
****
BRAAKK
ANAAAA
DAN GELAP
****
karena terjadi benturan yang sangat keras Ana sempat merasakan sakit yang luar biasa badan nya serasa terkoyak habis dan tidak bisa menggerakkan badan nya .
dan gelap dimana-mana tak ada secercah cahaya tapi sebelum dia menikmati tidur panjang dan tak akan pernah bangun lagi , Ana sempat membuka matanya dan melihat Doni yang sedang panik dan hampir menangis .
Ana pov
saat baru saja sampai di restoran yang sudah aku janjikan bersama Doni , aku mulai masuk dan mencari posisi Doni dan aku melihatnya yang telah duduk membelakangi ku . segeralah aku berjalan menghampiri dan duduk di kursi berhadapan dengan Doni .
saat aku baru saja duduk , aku melihat sebuah buket bunga mawar di atas meja dan Doni bangkit dari duduknya lalu berdiri dan berlutut membuka sebuah kotak kecil yang terdapat cincin cantik yang terbuat dari emas dan terdapat juga permata merah yang membuat cincin itu tampak spesial .
"Ariana Merry , apakah kau bersedia menikah denganku , menjadi pasangan sehidup semati ku , dan menjadi ibu dari anak-anakku kelak" ternyata dia melamarku
aku yang di lamar oleh Doni menutup mulutku menggunakan tangan aku bingung harus mengatakan apa , karena aku tidak memiliki sebuah rasa terhadap Doni .
aku mengatakan dengan jujur tentang perasaanku padanya bahwa aku sama sekali tidak mencintai nya jujur aku hanya menganggapnya sebagai sahabat tidaklah lebih . dan Doni menerima keputusan ku tanpa mengharap lebih dan aku sangat senang dengan sikap Doni padaku .
setelah acara lamaran yang gagal karena cinta yang bertepuk sebelah tangan , Doni mengajak ku untuk jalan-jalan di depan taman yang berada di sebrang depan restoran dan aku dengan senang menerima tawaran tersebut .
saat tengah menyebrang Doni yang tidak melihat dari arah samping ada sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi mengarah padanya dan dia tak menyadari itu , aku langsung bertindak dengan mendorong tubuh Doni sehingga jatuh dan alhasil aku lah yang mengalami tabrakan tersebut .
BRAAKK
ANAAAA
__ADS_1
sayup-sayup aku mendengar teriakan Doni yang memanggil namaku . aku meringis merasakan rasa sakit seperti terkoyak habis oleh gigitan binatang buas .
DAN GELAP
aku sempat membuka mataku yang menampakkan pemandangan buram , aku melihat Doni yang hampir menangis dia memangku kepalaku di pahanya aku mengulurkan tanganku dan membelai wajahnya yang tampan aku mengusap setitik air mata yang hampir jatuh dari matanya .
aku menggeleng pelan
"jangan menangis" ucapku pelan sambil tersenyum
"Ana , tolong jangan tinggalkan aku , aku tak akan bisa hidup tenang tanpa melihat kau bahagia dengan pasangan hidupmu kelak , aku telah merelakan perasaan ku padamu aku akan bahagia jika kau bahagia Ana , tolong ..... tolong jangan tinggalkan aku" kini aku melihat air mata Doni yang turun dengan deras
"maafkan aku tak bisa membalas perasaan sukamu padaku" ucapku yang masih membelai wajah Doni .
"tak apa kalau kau tam mencintaiku , aku ikhlas , aku hanya ingin kau bertahan" aku yang mendengar itu hanya tersenyum .
"hiduplah dengan tenang disini ukhuk , dan buatkan aku sebuah keponakan yang ukhuk , tampan dan cantik , cintailah pasangan yang menikahi mu kelak , ukhuk ukhuk maafkan aku , aku tak bisa bertahan lebih lama lagi , tolong ingatkah pesanku ini" aku tersenyum dan menghambuskan nafas terakhirku dengan senyuman yang luntur dari wajahku .
Ana pov and
Doni hanya bisa menangis dan memeluk tubuh Ana yang bersimbah darah , ia ingat betul dengan pesan terakhir yang Ana ucapkan , ia sebisa mungkin akan mengabulkan permintaan terakhir dari Ana .
----
gelap , disini gelap aku tak bisa merasakan apa pun aku hanya diam mengingat semua kenangan yang terjadi semasa aku hidup .
aku hanyalah anak yang hidup tanpa kasih sayang dari orang tua , mereka meninggalkan ku saat aku berumur 5 thn dan aku dibawa ke panti asuhan dan di asuh oleh ibu panti beruntung dengan prestasi dan usaha yang aku lakukan dari kecil hingga menjadi sukses seperti sekarang dan kini akhir dari hidupku yang menyelamatkan sahabat yang mendukung dan mensupport ku di keadaan susah maupun senang .
aku tak menyesal dengan apa yang aku lakukan aku hanya menjalani nya sesuai keinginan ku , aku tau hidup manusia akan di ambil kapan pun itu Tuhan yang menciptakan ku melewati perantara mendiang ayah dan ibu dia bisa mengambil kapan pun nyawa makhluk hidup yang ia ciptakan .
jangan tanyakan tentang kerabat ku , mereka hanya menutup sebelah mata dan memberikan bahu dingin nya padaku , aku dengan ikhlas menjalani takdir yang Tuhan berikan padaku .
kini aku melihat sebuah cahaya yang melesat dengan cepat ke arahku , jiwaku seperti tersedot dan terlahab oleh cahaya itu .
__ADS_1
kini aku bisa merasakan sebuah energi yang hangat menjalar ke dalam jiwaku , kini aku bisa merasakan kembali menggerakkan badanku .
----
Ana bangun dari tidurnya dengan nafas tersengal-sengal
huft huft huft
"aku .... aku hidup kembali" serunya , dan bangkit dari kasur yang empuk dan berdiri lalu berlari ke sebuah ruangan yang ada di kamar itu . Ana memasuki sebuah kamar mandi .
Ana masuk dan melihat pantulan dirinya yang berada di cermin
"ini .... ini bukan aku" tubuh nya mematung melihat pantulan cermin di sana terlihat seorang gadis cantik , imut dan manis .
"aku hidup kembali dan memasuki tubuh gadis kecil ini" dirinya mulai berpikir dengan tenang dan mulai mencerna kejadian yang sangat mustahil terjadi .
Ana menyalakan keran air dan mencuci mukanya setelah itu dia berjalan meninggalkan kamar mandi dan duduk di sofa yang ada di dalam kamar .
"sangat sulit dipercaya , aku mendapatkan kesempatan hidup untuk ke dua kalinya walaupun menempati tubuh gadis kecil ini" Ana tersenyum , ia bisa mendapatkan kesempatan hidup sekali lagi dan dia tak akan menyia-nyiakan kesempatan yang mustahil di dapatkan orang lain .
"terima kasih Tuhan , kau memberikan sebuah kesempatan untuk ku menjalani hidup yang jauh lebih baik" Ana terus bersyukur kepada Tuhan yang memberikan nya sebuah kesempatan untuk dia hidup kembali .
"Akhkhhhhkhh" jerit Ana , dia sebisa mungkin menahan rasa sakit yang memenuhi kepalanya dan menahan sebuah jeritan kesakitan yang ia rasakan saat ini . kepalanya serasa mau pecah . dia mendapatkan sebuah ingatan yang memenuhi otak nya diputar seperti video yang berdurasi sangat cepat .
selama setengah jam , dia menahan jerit kesakitan yang di sebabkan sebuah ingatan yang masuk ke dalam otak nya , dan akhirnya rasa sakit itu mulai reda , nafas nya terengah-engah seperti habis lari maraton dan keringat yang telah membanjiri seluruh tubuhnya .
"sungguh menyiksa , kepalaku serasa pecah" ucap Ana lalu bangkit dari duduknya dan mengambil handuk dan berjalan menuju kamar mandi lalu segera membersihkan badan nya yang lengket karena keringat yang telah membanjiri tubuhnya .
*****
Bersambung ✌🏻
NEXT CHAPTER , JANGAN LUPA UNTUK DUKUNG AUTHOR
__ADS_1
BYE BYE 👋🏻