Mengejar Senja

Mengejar Senja
Masih di Pulau Khayangan


__ADS_3

Bimo berlari menyusul Senja..


"Cieeee.. Marah nih ceritanya..." Bimo mengimbangi langkah Senja yang seolah di percepat saat dia melihat Bimo mendekat.


"Beneran marah nih...!!!" Bimo menatap Senja sambil berjalan mundur.


"Maaf Ja kalo kamu tersinggung.." Bimo menghentikan langkahnya, menghadang langkah Senja dan menyatukan kedua tangannya di depan wajah Senja sebagai tanda permohonan maaf..


Senja Diam menatap Bimo yang tampak memohon dengan wajah memelas..


"Aku lapar. Tambah lapar lagi mendengar ocehanmu.. Buruan kita cari makan, dan kamu harus bayarin baru aku maafin..." Senja kembali melangkah mencari tempat untuk mereka bisa mengisi perutnya yang sedari tadi sudah keroncongan..


Bimo tersenyum menatap Senja 'Perasaan dari kemarin juga aku yang bayarin' gumamnya lalu menyusul Senja..


Dua porsi Ayam bakar yang dan dua gelas es cendol dan dua botol air mineral menjadi menu makan siang mereka yang tidak membutuhkan waktu lama untuk mereka menghabiskannya karena memang sudah lewat jam makan siang...


"Bim, apa aku memang tampak membosankan ya?! Maksudku penampilanku" Senja menatap Bimo serius memohon jawaban.


"Aku jujur tidak apa - apa?"


Senja mengangguk cepat..


"Menurutku sih iya..! Kamu tampak membosankan"


Senja kecewa. Entah mengapa rasanya sedikit sakit mendengar itu dari Bimo, padahal dia sudah terbiasa mendengarnya dari Amel sahabatnya..


"Eh... Maksudku bukan 'kamu' yang membosankan.." Bimo buru buru klarifikasi perkataannya, "Tapi penampilanmu.. Kamu itu kerjanya di depan kamera, jadi visualmu harus bagus dong. Memang video kamu bagus, editingnya juga bagus. Tapi kalau penampilanmu tetap itu - itu saja, pasti lama lama orang bosan.. Visual untuk orang yang menonton tidak kalah penting Ja..." Ujar Bimo serius.


"Termasuk kamu yang bosan kan Bim? He he he he" Senja tertawa garing..


"Buat apa bosan. Lagian kita juga jarang bertemu.."


Deg.. !!!!


Jantung Senja seolah berhenti mendengar penuturan Bimo. Ya, mereka memang jarang bertemu. Mereka bukan siapa siapa tanpa tahu kehidupan masing masing.. Senja hanya Tau Bimo seorang fotografer dan tinggal di Surabaya. Tidak lebih. Dan mereka sama sama tidak pernah membahas kehidupan pribadi mereka.. Mereka hanya memiliki hobby yang sama dan melakukan perjalanan bersama..


"Entar sore kita kemana?" Tanya Bimo tanpa tau kegalauan hati Senja..


"Mau kemana lagi. Kita lagi di pulau kecil Bimo.. Palingan aku cuma pengin ke dermaga, menikmati dan mengabadikan Sunset..."


Senja termenung..


5 menit berlalu

__ADS_1


10 menit berlalu


15 menit pun berlalu


Mereka duduk dalam diam dan sibuk memainkan ponsel masing masing..


"Balik hotel yuk Bim.. Aku ingin istirahat sejenak. Capek. Mau ganti baju juga baru ke dermaga.."


Senja berlalu diikuti Bimo dari belakang..


Sampai di kamar Bimo langsung menuju sofa dan berbaring di sana.


"Kamu bisa pakai kasur Ja.. Tidurlah sebentar. Ini baru mau jam 3 sore. Nanti jam 4 kita ke dermaga. "


Senja berbaring di kasur tanpa menjawab Bimo.. Matanya sekilas melirik Bimo yg sibuk memainkan gawainya..


'Kami hanya orang asing..' Gumam Senja dan pikirannya mengembara mengingat pertemuan dan beberapa perjalanan mereka bersama..


Senja tertidur....


Bimo melirik saat mendengar suara dengkuran samar tak jauh darinya. Senja sudah terlelap, tidur dengan mulut sedikit terbuka..


Bimo tersenyum menatap Senja. 'Ini cewek gak ada manis manisnya...' Batinnya dan terus tersenyum melanjutkan kegiatannya berseluncur dalam dunia Maya dari ponsel pintarnya..


***


"Senjaaaaaaaaaaaaaaaa"


Senja kaget dengan suara teriakan di seberang setelah dia menjawab panggilan itu...


"Oh Ameeeeelllllll.. Aku gak budeeeeek...." Teriak Senja membalas.


"Lagian kamu sih dari tadi di telpon tidak di angkat.. Kemana saja?? "


"Sorry Mel. Aku ketiduran. Tahu sendiri kan aku kalau tidur gimana..?"


"Tumben kamu tidur jam segini.. Biasanya kamu tidak pernah melewatkan waktu Senja.."


Senja seolah tersadar dari tidurnya, melihat jam tangannya.. Hampir setengah 5..


"Oh tidak. Mel nanti kuhubungi lagi ya.." Senja buru buru mengakhiri panggilan Amel, sementara di seberang sana Amel sudah menggerutu karena maksud dia menelpon tidak tersampaikan..


'Oh iya.. Bimo di mana?' Tanya Senja dalam hati.

__ADS_1


Senja segera membersihkan diri di kamar mandi, mengganti pakaiannya dan keluar mencari Bimo..


'Kenapa Bimo tidak membangunkan aku?'


***


Senja segera berjalan cepat menuju dermaga..


'Ah sial. Hampir saja dia melewatkan keindahan sore di tempat ini..' Gerutu senja dalam hati..


Sampai di dermaga Senja tidak melihat Bimo. 'Mungkin dia ke tempat lain.' Batin Senja, sementara matanya tetap saja berusaha mencari sosok Bimo..


Senja duduk menggantungkan kakinya di pinggir dermaga kayu itu. Selain dirinya, Ada juga beberapa pengunjung yang berada di sana, menikmati pemandangan alam soreh hari dari dermaga kecil di sisi barat pulau itu..


Senja menatap tiga orang remaja putri yang mengabadikan kebersamaan mereka menggunakan kamera ponsel di bantu tongsis, ada seorang pria muda, mungkin umurnya tak jauh beda darinya, sedang memotret seorang wanita muda yang perutnya tampak sedikit buncit.. Mungkin mereka pasangan yang belum lama menikah.. Terlihat jelas kebahagiaan di wajah mereka dan membuat senja ikut tersenyum..


'Oh kameraku...' seru senja baru teringat kamera miliknya yang tertinggal karena dia tadi buru buru keluar kamar..


'Ah sudahlah. Aku pakai ponsel saja..' Jawab Senja pada kegalauannya sendiri.


Senja mulai mengabadikan pesona langit Jingga di ufuk barat, sang Surya tampak megah memancarkan sinarnya dan mulai tenggelam di ufuk barat.


***


Bimo POV


Bimo menghentikan langkahnya, mengambil kamera dan mengabadikan pemandangan Indah di depannya..


Bimo tersenyum menatap hasil jepretannya.. Seorang gadis berkepang memakai kemeja kotak kotak duduk di pinggiran dermaga kayu, menatap langit, sedang tersenyum..


Namanya Senja Sandara.. Dia tinggal di Jakarta dan seorang Vlogger. Hanya itu yang Bimo tau.. Mereka hanya teman seperjalanan yang tidak pernah melanggar privasi masing masing.. Mereka hanya bertukar kabar lewat aplikasi pesan, ataupun meninggalkan jejak komentar di postingan masing masing di media sosial milik mereka.. Komentar singkat tanpa banyak kata basi basi..


"Cantik" komentar Bimo di unggahan foto selfie Senja saat dirinya menikmati soreh nan cerah di Kota Malang.


Dan


"Kereeennnnnn.." Komentar Senja saat Bimo meng-upload hasil jepretannya ketika mengunjungi Pasar Terapung di Kalimantan..


Entah sejak kapan Bimo mulai menanti setiap postingan Senja di media sosialnya, sedikit kata, Namun sarat akan makna.. Sementara dirinya tidak pernah meninggalkan caption di setiap postingannya. Menurutnya semua keindahan yang dia abadikan melalui kameranya tak bisa di ungkapkan dengan kata kata..


Dan entah sejak kapan juga Bimo menjadi tidak sabar menanti perjalanan mereka selanjutnya..


Bimo kembali menatap Senja yang sibuk memotret dirinya sendiri dengan kamera ponselnya.. 'Lucu' gumanmnya pelan, lalu melangkah menuju Senja..

__ADS_1


****


__ADS_2