.


"Nah gitu dong Teteh harus semangat, kerja gak ada yang gak bikin pusing, waktu Ian ngamen sampai nyari rongsok aja pusing Teh bakal dapat duit apa enggak hehe" ucap Arqian seakan curcol.


"Ehh Bu maaf ya, temen saya ini orang baru, maaf kalau dia ganggu" ucap Ardi menyela.


"Hemmh, gak apa-apa kok saya malah senang ada dia, lumayan obat stres hehe" balas Syeila terkekeh.


"Tuh si Tetehnya juga terhibur Di, kayanya cocok kita teh sebagai obat stres" ucap Arqian pada Ardi.


"Lo aja sendiri gue gak ikut-ikut, orang lain sembuh lo yang gila Ian, sksd banget lo" sahut Ardi.


"Sksd!? apaan itu teh Di? suka kamu sejak dulu? aduhh! hiyyyy saya teh gak mau sama kamu Di! amit-amit Ardi nyebut"


"Bodo amat, bisa ikutan stres gue deket sama lo" rutuk Ardi begitu kesal.


Syeila sendiri terus cekikikan melihat tingkah mereka seraya menikmati teh hangatnya.Namun tak lama seseorang datang dengan wajah serius.


"Hei! kamu! bukannya kerja malah pada bercanda, memang tugas kalian sudah selesai!" ucap Angga ketus.

__ADS_1


"Eh sudah semua Pak ini kami sedang standby menunggu di butuhkan" sahut Ardi.


"Dan kamu orang baru! seharusnya tidak banyak diam, pasti banyak yang bisa kamu kerjakan, sana bersihkan wc belakang sama yang di depan sana!" perintah Angga tak ingin melihat Arqian diam.


"Baik Pak, saya permisi, Teh saya tinggal dulu ... " ucap Arqian terpotong.


"Heh! heh! kamu harus sopan sama karyawan juga karyawati di sini gak bisa sembarangan bicara.Sana cepat kerjakan" perintah Angga.


Tanpa berlama-lama Arqian segera menuju wc yang di maksud.


"Mba, maaf ya kalau OB tadi gangguin Mba, masih baru sudah berani bertingkah, nanti saya akan ajari dia lagi" ucap Angga tak enak hati.


"Eh enggak kok, malah Ian sudah bantu saya ngilangin bete, dia gak salah pak" balas Syeila.


"Iya Mba" ucap Angga tak percaya, "Sialan tu anak baru, belum apa-apa sudah bisa cari muka di sini, bisa tergeser image gue di sini" gumamnya dalam hati.


Sementara Arqian sendiri terus membersihkan wc yang di minta.Mulai dari membersihkan toilet hingga lantai ia kerjakan tanpa mengeluh.


"Tinggal di pel saja sekarang, lalu ngerjain wc satu lagi" gumamnya seraya tersenyum.


"Hei Ian, ingat baik-baik, sekali lagi jangan berani kurang ajar sama karyawan! tahu dirilah kamu ini hanya OB gak selevel sama mereka" ucap Angga yang sengaja mendatanginya.


"Saya teh gak kurang ajar Pak, saya teh tak tega melihatnya murung kitu" balas Arqian.


"Saya teh gak takut cuma menghormati, apalagi kalau memang saya benar" sahut Arqian.


"Bener-bener minta di hajar ni orang baru!" ucap Angga seraya mencengkram kerah baju Arqian, "Gue peringatin lo ya! sekali lagi lo kecentilan sama semua orang di sini, habis lo!" ancam Angga.


Arqian hanya terdiam seraya membalas tatapan Angga.Ia mencoba bersabar menghadapinya.


"Ingat itu orang udik!" ucap Angga lalu menghempaskan cengkramannya, "Dukkkh!" tanpa di duga Angga menendang ember, membuat lantai kembali basah oleh air sabun.


"Emhh ya Allah, ada aja orang seperti ini teh dimana pun" keluh Arqian lalu kembali mengepel seluruh lantai tersebut.


Setelah selesai Arqian segera berpindah untuk membersihkan wc yang lain.Setelah beberapa lamanya ia pun telah selesai dengan wc yang ke dua.


"Selesai juga semuanya" ucap Arqian lalu kembali menuju pantry.


"Beres lo?" tanya Ardi sesampainya Arqian di sana.


"Udah, itu Pak Angga teh emang gitu orangnya ya Di?" tanya Arqian penasaran.

__ADS_1


"Ya gak aneh, baru jadi kepala OB aja dia jadi sok" sahut Ardi.


Tak lama orang yang di bicarakan kembali datang.Dengan tampang sok Boss ia menatap Arqian.


"Heh! tiap kesini pada diem aja kerjain apa kek gitu, inisiatif dong! Ian bawa tuh dus ke sekretarisnya Boss Putri! cepat!" ucap Angga.


"Siap Pak" sahut Arqian lalu dengan susah payah mengangkatnya.


Karena masih tak tahu cara menggunakan lift Ia pun memilih melewati tangga, toh hanya satu lantai.Dengan terus melirik papan nama akhirnya ia pun menemukannya.


"Maaf, apa teteh sekretarisnya Nona Putri? ini ada dus yang isinya saya gak tahu, katanya suruh di bawa ke sini"


"Oh iya simpan di atas situ saja, terima kasih ya" balas Sofie nampak merasa asing.


"Maaf, Nona Putri ada?" tanya Ian lagi.


"Ada di ruangannya, kenapa kamu menanyakannya? kamu bisa sampaikan melalui saya" sahut Sofie terheran.


"Ohh gitu" ucap Arqian tanpa di duga lalu mendekat ke ruangannya.


"Hei! kamu gak boleh sembarangan masuk!" ucap Sofie terkejut.


Tanpa perduli Arqian terus mendekat lalu membuka pintu ruangan Nn Putri.


"Nona!? apa ada di dalam?" ucap Arqian hanya melongokan kepalanya.Nampak Nn Putri tengah sibuk memeriksa berkas penting di mejanya.


"Astaga! ngapain kamu gangguin saya orang udik! gak ada kerjaan lain apa" sahut Nn Putri kesal.Sementara Velly pun tak kalah terheran.


"Saya teh cuma mau bilang, ini udah siang jangan lupa makan siang sama nanti shalat" ucapnya polos.


"Makin kurang ajar nih orang, sok ngingetin segala! Vel bilangin Sofie jangan pernah biarkan dia masuk!"


"Iya Nona, hmmh" sahut Velly menahan tawanya.


"Eh gak usah repot Teteh Velly, Ian sudah mau pergi, sudah cukup bisa melihat Nona baik-baik saja, hehe"


"Euughhhh! ada ya orang gila model begitu! ngeselin banget! salah sepertinya saya membawanya kemari!" ucap Nn Putri begitu emosi.


"Sabar Nona, mungkin Ian hanya mencoba baik sama Anda" ucap Velly mencoba menenangkannya.


"Ampun deh! kenapa bisa ada orang seperti itu datang ke kehidupan gue.Bikin mood gue rusak aja" ucap Nn Putri bermonolog.

__ADS_1


Velly hanya bisa tersenyum lalu kembali duduk untuk mengerjakan semua tugasnya.Nn Putri sendiri pun kembali bekerja walau dengan konsentrasi yang buyar.


[[ Bersambung ]]


__ADS_2