
"Senja , cari makan yuk.. Aku lapar" Terdengar suara Bimo dari balik pintu kamar..
"Iya Bim. Bentar ya. Aku masih kepang rambut.." Senja buru² menyelesaikan mengepang rambut hitamnya yg panjangnya sepinggang.. "Tunggu aja di Lobi Bim"..
Terdengar suara langkah yang mulai menjauh dari kamrnya.
Senja menatap pantulan dirinya dari cermin. Seorang gadis berkepang dengan Jeans panjang dipadukan kemeja kotak kotak lengan panjang yg tidak di kancing, melapisi tanktop hitam yang menjadi ciri khasnya.. 'Aku menyukai gayaku, terlebih aku nyaman dengan gayaku..' Gumam senja lalu teringat sahabatnya Amel sering sekali mengomelinya, menyuruh untuk merubah penampilan..
"Kamu itu cantik Senja.. Hanya saja kamu terlalu cuek sebagai seorang wanita.. Apa kamu tidak bisa membeli baju motif lain? Apa toko langganan mu hanya menjual kemeja kotak kotak? Apa tidak bisa kamu berpenampilan seperti seorang wanita?? BLA BLA BLA.." Ucapnya tiada berhenti seperti radio rusak..
"Kamu kan tahu sendiri aku tidak punya toko langganan. Aku beli baju aja selalu kebetulan pas lihat saat aku jalan jalan. Kebanyakan jalannya juga sama kamu. "
"Nah itu dia Senja. Yang aku heran mengapa kamu hanya menyukai kemeja dengan motif kotak kotak dengan jeans belel seperti seorang gembel.. Kamu punya uang untuk membeli semua pakaian yang cantik di butik mahal. Kenapa harus selalu berpenampilan lusuh?"
"Siapa bilang aku lusuh? Aku suka gayaku" Aku membantah Amelia, sahabatku yang mulai menatapku jengah..
Sebuah notifikasi di HP menyadarkan Senja dari lamunan.
"Senja buruan. Aku lapar.." Pesan Bimo yg membuatnya buru buru melangkah menuju Lobi hotel tempat Bimo menunggu..
"Maaf Bim, aku kelamaan ngepang rambut" Senja menghampiri Bimo yg lagi duduk memainkan ponselnya..
__ADS_1
"Kenapa sih kamu rambutnya harus di kepang terus Ja!. Apa tidak bosan?" Tanya Bimo lalu berdiri dan berjalan keluar hotel..
"Tidak. Aku suka gaya rambutku. Kata orang orang aku mirip Lara Croft .." Senja berjalan menyesuaikan langkah Bimo.
"Ha ha hah.. Lara Croft??" Bimo tertawa sambil mengingat kembali Film yang sempat di tontonnya saat SD, Lara Croft yang di perankan Angelina Jolie. Sejenak memang mirip. Rambut panjang yang di kepang rapi. Mungkin kalau di kasih pegang senjata Senja akan benar benar di kira Lara Croft.
"Segitu jelekkah aku sampai kamu gak berhenti tertawa saat aku bilang aku mirip Lara Croft?" Tatapan tajam menusuk Senja membuat Bimo berhenti tertawa..
"Enggak Ja. Hanya saja sayang waktumu. Kan ribet. Coba kalau kamu urai, pasti tidak makan banyak waktu.."
"Aku sudah terbiasa dengan model rambut seperti ini" Senja tersenyum..
"Jadi kita makan di mana? Kita kekiri atau ke kanan?" Tanya Bimo di depan gerbang hotel tempat mereka menginap dengan jari bergantian menunjuk kiri dan kanan..
"Jadi dong.. Aku penasaran pengen coba" Jawab Bimo lalu melangkah sembarang arah. Senja mengikuti langkahnya pelan..
Rumah makan yg berjejar tidak menyulitkan mereka untuk mencari tempat menghilangkan lapar. Sesuai rencana, mereka memilih Cotto sebagai menu makan malam.
Bimo tampak menikmati Cotto porsinya yg kedua.. "Enak Ja.." katanya sambil mengambil ketupatnya yg entah sudah ke berapa..
"Kamu makan kayak orang kelaparan seminggu Bim.. Tidak takut perutmu yg berotot jadi buncit??"
__ADS_1
"Tidak dong.. Lagian aku rajin olah raga. Jadi tidak bakalan buncit.. Btw, darimana kamu tahu perutku berotot.??" Bimo sejenak menghentikan makannya lalu menatap Senja.. "Jangan jangan kamu pernah melihatku mandi.." Goda Bimo dengan mengedipkan sebelah matanya..
"Apaan sih kamu.. Lagian kapan aku punya waktu melihatmu Mandi??" Senja menyeruput Teh Botol didepannya. Tampak sedikit rona merah di pipinya yang putih polos tanpa make up.
"Eh, kita kan pernah mandi bareng.." Lanjut Bimo menggoda Senja..
"Jangan sembarangan ngomong kamu.." Senja memainkan ponselnya menghindari tatapan Bimo..
"Waktu itu kan kita Mandi Bareng.. Waktu kita ke Labuan Bajo.. Kita mandi pantai bareng kan??" Bimo menatap Senja yg dia tau pura pura sibuk memainkan ponsel.
"Habiskan makanmu.. Aku tunggu di luar" Senja menghabiskan teh botolnya "Jangan lupa bayarin aku yah..'' lalu dia buru buru keluar menjauh dari Bimo yang terus menggodanya..
Memang, setelah perjalanan mereka yang ke empat ke Danau Toba, Senja mulai merasa suka pada Bimo.. Hanya saja dia berusaha menyembunyikan perasaannya karena takut malah Bimo menjauh.
"Yuk.." Bimo yang tiba tiba berada di belakangnya membuat Senja sedikit kaget..
"Mikirin apa sih bisa kaget begitu.."
"Tidak ada" Jawab senja tanpa menatap Bimo..
"Setelah ini kita kemana? Apa mau pulang?"
__ADS_1
Senja mengangguk pelan. "Aku capek. Mau istirahat.. Esok pagi kan kita mau ke Pulau Khayangan untuk videoku.." Senja melangkah pulang di ikuti Bimo yang terus menatapnya..
***