
***
mereka tengah berkumpul dan makan malam bersama diselingi dengan canda tawa dan lelucon yang dibuat Bella dan Steven kakaknya .
****
tak berselang lama , seorang pelayan datang menghampiri , pelayan itu berjalan mendekat ke arah meja makan dan menyampaikan sesuatu .
"permisi tuan , nyonya" ucap pelayan itu
"ya , ada apa ?" tanya Mami Santi , dia menghentikan makannya dan memilih bertanya pada pelayan itu .
"itu..., Nona Sepupu datang berkunjung" ucap pelayan itu , kepalanya di tundukkan sebagai tanda hormatnya pada majikannya .
Mami Santi menatap heran , tak biasanya keponakannya itu datang berkunjung juga tak mengabari kalau dia akan datang , apalagi ini sudah malam pasti ada masalah batinnya , kemudian Mami Santi beralih menatap putrinya yang juga menatapnya , lalu Mami Santi mengisyaratkan agar Bella menemui Sepupunya terlebih dahulu .
Bella beranjak dari duduknya , dan berjalan menuju ruang tamu .
di meja makan , kini Mami Santi masih bingung , dia menatap sang suami yang hanya diam menatapnya
"kenapa keponakan kita datang malam-malam begini ?"
tanya Mami yang masih bingung .
"ntahlah , urusan anak muda , biar di selesaikan sendiri" ucap tuan Lin , dan hanya di angguki oleh istrinya .
sedangkan Stev , dia memilih diam dan tidak peduli dan melanjutkan makannya .
Ruang tamu
Bella menghampiri sepupunya di ruang tamu , dia duduk di samping Sepupunya yang bernama Fransisca Meliana Gerrard yang kini menunduk , sepertinya dia sedang menangis .
dia menepuk bahu Sisca *panggilan untuk Fransisca* dan memeluknya menyalurkan sebuah kehangatan , lalu menenangkannya. Sisca membalas pelukan Bella , dia menangis sejadi-jadinya . Bella masih menenangkan Sisca dan sampai akhirnya , Sica berhenti menangis dan melepas pelukannya , lalu mengusap air mata di pipinya yang masih basah .
"kenapa?" tanya Bella lembut , karena dia tau , saat ini Sica sedang dalam masa terpuruk dan butuh seseorang untuk menjadi teman curhatnya .
"aku...." Sica tergagap , karena dia masih ragu dan takut untuk menceritakan kronologi yang baru saja menimpanya.
"Tenanglah, ceritakan pelan-pelan" Bella mengelus rambut pirang milik sepupunya itu dan berusaha menenangkan nya.
__ADS_1
Sisca masih saja ragu dan takut. Sedangkan Bella , dia masih menenangkan Sisca , dia mengambil segelas air putih yang ada di meja lalu menawarkan pada Sisca untuk di minum.
Gadis cantik berambut pirang itu meminum air yang ditawarkan Bella , dia meminumnya sampai habis dan hanya menyisakan gelas kosong saja.
"Apa yang terjadi?" Tanya Bella lagi yang kini merasa kalau Sisca sudah tenang dan menangih sebuah penjelasan dari sepupunya itu .
Sisca yang mulai tenang dan kini menatap mata sepupunya itu dan akhirnya bersedia menceritakan masalah yang menimpanya saat ini .
"Aku di jodohkan oleh Ayah dan Bunda , dan orang yang dijodohkan denganku dia seorang yang menurutku sudah tua , dia adalah penerus yang akan menjadi CEO di perusahaan YQ Technology , dan sedangkan aku sudah memiliki pacar , dan juga aku masih belum siap untuk menikah" terangnya sambil mengelus pipinya yang agak merah , karena bekas tamparan yang ia peroleh saat menolak dijodohkan .
Bella mengingat-ingat soal pria yang dijodohkan dengan Sisca , sepertinya dia pernah mendengar tentang pria itu , dan dia rasa pria itu bukanlah lelaki tua yang Sisca ceritakan.
Pletak
Bella menyentil dahi Sisca setelah mengingat tentang pria yang dijodohkan dengan Sisca
"Adoh ....." Erangan Sisca setelah di sentil oleh Bella.
"Kamu ni gimana sih , orang aku mintak solusi malah di sentil huh" ucap Sisca dengan kesal
"Kamu ini bego apa gimana sih? Penerus CEO perusahaan YQ Technologi itu masih muda dodol , tua dari mananya? Kurasa otak kamu perlu di servis deh , biar gk tololl kayak gini" kesal Bella , kata-kata mutiaranya keluar karena kelewat kesal .
"Siapa yang ngajarin kamu ngomong kayak gitu hah" ucap Steven , kakak Bella . Setelah dia menyelesaikan makan malamnya, dia berjalan ke arah ruang tamu , saat berjalan dia mendengar Bella berkata kasar , setelah itu berjalan mendekati Bella dan menarik telinga Bella dengan kesal.
"aaa lepas , sakit.... "
Akhirnya Steven melepaskan tangannya , dia beralih menatap sepupunya yang cekikikan menyaksikan kakak beradik tadi saling menatap tajam setelah adegan jeweran tadi.
Sedangkan Bella kini mengusap-usap telinga bagian kirinya yang merah akibat jeweran dari kakaknya , dia menatap sebal kakaknya sambil memanyunkan bibirnya.
"Ada apa kau datang kemari?" Tanya Steven ketus dan masih menatap tajam sepupunya itu.
"emang nggak boleh yah ! , Kan ini rumahnya Tante Santi" ujarnya .eledek Stev sambil menjulurkan lidahnya .
"hilih , tadi aja kesini nangis-nangis karena di jodohin" ledek Bella dan menatap sinis sepupunya.
"huph" Siska kesal dan langsung duduk kembali di sofa.
__ADS_1
"emang dia dijodohin sama siapa?" Tanya Stev dan mengarahkan pandangannya pada adiknya yang berdiri di sebelah meja.
"Itu , sama penerus perusahaan YQ Technology , kayaknya sahabat kakak deh" ucap Bella
"Hah!! masa sih?" tanya Stev memastikan
"tu , ngomong sama orangnya . katanya sahabat kakak itu udah tua hihihihihi" Bella cekikikan saat mengingat tadi Sisca mengatakan bahwa sahabat kakaknya itu udah tua, yakali , masak di katain tua , padahal masih muda.
"hahahaha" tawa Stev pecah saat mendengar bahwa sahabatnya yang dingin itu di katain tua oleh sepupunya .
sedangkan Sisca, dia kesal karena di jadiin bahan omongan kakak adik itu.
"diam , jangan membicarakan ku seperti itu" Bentak Sisca dengan kesal dan malah di tanggapi tawa oleh Bella dan Stev.
"hahaha..... aduh perutku sakit hahaha......" perut Bella sakit karena saking lamanya dia menertawakan Sisca.
"memang kenapa kau tadi menangis saat datang kemari?" tanya Bella heran
"tadi saat aku bersikeras menolak di jodohkan aku mendapat tamparan dari ayah , dan aku langsung pergi dari rumah , saat di tengah jalan aku melihat John menggandeng tangan wanita lain dan itu membuatku menangis di tambah tamparan dari ayah tadi yang masih sakit" terang Sisca sambil mengusap-usap pipinya yang masih merah bekas tamparan ayahnya.
"siapa pacarmu itu?" tanya Stev dengan tatapan tajamnya karena mendengar sebuah nama yang familiar di telinganya .
"emm , emang kenapa" tanya Sisca Bingung
"jawab saja"
"emm dia....John Adlews" jawabnya yang masih bingung.
"segera putuskan pacarmu itu , dia tidak pantas menjadi kekasihmu" ucap Steven tegas dengan sorot mata tajam mengarah ke pada Sisca .
****
lanjutin besok-besoknya aja yah , kalo ada waktu , Krn Thor ni sibuk banget dan adanya karya ini hanya sebuah hiburan belaka untuk mengisi waktu Thor yang kadang senggang.
buat yang nungguin kelanjutannya makasih banget udah stay buat baca karyanya Thor yang masih amburadul ini .
dan selamat bagi yang menunaikan ibadah puasa besok di bulan Ramadhan , semoga tahan sampai waktu berbuka tiba 😂😇 .
bye bye 😚 👋🏻
__ADS_1