
***
"mandi dulu lah, biar wangi" ucapnya berlalu pergi ke kamar mandi.
setelah mandi dan berganti pakaian, Bella turun kebawah sambil membawa wadah rujak tadi, dan meletakkannya di tempat penyucian.
Bella mengambil cemilan dan air dingin, lalu pergi untuk menonton televisi. dia duduk di sofa sambil memakan kripik kentang lalu menyalakan tv.
"wuih kebetulan nih ada film horor sore-sore gini" serunya ketika menyalakan tv dan mendapati film bergenre horor, misteri.
sedangkan di luar rumah
*tin
tin*
bunyi klakson mobil yang dikendarai oleh kak Stev, pak satpam yang berjaga di posnya pun segera membuka gerbang membiarkan mobil majikannya masuk ke dalam.
setrlah meletakkan mobilnya di garasi, kak Stev berjalan kedalam rumah membawa tas kerjanya. saat dia ingin naik ke kamarnya, dia tak sengaja melihat Bella yang sedang menonton film horor.
triing
tersirat ide jahil di otaknya, dia berjalan mengendap-endap sambil tersenyum licik. dia terus berjalan hingga sekarang berada di balik sofa yang sedang diduduki oleh Bella.
kak Stev menghitung mundur dari angka tiga, bersiap untuk mengejutkan Bella yang sedang duduk anteng di sofa.
dannnn
"DOOOR" serunya sambil tiba-tiba muncul dari balik sofa, mengejutkan Bella.
"AAAAaaaaa"
teriakan melengking itu keluar dari mulut Bella, dia bahkan menjatuhkan mangkuk berisi keripik kentang hingga berceceran di lantai. siapa yang tidak terkejut jika diperlakukan seperti itu. bahkan saat ini pelakunya sudah kabur meninggalkan sang korban yang raut wajahnya sudah tak enak di pandang.
"KAKKK STEEEEVVVV" teriak Bella sekencang-kencangnya, dia berjalan dengan penuh amarah menuju kamar kakaknya,
DORRR, DOOR, DORRRR
pintu yang tidak bersalah itu terus digedor oleh Bella yang kini sudah seperti singa mengamuk.
"WOYYY, BUKA PINTUNYA" teriaknya lagi, dia terus saja menggedor pintu kamar kakaknya meminta agar cepat dibukakan.
siapa juga yang mau membuka pintu jika keadaannya sudah seperti kak Stev. demi menyelamatkan diri, dia tak bergeming dari posisinya saat ini untuk membukakan pintu untuk adiknya yang sekarang menjelma menjadi seekor Singa betina yang sudah kelaparan.
"NGAK AKAN" terdengar suara bariton dari dalam, dia membalas teriakan adiknya tadi sambil tertawa.
__ADS_1
"hiiih, awas aja nanti" ucap Bella yang lelah menggedor pintu kakaknya, dia berjalan kearah kamarnya dengan kesal, lalu membanting pintu kamarnya sendiri karena sudah sangat-sangat kesal.
BRAAAK
"kayaknya tu bocah beneran marah deh Xixixi" ujar kak Stev yang masih di dalam kamar, enggan untuk membuka pintu kamarnya. dia tertawa cekikikan karena mendengar suara pintu yang ditutup dengan keras. sudah pasti itu adiknya.
sedangkan dibawah
"ada-ada aja tingkah nona dan tuan muda" bik Ningsih berucap sambil menggelengkan kepalanya, dia segera membereskan kripik-kripik yang berjatuhan di lantai.
setelah kejadian sore itu, Bella tak sekalipun melangkahkan kakinya keluar dari kamarnya, dia mengurung dirinya di dalam kamar. soal makanan, dia juga punya banyak cemilan di kamarnya, apalagi tadi siang dia juga mendapatkan makanan.
Keesokan harinya.
Jam 08:23 Bella keluar dari kamarnya. hari ini dia akan bersikap dingin ke kakaknya, siapa suruh dia menjahilinya kemarin.
dia tidak lupa dengan ucapannya kemarin, dia membawa satu kotak kue bulan, juga membawa beberapa buah mangga yang masih ada di dapur, lalu membungkusnya menggunakan plastik. memang dia akan keluar untuk menjenguk Kakak Sepupunya, yang kurang lebih tiga hari tidak ada kabar sama sekali.
saat dia melewati ruang tamu
"mau kemana dek?" tanya kakaknya. biang kerok dari sebuah kejahilan yang membuat Bella marah kemarin.
Bella menghentikan langkahnya ketika mendengar suara yang tak asing baginya.
"bukan urusanmu" ucap Bella ketus, lalu melangkahkan kakinya meninggalkan ruang tamu yang diisi oleh Kak Stev, Mami Santi, dan Papinya.
"emmm, sebenarnya ini kesalahan Stev kemarin Mi" akhirnya dia mengaku "Stev kemarin ngagetin Bella waktu nonton film horor hehehehe" dia bahkan masih sempat-sempatnya cangengesan.
"makanya jangan jahil gitu sama adik kamu" ucap Mami Sinta memperingati. memang Bella kalau marah sudah seperti Papinya bakalan dibalas setuntas-tuntasnya, jika saja kemarin bukan kak Stev yang ngerjain Bella, sudah bonyok tuh orang sekarang.
"sudah-sudah, nanti bakalan baikan sendiri, dan ingat Stev jangan di ulangi lagi" peringat sang Papi yang sedang membaca berita di koran.
"iya Mi,Pi"
balik ke Bella
Bella kini sudah sampai di depan pintu rumah uncle nya. sebelum kesini, dia sempat mampir untuk sarapan di restoran Jepang. Bella memencet Bell yang ada di samping pintu.
*Ting tong
Ting tong*
karena tak kunjung dibukakan pintu, Bella melampiaskan kekesalannya yang belum terpendam dengan memencet Bell berulang kali.
Ting tong Ting tong Ting tong Ting tong
__ADS_1
walaupun tidak terdengar bunyi dari luar, tapi orang yang berada didalamnya itu lho!!.
Cekleek
seseorang membukakan pintu dengan kesal, kali ini dia menggerutu dengan tamu yang satu ini.
"siapa sih, nggak sabaran banget!! nggak tau app..." ucap seseorang itu terputus ketika melihat Bella yang berdiri dengan wajah datar di depan pintu.
"nggak tau apa??" tanya Bella ketus. dia segera masuk nyelonong ke dalam, meninggalkan seseorang yang membukakan pintu untuknya tadi.
"Siapa yang datang Rey...??" tanya Uncle nya, kemudian pamannya itu menoleh ke arah Bella.
"eh Bella toh..., kirain siapa hehehe" ucap pamannya sambil tertawa pelan.
"Kak Sisca mana uncle?" tanya Bella to the poin
"ahh dia..." pamannya berucap dengan bingung, masih memilih kata yang tepat untuk menjelaskan ke Bella.
"dia di kamarnya, kak Bella..." jawab Rey dengan santay. dia ini adik dari Siska, namanya Reyshan Geovani Gerrard, dia masih duduk di bangku kelas dua SMP saat ini.
Rey mrndapatkan tatapan tajam dari ayahnya, dia pun pergi dengan santai dari ruang tamu, meninggalkan Ayahnya dan Bella yang masih disitu.
"kenapa paman?" tanya Bella, kemudian duduk di sofa, dan meletakkan mangga dan sekotak kue bulan yang akan diberikan ke sepupunya.
"dia sangat susah sekali diatur, makanya Paman mengurungnya di kamar. sejak dia memiliki kekasih sifatnya mulai berubah" ucap pamannya dengan lesu.
"yang sabar Uncle, cinta memang membuat seseorang menjadi buta, bahkan seseorang yang patah hati rela menyerahkan nyawanya" ucap Bella ikut prihatin
"lalu apakah selama tiga hari ini dia baik-baik saja?" tanya Bella lagi.
"sejak kamu mengantarnya pulang hari itu, dia menjadi depresi. kehilangan nafsu makan, wajahnya yang sudah pucat, bahkan perkiraan ku saat ini berat badannya sudah turun banyak" ucap Pamannya. pastinya seorang ayah yang melihat keadaan seperti itu merasa terpukul, bahkan dia menyalahkan dirinya yang tidak bisa menjaga putrinya dengan baik.
"bukankah paman menjodohkan kakak sepupu?" tanya Bella. kali ini pamannya sedikit terkejut, tapi dia segera sadar. dia menebak kalau malam itu pasti Sisca pergi menemui Bella.
"iya memang...."
***
Bersambung
gimana nih!! ceritanya bikin Fransisca bahagia/sad ending nanti??
komen dibawah ππ»
author sekarang udah jarang lihat orang-orang pada koment yaπ, tapi nggak papa, selagi author ada waktu pasti disempetin buat bikin cerita ini.
__ADS_1
jangan lupa like nya, kalau mau kasih bunga/kopi juga bolehπ
bye bye ππ»