Menggantikan Sang Antagonis

Menggantikan Sang Antagonis
13


__ADS_3

***


"kak , naik itu yuk" ajak Bella sambil menunjuk Ferris wheel / kincir ria yang berputar-putar


"gk boleh bahaya , nanti jatuh dan lagi antriannya sangat panjang " larang Stev


"yaudah kalo gitu kita makan jajanan aja kalo gitu" saran Bella , dan hanya di angguki oleh Stev .


"kakak tau nggak , tadi saat aku pulang sekolah aku melihat Sisca tengah di bully di pinggir jalan" ucap Bella memberi tahu kakaknya apa yang terjadi pada Sisca tadi siang .


"hah , bagaimana bisa dia mendapatkan Bullying" Balas Stev geram .


"tak tahu lah , tapi saat aku menanyai mereka yang membully Sisca tadi siang mereka menjawab kalau mereka hanya di suruh" jelas Bella kemudian memasukkan sosis bakar yang di lumuri oleh saus pedas ke dalam mulutnya .


"siapa yang menyuruh mereka ?" tanya Stev lagi


"mereka bilang kalau orang yang menyuruh mereka adalah john Adlews dan juga Sindi Mekanika" jawab Bella


"ah ba***gan ini , dia memang bukan orang baik-baik" ucap Stev dengan kesal


"ah kakak , bukankah itu mereka berdua" ucap Bella sambil menunjuk ke arah sepasang kekasih yang tengah bermesraan .


Stev mengikuti arah telunjuk Bella , dan dia melihat sepasang kekasih yang tengah duduk bermesraan di meja lain .


"aku akan memukulnya" ucap Stev geram dan hendak berdiri dari duduknya .


"eit , mau kemana ? jangan melakukan hal gila di sini , tempat ini sangat ramai" cegah Bella sambil menahan tangan kekar kakaknya yang hendak memukuli baj***an bernama John Adlews .


"ayo pulang saja , sebelum kakak lepas kendali" ajak Bella sambil menarik kuat lengan kakaknya dan mereka berdua pun meninggalkan pasar malam yang masih saja ramai oleh para pengunjung .


dan kejadian tadi saat Bella dan Stev ke pasar malam terulang lagi , Stev memboncengkan Bella yang duduk di depannya , karena mereka tadi menggunakan sepeda gunung jadi posisi duduknya Bella menyamping .


"keliling-keliling dulu aja kak , muter-muter Alun-alun kota juga nggak papa" saran Bella yang sangat menikmati semilir angin malam .


"kamu pengen kaki kakak patah karena ngayuh sepeda jauh-jauh ya dek" sahut Stev kesal


"bentar aja keliling-keliling nya , masak cuman ngayuh sepeda bisa bikin kaki patah sih !" ucap Bella meledek kakaknya .


"yaudah , habis keliling nanti langsung pulang , angin malam nggak baik buat kesehatan" ucap Stev pasrah dan melajukan sepedanya mengelilingi alun-alun kota yang kebetulan ada di dekat area pasar malam yang di bangun .


kini jam sudah menunjukkan pukul 21:30 sudah larut malam , kini Stev sudah menghentikan sepedanya di depan rumah , terlihat sekali kalau saat ini Bella tengah mengantuk dari matanya yang perlahan terpejam-pejam tapi di tahan .

__ADS_1


"kak , makasih sudah menemaniku jalan-jalan" ucap Bella berhenti sejenak lalu menguap , setelah itu melanjutkan perkataannya "and aku mau pergi tidur , bye bye" ucap Bella cepat dan langsung saja melenggang pergi meninggalkan kakaknya yang masih kelelahan karena mengayuh sepeda yang jaraknya lumayan jauh .


"ah.....dasar adik laknat , main pergi aja nggak tau apa kakiku pegel gini" ucap Stev kesal sambil memijat-mijat kakinya yang pegal karena kelamaan mengayuh sepeda , dan juga punggungnya yang kaku karena duduk kelamaan .


sedangkan sang adik saat ini sedang bersih-bersih sebelum tidur dan juga menyalakan alarm agar tak bangun telat besok lalu menjatuhkan badannya yang kelelahan , dan tak lama dia pun tertidur .


keesokan harinya


*krinng


krinng


krinng*


bunyi alarm yang nyaring kini telah membangunkan tidur seorang gadis yang masih saja bergelut dengan selimutnya dan pada akhirnya gadis itu tetap bangun sambil mengucek mata indahnya menyesuaikan penerangan yang menyinari matanya itu .


Bella akhirnya bangun dari tidurnya kemudian berjalan ke arah kamar mandi dan segera mandi agar badannya lebih segar , setelah itu dia keluar dari walk in closed menggunakan seragam sekolah dia juga merias riasan tipis di mukanya walaupun tak di rias pun dia akan tetap cantik .


Bella juga merapikan tempat tidurnya yang sedikit berantakan setelah itu turun kebawah untuk membuat sarapan pagi ini .


"emmmm enaknya bikin apa ya?!" fikir Bella dan akhirnya dia memiliki ide untuk membuat sebuah waffle dan kebetulan di dapur ada cetakannya .


"wah , tumben banget ada waffle ! siap yang buat Mam" ucap Stev yang sudah rapi dengan setelan jaz yah seperti biasa , dia akan bekerja pagi ini .


"oh ini , tadi Bella yang bikin , ayo di icipi enak lho" ucap Mami Santi disertai lelehan kecil yang keluar dari mulutnya


Stev hanya mengangguk dan menggigit waffle yang sudah menggodanya


"lumayan , bungkus ya Mam buat ngemil di kantor" ucap Stev sekenaknya dan di sahut tawa oleh Mami Sinta .


"Bella kok nggak ada Mam ?" tanya Stev yang tak melihat kemunculan adik kesayangannya .


"Bella udah berangkat dari tadi sama pak Bambang" jawab Mami Sinta


beralih ke Bella yang kini berjalan dengan santai menuju ruang kelasnya


Bella dengan santai memasuki ruang kelasnya , kemudian duduk di bangkunya dan dia melihat kalau dua sahabatnya sudah duduk di bangku masing-masing.


Setelah Bella duduk , dia mengeluarkan bekal makanan yang isinya seporsi waffle yang dia buat tadi pagi .


"Amell Nadia!" panggil Bella dan kedua sahabatnya itu menoleh ke arahnya lalu mata Amell tertuju pada tangan Bella yang memegang sebuah Bekal .

__ADS_1


"Bawa apa lagi kamu Bell ?" tanya Amell cepat


"waffle" jawab Bella singkat


"wah minta dong" kini giliran Nadia yang berinisiatif terhadap makanan yang dibawa Bella .


dan Akhirnya mereka bertiga memakan waffle yang Bella bawa sambil sedikit mengobrol disertai candaan yang keluar dari mulut Badai dan Amell .


"kalian tahu nggak.." ucap Amell terpotong


"nggak tau" sahut Nadia dengan cepat memotong ucapan Amell .


"ih nyebelin , dengerin dulu keles" ucap Amell dengan kesal tak lupa sorot matanya yang memandang Nadia intens yang membuat Nadia tertawa terbahak bahak sedangkan Bella hanya terkekeh melihat kelucuan dia sahabatnya .


"yaudah-yaudah lanjutkan" ucap Nadia yang tak kuasa menahan sakit perutnya karena tertawa sampai membuat perutnya sakit .


"tadi malam , saat aku pergi ke pasar malam aku melihat si Sindi yang gandengan sama cowok ganteng" jelas Amell


"kau juga melihatnya ?" tanya Bella .


"iya , mereka bermesraan di sana . apakah tadi malam kau juga pergi ke situ?" jawab Amell dan sekaligus menanyakan keberadaan Bella tadi malam .


"tadi malam aku mengajak kak Stev untuk ke sana , dan aku melihat Sindi yang bermesraan bersama seorang pria" jawab Bella


"lalu apakah kau mengenal pria itu ?" bukan Amell yang menanyai Bella , tapi Nadia yang tidak tau apa-apa tadi malam dan hanya menyimak lalu kali ini dia membuka mulutnya menanyakan tentang siapa pria yang mau saja dengan Sindi si rubah betina .


"aku tahu..." ucap Bella singkat


"hah , siapa dia" tanya Nadia dan Amell berbarengan


Bersambung


visual untuk kakak tampan Yordan Steven Gerrard 👇🏻🤣



karena di galeri cuman ada foto para idol K-Pop jadi nggak papa yah 😂


sampai ketemu lagi di chapter berikutnya , tunggu update an dari author ya , semoga saja di hari-hari kedepannya nggak lagi sibuk , jadi bisa buat lanjutin nih novel .


bye bye 😚 readers author yang .......🤔 the best 🤣👋🏻 see you

__ADS_1


__ADS_2