Mengejar Senja

Mengejar Senja
Pertemuan


__ADS_3

"Sekarang jelaskan padaku" Ucap Bimo ketika Fendi menghentikan mobilnya di depan sebuah cafe yang cukup besar yang saat itu tampak cukup ramai. Cafe milik Bimo.


"Susan mau aku bawa kamu karena dia saat ini mengajak sepupunya juga."


"Terus? Mau comblangin aku sama sepupunya Susan?"


"Enak saja. Dia terlalu cantik buat kamu." Ledek Fendi. "Susan cuma mau agar sepupunya tidak canggung melihat kami pacaran. Tau sendiri kan kami mesranya kayak gimana. Jadi kami mau kamu jadi teman ngobrol sepupunya kalau Roh kemesraan aku dan Susan tidak mau patuh untuk menghilang sebentar." Ucap Fendi kemudian.


"Dasar bucin. Tapi kenapa harus disini? Ganggu bisnis orang.." Bimo tampak kesal lalu turun dari mobil dan segera di ikuti Fendi.


"Selamat malam pak.." Sapa seorang waitress ketika mereka memasuki cafe..


Bimo hanya tersenyum lalu mengangguk sementara Fendi tampak melambaikan tangan dengan semangatnya kepada seseorang yang juga tampak melambaikan tangannya pada Fendi yang duduk di sudut cafe bersama seorang gadis lain yang hanya tersenyum.


"Hai sayangku yang cantiknya mengalahkan alam semesta." Sapa Fendi lalu mengecup puncak kepala Susan, gadis cantik dengan rambut pirang menyala. "Hai Lia."


"Hai beb, Hai Bimo." Sapa Susan pacar Fendi. "Eh, kenalin dulu. Ini Amelia , sepupu aku."


Bimo menatap seorang gadis berambut panjang hitam, gadis itu tersenyum begitu manis kepada mereka, gadis yang memiliki kecantikan khas Indonesia. Bimo terpana.


"Hai. Aku Amelia." Gadis tersebut mengulurkan tangannya pada Bimo.


"Bimo" Bimo menjawab singkat sambil menjabat tangan Amelia.

__ADS_1


Suasana cafe malam itu cukup ramai. Tampak beberapa Waitress sibuk melayani pengunjung. Lantunan musik milik Sam Smith, Time After Time membuat suasana cafe tampak lebih romantis.


If you're lost you can look and you will find me


Time after time


If you fall I will catch you, I'll be waiting


Time after time


"Sudah pesan makanan?" Tanya Bimo pada Susan dan Amelia.


"Belum. Sengaja nunggu kalian." Jawab Susan.


Seorang Waitress mendekat begitu melihat kode tangan Bimo memanggilnya. Dia kemudian mencatat pesanan mereka.


"Maka dari itu, jangan lupa membayar. Traktir aku, karena kamu yang mengajak aku." Ucap Bimo lalu sekilas menatap Amelia yang ternyata sedang menatapnya juga.


Pandangan mereka bertemu. Entah mengapa Bimo merasa jantungnya berdebar lebih cepat dari biasanya. Mata bening dan senyuman gadis di hadapannya seakan menghipnotis Bimo.


"Cantik." Ucap Bimo tanpa sadar lalu buru - buru menutup mulutnya, tersipu malu.


"Iya. Aku tahu sepupuku memang cantik." Susan dan Fendi nyengir kuda menatap Bimo yang salah tingkah karena keceplosan. Amelia hanya tersenyum lalu menunduk malu..

__ADS_1


Waitress yang mengantar pesanan mereka seakan menyelamatkan Bimo dari Medan perang rasa canggung saat itu.


"Makasih Feli." Kata Bimo pada Waitress yang memakai Name tag Felicia ketika semua pesanan mereka sudah lengkap.


"Sama sama pak." Katanya kemudian berlalu.


Mereka menikmati makan malam dengan sedikit bicara.


"Lahap amat kamu.." Fendi menatap heran sahabatnya yang tampak lahap menikmati makan malamnya.


"Aku kelaparan. Perutku terakhir di isi tadi siang di Makassar."


"Ooohhh. Kirain malu sama Amelia."


Bimo menatap Fendi dengan kedua bola matanya seakan di perbesar, sementara Fendi hanya nyengir melihat sahabatnya salah tingkah.


Selesai makan mereka lanjut berbicara santai. Bimo dan Amelia sudah tidak canggung. Sementara Fendi dan Susan yang memang sengaja ingin comblangin mereka tampak saling lirik, seakan memberi kode untuk melanjutkan rencana mereka ke tahap selanjutnya.


"Bim, aku mau temenin Susan nyari sesuatu." Ucap Fendi dengan wajah serius.


"Memang mau cari apa?" Tanya Bimo menatap Fendi dan Susan Bergantian.


"Ada deh. Tidak lama Bim. Nanti kami balik lagi. Aku titip Lia yah." Susan buru buru menarik tangan Fendi yang mengepalkan tangan seolah menyuruh Bimo untuk semangat.

__ADS_1


Bimo dan Amelia hanya menatap nanar kepergiaan sepasang kekasih yang sedang di mabuk asmara itu.


***


__ADS_2