
Senja menatap hasil jepretannya dari kamera ponsel.. Tampilan senja di kala matahari mulai kembali di peraduan menyembunyikan kilaunya dengan kegelapan sang malam..
'Indah. Sungguh indah. ' batin senja mengagumi betapa hebatnya karya Tuhan membentuk sang alam. Kemilau cahaya jingga sore hari yg selalu membuatnya tersenyum di kala menatap keindahannya, memberikan ketenangan seolah di dunia ini hanya ada kesempurnaan, minim ketidaksempurnaan..
Senja Sandara.. Seirama dengan namanya, senja sangat menyukai saat hari mulai senja, saat semua makhluk hidup seolah di paksa berhenti untuk menghentikan aktifitasnya dan memaksa semuanya kembali ke tempat masing - masing.
Dan saat ini, Senja sedang menikmati keindahan sore hari di pantai Losari. Teringat kembali bagaimana dengan bersemangatnya orang tuanya menceritakan pertemuan pertama mereka di sini, di pantai Losari. Cerita yg tetap saja di ulang ulang sampai senja sendiri sudah menghafalnya tapi akan tetap tersenyum saat mendengarnya kembali cerita itu seolah olah itu cerita yg baru. Bukan karena senja tidak ingin menyakiti hati orang tuanya dan memaksa tersenyum, tapi karna senja memang menyukainya. Ekspresi orang tuanya saat menceritakannya menunjukkan bagaimana mereka sangat saling mencintai.
"Waktu itu ayah tanpa sengaja menabrak ibumu karna terburu buru mau jemput omamu.. Ibumu sendiri sih yang salah karna nyebrang tanpa liat jalan" kata ayah dengan mimiknya yg tampak serius..
"Siapa bilang ibu yg salah?! Ayah tuh yg bawa motor kayak pembalap jalanan. Mata tidak di pake sampe orang segede ibu saja tidak liat."
"Ahhhh. Mungkin saja ibu yang sengaja mau di tabrak ayah karna liat dari jauh ada cowok ganteng bawa motor mau lewat. Kayak di sinetron yang biasa di tonton ibu tuh. Apalagi jaman itu yg punya motor gede masih kurang loh. Ayah yakin saat itu Ibu langsung jatuh cinta kan?" Ayah tak mau kalah..
"Iya, ayah emang punya motor, tapi waktu itu ayah.........." mereka beradu argumen, seperti biasanya saat menceritakan kisah itu dengan rona bahagia walau intonasinya seolah olah sedang bertengkar. Dan Senja hanya bisa menatap mereka dengan tersenyum karena menyadari betapa besarnya cinta diantara mereka..
"Makanya kami memberimu nama Senja, karena kami bertemu saat senja.." kata sang ayah yg menyadarkannya dari lamunan..
Senja tersenyum.. "Makasih ayah, makasih ibu.. Aku suka namaku. I Love U" Senja mengecup pipi kedua orang tuanya bergantian memeluk mereka dengan erat, rutinitas yang sering dilakukannya saat kisah itu berakhir..
***
Kembali senja mengambil beberapa foto lagi dengan kamera ponsel menambah koleksi foto pribadinya yg entah sudah berapa ribu banyaknya.. Memilih satu gambar terbaik untuk dia upload di media sosial sebagai promosi untuk video selanjutnya..
Senja adalah seorang Travel Vlogger, yang selalu menunjukkan kesehariannya dalam berburu senja dengan keindahannya. Kegiatan yg dilakukan tanpa sengaja ketika dia meng-upload video perjalanannya di akun media sosial miliknya. Berhubung banyak yg menyukainya dan memintanya untuk terus membuat video perjalanan (karena katanya cara senja mengambil video dan mengeditnya sangat bagus), akhirnya senja menjadikannya sebagai profesi yang bisa menyalurkan hobbynya secara bersamaan, dan membuatnya melupakan cita - cita yang sesungguhnya, menjadi Dokter !!!
"Melamun aja.. Sudah selesai buat video??" Ujar seorang pria sambil menyodorkan segelas es kelapa muda tepat di depan wajah Senja..
__ADS_1
"Untuk hari ini sudah. Nanti lanjut lagi esok.." katanya pada Bimo, teman perjalanannya yg baru 4 bulan lalu di kenal.. "Makasih Bim.." Senja mengambil es kelapa muda dari tangan Bimo dan langsung menghabiskannya karena memang sejak tadi tenggorokannya sudah kering..
"Pelan - pelan dong. Itu kelapanya di kunyah, jangan langsung di telan. Nanti nyangkut di leher baru tau rasa..." Ucap Bimo sambil menyodorkan tisu karena ada beberapa tetes air kelapa yg lolos dari celah bibirnya..
"He heh. Aku sangat haus.." Senja mengelap bibirnya lalu melanjutkan melihat galeri ponsel memilih foto terbaik.. "Mana bagus Bim, foto ini atau ini?" Senja menunjukkan 2 gambar yg menurutnya terbaik dan bingung jika harus memilih satu..
Bimo tampak serius menatap ponsel Senja dengan kening berkerut mmemilih antara dua foto bergantian. "Bingung aku.. Kenapa tidak dua - duanya saja kamu upload?" Tanyanya kemudian.
"Tidak bisa. Aku cuma mau upload satu foto. " Senja mengambil ponsel dari tangan bimo.
"Ya kenapa?!" Tanya Bimo dengan wajah serius.
"Biar kesannya misterius, dan orang - orang jadi penasaran dengan videoku selanjutnya.." Kata senja tersenyum lebar..
Bimo hanya manggut - manggut tanda dia mengerti, menyeruput es kelapanya yg masih setengah gelas dan diam menatap sunset pantai Losari yang sebentar lagi akan menghilang..
Bimo Nugraha.. Seorang pria dengan kualitas di atas rata - rata. Memiliki wajah indo dengan bola mata biru yg sangat meneduhkan dan bentuk badan yg sempurna layaknya seorang model.. Senja tidak terlalu mengenalnya, karena pertemuan mereka baru 4 bulan lalu ketika Senja di pulau Bunaken di Sulawesi Utara. Sejak saat itu mereka menjadi teman seperjalanan karena mereka sama sama menyukai traveling dan selalu bepergian sendiri sehingga mereka memutuskan untuk bepergian bersama tiap akhir pekan dua minggu sekali jika mereka tidak sibuk.
"Kamu lihat apa?!" Tanya Bimo menyadarkan Senja dari lamunan.
"Kamu." Kata Senja singkat lalu kembali menatap langit yg sebentar lagi akan gelap, menyandarkan tubuhnya disandarkan kursi pantai tempat mereka duduk..
"Memangnya aku kenapa? Jangan bilang kamu suka aku.." Bimo menatap Senja dengan senyumnya yg mampu membuat jantung senja berdetak lebih cepat dari biasanya.
"Memangnya tidak boleh aku suka kamu?" Jawab Senja dengan intonasi terkesan biasa, berusaha menyembunyikan gejolak hati yang sesungguhnya.
Ya, memang memang Senja mulai merasa nyaman bersama Bimo. Ini perjalanan bersama mereka yg ke 5 kali. Tidak berpacaran, mereka hanya teman perjalanan yang sepakat untuk terus bepergian bersama. Dan saat saat bersama tersebut membuat Senja mulai merasa nyaman bersama Bimo, dan bingung dengan perasaannya sendiri, entah ini dinamakan suka atau bukan.
__ADS_1
"Boleh sih! Tapi aku gak suka sama kamu.. " Bimo tertawa ringan.. "Apa aku harus pacaran sama gadis yg selalu berkepang dengan pakaian asal asalan.. Aku sukanya cewek yang modis.." Katanya melanjutkan.
Senja tertawa meninju lengan Bimo keras dengan menampakkan wajah seolah olah sedang marah.. Tersinggung??? Tidak. Senja tidak tersinggung karena dia tau Bimo tidak serius dengan kata katanya..
"Kamu cantik. Coba kamu mau sedikit berdandan. Pasti aku bakalan suka kamu" Bimo mengedipkan sebelah matanya..
"Tau ahh.." Senja berdiri dan mengambil ransel yang berisi kameranya.. "Balik hotel yuk. Sudah gelap. Aku mau istirahat" Senja berlalu meninggalkan Bimo yg segera mengabiskan es kelapa yg sudah tidak lagi dingin dan buru buru mengejar Senja..
"Malam ini kita makan di mana Ja?" Tanya Bimo yg sudah berjalan di samping Senja.
.
"Terserah" Senja mengangkat bahunya tanpa menoleh..
"Gimana kalau Cotto, berhubung kita lagi di tempat sumber cotto. Aku penasaran rasanya, belum pernah coba.. "
"Serius kamu tidak pernah makan Cotto? Senja menatap Bimo dengan mimik heran.
Bimo hanya mengangguk.
"Aku sih sering. Ibuku sering masak Cotto. Kebetulan Oma dari ayahku orang Makasar, jadi ibu belajar dari Oma karena ayahku suka makan Cotto"
"Kamu berarti orang sini (Makassar) dong.." Tanya Bimo dengan mimik serius.
Senja mengangguk dan berjalan lebih cepat menuju Hotel tempat mereka menginap yg tidak jauh dari pantai Losari.
***
__ADS_1