
Adam sedang mengamati benda di telapak tangannya dengan intens. Benda yang ternyata adalah rambut Ratna itu nampak bergerak dengan sendirinya meski tak disentuh sekali pun.
Adam tersentak namun tersenyum kemudian saat melihat siluet ular berukuran kecil menggeliat di balik helaian rambut itu.
"Jadi ini toh yang udah bikin Rian berubah," gumam Adam sambil menggelengkan kepala.
Adam pun meraih gelas air mineral lalu memasukkan rambut itu ke dalamnya. Dengan cepat rambut itu tenggelam ke dalam air yang masih tersisa setengah gelas itu. Setelahnya Adam meletakkan gelas di atas lemari dan membiarkannya begitu saja.
Saat rambut milik Ratna tenggelam di dalam air yang ada dalam gelas, bersamaan dengan itu kesadaran Rian perlahan kembali. Perubahan sikap Rian yang 'sempat kembali normal' itu lah yang membuat Ratna panik. Dan Ratna segera menghubungi sang asisten dukun yang telah membantunya menaklukkan Rian.
\=\=\=\=\=
Malam itu Rian dan Ratna masuk ke dalam kamar untuk beristirahat. Meski pun belum terikat pernikahan, Rian dan Ratna sudah tinggal bersama dan melakukan aktifitas layaknya suami istri.
Namun karena saat itu Ratna sedang berhalangan, maka aktifitas panas di atas ranjang pun tak bisa mereka lakukan.
Rian lebih dulu membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur sedangkan Ratna masih di kamar mandi untuk berganti pembalut.
Usai membersihkan diri, Ratna pun menyusul Rian lalu berbaring di tempat tidur. Entah mengapa keduanya tidur saling memunggungi. Mungkin karena tak bisa melakukan aktifitas seperti biasanya membuat Rian dan Ratna saling menjaga jarak.
Malam pun kian larut saat sesuatu yang di luar nalar itu terjadi. Ratna yang sedang terlelap itu nampak gelisah. Rupanya Ratna mimpi buruk.
Dalam mimpinya Ratna seolah sedang berenang di tengah laut. Meski menolak karena Ratna tak pandai berenang, namun sebuah kekuatan tak kasat mata seolah memaksa Ratna dan menariknya ke tengah lautan. Ratna pun makin takut. Apalagi saat ombak besar disertai angin menderu di atas kepalanya. Ratna menoleh ke kanan dan ke kiri seolah ingin mencari pegangan. Tapi tak ada siapa pun atau apa pun di sana yang bisa membantunya.
Ratna pun menjerit saat sebuah ombak besar menghantam tubuhnya. Anehnya meski dihantam berkali-kali, tubuh Ratna seperti ditarik lagi ke tengah. Lagi dan lagi.
Ratna menggigil kedinginan. Menyadari alam di sekelilingnya tak bersahabat, Ratna makin ketakutan. Apalagi saat melihat ombak besar layaknya tsunami datang menggulung dikejauhan seolah mengejarnya. Ratna pun panik dan berusaha menjauh namun gagal. Ombak besar itu langsung melahap Ratna dan menenggelamkannya ke dalam laut.
Ratna menjerit sekali lagi lalu terbangun dengan tubuh basah kuyup. Nafasnya nampak terengah-engah. Saat menoleh ke samping ia terkejut melihat Rian yang terlelap dengan nyaman seolah tak terusik dengan jeritannya tadi.
__ADS_1
Namun yang lebih mengejutkan adalah saat Ratna melihat seluruh pakaian yang ia kenakan. Gaun tidurnya itu basah kuyup seolah dia baru saja masuk ke dalam air. Bahkan kasur di sekitarnya pun basah hingga memaksa Ratna turun dari tempat tidur karena merasa tak nyaman.
"Basah ?" tanya Ratna tak percaya.
Ratna bergegas menyalakan lampu kamar untuk melihat apa yang terjadi. Ia terkejut saat melihat kasur yang ia tiduri tadi nampak kering tapi pakaiannya tetap basah. Bahkan saking basahnya ada tetesan air di ujung gaunnya.
Ratna pun bergegas mendekati lemari untuk mengambil pakaian ganti. Selama berganti pakaian Ratna terus menatap ke tempat tidur.
Rian terbangun pun terbangun karena terganggu dengan suara yang Ratna buat. Apalagi ruangan yang terang benderang itu makin membuatnya tak nyaman.
"Udah malam kenapa nyalain lampu sih ?. Silau nih ...," protes Rian sambil menarik guling untuk menutupi wajahnya.
"Aku takut tidur di dalam gelap Mas. Aku baru aja mimpi buruk," kata Ratna.
"Mimpi buruk apa ?" tanya Rian sambil terus berlindung di balik guling.
"Diajak ngomong malah tidur. Gimana sih," gerutu Ratna.
Ratna pun bersiap kembali berbaring namun entah mengapa ia merasa kasur yang ia duduki terasa lembab. Karena tak nyaman Ratna pun pindah ke sofa dan berbaring di sana hingga pagi hari.
\=\=\=\=\=
Sejak mimpi buruk itu kehidupan Ratna pun tak lagi sama. Ratna merasa ada sesuatu yang mengikutinya kemana pun ia pergi. Apalagi sikap Rian padanya pun makin tak bersahabat. Bahkan Rian sudah berani memaki Ratna di depan umum.
Hari itu Ratna sengaja mendatangi Rian di rumah makan saat Rian sedang makan siang bersama teman-temannya. Melihat kehadiran Ratna membuat Rian kesal.
Rian pun bangkit dari duduknya lalu membawa Ratna menjauh. Ratna menepis tangan Rian karena tak suka Rian menjauhkannya dari keramaian. Ratna ingin Rian mengakui hubungan mereka di depan teman-temannya itu.
"Ngapain pake nyusulin ke sini segala ?" tanya Rian.
__ADS_1
"Salah Mas sendiri kenapa ga angkat telepon Aku," sahut Ratna cepat.
"Aku sibuk, banyak kerjaan," kata Rian sambil menatap kearah lain.
"Terus Kamu tidur dimana ?" tanya Ratna.
"Bukan urusan Kamu," sahut Rian ketus.
"Tentu jadi urusanku karena selama ini Kamu tinggal sama Aku Mas. Terus kenapa harus ngomong di sini. Apa Mas ga mau bilang sama mereka siapa Aku ?" tanya Ratna sambil melirik kearah teman-teman Rian.
"Kamu mau Aku mengakui Kamu sebagai apa Ratna ?. Pelakor ?" tanya Rian sambil tersenyum mengejek.
Ucapan Rian mengejutkan Ratna. Ia tak menyangka jika pria yang biasanya lembut dan patuh itu bisa mengucapkan kalimat yang melukai perasaannya.
"Pe-pelakor ?" tanya Ratna dengan mata berkaca-kaca.
"Iya pelakor. Emang apa namanya wanita yang masuk ke dalam rumah tangga orang lain lalu menghancurkan kebahagiaan mereka ?. Bukannya Kamu juga layak disebut pelakor karena selain menghancurkan rumah tanggaku, Kamu juga merebut Aku dari tangan Indri ?!" tanya Rian lantang.
Ucapan lantang Rian membuat semua orang yang ada di rumah makan itu menoleh. Mereka menatap Ratna dengan tatapan sinis hingga membuat Ratna tak nyaman.
"Jaga ucapan Kamu Mas. Ingat, orang yang Kamu bilang pelakor ini adalah orang yang mampu menyenangkan Kamu dalam segala hal," kata Ratna.
"Cih, menyenangkan apanya. Sekarang lebih baik Kamu pergi Ratna. Aku muak melihatmu," kata Rian sambil melangkah meninggalkan Ratna begitu saja.
"Kamu pasti nyesel Mas. Aku bakal bikin Kamu memohon supaya Aku mau menerimamu lagi," gumam Ratna sambil menatap punggung Rian yang menjauh.
Setelahnya Ratna pun pergi meninggalkan tempat itu dengan membawa segudang kecewa dan dendam. Ratna bertekad membalas rasa sakit hatinya akan penghinaan yang Rian lakukan hari itu.
\=\=\=\=\=
__ADS_1