Mengejar Sang Putri

Mengejar Sang Putri
Kerjaan Baru


__ADS_3

"Nona yakin mau mempekerjakannya di perusahaan?" tanya Velly sedikit heran.


"Iya, dengan begitu saya bisa mengawasi dan membalas perbuatannya.Coba kamu banyangin baru sehari dia sudah bikin saya stres dan panik setengah mati"


"Emmhh, tapi Ian kan tak salah juga Non, bisa di bilang itu hanya salah paham"


"Salah paham!? sekali kali kamu lihat dari sisi pandang saya dong, coba bayangin seorang laki-laki melihat wanita cantik tak berdaya mana mungkin tak berpikiran macam-macam"


"Maaf Nona tapi kalau wanitanya galak juga judes, emang ada yang berani ya?" tanya Velly menggoda.


"Dih! mulai berani ya kamu ngeledekin, saya bukan galak tapi tegas beda loh ya!" sahut Nn Putri serius.


"Iya Ibu Pimpinan saya mengerti" balas Velly seraya tersenyum.


"Ehh! hapus itu senyum kamu! masih senyum saya pecat kamu!" ancam Nn Putri nampak kesal.


Velly pun terdiam tak berani membuka suaranya.Tak lama Arqian datang dengan cukup rapi.


"Maaf Nona, Teh Velly saya teh sudah siap, sekali lagi sebenarnya kita teh mau kemana!?" ucap Arqian masih penasaran.


"Gak usah banyak tanya kamu! nanti juga kamu tahu!" sahut Nn Putri nampak tak senang, "Vel siapkan mobil kita berangkat"


"Baik Nona mari, mobil sudah siap sedari tadi"


Tak lama mereka bertigapun menuju mobil.Pak Hendri segera membukakan pintu belakang tatkala melihat Nona mudanya datang.


Dengan polosnya Arqian mengikutinya dan masuk ke dalam mobil.


"Heh! ngapain kamu ikutin saya!" sentak Nn Putri seraya menatap tajam.


"Aduh, bukannya saya teh di suruh ikut Nona!?" sahut Arqian kebingungan.


"Turun gak! Turruunnn!" bentak Nn Putri mulai emosi.


"Sabar Nona jangan esmoni, orang sabar teh cantiknya sampai langit ke tujuh" sahut Arqian


"Bodo! cepat turuuunnn!" seru Nn Putri seraya mendorong Arqian.


"Brukkhhh! awwwww!" pekik Arqian yang jatuh terduduk.


Bukannya bangun Arqian malah menengadahkan kedua tangannya seakan meminta.


"Ya Allah semoga yang mendorong saya teh di lembutkan hatinya, di dekatkan jodohnya dengan yang baik, sama saya teh boleh ya Allah" ucap Arqian begitu memohon.

__ADS_1


"Hehehemmmph" Velly tak kuasa menahan rasa gelinya.


"Paakkk!" sebuah sepatu mendarat tepat di kepala Arqian.


"Aduhhh!" pekik Arqian seraya meraih sepatu tersebut, "Ya Allah hari ini sepatunya, mungkin nanti teh yang punyanya"


"Astaga bisa makin gila gue ngeladenin lo orang udik, Vel! ambil sepatu saya kita berangkat!"


"Iya Nona" sahut Velly seraya meraih sepatu Nn Putri, "Ian ayo bangun kamu duduk di depan" ucapnya seraya terus menahan tawa.


Mereka pun akhirnya berangkat tanpa membuang waktu lagi.Di perjalanan tak hentinya Arqian selalu melirik Nn Putri membuat Nona mudanya itu merasa sebal.


"Heh! orang udik ngelirik sekali lagi saya colok ni matanya!" ancam Nn Putri begitu kesal.


"Maaf Nona, habis Nona teh seperti bidadari, jadi mubazir kalau gak di lihat" ucap Arqian sedikit malu.


"Baru kali ada yang berani jujur sama Bu Boss?" ucap Pak Hendri pelan.


Velly pun begitu tak percaya Arqian begitu berani seperti itu.Ia tak bisa membayangkan akan seperti apa ke depannya.


"Ingat kamu pemuda udik, mulai saat ini ikuti semua perintah saya! sekarang turun!" ucap Nn Putri saat mereka sampai.


"Baik Nona" sahut Arqian lalu turun dari mobil, "Ehhhh kok susah!?" pekik Arqian begitu terkejut.


"Hihihi dasar kamu Ian, ini lepas dulu" ucap Velly lalu membuka seatbeltnya.


"Iya sama-sama" ucap Velly lagi seraya menepuk bahu Arqian.


Dengan tatapan malas Nn Putri keluar mobil lalu berjalan di ikuti Velly dan Arqian.


"Pagi Bu, Silahkan" sapa petugas sekuriti.


Semua karyawan yang bertemu menyapa penuh hormat namun kali ini satu yang membuat mereka tertarik, pemuda tampan dengan pakaian sederhana.


"Siapa itu yang bersama Bu Boss? tumben datang sama laki-laki" ucap seorang karyawan.


"Iya, tampan juga tapi kok kaya orang biasa banget ya? lihat saja seperti belum pernah lihat gedung besar seperti ini" balas yang lain.


Tanpa memperdulikan orang yang nampak berbisik satu sama lain Nn Putri berjalan menuju lift.


"Vel kamu urus semuanya, saya akan menemui direktur personalia" ucap Nn Putri lalu beranjak menuju ruangan Pak Aston.


"Baik Nona, eh Ian kamu mau kemana? ikut saya bukan ikut Nona" ucap Velly lalu menarik lengan Arqian.

__ADS_1


Tak berlama-lama Velly pun membawa Arqian menuju ruangan manajer personalia.Cukup lama mereka di sana akhirnya Arqian pun menjadi bagian dari perusahan itu sebagai petugas OB.


"Bagaimana Vell apa semuanya sudah kamu urus?" tanya Nn Putri tak sabar.


"Sudah Nona sesuai perintah Anda, sekarang Ian bersama kepala OB sedang mendapat pengarahan.Mungkin sebentar lagi selesai" sahut Velly.


"Masuk!" ucap Velly kembali saat seseorang mengetuk pintu.


"Maaf mengganggu, sepertinya Ian sudah bisa bekerja Bu"


"Baik, kamu bisa kembali ke tempatmu" balas Nn Putri.


"Nona saya sungguh berterima kasih sudah di kasih kesempatan, terima kasih" ucap Arqian begitu semringah seraya meraih tangan Nona.


"Heh! jaga sikap kamu! ingat ini di kantor dan saya Boss kamu, sekali lagi kamu kurang ajar saya jebloskan kamu kepenjara"


"Ya ampun Nona teh masih aja bawa polisi" ucap Arqian lalu mundur dan berlindung di belakang Velly, "Teh Vel, Nona galak begini, sebenarnya ada gak yang dia takutin?" Arqian sedikit berbisik.


"Anak balita!" bisik Velly.


"Berani meledek saya lagi ,saya pecat kamu pemuda udik!" ancam Nn Putri serius.


"Aduhh! masa baru di terima udah di putus lagi Nona?" balas Arqian memelas.


"Makanya jangan banyak tingkah kalau tak mau putus!" ucap Nn Putri tersenyum smirk.


"Iya deh iya saya teh janji gak banyak tingkah dan akan setia biar gak putus" balas Arqian lalu mengembangkan senyum termanisnya.


Velly sendiri seakan menonton drama terus menahan gelinya, "Mereka benar-benar saling melengkapi tanpa mereka sadar hihi" gumam Velly.


"Dasar udik gak jelas! pake bahas setia segala emang pacar ... an" ucap Nn Putri terhenyak saat dirinya tersadar wajahnya pun sedikit merona, "Bener-bener orang gila! keluar sana! cepat kerja!" sentaknya begitu kesal.


"Baik Nona" sahut Arqian lalu menuju pintu, "Nona, saya teh kerja dulu" lalu membuka pintu namun kembali mengintip kedalam, "Gak jadi putuskan Nona!?" tanya Arqian tersenyum.


"Dasar gila, perrrrggiiiiiiii!" teriak Nn Putri seraya melempar buku.


Dengan terus tersenyum Arqian pun kabur menuju pantry.Sementara Velly terus cekikikan.


"Hihi Nona sama Ian makin akrab aja, jangan-jangan jodoh" goda Velly.


"Apa! jodoh! amit-amit ya Allah, kamu suka asal banget Vell kalo ngomong! ihh jauh deh"


"Sudah jangan bahas orang gila itu lagi, jadwal saya apa aja hari ini"

__ADS_1


Velly lalu menjelasakan semuanya hingga mereka pun akhirnya sibuk dengan pekerjaannya.


[[ Bersambung ]]


__ADS_2