Menggantikan Sang Antagonis

Menggantikan Sang Antagonis
18


__ADS_3

***


"dia beneran menang" ucap kak Stev tak percaya


ayah dan anak itu masih saja meneliti bidak catur yang tadi dimainkan.


sedangkan Bella, gadis itu tertawa cekikikan sambil menuruni tangga.


"enak banget ngerjain Papi sama kak Stev" ucapnya lalu tertawa .


jadi cerita yang sebenarnya tuh begini


flashback


Bella yang telah sampai di balkon melihat kakak dan papinya bermain catur. Bella juga melihat kalau bidak catur milik kakaknya telah di makan oleh bidak catur yang dimainkan Papinya.


Bella sudah bisa menebak, kalau permainan dilanjutkan, maka kakaknya akan kalah, Memikirkannya saja dia terkekeh geli, apalagi kalau melihat kakaknya kalah!.


"kakak kalah ya!" ucap Bella.


"heh, palingan kamu juga nggak bisa" sahut kak Stev sambil menantang.


"berani-beraninya kakak ngeremehin aku, dia belum tau aja kalau permainan seperti itu hal yang sangat mudah bagiku. lihat aja nanti!" batin Bella kemudian menyeringai.


"ngeremehin ya!" ucap Bella


"coba aja kalau bisa" ucap kakaknya meremehkan.


dan akhirnya, Bella berhadapan dengan Papinya, bersiap melanjutkan permainan.


"ngalah aja deh kali ini, sekalian ngerjain kak Stev yang beraninya ngeremehin aku" batin Bella.


"heh ini mah kecil" ucap Bella sambil menjentikkan jarinya.


"Papi pasti kalah" ucapnya lagi meremehkan.


"coba aja kalau bisa" tantang si papi


"iya!!, Papi pasti kalah di permainan kedua maksudnya" batin bella sambil terkekeh.


Bella membuktikan ucapannya, dia memang mengalah di permainan pertama, kemudian dia meminta untuk tanding ulang, dan pada akhirnya kali ini dia memenangkan permainan catur.


flashback end


Bella melangkahkan kakinya ke luar rumah, dia ingin melihat bulan dan bintang di langit, tapi sebuah suara menarik perhatiannya.


*tilut


tilut*


suara klakson dari Abang tukang siomay mengalihkan perhatian Bella yang sedang menatap langit (bener nggak sih , masak namanya klakson?" .


"ABANG TUNGGU" ucap Bella berteriak , kemudian berlari ke arah gerbang dan membukanya. dengan hati gembira dia menghampiri Abang siomay yang berhenti di pinggir jalan karena mendengar teriakan Bella tadi.


"mau beli neng?" tanya si Abang.


"iya bang, malem-malem gini enaknya makan yang anget-anget" ucap Bella sambil terkekeh. kemudian duduk di kursi yang di bawa si Abang.

__ADS_1


"hahahaha, neng mau siomay berapa?" si Abang tertawa mendengar lelucon Bella.


"emm, mau dua bang, yang satu nggak pakek kentang" jawab Bella.


"yaudah, saya buat dulu ya neng" ucap si Abang , kemudian mulai membuatkan siomai untuk Bella.


"Abang baru jualan ya?" tanya Bella ke si Abang.


"iya neng, ini juga ide istri saya buat jualan siomay, karena kita baru pindah Minggu lalu" jawab si Abang, sambil diselingi tawa.


Bella tersenyum mendengar ucapan si Abang.


"saya doain Abang sukses deh, emang kalau di kota gini cari uang nggak mudah, sabar-sabar ya bang" ucap Bella juga diselingi tawa.


"iya neng, makasih ya. ini siomaynya" ucap si Abang, sambil menyerahkan siomay yang sudah di bungkus ke Bella.


"ini bang uangnya, kembalinya buat Abang aja"ucap Bella, kemudian mengambil siomainya .dan masuk kembali ke dalam rumahnya.


"MAKASIH YA NENG" teriak si Abang yang sebelumnya sempat bengong melihat uang yang diberikan Bella.


Bella mendengar itu hanya tersenyum dan masuk ke dalam rumah, dia meletakkan siomaynya di meja ruang tamu dan berlalu pergi ke dapur untuk mengambil garpu dan piring.


"apa itu?" ucap kak Stev yang baru turun dari tangga, dan melihat sebuah bungkusan di meja ruang tamu.


kemudian kak Stev membuka bungkusan itu


"wah, ternyata siomay, punya siapa ini? au ah makan aja" ucap kak Stev, kemudian memakan siomay Bella dengan tusuk kecil yang sudah di berikan di Abang siomay tadi. tapi Bella tidak tau kalau ada tusuk kecil di dalamnya, jadi dia pikir harus menggunakan garpu untuk memakannya.


"ah enaknya"ucap kak Stev setelah memakan siomay milik Bella.


"Hem, enak ya?" ucap Bella yang melihat kakaknya memakan siomay nya, tentu saja dia marah.


"eh" dia berbalik dan melihat Bella yang membawa piring dan garpu di tangannya , seketika dia sadar dan melirik bungkus siomay yang isinya telah dia makan.


Bella meletakkan piring dan garpu nya, laku meregangkan ototnya bersiap untuk meninju kakaknya.


"eh eh dek, maafin kakak dek" ucap kak Stev gelagapan, lalu bangkit dari duduknya bersiap melarikan diri.


"enak banget ya, kalau gitu terima suapan terakhir dariku" ucap Bella kemudian meninju Pipi kakaknya.


*Bugh


Akhhh*


"Adooh....maaf dek. kan kakak nggak tau" ucapnya mengaduh kesakitan sambil memegang pipi kirinya yang barusan di tinju Bella.


"Bella gk mau tau , kakak harus ganti. kalau nggak Bella aduin sama Mami" ucap Bella ketus sambil membuat muka marah.


"yaudah, kakak ganti pakek uang ya..." ucap kak Stev bernego


"gak usah nego, kakak harus beliin Bella siomay lagi, kalau nggak...." ancam Bella sambil meninju-ninju telapak tangannya.


"iya iya, ini kakak beliin" ucap kak Stev melarikan diri keluar rumah.


Bella meringis melihat bungkus siomay yang isinya telah dimakan oleh kakaknya.


"yah...kan nunggu lagi" ucap Bella lesu, kemudian memainkan handphone nya sambil menunggu kakaknya datang membawa siomay.

__ADS_1


tak berapa lama


"nih, huft huft" ucap kak Stev yang terengah-engah karena lelah mencari si Abang siomay tadi, untungnya masih berkeliling di sekitar kompleks ini tadi.


"huh, makasih" ucap Bella ketus sambil mengambil siomay dari tangan kakaknya.


"tuh kompres sendiri" ucapnya sambil menunjuk mangkuk yang berisi air serta handuk di sampingnya.


kakaknya yang melihat itu memutar bola matanya lalu duduk dan mengkompres luka dari tonjokan Bella tadi.


"Akhh"kak Stev mengaduh sambil mengkompres pipinya.


Bella yang melihat itu terkekeh dan mendapatkan tatapan tajam dari kakaknya.


"cowok kok Cemen banget" ucap Bella meledek sambil menertawakan kakaknya.


"huft" kak Stev hanya bisa menghela nafas.


Keesokan harinya


Bella tengah bersiap untuk sekolah dan kini sedang memakan sarapannya bersama mami dan Papinya di meja makan.


"papi Mi,Pi" ucap Kak Stev yang baru saja tiba di ruang makan.


"loh Stev, kok pipi kamu memar gitu?" ucap Mami Santi heran.


"tuh" sambil menunjuk Bella yang memakan nasi goreng dengan santai "di tonjok sama Bella mi" ucapnya lagi sambil mengadu.


Bella yang mendengar itu seketika tersedak


ukhuk


Bella mengambil minum di meja kemudian bersiap untum protes.


"bukan Bella Mi, tapi kak Stev duluan, masak dia makan siomay Bella mana dihabisin semua lagi" ucap Bella balik mengadu.


"tapi kan kemarin malem udah kakak ganti" ucap kak Stev tak terima.


"heh kakak dulu ya yang salah, main makan makanan orang sembarangan" ucap Bella ngotot.


"udah udah, pagi-pagi gini udah ribut aja" ucap Mami Sinta menengahi perdebatan kakak beradik itu .


"habisnya kakak duluan Mi" ucap Bella menunjuk kakaknya.


"kamuu....." ucapan kakaknya terpotong oleh Mami Sinta.


"udah, pada diem" ucap Mami Sinta.


wleeee


ejek Bella karena kakaknya kalah berdebat sama dia. kakaknya yang melihat itu hanya bisa diam karena mendapatkan plototan dari Maminya. sedangkan Papinya yang kelewat santai hanya geleng-geleng kepala melihat pagi yang penuh perdebatan itu.


*****


bersambung


kali ini Thor update karena hari ultah Thor yang kurang empat hari lagi , yaitu tanggal 5 Juli 😀 doain Thor biar sehat terus ya, dan bisa ngelanjutin nih cs kedepannya .

__ADS_1


jangan lupa likenya 😃 👋🏻


__ADS_2