Mengejarmu Dengan Pelet

Mengejarmu Dengan Pelet
26. Kejutan Untuk Fitria


__ADS_3

Bukan tanpa alasan Yuna bersikap seperti itu. Rupanya saat Yuna jatuh pingsan dan dibawa ke klinik, ia melihat langsung makhluk penunggu ilmu hitam milik Aprilia. Dan itu membuatnya takut.


Saat Yuna siuman pertama kali, ia disambut oleh sosok makhluk menyeramkan yang berdiri di belakang dokter Helmi. Makhluk berwujud mirip kuntilanak itu berwajah hancur, kulit hitam, kedua bola mata memutih dan rambut serta pakaian yang kusut. Saking terkejutnya Yuna pun pingsan lagi.


Dalam kondisi tak sadar itu lah Yuna seolah diajak berkomunikasi dengan makhluk mirip kuntilanak itu. Makhluk itu mengatakan agar Yuna tak ikut campur jika ingin selamat.


"I-iya. A-Aku ga akan bilang apa-apa ...," kata Yuna kala itu.


"Bagus. Sekarang diam dan tetap lah tidur. Jangan coba mengusik kesenanganku," kata makhluk mirip kuntilanak itu tepat di hadapan wajah Yuna.


Yuna hanya mengangguk dan tak lama kemudian ia melihat seorang pria dibaringkan di brankar di bilik yang ada di sampingnya. Awalnya Yuna tak mengenali pria itu. Tapi saat dokter dan karyawan yang mengantarnya memanggil namanya berulang kali, akhirnya Yuna tahu jika itu adalah Ricki.


Dalam penglihatan Yuna saat itu, Ricki sedang berada dalam cengkraman makhluk mirip kuntilanak itu.


Yuna hanya bisa menangis menyaksikan Ricki menggelepar kesakitan di hadapannya. Saat itu Yuna melihat kedua tangan makhluk mirip kuntilanak itu mencekik leher Ricki drngan kuat. Bahkan ujung kuku makhluk itu menembus leher Ricki hingga pria itu kesulitan bernafas. Selain itu Yuna juga melihat dada sebelah kiri Ricki yang berlubang dan terus mengeluarkan darah. Yuna pun bergidik ngeri saat makhluk itu sesekali menjilati darah yang keluar dengan lidahnya yang menjulur panjang.


Setelah beberapa saat Yuna melihat Aprilia masuk ke dalam ruangan. Saat melihat Aprilia, makhluk mirip kuntilanak itu tersenyum lalu perlahan melepaskan Ricki dari cengkramannya. Kemudian makhluk itu berdiri di belakang Aprilia dan terus mengikuti kemana pun gadis itu pergi.


Saat itu lah Yuna yakin jika makhluk itu adalah peliharaan Aprilia. Dan saat Ricki dipindahkan ke Rumah Sakit dengan Ambulans, Yuna pun siuman.


Yuna pun mengusap wajahnya dengan kasar saat ingatannya berakhir. Ia menoleh kearah meja kerja Aprilia dan melihat orang lain di sana. Yuna pun tersenyum karena tak harus ketakutan tiap kali matanya tak sengaja menatap ke sana. Rupanya beberapa kali Yuna melihat penampakan makhluk yang sama di tempat itu.


"Aprilia pergi, makhluk itu pun pergi. Alhamdulillah ...," kata Yuna dalam hati.


Namun tiba-tiba bulu kuduk Aprilia meremang saat mendengar suara jeritan di sudut ruangan. Ternyata salah seorang rekannya menjerit karena baru saja melihat penampakan hantu pabrik yang sesungguhnya.


Yuna yang juga melihat sosok itu melintas di cepat di depannya hanya bisa terdiam sambil menganga.


\=\=\=\=\=


Aprilia dan Fitria sedang duduk di ruang tengah saat pintu rumah diketuk. Dengan enggan Aprilia pun membuka pintu dan terkejut melihat sepasang suami istri seusia orangtuanya berdiri di teras rumah.


"Assalamualaikum ...," sapa dua orang itu bersamaan.


"Wa-wa alaikumsalam. Maaf, Bapak Ibu ini cari siapa ya ?" tanya Aprilia.


Kedua tamu belum sempat menjawab saat seorang gadis cantik menyembul di belakang mereka hingga membuat Aprilia terkejut.


"Pasti lagi ga dirumah ya ...?" tanya gadis itu.

__ADS_1


"Siapa ?" tanya Aprilia.


"Mas Ricki," sahut gadis itu sambil menerobos masuk ke dalam rumah.


"Ratna tunggu. Jangan begitu Nak, ga sopan," tegur wanita itu.


"Gapapa Bu. Ini kan rumahku. Jadi ga ada kata ga sopan kalo Aku masuk ke rumahku," sahut Ratna sambil mengamati sekelilingnya.


Namun langkah Ratna terhenti saat ia melihat foto berbingkai pigura besar yang ada di ruang tamu. Ia menoleh kearah Aprilia dengan tatapan marah.


"Siapa Kamu ?. Kenapa ada foto kaya gini di sini ?!" tanya Ratna lantang.


Suara lantang Ratna terdengar oleh Fitria dan memaksa wanita itu keluar untuk melihat apa yang terjadi. Rupanya bukan hanya Ratna yang terkejut, sepasang suami istri itu juga terkejut melihat foto pernikahan Ricki dan Aprilia.


"Ada apa ini. Siapa Kamu, kenapa marah-marah di rumah orang ?" tanya Fitria.


"Rumah orang ?. Hei, ini rumahku. Kalian yang siapa. Kenapa ada di sini ?!" tanya Ratna masih dengan suara lantang.


Ucapan Ratna tentu saja mengejutkan Fitria dan Aprilia. Keduanya saling menatap dengan tatapan bingung.


"Jangan ngaku-ngaku Kamu. Rumah ini rumah Ricki, menantu Saya. Dan Kalian tanya siapa Kami ?. Kami adalah keluarga Ricki. Ini Istrinya dan Aku Ibu mertua Ricki !" kata Fitria tegas.


"Iya ...," sahut Fitria dan Aprilia bersamaan.


Jawaban Fitria dan Aprilia membuat wanita itu shock. Sesaat kemudian tubuhnya limbung dan hampir tersungkur ke lantai. Beruntung Ratna sigap menangkap wanita itu lalu membantunya duduk di sofa.


"Kenapa diem aja ?. Ambilin air minum dong !" kata Ratna sambil menatap Aprilia tajam.


"I-iya sebentar," sahut Aprilia gugup lalu bergegas masuk ke dalam untuk mengambil air minum.


Setelah meneguk air minum wanita itu terlihat mulai tenang. Kini semua orang telah duduk di sofa. Ratna lah yang memulai pembicaraan.


"Saya Ratna dan ini orangtua kandung Mas Ricki. Saya tunangannya Mas Ricki. Kami berencana menikah tiga bulan lagi. Sekarang Kami datang untuk mengatur persiapan pernikahan. Mas Ricki bilang ga bisa mengurus semuanya karena sibuk dan minta Kami yang datang ke sini," kata Ratna.


"Itu pasti bohong !" kata Fitria.


"Bohong apa maksud Ibu. Kalo Ibu ga percaya, Ibu bisa tanya sama Mas Ricki. Telepon dia dan suruh dia pulang sekarang. Soalnya belakangan ini Mas Ricki susah dihubungi. Mungkin kalo Kalian yang telepon dia bakal langsung pulang," sahut Ratna ketus.


"Ricki ... Ricki ga bakal pulang. Dia ...," Fitria menggantung ucapannya sedangkan Aprilia mulai menangis.

__ADS_1


"Ricki kenapa Bu ?. Jangan sepotong-sepotong gitu kalo ngomong," kata ayah Ricki tak sabar.


"Ricki meninggal empat hari yang lalu," sahut Fitria cepat hingga membuat Ratna dan kedua orangtua Ricki terkejut bukan kepalang.


Mereka menangis dan mempertanyakan penyebab kematian Ricki. Gantian Aprilia yang menjelaskan dan itu dilakukan sambil menangis hingga membuat semua orang bersedih.


"Pantesan Ibu mimpi buruk beberapa hari ini. Ternyata ini yang terjadi Pak ...," kata ibu Ricki sambil menangis.


Ayah Ricki hanya bisa diam sambil terus memeluk istrinya. Ia bingung kenapa Ricki melakukan semuanya. Mengapa menikahi gadis lain padahal Ricki sendiri yang meminta pernikahannya dan Ratna dipercepat. Apalagi Ricki meninggal dunia saat pernikahannya belum genap dua bulan. Dan anehnya tak seorang pun memberi kabar.


Ayah Ricki menegakkan kepalanya untuk menatap Fitria dan Aprilia. Saat itu ia melihat Aprilia yang masih menangis. Namun ia kesal melihat sikap Fitria yang acuh tak acuh dengan kesedihan yang dialami putrinya. Jangankan menghibur, sekedar mengusap kepala Aprilia pun tak Fitria lakukan.


Melihat kejanggalan itu, ayah Ricki pun curiga jika Ricki dan Aprilia dipaksa menikah oleh Fitria.


"Pasti karena harta. Mereka pikir semua harta ini adalah milik Ricki. Mereka pikir bisa memiliki semuanya setelah Ricki pergi. Tapi Kalian salah. Harta ini bukan milik Ricki," batin ayah Ricki sambil tersenyum penuh makna.


Ayah Ricki pun menepuk bahu Ratna hingga gadis itu menoleh. Wajah Ratna yang sembab membuat ayah Ricki iba. Tapi ia tak ingin mengulur waktu karena tak ingin Ratna kehilangan lebih banyak.


"Kenapa Pak ?" tanya Ratna sambil berusaha menghapus air matanya.


"Sekarang Ricki udah pergi. Pernikahan Kalian juga batal. Jadi Bapak sarankan Kamu ambil semuanya Ratna. Terserah mau Kamu apain rumah dan isinya ini," kata ayah Ricki.


"Eh, sebentar. Maksudnya gimana ya Pak ?" tanya Fitria tiba-tiba.


"Rumah ini dan isinya, juga mobil di luar sana adalah milik Ratna. Anak Saya hanya menempati sambil menunggu pernikahan mereka digelar akhir tahun ini. Tapi karena Anak Saya meninggal dan mereka batal menikah, ya mau ga mau harus dikembalikan kepada pemiliknya bukan ?" kata ayah Ricki.


Meski diucapkan dengan tenang namun mampu membuat Fitria terkejut bukan kepalang. Ia tak menyangka jika Ricki telah menipunya.


Sekeras apa pun Fitria menolak untuk pindah, toh ia tak punya bukti kepemelikan harta Ricki.


"Kami baru akan mengurusnya setelah tujuh hari kematian Ricki," kata Fitria memberi alasan.


"Ga perlu Bu. Dokumennya ada sama Ratna kok, iya kan Nak ...?" tanya ayah Ricki.


Ratna mengangguk. Dengan sedih ia mengeluarkan semua dokumen kepemilikan rumah dan mobil serta beberapa benda berharga lain di rumah itu. Sebelumnya Ratna juga tak mengerti mengapa ia ingin sekali membawa dokumen itu. Ratna pikir akan memerlukannya nanti. Ternyata dokumen itu memang diperlukan untuk membuktikan kepemilikan benda berharga yang dikuasai Fitria dan Aprilia.


Dan saat melihat bukti otentik yang Ratna miliki, Fitria pun shock lalu jatuh pingsan. Aprilia pun menjerit memanggil sang mama dan berusaha membangunkannya.


Di sisi lain Ratna dan kedua orangtua Ricki hanya bisa menatap tanpa ekspresi karena mereka juga larut dengan kesedihan usai ditinggal Ricki.

__ADS_1


\=\=\=\=\=


__ADS_2