
Fitria dan Aprilia pun terpaksa pergi dari rumah Ricki. Ralat, rumah Ratna. Karena saat masuk ke rumah itu mereka hanya membawa tas berisi pakaian, maka saat keluar pun mereka hanya membawa tas itu beserta isinya.
Namun Ratna merelakan perhiasan yang dikenakan Aprilia, yang sejatinya adalah miliknya itu begitu saja. Selain karena iba pada Aprilia yang telah ditipu oleh Ricki, Ratna juga tak ingin menggunakan barang bekas.
"Beneran gapapa kalo perhiasanmu dipake sama Aprilia, Nak ?" tanya ibu Ricki.
"Gapapa Bu. Lagian Aku ga suka make barang bekas," sahut Ratna.
Terdengar santai tapi sangat mengena di hati Aprilia. Fitria yang mendengarnya pun ikut tersinggung tapi ia tak punya daya untuk membalas ucapan Ratna karena kondisinya yang lemah usai siuman dari pingsan.
"Masih lama Pril ?. Mama udah ga betah lama-lama di sini," kata Fitria.
"Ga betah tapi keukeuh ga mau keluar tadi," sahut ibu Ricki sambil mencibir.
Ucapan ibu Ricki membuat Fitria bertambah kesal. Ia dan wanita itu saling menatap untuk beberapa detik. Saat ayah Ricki berdehem, keduanya terkejut dan sama-sama melengos.
"Ini udah selesai Ma," sahut Aprilia sambil menutup tas milik sang mama.
Setelah mengemasi pakaiannya dan sang mama, Aprilia pun mendorong kursi roda Fitria keluar.
"Sekali lagi tolong maafkan Saya. Saya ga tau kalo Ricki ...," ucapan Aprilia terputus karena Fitria memotong cepat.
"Ga usah minta maaf, itu bukan salah Kamu April !. Ricki yang menipu Kamu !" sela Fitria ketus.
"Ricki bukan orang seperti itu Bu. Pasti Anak Ibu yang udah menggodanya. Ibu liat kan kalo Ricki udah punya tunangan. Cantik dan kaya lagi. Buat apa Ricki selingkuh sama perempuan yang ga sederajat macam Anak Ibu !" sahut ibu Ricki tak mau kalah.
"Kurang ajar Kamu. Biar Anak Saya ga sederajat tapi dia bisa bikin Ricki mabuk kepayang kan. Lagian Anakmu emang penipu kok, ya akui aja !" kata Fitria lantang hingga membuat semua orang kesal.
Karena tak ingin perdebatan makin panjang, ayah Ricki, Ratna dan Aprilia pun segera bertindak.
Ayah Ricki menarik istrinya ke dalam rumah, Ratna menutup pintu rumah, sedangkan Aprilia segera menyingkir dan mendorong kursi roda sang mama lebih cepat. Supir Taxi yang menunggu di luar rumah pun bergegas membantu menggendong Fitria masuk ke dalam mobil.
"Dasar ga tau diri. Udah dimaafin malah bikin ulah lagi," gerutu ibu Ricki kesal.
__ADS_1
"Udah Bu, jangan ngomel lagi. Ingat jantung dan darah tinggimu ...," kata ayah Ricki mengingatkan.
"Iya iya. Astaghfirullah aladziim ...," sahut ibu Ricki sambil mengusap dadanya untuk menetralisir detak jantungnya yang berpacu cepat.
"Sekarang bagaimana Ratna. Apa yang mau Kamu lakukan ?" tanya ayah Ricki kemudian.
"Saya ..., Saya bingung Pak," sahut Ratna sambil menggelengkan kepala.
"Sebaiknya Kamu istirahat dulu Nak. Kamu pasti capek," kata ayah Ricki.
"Iya. Tapi Saya ga mau istirahat di sini Pak. Kita cari penginapan atau hotel aja ya. Saya ga sanggup ngeliat bekas penghianatan Mas Ricki di sini," kata Ratna sambil bangkit dari duduknya.
Ucapan Ratna membuat hati kedua orangtua Ricki tercubit. Mereka tampak saling menatap dengan tatapan tak terbaca. Mereka memang sangat menyayangi Ricki tapi mereka juga tak rela Ricki mengkhianati Ratna. Mereka terlanjur berharap gadis itu menjadi menantu namun Ricki menghancurkan harapan mereka dalam sekejap.
"Baik lah. Kita nginep di hotel yang ada di dekat sini nanti," kata ayah Ricki.
"Terus rumah ini gimana Pak ?" tanya ibu Ricki.
"Iya Pak. Saya pikir itu yang terbaik untuk sekarang," sahut Ratna.
Akhirnya Ratna dan kedua orangtua Ricki meninggalkan rumah itu setelah anak laki-laki Kusno tiba.
\=\=\=\=\=
Di sepanjang perjalanan menuju ke rumah, Fitria terus mengomel. Aprilia pun nampak tak enak hati pada supir Taxi karena ucapan sang mama yang terdengar melantur itu.
"Dasar orang udik ga tau diri. Bisa-bisanya ngatain Anakku ga sederajat. Mereka ga tau aja siapa Ayah Anakku. Kalo dibandingin sama Benzo, harta mereka tuh ga ada apa-apanya. Pake bertingkah sombong segala di depanku. Kalo Aku ga lumpuh, udah Aku hajar mereka daritadi !" omel Fitria.
"Udah dong Ma. Malu didenger orang ...," pinta Aprilia setengah berbisik.
"Biarin aja !. Lagian Kamu juga ngapain sih make minta maaf segala. Ricki yang penipu, Kamu yang dibohongin, eh malah Kamu yang minta maaf. Dasar bodoh !" kata Fitria kesal.
Aprilia pun terdiam. Ia hanya ingin menyelesaikan masalah dengan cara baik-baik. Selain merasa bersalah karena telah merebut Ricki dari Ratna, Aprilia juga bersyukur karena mereka tak dilaporkan ke polisi dengan tuduhan menguasai harta benda orang lain. Apalagi Ratna juga merelakan perhiasan miliknya yang dikenakan oleh Aprilia. Bukan kah layak jika ia mengucapkan permohonan maaf dan terima kasih jika sempat. Tapi sayang, karena sikap arogan Fitria menyebabkan Aprilia gagal mengungkapkan semuanya tadi.
__ADS_1
Taxi pun berhenti di depan rumah. Saat itu hari telah gelap dan suasana di sekitar rumah juga sunyi. Karena ditinggalkan tanpa penghuni, rumah juga terlihat gelap dan kotor.
"Beneran ini rumahnya Mbak ?" tanya supir Taxi tak percaya.
"Iya Pak, kenapa ?" tanya Aprilia.
"Kaya rumah kosong yang udah ga lama ditempatin Mbak. Apa gapapa kalo Saya turunin di sini ?" tanya supir Taxi.
"Iya gapapa. Ini emang rumah Kami Pak. Udah lama ga ditempatin karena selama ini Kami tinggal di rumah besar tadi," sahut Aprilia.
"Oh gitu. Kalo ga keberatan biar Saya bantu nyalain lampu ya Mbak. Kasian Ibunya kalo harus tinggal di rumah yang gelap," kata supir Taxi.
"Iya Pak. Makasih ya," sahut Aprilia yang diangguki sang supir.
Aprilia pun memberikan kunci rumah kepada supir Taxi. Pria itu membuka pintu lalu mencari saklar lampu. Sesaat kemudian rumah tampak terang benderang karena semua lampu dinyalakan oleh supir Taxi yang baik hati itu.
Setelah membantu membersihkan rumah seperlunya, supir Taxi pun pamit. Pria itu bahkan menolak uang pemberian dari Aprilia.
"Ga usah Mbak. Pake aja buat keperluan Mbak dan Ibu," kata supir Taxi.
"Kenapa Bapak baik banget sama Saya dan Ibu Saya. Padahal Kita kan ga saling kenal lho Pak ?" tanya Aprilia tak mengerti.
"Saya juga pernah ngerasain di posisi Mbak dulu, jadi Saya tau gimama rasanya. Ibu mertua Saya juga lumpuh dan pikun. Bisanya ya cuma marah-marah aja sepanjang waktu. Saya dan Istri harus sabar ngedepinnya. Meski pun sekarang beliau udah meninggal, kadang Saya kangen juga sama omelannya. Yang sabar ya Mbak, semua pasti ada hikmahnya," kata supir Taxi sambil tersenyum.
"Iya, makasih sekali lagi ya Pak ...," sahut Aprilia.
Supir Taxi mengangguk lalu masuk ke dalam mobil. Tak lama kemudian Taxi pun melaju meninggalkan halaman rumah.
Aprilia masih berdiri di teras rumah hingga Taxi menghilang dari jangkauan matanya. Ia menoleh saat melihat bayangan sosok makhluk mirip kuntilanak melintas di samping rumah.
Meski sudah beberapa kali melihatnya, entah mengapa Aprilia masih merasa takut. Dengan cepat Aprilia berbalik lalu masuk ke dalam rumah. Tak lupa Aprilia mengunci pintu karena khawatir makhluk itu mengikutinya. Nampaknya Aprilia lupa jika makhluk itu bisa menembus ruang dan waktu termasuk pintu dan dinding rumahnya.
\=\=\=\=\=
__ADS_1