
****
"hapus lah Bell" ucap Amel sambil memanyunkan bibirnya .
"iya iya , ni aku hapus" ucap Bella yang makin ketawa melihat Amel lalu mengambil handphonenya dan segera menghapus story' WA nya .
****
"Woy pak Bambang lewat" teriak salah satu murid , dan kelas langsung sepi tak ada yang berani berbicara , mereka duduk di tempat masing-masing dan diam di tempat .
kemudian lewatlah pak Bambang melewati pintu masuk kelas dan melirik anak-anak yang diam di tempat duduknya masing-masing lalu kembali berjalan melewati kelas itu .
para murid bernafas lega , kemudian salah satu murid yang bangkunya berdekatan dengan pintu melihat keluar , dan dia melihat kalau pak Bambang sudah berjalan jauh dari depan kelas nya lalu dia menoleh ke semua murid yang menatapnya seolah menuntut jawaban .
"Aman" ucapnya
mereka yang mendengar itu bernafas lega , kemudian mengulang kembali aksi mereka ricuh di kelas .
(pak Bambang adalah seorang guru yang galak , hampir murid satu sekolah takut padanya . biasanya kalau jadwal mengajar pak Bambang ada murid yang ricuh di kelas , maka saru kelas akan terkena hukumannya . memang cukup tak adil bagi mereka yang tak membuat masalah)
"wih , untung aja pak Bambang cuman lewat" ucap Nadia yang kembali membuat dua sahabat nya menoleh ke arahnya .
"iya ih , bikin orang degdegan aja" ucap Amel yang menegang dada sebelah kirinya , dia bisa merasakan kalau debar jantungnya bisa di rasakan hanya dengan menyentuh dadanya saja .
"wih keren ya , atau jangan-jangan kamu suka lagi sama pak Bambang" ucap Bella sambil tertawa , lalu di susul oleh Nadia yang tertawa mendengar ucapannya .
"iya kali hahaha , Amel suka sama pak Bambang" ucap Nadia yang malah tertawa terbahak-bahak .
"kalian apa apaan si , maksudku tu bukan gitu" ucap Amel mengelak dari tuduhan dua sahabatnya itu .
"halah , ngaku aja . pak Bambang ganteng lho'" ucap Bella yang masih tertawa
"idih , amit-amit" ucap Amel sambil mengelus dadanya , seolah dia orang yang sabar .
setelah itu , seorang guru memasuki ruang kelas mereka . para murid kembali ke bangku mereka masing-masing dan memulai pembelajaran .
*krinng
krinng
krinng*
bunyi bel menandakan kalau sudah waktunya jam istirahat untuk para murid merilekskan otak dan pikiran mereka yang tadinya sibuk dengan belajar kini berhamburan menuju kantin walau ada juga dari para murid yang memilih menambah pengetahuan mereka di perpustakaan .
__ADS_1
sedangkan di kelas kini Bella , Amel , dan Nadia masih berada di dalam kelas ada juga beberapa murid yang ada di situ tengah mengobrol atau menggosip .
"Bell , kamu gak ke kantin?" Tanya Nadia , kini mereka tengah berkumpul di meja Bella dan duduk di kursi yang berdekatan .
"gak ah , di kantin pasti rame , sumpek banget" Ucap Bella , dia kini memilih memainkan handphone nya .
"gimana kalo kita ganggu si......" ucapan Amell terpotong oleh Nadia yang menyela ucapannya .
"boleh juga tu hihihi" ucap Nadia yang menyela perkataan Amel .
"ngikut aja lah" Putus Bella . dan kini mereka beranjak dari duduk mereka dan berjalan keluar kelas menuju kelas si.... yang akan di ganggu .
setelah sampai , mereka bertiga langsung masuk ke dalam kelas dan Amel yang memang seorang yang bar-bar menggebrak meja .
BRAAK
mereka yang ada di dalam kelas terlonjak kaget dan melihat sang pelaku yang menggebrak meja .
kini para murid itu melihat si Amel yang tadi menggebrak meja , si Nadia yang duduk di salah satu meja , dan Bella yang berdiri melihat aksi temannya sambil melipat tangannya di dada , seperti seorang bos yang memerintah anak buahnya .
"mana si Sindi" tanya Amel dengan nada yang terkesan membentak , dan mereka yang ada di dalam kelas menunjuk ke arah bangku pojok dekat jendela secara bersamaan . kompak banget ya .
kini mata Bella menangkap sosok seorang gadis cantik yang mengenakan seragam sekolah seperti dirinya , tengah duduk di pojokan dengan wajah yang panik dan ketakutan . tapi dia bisa melihat kalau ada jejak kepalsuan dalam ekspresi nya itu . kini dia mulai mengerti kenapa Bella sebelumnya sangat suka sekali membully Sindi , menurutnya dia adalah seorang aktris yang sangat pandai menyembunyikan wajah .
para murid di situ , ada yang meninggalkan ruangan dan ada juga yang ingin melihat pertunjukan seru yang menurut mereka tak boleh terlewatkan .
kini Bella berhenti di hadapan Sindi yang memasang wajah panik dan takut , dia mencengkram dagu Sindi dengan tangan kanannya .
"aktris yang hebat , mungkin kamu akan mendapatkan piala Oskar dariku" ucap Bella , dia masih mencengkram dagu Sindi .
Sindi yang di perlakukan begitu oleh Bella mencoba memberontak dan melepaskan cengkraman di dagunya , tapi sayangnya Bella mempererat cengkramannya yang membuat dagu nya memerah akibat kuku Bella yang panjang .
"ap..apa yang kau lakukan , lep..lepaskan" ucap Sindi tergagap , dia memegang tangan Bella dan mencoba melepaskan lagi cengkraman yang bertambah kuat di dagunya.
"kau memerintah ku ?" tanya Bella , suaranya terdengar dingin dan matanya yang tak lepas dari mengamati setiap ekspresi , dan gerak yang di keluarkan oleh Sindi .
"apa salahku sehingga kamu memperlakukanku seperti ini ?"tanya Sindi , kini setitik air mata hampir jatuh dari pelupuk matanya .
"emm" Bella melepas cengkraman nya di dagu Sindi dan membuat pose seolah orang sedang berfikir "karena aku suka" jawab Bella dengan senyum , tapi senyuman yang keluar dari bibirnya itu mengerikan , yang membuat beberapa murid yang menonton merinding .
sedangkan Amel dan Nadia , mereka berdua menonton aksi Bella dengan posisi duduk di meja dan kaki mereka menginjak kursi . (seperti anak berandalan :v *author)
"sudahlah , berperang dengan Ratu Drama sangat merepotkan" Bella menghela nafas dan melangkah menjauhi tempat ia berpijak tadi , Amel dan Nadia hanya mengikuti Bella dari belakang . Bella berbalik "sungguh menguras tenaga" dia tersenyum dan kembali melangkah keluar dari kelas itu di ikuti Amel dan Nadia .
__ADS_1
di dalam kelas itu , Sindi menatap kepergian Bella dengan wajah yang suram , tapi sedetik kemudian di gantikan dengan wajah yang sayu dan dia menghapus air matanya , memang Ratu Drama , seolah dialah orang yang lemah dan rapuh .
kembali lagi ke posisi Bella
setelah mereka keluar dari kelas itu , mereka berjalan menuju kantin dan duduk di bangku kosong dekat dengan jendela .
"Mel , pesenin Mie Ayam sama Es Teh manis" ucap Bella sambil mengeluarkan uang dari saku nya .
"aku samain sama Bella" ucap Nadia , dia juga mengeluarkan uang sakunya dan memberikannya pada Amel .
"ini uang nya masih sisa" Amel menghitung uang yang di berikan Bella dan Nadia , ternyata masih sisa banyak .
"ya udah , beliin cemilan ringan aja" ucap Nadia
"ok bos ku" Amel segera memesan pesanan nya tadi dan memilih cemilan ringan dari sisa uang tadi.
sembari menunggu Amel memesan makanan dan membeli cemilan , Bella dan Nadia memainkan handphone masing-masing .
"eh Bella , ikut belajar Karate yuk" ajak Nadia , dia meletakkan handphone bye di meja .
"buat apa ?" tanya Bella , dia menatap Nadia sekilas , dan kembali menatap layar ponsel nya .
"ya buat menjaga sama membela diri lah Bella" ucap Nadia dengan malas , malas menanggapi sikap Bella yang bodo amat .
"oke lah" ucap Bella singkat .
"serius" tanya Nadia semangat
"duarius" ucap Bella lagi , ia berpikir dengan kalau dia belajar Karate , dia bisa menjaga dirinya sendiri .
"lagi bahas apaan si" tanya Amel yang membawa kantong plastik yang berisikan cemilan , sedangkan di sampingnya ada Abang Mie Ayam yang membawa pesanan mereka . lalu Abang itu meletakkan pesanan pelanggannya ke meja .
"ini neng pesanannya" laku dia kembali ke kios nya setelah meletakkan pesanan itu .
"aku tadi ngajak Bella buat belajar Karate , kamu juga ikut nggak ?" tanya Nadia ke Amel .
"ikut lah" ucap Amel , dia sekarang sudah duduk di kursi panjang berhadapan dengan Bella .
*****
Bersambung ✌🏻 😂
maaf ya jarang update 😕 maaf juga kalo ceritanya Author kurang menarik , soal nya lagi belajar 😆
__ADS_1
JANGAN LUPA BUAT DUKUNG DAN SUPPORT AUTHOR
bye bye 👋🏻 ♥️