Mengejarmu Dengan Pelet

Mengejarmu Dengan Pelet
32. Masa Lalu Aprilia


__ADS_3

Hari-hari pun berlalu. Tanpa Ratna sadari, keinginannya untuk bertemu Rian semakin besar. Bahkan Ratna berambisi untuk memiliki pria itu. Rupanya itu terjadi karena pengaruh ilmu hitam yang Fitria miliki.


Jika ditilik ke belakang, Fitria pernah beberapa kali melakukan ritual di rumah yang rencananya akan jadi istana cinta Ricki dan Ratna. Dan saat Fitria hengkang dari rumah itu, Fitria belum sempat membereskan bekas sisa ritual yang pernah ia lakukan. Sedangkan orang suruhan Ratna juga tak berani masuk ke kamar tanpa perintah dari Ratna.


Hingga kini makhluk penunggu ilmu hitam milik Fitria itu masih kerap kembali ke rumah itu seolah datang ke sana untuk menuntaskan tugasnya.


Dan makhluk itu membayangi Ratna karena wanita itu sering berkunjung ke rumah itu hanya untuk sekedar mengenang kebersamaannya dengan Ricki dulu.


Makhluk itu akan bekerja jika mendapat imbalan darah. Dan darah itu ia peroleh dari tangisan Ratna.


Rupanya saat berkunjung ke sana Ratna kerap menangis meratapi pengkhianatan sekaligus kepergian Ricki. Air mata Ratna adalah ibarat persembahan yang bisa membuat makhluk itu bekerja menjalankan tugasnya.


Laki-laki pertama yang berinteraksi intens adalah Rian. Karenanya tak heran jika makhluk itu mengejar Rian dan menganggap Rian sebagai calon mangsanya.


Lamunan Ratna buyar saat Rian bangkit dari duduknya lalu berjalan meninggalkannya begitu saja. Ratna pun tersenyum lalu mengikuti Rian. Seperti sebelumnya, Ratna akan membawa Rian ke rumahnya. Dan mereka akan memadu kasih di sana.


Rupanya setelah bertemu Rian semangat hidup Ratna bangkit. Ia pun memutuskan tinggal di rumah itu sekaligus bekerja di kota itu. Sedangkan kedua orangtua Ricki memilih kembali ke kampung karena merasa tak punya alasan untuk menetap di sana.


\=\=\=\=\=


Indri terbangun dengan tubuh bermandikan peluh dan nafas terengah-engah. Nampaknya ia baru saja bermimpi buruk.


"Ya Allah, apa itu. Apa yang terjadi sama Mas Rian ...," kata Indri berulang kali.


Dengan tangan gemetar Indri meraih gelas di atas nakas lalu meneguk isinya hingga tersisa seperempat gelas. Setelahnya ia merenung sejenak. Saat menoleh ke jam dinding, ia melihat jam menunjukkan pukul lima pagi.


Indri bergegas turun dari tempat tidur lalu pergi ke kamar mandi untuk berwudhu. Setelahnya ia menunaikan sholat Subuh.


Usai sholat Subuh Indri berdoa memohon petunjuk. Meski pun Indri menangis, tapi perasaannya jauh lebih baik setelahnya.


Hari ini adalah sidang ketiga perceraiannya dengan Rian. Indri bertekad hadir agar bisa menyelesaikan semuanya segera. Nampaknya Indri tak ingin memaafkan Rian meski pun pria itu memohon diberi kesempatan sekali lagi.


Bagaimana bisa Indri memberinya kesempatan sedangkan Rian datang ditemani Ratna di persidangan sebelumnya. Ratna yang terus mengekori Ricki membuat Indri kesal. Apalagi Indri tak melihat upaya Rian untuk menjauhkan Ratna darinya.


Indri tiba di kantor seperti biasa. Indri memang berencana pergi ke pengadilan saat istirahat siang nanti karena pengacaranya memberitahu jika jadwal persidangannya jatuh pada pukul dua siang nanti. Indri merasa masih bisa menyelesaikan pekerjaannya sambil menunggu waktu istirahat.


Saat Indri berjalan di parkiran, sebuah suara menyapanya. Indri pun menoleh dan terkejut melihat Ratna ada di sana.

__ADS_1


"Kamu, mau apa di sini ?" tanya Indri.


"Aku cuma mau bilang, percepat perceraian Kalian. Aku hamil ...," sahut Ratna sambil mengusap perutnya dengan bangga.


Indri terkejut bukan kepalang. Ia memang tahu suaminya selingkuh. Tapi Indri tak pernah menyangka jika Rian melangkah terlalu jauh bahkan berzina dengan Ratna hingga wanita itu hamil.


Dari kejauhan terlihat Aprilia yang juga baru tiba di perusahaan. Aprilia terus mengawasi Indri dan Ratna. Meski bukan urusannya, tapi Aprilia merasa ada sesuatu yang tak lazim dengan sikap Indri dan Ratna. Karena penasaran Aprilia pun mendekat.


"Kamu di sini juga Ratna !" sapa Aprilia lantang sambil mendekati Indri dan Ratna.


Ratna menoleh dan terkejut melihat Aprilia. Entah mengapa Ratna merasa tak nyaman. Nampaknya sesuatu dalam diri Ratna bergolak saat melihat Aprilia.


"Kamu kenal sama dia juga April ?" tanya Indri.


"Iya Bu, pernah kenal lebih tepatnya. Apa Bu Indri juga kenal sama Ratna ?" tanya Aprilia.


"Sama seperti Kamu. Saya ga sengaja kenal aja sama dia," sahut Indri sambil tersenyum kecut.


Ucapan Indri dan Aprilia membuat Ratna kesal. Karena merasa tak nyaman, Ratna pun bergegas pergi meninggalkan Indri dan Aprilia begitu saja.


Tanpa diminta Aprilia pun menjelaskan hubungannya dengan Ratna. Entah mengapa mendengar pengakuan Aprilia yang pernah menjerat tunangan Ratna membuat Indri kesal sekaligus iba. Indri kesal karena selain Aprilia tega merebut tunangan Ratna, Aprilia juga bodoh karena mau menikahi Ricki tanpa mencari informasi tentang status Ricki lebih dulu. Tapi setelahnya Indri merasa iba karena Aprilia telah menjadi janda di usia yang sangat muda. Apalagi Aprilia juga mengatakan sempat terpuruk dengan kepergian Ricki.


Indri terus memikirkan hubungan kejadian yang menimpa Ratna dan dirinya. Dan saking seriusnya berpikir, Indri tak sadar jika menekan tombol yang salah dan naik ke lantai dimana Adam berkantor.


Saat keluar dari lift Indri baru tersadar bahwa ia turun di tempat yang salah. Namun saat tak sengaja melihat Adam melangkah ke ruangannya, Indri pun bergegas mengejar.


"Mas Adam ...!" panggil Indri.


Adam menoleh dan tersenyum melihat Indri datang sepagi itu menemuinya. Adam tahu ada sesuatu yang ingin Indri bicarakan dengannya. Adam pun langsung membuka pintu ruangannya dan mempersilakan Indri untuk masuk.


"Ada apa Dri ?" tanya Adam.


"Siang ini Saya ijin keluar sebentar ya Mas. Saya mau ke pengadilan," sahut Indri.


"Jadi Kamu serius mau cerai sama Rian ?" tanya Adam.


"Iya Mas. Ga ada yang bisa diperbaiki apalagi selingkuhannya Mas Rian juga lagi hamil sekarang," sahut Indri sambil tersenyum getir.

__ADS_1


Jawaban Indri membuat Adam terkejut. Ia memang belum sempat menghubungi Rian untuk menanyakan apa yang terjadi. Namun mendengar ucapan Indri membuat Adam sadar jika ia tak bisa ikut campur. Apalagi Rian sudah melakukan kesalahan fatal yang melanggar komitmen pernikahan.


"Tapi ada sedikit yang mengganjal Mas ...," kata Indri.


"Soal apa ?" tanya Adam.


"Ternyata Aprilia kenal sama selingkuhannya Mas Rian. Dan Aprilia adalah orang ketiga dalam hubungan Ratna dengan tunangannya dulu," sahut Indri.


Kemudian Indri menceritakan hubungan Aprilia dengan Ratna. Indri juga mengungkapkan perasaannya usai mengetahui masa lalu Aprilia. Meski terkejut tapi Adam berusaha tenang.


"Apa Saya boleh ikut ke sidang perceraian Kamu sama Rian nanti Dri ?" tanya Adam kemudian.


"Untuk apa ?. Saya ga akan berubah pikiran Mas. Saya tetap akan bercerai sama Mas Rian," kata Indri tegas karena khawatir Adam akan membujuknya agar tak bercerai dengan Rian.


"Saya tau. Saya cuma mau melihat langsung ekspresi Rian saat ketemu Kamu. Dan Saya juga penasaran sama Ratna. Bukannya Kamu bilang Ratna hamil ?" tanya Adam.


"Dia yang ngaku begitu tadi," sahut Indri kesal.


"Nah itu dia. Apa Rian tau soal kehamilannya atau ...," ucapan Adam terputus karena Indri memotong cepat.


"Ok. Mas Adam boleh ikut tapi Saya jalan duluan ya. Ada sesuatu yang harus Saya bahas sama pengacara Saya nanti," kata Indri.


Adam pun mengangguk sambil tersenyum.


Dan siang itu Adam pun pergi bersama Dinar untuk menemani Indri di pengadilan.


"Kasian banget si Indri. Saya ga nyangka pernikahannya yang dilandasi cinta bisa karam juga akhirnya," kata Dinar sedih.


Adam hanya membisu sambil terus mengamati Rian yang datang bersama Ratna. Dari tempat duduknya Adam bisa melihat cinta Rian untuk Indri masih ada, bahkan sangat besar. Tapi sesuatu menghalanginya hingga Rian tak menyadari perasaannya sendiri. Tatapan Adam bergeser kearah Ratna. Adam tahu jika Ratna menyimpan sesuatu di dalam dirinya dan itu membuat Adam menggelengkan kepala.


"Kenapa geleng-geleng gitu Mas. Ada yang aneh ya ?" tanya Dinar.


"Kamu percaya ga kalo wanita yang di samping Rian itu lagi hamil ?" tanya Adam.


Dinar pun menoleh kearah Ratna dan mengamatinya sebentar. Sebagai ibu dari dua orang anak, Dinar pasti tahu kondisi wanita yang sedang hamil.


"Saya emang ngeliat ciri orang hamil di wanita itu. Tapi kenapa Saya ga yakin kalo dia hamil ya Mas ...," kata Dinar sambil mengerutkan keningnya.

__ADS_1


Ucapan Dinar tentu saja membuat Adam tersenyum. Pria itu yakin jika Ratna juga menyembunyikan sesuatu. Saat Dinar ingin bertanya, Adam menyilangkan jari telunjuk di depan bibirnya pertanda mereka tak bisa membahasnya di sana.


\=\=\=\=\=


__ADS_2