
***
Bella hanya meng iyakan ucapan Uncle dan Aunty nya itu , dan melepas earphone yang masih melekat pada telinganya dan memilih segera pulang ke rumahnya . untuk urusan soal Sisca. dia menyerahkan saja pada sang ahli .
***
"kalau sudah berada di tangan sang ahli maka masalah beres" batin Bella , kemudian melangkah memasuki mobilnya dan ingin segera pulang , serasa hari ini cukup melelahkan baginya .
"non Sisca kalo kayak gitu malah nyeremin ya non!" ucap pak Bambang kalem di tengah perjalanan dengan masih mengendarai mobil .
"aku sampai bingung , bagaimana caranya Uncle dan Aunty meredakan tangisan Sisca yang sudah seperti badai hujan disertai petir yang menggelegar itu !! , aku sampai pusing mendengarnya terus menangis . jika saja aku tak menolongnya tadi , entah sudah seperti apa dia sekarang" ucap Bella , sambil memijat pelipisnya yang cenat-cenut.
kini Bella telah sampai di rumahnya , dan dia berjalan dengan lemas sambil menenteng tas yang menurutnya sangat berat
saat dia memasuki rumah , di dalam sangat sepi , hanya ada beberapa pelayan yang bertugas membersihkan rumah dan dia langsung saja menuju kamarnya di atas dan mengunci kamarnya dari dalam .
Bella meletakkan tas nya di sofa dan segera mandi , dia juga mencuci seragam yang ia kenakan di mesin cuci dan juga mengeringkannya secara otomatis . inilah kebiasaan Bella dulu , dan Bella sekarang sama-sama mandiri.
kini jam sudah menunjukkan pukul 15:45 Bella belum sempat makan siang , dan akhirnya dia turun ke bawah .
"non , mau cari apa ?" tanya salah satu pembantu yang lewat
"apakah di dapur ada makanan ?"
"ada non , apa perlu saya panaskan dulu" si pelayan berucap dengan sopan
"ah....tidak perlu , aku akan makan di luar saja" ucap Bella lalu berjalan lagi menaiki tangga menuju kamarnya .
"baik non"ucap pelayan singkat , lalu pergi mengerjakan pekerjaan yang lain .
kini Bella keluar dari rumahnya dengan mengenakan celana jins pendek yang memperlihatkan paha mulusnya , dan juga kaos lengan pendek berwarna putih dan ada sedikit gambaran tak lupa sepatu berwarna putih yang melekat di kakinya . Bella keluar dari rumahnya memakai sepeda gunung yang terlihat kinclong karena jarang sekali di pakai dengan rambut tergerai dan juga tas kecil berisi handphone dan beberapa uang .
Bella mulai mengayuh sepedanya dan mengelilingi kompleks perumahan di sekitar lalu menjalankan sepedanya menuju tempat makan sederhana seperti angkringan di pinggir jalan dia menghentikan laju sepedanya menggunakan rem .
chiit
__ADS_1
Bella turun dari sepeda gunung nya , dan memarkirkannya di tempat parkir , lalu berjalan menuju sebuah angkringan yang cukup ramai lalu memesan sebuah menu yang dia rasa cocok untuk selera lidahnya . walaupun hanya angkringan biasa tapi kalau seleranya ini ya ini , kalau itu ya itu memang dia orang yang pemilih dalam hal makanan .
Bella duduk di sebuah meja dengan kursi panjang dia cukup menjadi pusat perhatian saat memasuki angkringan ini yang tentunya karena kecantikannya . dan tak berselang lama , pesanan yang dinanti telah tiba dia menikmati makanan yang ia pesan tadi dengan tenang dan sesekali minum karena haus .
"permisi !, nona ini tagihan semua makanan yang anda makan" ucap seorang pelayan menyerahkan tagihan
"hm , tunggu saya selesai makan dulu" ucap Bella
"Baiklah , semoga nona menikmati hidangan yang telah kami sajikan" ucap si pelayan sambil tersenyum dan berlalu pergi
setelah selesai dengan makanannya , Bella pun membayar tagihan makanannya itu lalu kembali menaiki sepedanya kembali ke rumah , karena di jam segini menurut Bella cuacanya masih panas , jadi dia tak betah lama-lama di luar panas-panas begini.
"panas sekali! kepalaku sedikit pusing" gerutu Bella saat sudah sampai di rumahnya , lalu berjalan masuk ke dalam kamarnya.
kini jam menunjukkan pukul 19:05 , Bella turun dari kamarnya dan berjalan menuju ruang makan .
"eh sayang , sini duduk" ucap Mami Santi yang melihat Bella berjalan ke arah meja makan
"lho , kok Papi nggak ada Mam ? " tanya Bella saat sudah duduk di sebuah kursi samping kakaknya .
"loh , kok mendadak gitu ?" tanya Bella lagi .
"kata papi , ada masalah di cabang perusahaan luar kota" jawab Kak Stev lagi . Bella mengangguk paham .
"jadi...." ucapan Bella terpotong oleh Mami Sinta yang menyuruh mereka agar makan terlebih dahulu .
"sudah , nanti saja ngobrolnya , sekarang waktunya makan" ucap Mami Sinta tegas , dan langsung di turuti oleh Bella dan Steven .
Mereka makan malam hari ini hanya bertiga dan setelah makan , Bella dan Stev memilih bersantai di ruang tamu , sedangkan Mami Santi membantu para pelayan membersihkan alat makan yang di gunakan makan oleh mereka , awalnya Bella ingin membantu Mami nya , tapi tak di perbolehkan ya berakhirlah dia di ruang tamu bersama Kakak laknatnya itu .
"kak.....kak Stev" panggil Bella dengan semangat sambil menepuk-nepuk bahu kakaknya agak keras karena saking semangatnya dia .
"apasih......awwh , sakit tau"sahut Stev dengan kesal karena mendapat tepukan yang cukup sakit di bahunya .
"ayo kita pergi ke pasar malam" ajak Bella dengan antusias sambil memperlihatkan story' temannya yang memperlihatkan sebuah foto pasar malam yang lagi ramai.
__ADS_1
"gak mau ah... enak di rumah" ucap Stev dan melanjutkan memainkan handphone nya .
"ayolahhhh....." bujuk Bella menggunakan wajah imut khasnya
dahi Stev mulai berkeringat karena tak tahan melihat rayuan adiknya itu , dan akhirnya dia menyerah dan menerima ajakan untuk pergi ke pasar malam.
"hah..... ok ok" ucapnya kesal karena tak bisa menahan rayuan imut Bella , dan pergi bersiap di kamar.
Bella sangat senang , dan dia melenggang pergi ke kamarnya untuk bersiap .
5 menit kemudian , Bella turun dari kamarnya karena mendengar teriakan dari sang kakak . dia memakai sebuah rok Levis dipadukan dengan baju berlengan panjang berwarna merah marun yang di masukkan ke dalam rok serta tas kecil yang warnanya senada dengan baju yang di pakai dan juga sepatu berwarna putih .
"ini jadi pergi nggak sih , gitu aja lama banget" ucap Stev kesal karena lelah menunggu Bella yang bersiap cukup lama .
"jadi jadi" ucap Bella dengan cepat lalu berlari kecil ke arah kakaknya dengan senyum yang manis di bibirnya .
dan mereka berdua berjalan keluar dari rumah , dan Stev tadi sudah meminta izin Mami nya untuk keluar jalan-jalan dengan Bella .
awalnya Stev ingin mengendarai mobil menuju tempat pasar malam di adakan , tapi segera di cegah oleh Bella yang menyarankan agar menggunakan sepeda saja dan akhirnya Stev mengalah setelah perdebatan yang hampir menguras kesabarannya .
dan disinilah mereka , sedang menikmati malam yang di hiasi bintang dengan berboncengan sepeda , Stev mengayuh sepeda yang kini dinaiki olehnya dan Bella , mengayuh nya dengan sedang sambil menikmati semilir angin yang sejuk malam ini .
mereka berdua sudah seperti sepasang kekasih saja , tapi faktanya mereka adalah kakak beradik yang bisa dibilang sangat akur .
"Bell , jangan makan banyak-banyak , nanti gigimu sakit" cegah Stev yang melihat Bella makan banyak sekali permen kapas dia khawatir nantinya Bella sakit gigi dan merengek kesakitan seperti apa yang terjadi tahun lalu saat mereka sekeluarga jalan-jalan di pasar malam
"iya iya , udah satu ini aja" Stev hanya pasrah , lalu menemani Bella berkeliling pasar malam dengan di temani permen kapas .
"kak , naik itu yuk" ajak Bella sambil menunjuk Ferris wheel / kincir ria yang berputar-putar
Bersambung 🙃
next chapter , jangan lupa dukungannya 😘
sampai ketemu lagi di episode berikutnya 👋🏻👋🏻
__ADS_1