Menggantikan Sang Antagonis

Menggantikan Sang Antagonis
01 Cinta bertepuk sebelah tangan


__ADS_3

***


di sebuah koridor di universitas ternama di kota X , terdapat seorang gadis tengah berjalan menuju pintu depan universitas dengan membawa beberapa buku di tangannya tak lupa juga sebuah kaca mata cantik yang bertengger manis menghiasi wajahnya .


dia adalah Ariana Merry sang dosen cantik , galak dan dingin tapi juga baik . dia tengah berjalan menuju pintu depan universitas dan bersiap untuk pulang menuju rumah kecilnya di tengah kota X ini menggunakan sebuah mobil berwarna merah kesayangannya .


setelah berjalan dari koridor menuju parkiran mobil , dia segera berjalan menuju mobil merah kesayangannya itu dan memasukinya , lalu menjalankan mobilnya meninggalkan parkiran dengan kecepatan rata-rata membelah jalan raya menuju sebuah rumah kecil di tengah-tengah perkotaan kota X .


setelah 25 menit berkendara menuju rumah , dia telah sampai dan terlihatlah sebuah rumah kecil yang indah



dia segera memarkirkan mobilnya di garasi dan mengambil buku-buku yang ia bawa ke dalam rumah dan segera masuk dan meletakkan nya di meja ruang tamu , lalu ia duduk di sofa dan memainkan ponsel yang berlabel Apel di gigit lalu membuka halaman Instagram nya dan ingin memposting sebuah foto yang beberapa hari lalu ia ambil saat berlibur .


walaupun dia seorang dosen , tapi ia cukup terkenal di medsos karena kecantikannya bahkan sudah lebih dari 10jt subscribe dan followers nya di Instagram . baru saja memposting foto nya itu , tapi sudah banyak yang komen dan like .


"bibik" panggil Ariana kepada ART yang bekerja di rumahnya , bukan berarti dia malas mengerjakan pekerjaan rumah , tapi dia memiliki kesibukan menjadi dosen dan karena kesibukannya itu tidak sempat melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah , tapi jangan Meremehkannya dalam urusan rumah tangga , dia juga bisa melakukannya .


"iya non" jawab sang bibi dari arah dapur , sepertinya dia sedang memasak , karena di panggil oleh majikannya , dia segera berjalan ke arah majikannya .


"buatin makan siang hari ini ya bik" ucap Ariana sambil melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul 13:45 waktunya makan siang , dia belum makan siang saat berada di kampus .


"hampir jadi non , sebentar lagi Mateng tadi saya masak rica-rica sama Ayam saus keju" ucap bik Siti menyebutkan lauk yang ia masak .


"oh ya udah , lanjutin masaknya bik , nanti gosong lho" ingat Ariana pada bik Siti yang meninggalkan masakannya di dapur .


"eh ... iya non bibik lupa , kalo gitu bibik tinggal ya" pamit bik Siti , dan kembali menuju dapur dan melanjutkan masakannya yang sempat ia tinggal dan hampir gosong .


"aduh .... untung non Ana ingetin , kalo nggak bisa gosong nih rica-rica" ucap bik Siti gelagapan karena rica-rica yang ia masak hampir gosong .


Ariana yang melihat tingkah bibik nya itu hanya bisa tersenyum , ingatlah walaupun Ana memiliki sifat yang dingin , tapi hatinya tak sedingin itu ia hanya peduli pada orang yang pantas di pedulikan .


sambil menunggu masakan bik Siti , Ana membuka buku yang ia letakkan di meja tadi , dan mempelajari materi yang akan di bawakan nya besok saat mengajar .


"non , makanannya udah siap , ayo non makan dulu" ucap bik Siti dari arah meja makan dan berjalan ke arah Ana agar nona nya itu segera makan sebelum makanannya dingin .


"ok bik" ucap Ana , lalu berjalan bersama bik Siti menuju ruang makan setelah itu duduk dan mengambil nasi dan lauk yang ia letakkan di atas sebuah piring .


"bik" panggil Ana


"iya non" saut bik Siti yang merasa di panggil oleh sang majikan


"apakah bibik udah makan ?" tanya Ana


"hehehe .... belum non , nunggu non makan dulu , abis non makan baru bibik makan" jawab bik Siti , dia menghargai Ana sang majikan nya itu , karena sudah terlalu baik bahkan dulu pernah membantu bik Siti di saat dia terpuruk sekalipun .


"ih ... jangan gitu dong bik , sini duduk , kita makan bareng" ucap Ana , sambil menggeser sebuah kursi di sampingnya dan menyuruh bik Siti untuk duduk dan makan berdua .

__ADS_1


"tapi non.." sebelum melanjutkan bicaranya , Ana langsung menarik bik Siti ke kursi dan mendudukkan nya


"udah bik , diem temenin saya makan" ucap Ana , lalu mengambilkan piring yang di atasnya sudah ia ambilkan nasi serta lauk yang di masak kan bik Siti .


"ayo makan bareng bik" lanjutnya lalu memasukkan sesuap nasi serta lauknya ke dalam mulut dan mengunyahnya .


makan siang hari ini di lalui dengan gelak tawa dari Ana dan bik Siti . mereka makan sambil bercerita dan itu menimbulkan beberapa kata yang membuat gelak tawa .


setelah makan siang , Ana mengambil buku yang ada di meja ruang tamu , sedangkan bik Siti , dia membereskan peralatan yang digunakan tadi saat makan siang .


Ana berjalan menuju kamarnya dan segera mandi membersihkan tubuhnya setelah mandi dan mengganti pakaiannya , dia mengambil laptop nya yang berada di meja belajar , setelah itu duduk di atas kasur dan memangku laptop nya .


dia membuka dan menyalakan laptopnya , tangannya mengetik di atas keyboard membuka sebuah aplikasi . dia bingung harus menulis apa , seolah imajinasinya hilang dan sangat sulit memikirkan kembali .


ternyata Ana adalah seorang penulis novel , OMG kreatif sekali , dia telah banyak membuat cerita dan sangat laris di baca oleh para penggemarnya bahkan sudah ada novelnya yang di terbitkan menjadi sebuah buku . walaupun uang yang di dapat tidak banyak , tapi ia sangat suka jika karyanya bisa di nikmati oleh banyak orang .


kali ini , dia bingung mau membuat sebuah eps di salah satu novelnya yang baru-baru ini ia tulis , dan sudah banyak saja peminat yang membaca karya barunya itu .


dan karena imajinasinya tengah hilang , ia jadi bingung dan tidak jadi menulis eps novelnya


"ih... gimana sih , ni otak gk bisa di ajak kompromi banget padahal tadi kan udah kepikiran buat nulis lanjutannya , kok malah ilang sih jadi gk bisa update dong kalo gini . huft ya udah deh , gak jadi" itulah apa yang terjadi kalau Ana kehilangan inspirasi saat akan menulis novel .


Ana beranjak dari kasur tempat ia duduk , dan keluar menuju dapur


"cari apa non" tanya bik Siti dari arah belakang Ana


"ya maaf non , bibik gk sengaja hihihi " cengir bik Siti


"hm iy gpp" setelah itu , Ana membuka kulkas dan mengambil minuman dingin dan sebuah snac keripik lalu membawanya ke ruang tamu depan tv .


Ana mengambil remot tv dan menekan tombol merah untuk menyalakan tv nya lalu mengubah Chanel tv untuk mencari berita . setelah itu menonton sambil memakan keripik .


lalalallalalalal


suara dering ponsel Ana , dia mengangkat ponselnya dan melihat nama sang penelepon ternyata Doni sahabatnya ia pun segara menekan tombol hijau , sekarang sudah terhubung dengan sang penelepon . terdengar dari sebrang sebuah suara dan itu terhubung melewati ponsel Ana .


"apa kabar ana" sapa Doni dari sebrang telpon


"baik kok Don , kamu gimana baik kan" tanya balik Ana , hanya sekedar berbasai basi dengan Doni


"aku juga baik kok , gimana kalo kita ketemuan aja" ajak Doni


"boleh sih , tapi emang kamu gk sibuk ya Don" tangan Ana mulai mengambil keripik dan memasukkan nya ke dalam mulut hingga kunyahan nya terdengar lewat telepon .


"ih kamu ini malah makan _-" terdengar dari sebrang Doni protes


"yah kan emang di sini ada cemilan ya aku makan lah"

__ADS_1


"yaudah lah , mending kita ketemuan aja di restoran XX " Doni memutuskan untuk mengajak Ana ketemuan di restoran .


"ya udah jam 3 nanti aku kesana" akhirnya panggilan telpon itu telah terputus dan Ana segera bersiap-siap untuk pergi , karena jam sudah menunjukkan pukul setengah 3


"bik Siti , tolong ini di beresin ya" ucap Ana , lalu langsung pergi menuju kamar untuk bersiap-siap


"iya non" sahut bik Siti dan segera membereskan ruang tamu itu .


skip


kini di restoran XX terdapat seorang pria tengah menunggu seseorang dengan ditemani oleh bunga mawar merah yang terlihat indah .


dan kini seseorang yang telah di tunggu-tunggu telah datang dan duduk di depan mata tanpa menunggu lama lagi , Doni berdiri dan berlutut membuka sebuah kotak kecil yang terdapat cincin cantik yang terbuat dari emas dan terdapat juga permata merah yang membuat cincin itu tampak spesial .


"Ariana Merry , apakah kau bersedia menikah denganku , menjadi pasangan sehidup semati ku , dan menjadi ibu dari anak-anakku kelak" oh astaga , ternyata Doni sedang melamar Ana , lalu apa jawaban Ana


Ana yang di lamar oleh Doni menutup mulutnya menggunakan tangan ia bingung harus mengatakan apa , karena ia tidak memiliki sebuah rasa terhadap Doni


ya ampun PARAH-PARAH ternyata cinta yang bertepuk sebelah tangan ಥ‿ಥ


lalu Ana menutup mata dan menguatkan hatinya , ia memilih jujur kepada Doni


"maafkan aku Don , aku tidak mencintaimu" itu jawaban dari Ana , dia menunduk tidak berani melihat kearah Doni


Doni mengerti perasaan Ana , dan dia memeluk Ana sambil berucap "tidak apa-apa ana , aku akan menerima apa adanya jawabanmu" ucap Doni , lalu mencium kepala Ana


"makasih Doni , telah mengerti perasaan ku" ucap Ana , dia tidak menolak kecupan yang di berikan Doni di kepalanya .


pengunjung restoran yang melihat adegan ini banyak yang terharu karena sifat Doni yang rela menerima kenyataan dan cukup tau diri dan tidak meminta lebih .


"sudah lah Ana , aku tidak apa-apa kamu jangan sedih begini kita pindah tempat aja " hibur Doni , dia cukup menerima dengan lapang dada dengan apa yang telah di putuskan oleh Ana .


"hm , yasudah kita ke taman depan saja" sahut Ana lalu beranjak dari duduknya menggandeng tangan Doni keluar dari restoran itu dan berjalan menuju taman depan restoran .


saat tengah menyebrang , karena Doni tidak melihat arah samping sedang ada mobil melaju dengan cepat Ana yang sadar segera mendorong Doni keluar dari jalur jalan raya , dan akhirnya Ana lah yang tertabrak oleh mobil .


BRAAKK


"ANAAAA"


DAN GELAP


****


NEXT CHAPTER , JANGAN LUPA BUAT SUPPORT AUTHOR DENGAN CARA LIKE , KOMEN , VOTE RATE


BYE BYE 👋🏻

__ADS_1


__ADS_2