Mengejar Senja

Mengejar Senja
Pulang


__ADS_3

"Pesan apa Bim?" Senja menatap Bimo yang tampak serius menatap daftar menu di Restoran itu.


"Pesan menu yg sama dengan kamu.." Ujar Bimo yakin.


"Kalau mau samaan kenapa dari tadi mikirnya kelamaan?"


Bimo hanya nyengir kuda menatap Senja..


Mereka dalam perjalanan menuju Bandara dan memutuskan untuk makan siang lebih awal di sebuah Restoran yg kebetulan mereka lewati, yang lokasinya tidak jauh dari bandara. Suasana di Restoran itu cukup ramai. Mungkin karena menjelang jam makan siang, atau memang karena lokasinya yang strategis..


"Sop Saudara dua, Ikan bakar dua,nasi putihnya dua, sama Lemon tea dua yah mba.." Ucap Senja pada pelayan yg mencatat pesanan mereka..


Pelayan tersebut hanya mengangguk dan berlalu meninggalkan mereka..


"Sop Saudara?" Bimo menatap Senja bingung.. "Apa ada SOP musuhan juga? Atau mungkin SOP Sahabat. Atau ...."


"Cerewet." Senja menyela kata kata Bimo. "Kamu sendiri kan bilang mau makan sama kayak aku.."


"Enak??"


"Nanti kamu cobain saja sendiri."


Tak lama kemudian pelayan yang tadi datang mengantarkan pesanan mereka..


"Selamat makan Bimo."


Senja diam mengamati Bimo yang tampak lahap menikmati makanannya..


"Enak Ja." Hanya itu kata yang terucap dari mulutnya..


"Santai Bim. Penerbangan kita masih lama."

__ADS_1


Bimo hanya nyengir kuda dan terus melahap makanannya..


Hari ini mereka akan kembali ke tempat masing masing dengan penerbangan berbeda. Bimo ke Surabaya sementara Senja ke Jakarta..


Bimo tampak mengelus elus perutnya yang kekenyangan karena tadi Bimo minta tambahan Sop Saudara.


"Udah Buncit tuh.." Ledek Senja.


"Tenang.. Nanti sampe rumah lemak lemak ini bakal ku usir." Ucap Bimo percaya diri..


"Minggu depan jadi kan kita ke puncak?


Senja mengangguk.. "Kamu yakin mau ikut?"


"Tentu dong. Gimana kalau kita berangkat bareng?"


"Maksudnya?" Tanya senja bingung. Bimo di Surabaya, sedangkan dia di Jakarta. Gimana bisa bareng??


"Oke.." jawab senja berusaha menyembunyikan kebahagiaannya.


"Kita jalan kaki aja yah ke bandara. Sudah dekat juga. Palingan tidak sampai 10 menit kita jalan."


Senja sebenarnya ingin menghabiskan waktu lebih lama lagi bersama Bimo karena sampai bandara mereka harus berpisah..


"Oke." Ucap Bimo Sambil menyatukan jari Ibu dan telunjuk sementara 3 jari lainnya tegak lurus.


.


.


.

__ADS_1


.


"Sampai ketemu Minggu depan Bim." Ucap senja ketika mereka tiba di bandara.. Senja harus berangkat duluan karena jadwal keberangkatannya sejam lebih awal dari Bimo..


Bimo melambaikan tangannya tersenyum menatap Senja yang menghilang di balik pintu keberangkatan


***


BIMO POV


Bimo tampak sibuk memainkan ponselnya menunggu keberangkatannya.. Dia tersenyum ketika melihat gambar senja yang diambilnya diam diam saat senja terlelap dan mulutnya sedikit terbuka.. 'Wajahnya lucu kalau tidur' Gumam Bimo berusaha menahan tawa karena takut di bilang aneh kalau tertawa sendiri.. Bimo kemudian mengirim gambar itu kepada Senja..


Sebuah panggilan masuk di ponselnya..


"Hallo pa.."


"Kamu kapan pulang?" Tanya seorang pria di seberang sana.


"Ini sudah di bandara pa.."


"Oh oke. Kamu langsung pulang kan?"


"Iya dong pa. Emang kenapa?" Tanya Bimo bingung karena biasanya papanya tidak pernah bertanya.


"Ada yang mau papa omongin sama kamu. Tidak penting sih."


"Okelah pa. Sampai ketemu di rumah ya pa.."


Bimo menutup panggilan dari papanya.


***

__ADS_1


__ADS_2