
Melihat kedatangan Benzo membuat Fitria kesal sekaligus khawatir. Apalagi Aprilia mempersilakan Benzo masuk dan meninggalkan mereka berdua begitu saja.
Fitria sengaja menjauh karena tahu apa yang akan Benzo bicarakan. Melihat gelagat Fitria yang akan menghindar, Benzo pun menegurnya.
"Mau kemana Fitria. Apa ga ada hal yang mau Kamu jelaskan ?!" tanya Benzo lantang.
"Aku ga enak badan. Kita bicara lain kali," sahut Fitria sambil bersiap memutar kursi rodanya.
"Tapi Aku ga mau lain kali karena Aku ga mau terlalu sering ketemu Kamu Fitria," kata Benzo datar namun berhasil memancing emosi Fitria.
"Cih. Kau pikir Aku mau ketemu sama Kamu Benzo ?!" sahut Fitria kesal.
Jawaban Fitria membuat Benzo tersenyum tipis.
"Jadi apa maksudmu menikahkan Aprilia tanpa sepengetahuanku Fitria ?" tanya Benzo kemudian.
"Hanya untuk menyelamatkan April," sahut Fitria asal.
"Menyelamatkan dari apa ?" tanya Benzo.
Pertanyaan Benzo membuat Fitria terkejut. Ia tak menyangka jika jawabannya akan menimbulkan pertanyaan baru. Benzo terus mendesaknya dan itu membuat Fitria tak nyaman karena khawatir kebohongannya terbongkar.
"Menyelamatkan dari apa Fitria ?" ulang Benzo tak sabar.
"Sesuatu yang membahayakan nyawanya," sahut Fitria gugup.
"Kalo ada yang mengancam nyawanya, kenapa Kamu ga menghubungiku dan minta pertolonganku ?. Aku ini Ayahnya. Sampai kapan pun April adalah tanggung jawabku !" kata Benzo gusar.
"Aku tau. Maaf ...," sahut Fitria dengan enggan.
Benzo menggelengkan kepala karena tak puas dengan jawaban Fitria.
"Kamu menikahkan April dengan cara tak lazim. Iya kan ?" tanya Benzo setelah beberapa saat terdiam.
"Tak lazim ?. Iya, mungkin. Aku memang memaksa April menikah siri sama Ricki supaya dia ga hamil tanpa Suami. Kamu ga tau gimana agresifnya Ricki saat mengejar April. Laki-laki itu datang ke rumah setiap hari dan ga kenal waktu. Aku khawatir dengan kondisiku yang cacat ini Aku ga bisa melindungi April dari ... yaah Kamu tau lah apa maksudku," sahut Fitria sambil menggedikkan bahunya.
"Bukan itu maksudku Fitria !. Tak lazim di sini maksudku adalah Kamu menjerat Ricki dengan ilmu hitam yang Kamu miliki, lalu memaksanya menikahi Aprilia. Iya kan ?!" kata Benzo sambil menatap Fitria dengan tatapan marah.
__ADS_1
Fitria terkejut karena Benzo membongkar kebohongannya. Sesaat Fitria tersenyum lalu tertawa. Ia tak menyangka Benzo mengetahui perbuatannya secepat ini.
"Kenapa Fitria ?. Kenapa Kamu ga kapok juga. Apa karena harta Ricki ?" tanya Benzo.
Fitria menghentikan tawanya lalu mengangguk samar hingga membuat Benzo meradang.
"Keterlaluan. Kamu mengajari April untuk mencari kekayaan dengan jalan itu ?. Apa Kamu sadar Kamu telah merusak masa depannya ?. Dimana-mana orang kalo mau kaya ya harus kerja dan bukannya nyantet orang. Sungguh Aku bersyukur bisa lepas dari jerat iblis sepertimu Fitria !" kata Benzo marah.
"Cukup !. Jangan ajari Aku bagaimana cara mendidik Anakku. Ini hidupku, hidup Kami. Kamu ga berhak mengaturnya. Pergi lah, Kau tak diterima di sini !" usir Fitria sambil menunjuk pintu keluar.
Benzo mendengus kesal. Ia bangkit lalu bergegas keluar. Saat tiba di ambang pintu Benzo berhenti lalu membalikkan tubuhnya untuk menatap Fitria.
"Cukup Aprilia saja yang Kau rusak, tapi jangan Banyu atau Cheri. Jangan sentuh mereka atau Kau akan menyesal ...," kata Benzo sungguh-sungguh.
Mendengar ancaman Benzo membuat Fitria takut. Namun wanita itu tak ingin memperlihatkan rasa takutnya. Fitria pura-pura membuang pandangannya kearah lain agar tak harus bertemu tatap dengan Benzo.
Setelah mengucapkan kalimat bernada ancaman itu Benzo pun pergi meninggalkan tempat itu. Tanpa Benzo sadari Aprilia tampak melepas kepergiannya dari balik jendela kamarnya.
\=\=\=\=\=
Yuna dan Lisa yang telah memaafkan Aprilia pun nampak sedih saat Aprilia menemui mereka usai mengurus pengunduran dirinya di kantor tadi. Hanya kepada Yuna dan Lisa Aprilia berpamitan.
"Apa ga mau dipikir sekali lagi Pril. Sayang lho, sebentar lagi kan bakal ada pengumuman pengangkatan karyawan," kata Lisa.
"Emang ngaruh buat Gue Lis ?. Nama Gue kan ga bakal masuk deretan karyawan yang diangkat jadi karyawan tetap," sahut Aprilia sambil tersenyum kecut.
"Kenapa pesimis gitu sih Pril ?. Selama kerja di sini kan Lo rajin, walau sedikit rese dan nyebelin, tapi kerjaan Lo selalu beres. Nah itu kan yang jadi patokan buat ngangkat karyawan kontrak jadi karyawan tetap," kata Yuna.
"Tapi gosip tentang Gue terlalu banyak Yun. Dan Gue yakin perusahaan juga malu punya karyawan yang selalu jadi biang gosip," sahut Aprilia sambil nyengir.
Ucapan Aprilia disambut tawa Lisa dan Yuna. Kemudian ketiganya saling berpelukan sebagai salam perpisahan.
"Sekali lagi maafin Gue ya Lis, Yun. Makasih udah mau jadi temen Gue," kata Aprilia setelah mengurai pelukannya.
"Minta maaf mulu sih Pril. Lebaran udah lewat tau," gurau Yuna yang disambut senyum Aprilia.
"Biarin. Pokoknya kalo masih ada stock maaf di dunia ini, Gue ga bakal berhenti minta maaf sama Lo berdua," sahut Aprilia.
__ADS_1
"Terserah Lo deh. Tuh, Taxinya udah datang. Sana pergi. Hati-hati ya dan sampe ketemu lagi ...," kata Lisa sambil mendorong Aprilia kearah pintu Taxi yang terbuka.
"Ok Gue duluan ya. Bye Yuna, bye Lisa ...!" kata Aprilia sambil melambaikan tangannya dari balik jendela Taxi.
Lisa dan Yuna pun membalas lambaian tangan Aprilia. Meski berat melepas kepergian Aprilia, namun keduanya nampak tersenyum karena yakin Aprilia akan menemukan kebahagiaan di tempat lain nanti.
"Ayo masuk," ajak Lisa sambil menggamit tangan Yuna dengan lembut.
Yuna pun mengangguk lalu mengikuti langkah Lisa. Saat itu menjelang jam istirahat, jadi suasana di luar pabrik masih sepi dan hanya beberapa karyawan saja yang melintas.
Sebelumnya Yuna dan Lisa dipanggil oleh Manager HRD. Ternyata di ruangan sang manager mereka bertemu dengan Aprilia yang baru saja mengajukan resign. Setelahnya mereka berjalan beriringan menuju keluar ruangan.
Dengan mata kepala sendiri Yuna dan Lisa menyaksikan tatapan memuja para staf laki-laki di kantor yang tertuju kepada Aprilia saat mereka melintas. Lisa yang teringat dengan hal itu pun ingin membahasnya.
"Eh, Lo liat kan gimana reaksi para staf kantor yang cowok waktu Aprilia lewat tadi. Lo ngerasa ada yang aneh ga sih ?" tanya Lisa tiba-tiba.
"Aneh apanya, biasa aja tuh. Si April kan emang cantik dan menarik. Buktinya Manager sekelas Pak Ricki aja jatuh cinta sama dia," sahut Yuna cepat.
"Ck, tapi menurut Gue sih aneh ya. Soalnya daya tarik April tuh terlalu besar, kaya magnet yang narik benda-benda terbuat dari logam yang ada di sekitarnya. Padahal Kita juga cantik kok. Tapi di samping April tuh Kita kaya remahan kue yang ga ada artinya di mata para cowok. Lo paham kan maksud Gue ?" tanya Lisa.
"Iya. Terus kenapa emangnya ?" tanya Yuna.
"Mungkin ga sih kalo Aprilia itu pake semacem pengasihan biar memikat lawan jenis ?" tanya Lisa sambil berbisik.
"Maksud Lo pelet ?" tanya Yuna.
"Ya semacem itu lah," sahut Lisa.
"Gue ga tau Lis. Gue kan bukan dukun," kata Yuna.
Lisa nampak kesal karena Yuna seolah 'ogah' membicarakan keanehan yang ada pada Aprilia. Padahal Lisa yakin jika Yuna mengetahui sesuatu.
Sesungguhnya Yuna memang sudah mengetahui Aprilia menggunakan ilmu hitam untuk memikat Ricki dan semua pria di tempat itu. Bahkan Yuna yakin jika meninggalnya Ricki karena pria itu menjadi tumbal dari ilmu yang dianut Aprilia.
Namun Yuna memilih bungkam karena takut bersinggungan lagi dengan makhluk penunggu ilmu hitam Aprilia.
\=\=\=\=\=
__ADS_1