
Hampir jam 9 pagi, mereka sudah siap naik di sebuah perahu kayu sederhana yang akan mengantar mereka menuju pulau pulau Khayangan.. Cuaca yang cerah dengan riak ombak yang tidak terlalu besar membuat perjalanan mereka tidak memakan waktu lama. Setelah 15 menit berlalu mereka tiba di pulau kecil nan eksotis yang sering di lihat Senja dalam brosur brosur perjalanan wisata.. Air laut yang jernih berwarna biru kehijauan dan pasir putih yg membentang sepanjang garis pantai memanjakan mata yang haus akan suasana alam, seolah menyambut mereka dan mengucapkan selamat datang..
"Kita cari penginapan dulu yuk.." Ajak senja melangkah mengikuti beberapa orang yang juga mengunjungi pulau itu..
"Maaf nona, hanya tersisa 1 kamar.." Kata Recepsionist menatap Senja dan Bimo bergantian.
"Kami ambil mba.." sahut Bimo spontan tanpa menunggu waktu lama..
"Tapi Bim..." Ucap Senja ragu.
"Sudahlah. Apa kamu mau kehabisan kamar dan kita terpaksa tidur di pinggir pantai sampai waktu pulang besok pagi.." Bisik Bimo dengan ekspresi meyakinkan..
Bimo menyerahkan tanda pengenalnya untuk proses check in, dan setelah selesai membayar, Bimo segera mengajak Senja menuju kamar mereka..
Senja tampak ragu untuk memasuki kamar. Lima kali mereka Traveling bersama, tapi baru kali ini mereka harus tidur sekamar..
"Ya elah Ja, aku tidakbakalan makan kamu kok. Lagian aku ini lebih doyan daging sapi daripada daging manusia..''. Bimo mengusap rambut Senja dan menarik tangannya memasuki kamar.. "Santai Ja. Aku tidak bakalan jahatin kamu. Segitu takutnya kamu sama aku.."
__ADS_1
"Bukan begitu Bim. Aku hanya merasa aneh saja. Ini pertama kalinya aku nginap sekamar dengar pria selain dengan ayahku."
Senja berjalan menghampiri tempat tidur ukuran King size, meletakkan Ransel miliknya di lantai di samping tempat tidur..
"Hari ini kamu bantu aku buat video yah.." Ucap senja sambil mengutak Atik kamera kesayangannya..
"Mau buat video pakai itu?" Tanya Bimo menunjuk kamera polaroid di tangan Senja..
"Ya enggak lah.." Senja tertawa geli mendengar pertanyaan konyol Bimo dengan mimiknya yang konyol juga..
"Aku ganti pakaian dulu yah baru kita ngevlog.." Senja segera mengambil pakaian ganti dan menuju kamar mandi..
"Kamu tidak ada pakaian motif lain Ja?" Tanya Bimo refleks saat melihat Senja keluar dari kamar mandi.. Gayamu gak ada manis manisnya..
"Kamu cantik, sayang style mu tudak secantik wajahmu.." Bimo mengacak rambut kepang Senja dan berlalu ke kamar mandi..
Senja diam dengan detak jantungnya yg berpacu cepat seperti kuda di arena balap dan pipinya tampak merona secerah mentari pagi ini dengan perkataan Bimo, walaupun Senja tidak tahu Bimo sedang memuji atau mengejeknya.. Rona merah jambu itu terlihat jelas di pipi putih mulus milik Senja..
__ADS_1
***
"Cari makan Yuk Bim.. Aku lapar. Cacing pita di perutku sudah berontak minta jatah makan siang" Senja menghampiri Bimo yang duduk tanpa alas di pasir pantai asyik menatap Kamera miliknya.. "Liat apa?" Tanya senja.
"Kamu.." jawab Bimo santai tanpa melihat Senja yang tiba tiba diam dengan peluh mulai tampak di pelipisnya. 'Ini hanya karena aku gerah' Senja berusaha menyembunyikan gejolak di hatinya.. 'Apa aku jatuh cinta pada Bimo?' tanya Senja dalam hati..
"Kenapa Diam di situ Ja..? Sini duduk." Bimo menarik Senja duduk di sampingnya.
z"Lihat nih . Aku pintar ambil video kan?! Kamu kelihatan cantik. Pasti nanti banyak yang nonton channelmu.. Hmmm Tapi........" Bimo menatap Senja yang hatinya sudah tidak karuan mendengar pujian Bimo..
"Tapi apa?" Sahut Senja menatap Bimo yang tampak berpikir sambil menggaruk dagunya yang licin tanpa jenggot yang sebenarnya tidak gatal.
"Mungkin penontonnya bosan lihat kamu dengan rambut kepang dan kemeja kotak kotakmu itu.." Bimo menatap Senja lekat. "Aku saja bosan..." Lanjut Bimo lalu tertawa tanpa dosa, tidak tahu kalau ada hati yang tersakiti.
"Tidak apa apa kalau tidak mau nonton. Aku tidak memaksa mereka"
Senja segera berdiri meninggalkan Bimo yang kembali menatap kameranya sambil terus tersenyum..
__ADS_1
'Jangan sampai aku jatuh cinta padanya. Amit amit jabang bayi. Aku tidak mau merasakan cinta sepihak. Belajar dari pengalaman Drama Korea yang sering aku tonton kala suntuk, novel romantis yang sering dibaca gratis di perpustakaan, dan serial FTV yang dulu tanpa sengaja ku tonton bareng Ibu. Cinta sepihak itu sakit....!!!!' Senja mengelus elus dadanya berusaha mengusir rasa itu..
***