Mengejar Senja

Mengejar Senja
Malam


__ADS_3

Matahari mulai tenggelam, hanya tersisa sedikit cahaya Oren seakan sang surya sedang mengintip untuk terakhir kali..


Senja menghembuskan nafas panjang dan berat, menatap langit yang mulai menghitam.. Tampak burung burung seolah berlomba untuk kembali kesarang mereka masing masing sebelum dunia di selimuti kegelapan..


"Ngelamun aja.... Nanti kesambet Setan laut baru tau rasa..!!"


Senja menatap Bimo yang berjalan menghampirinya dan duduk di sampingnya..


"Lagi mikir apa? Kayak punya beban yang berat..."


"Kamu dari mana?" Senja balik bertanya tanpa menjawab Bimo..


"Ngopi.. Tadi aku ngantuk berat.. Aku takut ketiduran kayak kamu yang ilernya sampai ke mana mana..."


"Sembarangan..." Bantah Senja yang langsung mengelap pinggir bibirnya..


Bimo tersenyum.


Senja Malu, berharap tadi dia tidur dengan cantik seperti putri tidur yang tetap memancarkan pesonanya.


Mereka lalu diam menyambut datangnya sang malam.. Semilir angin dingin mulai terasa..


"Ja, aku boleh bertanya masalah pribadi?" Tanya Bimo ragu..


"Soal apa??" Senja menatap Bimo bingung.


"Eemmm... Kamu kan pernah bilang kalau Oma kamu org Makassar, pasti kamu punya keluarga disini. Apa kamu tidak mau mampir? Esok siang kan kita sudah harus balik..


Senja diam..


"Tidak usah di jawab Ja kalo memang tidak mau cerita.."


Senja masih diam..


Bimo menatap Senja yang terus diam dengan pandangan kosong..


"Maaf Ja. Aku tidak bermaksud kepo."


"Tidak apa - apa Bim. Bukan masalah berat kok. Aku hanya kangen Oma... " Senja memotong ucapan Bimo..


"Oma bukan orang Makasar asli. Hanya kebetulan tinggal di Makasar sejak kecil, ikut kakek buyutku yang seorang Tentara yang ditugaskan di Makassar.. Oma anak tunggal. Anaknya cuma ayahku sama pamanku.. Pamanku sudah meninggal 5 tahun lalu karena Kanker Pankreas. Setelah itu Oma ikut keluargaku tinggal di Jakarta.. Pamanku tidak menikah, jadi tidak ada lagi keluarga yg ada disini.."


"Ohhhh.."


"Omaku juga sudah meninggal dua tahun lalu dan.." Ucap senja menggantung


Bimo menatap Senja yang menunduk termenung. Dua kristal bening lolos dari sudut mata senja yang tertutup.

__ADS_1


"Maaf Ja......." Bimo merasa bersalah karena bertanya. "Aku gak maksud..."


"Kan aku sudah bilang tidak apa apa.. Semuanya sudah lewat. Sudah lama juga berlalu. Aku hanya ingat Oma" Senja berusaha tersenyum..


Mereka kembali diam. Tenggelam dalam pikiran masing masing.


"Kita ke pantai sebelah yuk.. Lihat kunang kunang..." Bimo menarik tangan Senja berjalan menuju sisi timur pulau itu..


Senja mengikuti langkah Bimo yang menggenggam erat tangannya. Mereka berjalan beriringan tanpa sepatah katapun keluar dari bibir mereka. Senja merasa suara debar jantungnya saat ini mungkin bisa di dengar Bimo, Getarannya mungkin bisa di rasakan lewat tangannya.. 'Aku suka Bimo..' Ucap senja dalam hati sambil menatap tangannya yang digenggam Bimo dengan erat. Wajahnya merona. Mereka melewati beberapa pasangan juga yang menikmati suasana malam.


"Sampai..." Ucap Bimo langsung melepas genggaman tangannya setelah berjalan kaki hampir 10 menit..


Senja memandang sekeliling, matanya tampak sibuk berusaha mencari kunang kunang, tapi tak ada satupun terlihat..


"Gak ada kunang kunang Bim.."


Bimo tersenyum lalu Tangannya menunjuk ke arah kota Makasar yang terlihat jelas dari pulau itu.. Kerlap Kerlip lampu kota tampak seperti kunang kunang. Pemandangan yang indah..


"Lihat itu. Kunang kunangnya besar dan banyak...." Kata Bimo bersemangat.


Senja tersenyum,,


Bimo pun tersenyum menatap Senja. Hatinya sedikit lega setelah tadi diliputi rasa bersalah karena membuat gadis itu menangis..


"Duduk sini sebentar baru kita makan cari makan malam..." Bimo mengajak senja duduk di laybag di bawah rumah payung yang berjejer rapi..


Terdengar suara tawa dua orang anak tanggung yang bercanda bersama orang tuanya. Senja menatap mereka. Kebahagiaan mereka seakan tertular padanya. Senja kembali tersenyum.


"Ja, esok kita berangkat pagi kan? Jam 11 kita harus Check In di Bandara.." Bimo akhirnya memecah keheningan di antara mereka, setelah hampir setengah jam mereka hanya duduk dalam diam..


Senja mengangguk pelan..


"Setelah ini kita liburan di mana Ja?" Lanjutnya bertanya..


"Minggu depan aku mau ke Puncak. Untuk Minggu depannya lagi belum terpikir.."


"Kalau begitu kita ke puncak bareng.."


Senja menatap Bimo tak percaya. "Apa kamu tidak punya pekerjaan Bim? Biasanya kan kamu ikut dua atau tiga Minggu sekali.."


"Kamu lupa aku seorang fotografer?? Aku bisa ambil Job sesuai waktu yang aku mau.."


"Tidak ada pekerjaan lain??" Tanya Senja spontan. "UPS sorry.." Senja mengutuk mulutnya yang tak bisa di rem..


Bimo hanya tersenyum..


"Nanti aku hubungi kamu Minggu depan.."

__ADS_1


***


Selesai makan malam mereka langsung balik menuju penginapan mereka..


"Kamu tidur di kasur Ja, aku bisa di sofa.." Bimo mengulang kata katanya tadi siang..


"Ya iyalah. Aku kan cewek. Jadi kamu harus ngalah.."


"Emang kamu cewek??"


Senja mengambil bantal dan melemparkannya ke Bimo yang sedang terkikik..


"Aku mandi duluan yah.. " Senja mengambil baju ganti dan buru buru ke kamar mandi..


Senja keluar kamar mandi menggunakan piyama biru dengan gambar Doraemon..


Nampak Bimo terkikik melihat senja.. "Ja, untuk pertama kalinya aku bisa lihat kamu tanpa kemeja kotak kotak, tapi kenapa harus lihat kamu dengan piyama Doraemon sih??" Bimo tertawa lepas..


Senja mengangkat bahunya acuh.. "Emang ada yang salah?"


"Tidak ada sih. Tapi kapan aku bisa lihat kamu kayak perempuan lainnya? Sedikit tampil cantik kek.." Bimo tersenyum lebar seakan menatap Doraemon sungguhan ada di depannya.


"Tampil cantik buat siapa? Kamu? Lagian kita mau tidur, bukan mau kondangan..."


Bimo menggeleng gelengkan kepala lalu mengambil baju ganti dan ke kamar mandi untuk membersihkan diri..


Senja menatap dirinya di cermin.. 'Apa aku selucu itu?' Tanya dia dalam hati sambil mengamati piyama Doraemon yang di pakainya.. 'Apa aku salah pakai piyama ini? Ahhh... Bodo amat. Lagian buat apa? Huuuufffftttttttttt... Mungkin seharusnya tadi aku pakai piyama Hello Kitty biar aku kelihatan imut..' Pipi Senja kembali merona..


Senja menggeleng gelengkan kepalanya seolah mengusir pertanyaan pertanyaan aneh yang muncul dalam otak kecilnya...


"Kamu kenapa Ja?" Tanya Bimo ketika melihat Senja menggeleng gelengkan kepalanya tak jelas.


DEG.. 'Sejak kapan dia selesai mandi?' Batin senja.


"Ngantuk.." jawabnya singkat lalu ke tempat tidur merebahkan diri..


Senja menatap Bimo yang berbaring di Sofa tampak sibuk memainkan Game di ponselnya..


"Kenapa liatin aku terus Ja?" Tanya Bimo tanpa menatap Senja dan jemarinya tetap lincah memainkan ponselnya..


'Darimana dia tau kalau aku menatapnya?' Batin Senja...


"Kamu tidak masalah tidur di sofa?"


"Emang bisa aku tidur di kasur sama kamu???" Bimo menatap Senja sekilas lalu kembali memainkan ponselnya, Tersenyum melihat rona merah di wajah Senja yang terlihat jelas...


***

__ADS_1


__ADS_2