
***
saat Bella meletakkan tasnya , terlihat Bangku yang biasanya di isi oleh sahabatnya belum nampak orangnya , jadi dia menunggu sahabatnya dan Mabar dengan Destia yang juga memakai seragam olahraga .
***
tak berselang lama Bella memainkan geme datanglah dua sahabatnya yang memasuki ruang kelas dengan mengenakan seragam olahraga. Amell dan Nadia meletakkan tas yang mereka bawa ke tempat biasa yang mereka duduki.
"Bella" sapa Amell yang melihat Bella memainkan game dengan partner bermainnya yaitu : Destia
"hm..apa?" tanya Bella , tapi matanya masih tetap fokus dengan layar ponsel yang dia pegang.
"punya Sandwich kayak kemarin nggak? hihihi" ucap Amell berterus terang .
"ada di tas" jawab Bella singkat lalu melanjutkan game nya .
kring
kring
kring
bel tanda masuk berbunyi , dan itu tandanya pembelajaran siap di mulai .
kini waktunya murid kelas XE' melakukan jadwal olahraga dan mereka menuju lapangan untuk memulai pembelajaran. dimulai dari pemanasan , lari mengitari lapangan dan beberapa permainan seperti Badminton , voli , sepak bola dll.
kini waktu istirahat berlangsung , setelah pelajaran olahraga tadi , Bella dan teman sekelasnya mengganti baju olahraga menjadi seragam sekolah .
Bella , Amell dan Nadia tengah menikmati pesanan mereka di kantin dengan tenang , sampai pada saatnya seisi kantin di hebohkan oleh tiga orang pria tampan yang berjalan memasuki kantin .
"berisik" gumam Bella pelan tapi masih bisa di dengar oleh Amell dan Nadia
"kurasa mereka tak pernah melihat pria tampan hingga se histeris ini"ucap Bella dengan pelan sambil mengaduk-aduk mie dengan sumpit .
"mereka hanya membanggakan fisik yang dimiliki , melihat tiga pria tampan itu malah semakin membuat imajinasi dan hayalan mereka meningkat" ucap Nadia pelan yang juga mulai risih melihat kegaduhan di kantin
__ADS_1
"apanya yang harus di banggakan ?! , orang seperti mereka itu harus sadar akan fakta tentang diri mereka sendiri dan lebih menghargai orang lain"ucap Amell menimpali . mereka bertiga telah menjadi haters untuk orang-orang alay , lebay bin ngeselin seperti mereka yang histeris melihat tiga orang pria tampan itu.
"sudahlah hiraukan saja mereka" ucap Bella tenang , walau masih merasa terganggu oleh ke histeris an para murid pekok dan melanjutkan makannya .
**
kini saatnya waktu pulang sekolah
Seperti biasa , Bella Amell dan Nadia berjalan berdampingan menuju gerbang sekolah sambil menenteng tas mereka masing-masing dan tak lupa candaan yang sering dibuat oleh Amell dan Nadia sampai pada saatnya Bella pulang dengan jemputan nya.
dalam perjalanan , Bella melihat-lihat pemandangan kota X melalui jendela , sampai dia menyuruh pak Bambang kalem menggantikan mobilnya di pinggir jalan . Bella terus memperhatikan apa yang ia lihat saat ini . sampai kesabarannya mulai habis dan turun dari mobil dengan tangan terkepal kuat lalu melangkahkan kakinya menuju segerombolan orang yang tengah membulliy seorang gadis di pinggir jalanan.
*Plak
Plak
Buagh
Buagh
Bughh
Ahhh*
Bella menghajar mereka satu persatu dengan amarah yang memuncak dia menampar , meninju , bahkan mematahkan salah satu tulang dari mereka yang membully gadis itu , dia juga menjambak rambut dua orang gadis yang sedang membully
"BERANINYA KALIAN MENGGANGGU KAKAKKU" bentak Bella dengan amarah nya yang belum reda karena melihat Sisca sepupunya tengah di Bully dan di lecehkan oleh tiga orang laki-laki dan dua orang perempuan , dan beraninya lagi , mereka melakukannya di depan umum seperti ini , Bella yang merupakan pemegang sabuk Merah Taekwondo saat menjadi Ana dulu langsung menghajar ke-lima orang itu dengan tangan kosong , yah jangan remehkan dia ya , walaupun dia dulunya hanya seorang dosen tapi prestasinya dulu juga banyak.
"akhhh sakit" ucap seorang gadis yang kini rambutnya di Jambak oleh Bella dia merintih kesakitan . sedangkan Bella masih dengan amarahnya ketika melihat keadaan sepupunya yang sudah di anggap kakak olehnya tengah menangis sambil memeluk lututnya .
"SIAPA YANG MENYURUH KALIAN MELAKUKAN INI" gertak Bella
"ka...kami han..ya di..suruh" jelas seorang pria dengan suara terbata-bata akibat takut pada Bella yang mematahkan tangannya dengan sebuah tendangan , sehingga dia susah untuk berjalan . sedangkan dua pria lainnya sudah lari terbirit-birit dengan keadaan yang juga mengenaskan , sedangkan gadis satunya lagi kini tengah pingsan .
"iy...iya iya , it..u be...nnar" ucap gadis yang rambutnya masih di Jambak oleh Bella membenarkan ucapan pria tadi .
__ADS_1
"SIAPA YANG MENYURUH KALIAN" bentak Bella lagi dan langsung mendapatkan jawaban dari apa yang di pertanyakan .
"John Adlews dan Sindi Mekanika , ya , merekalah yang menyuruh kami , tolong lepaskan kami" jawab gadis yang di Jambak Bella dengan cepat , dan akhirnya rambutnya di lepaskan juga oleh Bella , rambutnya kini rontok karena tarikan kuat dari Bella .
"PERGI , jika sampai aku melihat wajah kalian lagi , maka habis sudah hidup kalian" ucap Bella mengancam dan kini beralih memapah kakak sepupunya menuju mobil jemputan nya tadi dan meninggalkan mereka bertiga yang tak berdaya itu . sedangkan para warga yang merasa iba , segera menolong mereka dan membawanya ke rumah sakit . mereka tak bisa menyalahkan Bella , karena di sinilah mereka bertiga yang salah , jadi para warga yang melihat memilih diam .
kini di dalam mobil yang tengah melaju , Bella sampai kewalahan menghadapi sepupunya yang cengeng , sejak tadi dia tidak henti-hentinya menangis , jika Bella bertanya , maka tangisannya semakin kencang dan makin susah ditenangkan .
Seperti ini
"Kak , apa yang tadi terjadi" tanya Bella dengan suara yang di lembutkan , namun tak bisa membuat si Sisca yang cengeng itu berhenti menangis dan menjawab pertanyaannya , malahan tangisannya makin kencang .
Huaaaa.Hiks hiks huaaaaa 😭
"apa? apa? tadi aku salah bertanya ya!" bingung Bella dengan tanggapan dari sepupunya yang tangisannya makin kencang .
kini sudah Sepuluh menit Bella bertanya , tapi juga tak mendapatkan respon juga dari Sisca , sampai pada akhirnya dia membiarkan saja sepupunya menangis di sampingnya dan memakai earphone di telingannya agar tak terganggu dengan tangisan Sisca .
"dasar cengeng" ucap Bella kesal
Huaaaaa 😭 haaaaaaa hiks
Sisca yang mendengar ejekan sepupunya malah mengencangkan tangisannya , sampai membuat pak Bambang kalem yang menyetir mobil geleng-geleng kepala , dia juga frustasi karena terganggu oleh tangisan Sisca dan memilih tuli untuk masalah ini .
kini sampai juga mereka di rumah sepupunya ini tinggal bersama paman dan bibinya , Bella menyeret Sisca yang masih menangis kencang di mobil menuju rumah karena dia sudah sangat kesal , lama-lama dia bersama Sisca yang cengeng ini bisa budek nanti telinganya .
"UNCLE , AUNTY SISCA NANGIS GAK MAU DIAM , DATANG DAN JEMPUTLAH DIA" teriak Bella sekencang-kencangnya yang tangannya masih memegang Sisca yang menangis tambah kencang , bahkan Sisca sudah glangsuran di lantai , tapi tangannya masih di cekal Bella .
ceklek
Pintu rumah itu terbuka , dan nampaklah orang tua Sisca dan langsung membawa Sisca masuk ke dalam rumah , tak lupa juga menyampaikan maaf dan terimakasih pada Bella .
Bella hanya meng iyakan ucapan Uncle dan Aunty nya itu , dan melepas earphone yang masih melekat pada telinganya dan melmilih segera pulang ke rumahnya . untuk urusan soal Sisca. dia menyerahkan saja pada sang ahli .
****
__ADS_1
Bersambung
sambai sini dulu ya bye bye 😘