Mengejar Sang Putri

Mengejar Sang Putri
Saya Bukan Maling


__ADS_3

Setelah perjalanan yang cukup panjang Arqian pun tiba di Ibu Kota.Ia begitu takjub dengan pemandangan yang di lihatnya.


Jalanan yang ramai dengan gedung tinggi menjulang menjadi kenikmatan tersendiri untuknya yang baru pertama kali ini menginjakan kakinya di sini.


Tak berapa lama tiba-tiba mobil yang Arqian tumpangi berhenti.Sang kernet lalu melongok ke arah belakang seraya berucap.


"Mas sebentar lagi kita dah sampai tujuan, kamu sendiri mau kemana?" tanyanya.


"Oh sudah sampai!? saya mau nyari kenalan saya namanya Mang Darmo.Mas teh kenal gak?" ucap Arqian lalu turun dari mobil tersebut.


"Darmo? yang saya kenal Darmi mas penjual nasi uduk di kampung saya hehe" balasnya cengengesan.


"Bedalah Mas yang saya cari itu laki-laki, umurnya sekitar 48tahun, tingginya segini, tompel kecil di dagu.Mas pernah lihat gak?" ucap Arqian semangat.


"Waduh gimana mau ketemu, saya sama orang yang Mas cari beda dunia kayanya Mas" balas kernet itu terlihat geli.


"Waduh! beda dunia? jadi ngeri saya, tapi Mas masih orang kan? jangan-jangan saya naik kendaraan gaib lagi! hhiiiyyy mana ini dah malam lagi" ucap Arqian seraya mengusap kuduknya.


"Heeeh, si Mas malah ngelantur, saya masih orang, gimana sih.Ya sudah maaf kita buru-buru, saya tinggal ya, semoga cepat ketemu sama kenalannya" ucap si kernet nampak buru-buru.


"Eh iya, terima kasih sekali lagi Mas atas tumpangannya" balas Arqian seraya beberapa kali membungkukan badannya.


Akhirnya Arqian pun berjalan tanpa tahu arah.Hanya mengikuti kata hati dan angin yang membawanya.


"Aduh kenapa dia bego ya, buat apa ada HP kan tinggal telepon dan minta untuk ke ... hilangan! aduh! aduh! HP!" Arqian begitu terkejut saat sadar HP-nya hilang.


Arqian terus meraba semua kantong celana dan jaketnya.Hingga tas tak luput dari pemeriksaannya.


"Haapeee! dimana kau haapeee! kenapa kau tega ninggalin aku haappee" teriak Arqian berlutut seraya mengangkat satu tangannya.


"Bang! Abang gak apa-apa!?" tanya penjual kopi keliling yang kebetulan lewat.


"Dia ninggalin saya Pak! teganya dia sama saya" balas Arqian terlihat begitu pilu.


"Siapa yang ninggalin Abang!? yang sabar Bang" tanyanya lagi.


"HP Pak, teganya dia ninggalin saya saat lagi sayang-sayangnya.Dia minta pulsa saya kasih, dia lemah saya cas, kemana-mana dia saya ajak tapi kenapa dia malah pergi" balas Arqian bagai orang putus cinta.


"Apa!? HP!? haduh gimana ceritanya kamu nangis kaya di tinggalin istri, taunya HP"

__ADS_1


"Saya juga gak tahu ceritanya Pak, kalau tahu gak mungkin istri saya ninggalin saya.Eh maksudnya HP saya"


"Ampun deh, si Abang kurang ngopi jadinya belom on" ucapnya seraya tepok jidatnya.


"Kurang duit Pak tepatnya teh, tapi kalau ngopi mah saya sukanya kopi susu.Makasih Pak maaf sudah ngerepotin" ucap Arqian ngarep kopi gratis.


Setelah menikmati kopi susu di barengi obrolan ringan Arqian memutuskan shalat juga beristirahat di satu mesjid yang ia temukan.


"Harus kemana saya nyari Mang Darmo, HP ilang gini mah nyasar sudah.Kota segede gini superman juga gak bakal nemu di mana Mang Darmo.Hadeuhh" guman Arqian pasrah.


Akhirnya Arqian memutuskan kembali berjalan tanpa mau naik angkutan umum.Selain tak tahu tujuan di tambah takut nyasar lebih jauh lagi.


Entah bagaimana Arqian tiba di jalan yang sepi namun banyak rumah besar di sekitarnya.


"Waduh dimana ini, rumah bagus bagus tapi sepi begini!? aduh euy ini kayanya yang namanya alam Sunda! ehh alam gaib!" guman Arqian merasa ngeri lalu berjalan cepat.


Belum jauh ia berjalan dari arah kiri seseorang berlari begitu terburu-buru hingga membuat mereka bertabrakan.


"Brugggghhhh!" keduanya pun jatuh hingga barang bawaan orang itu menimpa Arqian.


"Aduhh! ya ampun gogoda naon deui atuh ini teh" keluh Arqian seraya menepikan tas di perutnya.


"Sialan! bisa habis gue di keroyok warga" ucapnya lalu ia pun kabur tanpa peduli Arqian dan tas bawaannya karena panik.


"Woy maling berhenti lu!" teriak orang yang semakin dekat.


Sementara Arqian yang masih bingung berdiri sambil memegang tas bawaan orang itu.


"Waduh! tas orang itu ketinggalan, kasihan nanti teh dia nyari-nyari" guman Arqian yang reflek mengejarnya ke arah yang ia yakini.


"Kang! Mang! Bang! Mas! ini tasnya ketinggalan!" teriak Arqian seraya terus berlari.


Sementara beberapa warga sontak mengejar Arqian yang nampak berlari searah dengan orang tadi.


"Maling! maling! berhenti lu! sebagian cegat dia ke arah sana!" perintah salah seorang warga.


"Hei Kang! kemana orang teh malah ilang!? ini tas nya gimanain atuh ya" keluh Arqian yang kehilangan jejak orang tersebut.


"Hei lu berenti gak lu atau gue lempar juga lu pake batu!" ancam satu warga pada Arqian.

__ADS_1


"Aduh gimana ini!? bahaya urusan sama warga 'plus enam dua' motonya Hajar dulu baru tanya" guman Arqian serba salah.


"Hei lu berenti! mau lari kemana lagi lu!" seru beberapa orang yang berhasil mencegatnya.


Arqian yang terkejut lalu menghentikan larinya.Saat menoleh ke belakang beberapa orang pun sudah mencegatnya.


"Kena juga lo maling! kita hajar aja biar kapok!" teriak salah satu warga yang terlihat emosi.


"Iya, bakar sekalian! jadi gak akan ada maling lagi di tempat kita!"


"Aduh, maaf atuh Aa saya bukan maling, sumpah lihat wajah saya gak ada tampang maling" balas Arqian seraya menelan ludah.


"Ahh! mana ada maling ngaku, lagian kenapa lu tadi lari pas di kejar hah!" bentak warga lainnya.


"Ampun! saya cuma mau ngembaliin tas orang yang pakai topi tadi nabrak saya, saya kejar malah ilang.Beneran saya gak bohong" balas Arqian membela diri.


"Udah jangan percaya! orang ini pasti bohong, cuma mau nyelamatin dirinya saja!" ucap warga yang sudah emosi.


"Iya benar! kita bikin kapok aja ni orang! tangkap dia!" perintah warga yang paling sok berkuasa.


Sontak Arqian hanya bisa menghindar lalu mendekati tembok sebuah rumah.Pikirnya dengan begitu tak ada orang yang akan menghajarnya dari belakang.


"Tangkap dia!"


"Hajar saja Pak!"


Dalam kondisi panik Arqian lalu melempar tas yang ia pegang.Memanfaatkan pohon kecil di dekatnya ia naik lalu melompat ke tembok tinggi sebuah rumah.


"Wah Pak dia kabur kedalam rumah itu! gimana sekarang Pak?"


"Emmm, sebaiknya kita urus besok saja, lagian barang yang di ambil sepertinya ada di dalam tas ini.Kita cek saja dahulu" balas seseorang yang sepertinya paling di segani.


Tak lama warga terlihat membubarkan diri.Sementara Arqian sendiri nampak kebingungan di dalam rumah megah tersebut.


"Sial banget nasibku ini ya Allah, baru juga sampai HP ilang terus di tuduh maling" gerutu Arqian seraya mengendap-endap.


Keadaan Arqian bertambah kurang beruntung saat hujan lebat tiba-tiba turun.Ia pun memakai sarung untuk menghangatkan badannya.Hingga tertidur di teras rumah tersebut.


[[ Bersambung ]]

__ADS_1


__ADS_2