
***
"aku tahu..." ucap Bella singkat
"hah , siapa dia" tanya Nadia dan Amell berbarengan
"dia adalah......"
*kring
kring
kring*
"nggak jadi" ucap Bella singkat setelah mendengar bunyi bel
"Akhh.... siapa dia?" paksa Amell sambil menggoyang-goyangkan bahu Bella
"eit...eit...sudah , nanti saja" dengan sigap Nadia menarik tangan Amell yang hampir saja mendaratkan pukulan di bahu Bella .
Amell yang menyadari kalau dia hampir kelewatan langsung saja duduk mematung di bangkunya , sambil melirik Bella yang mendaratkan tatapan tajam yang di arahkan padanya . dia benar-benar takut .
sedangkan Nadia bernafas lega , kalau saja dia tak menarik Amell tadi ! maka kucing yang imut itu akan menjelma menjadi seekor singa pemangsa . membayangkannya saja dia ngilu , apalagi kalau sudah melihatnya langsung .
"astaga.....! hampir saja aku membangunkan singa tidur" batin Amell seraya duduk diam di kursinya .
jam pelajaran kini telah berlalu , di gantikan jam istirahat untuk para murid . seperti biasanya , Bella ,Amell , dan Nadia kini menikmati waktu istirahat mereka dengan menikmati jajanan di kantin .
baru saja mereka duduk sudah saja mendengar keributan para murid yang berteriak histeris .
"kyaa oh astaga"
"mereka tampan sekali....."
"nggak nyangka bakalan ada mereka di kantin"
*aaaaaa
kyaaa*
begitulah kebisingan yang di dengar oleh Bella Amell dan Nadia
"kenapa disini berisik sekali" ucap Bella geram dengan kerutan di dahinya menandakan dia sangat kesal karena terganggu oleh kebisingan para murid yang entah apa yang di lihat mereka sehingga berteriak histeris begitu .
"ah! aku kenal dengan mereka itu!" ucap Nadia , lalu melanjutkan "mereka para siswa tertampan di sekolah"
"huft , sudahlah abaikan saja" ucap Bella singkat
Amell dan Nadia hanya menuruti perkataan Bella , mengabaikan kegaduhan di kantin dan memilih memakan jajanan mereka .
"ah ya , kau belum bercerita tentang hal tadi" ingat Nadia sambil menunjuk Bella
"ah....ya aku baru ingat ! , jadi cepat ceritakan" ucap Amell setelah ingat tentang obrolan pagi tadi .
__ADS_1
"aku kurang tahu hubungan mereka , hanya tau pria itu saja" jelas Bella
"siapa nama pria itu ?" tanya Amell dan Nadia kompak
"aku merasa kalian berdua bersaudara , sampai-sampai ucapan yang keluar dari mulut kalian sama"ucap Bella sambil terkekeh
"iyuwh....jiyjik" ucap mereka berdua bebarengan lagi
"hey kau , kenapa meniru ucapanku" ucap Nadia kesal menunjuk-nunjuk Amell dengan jari nya
"hey , kau yang meniru" sahur Amell juga kesal
"kalian berdua memang bersaudara" potong Bella yang semakin tertawa melihat ekspresi lucu yang di tunjukkan Amell dan Nadia .
"diam" ucap keduanya bebarengan sambil menoleh menatap tajam ke arah Bella yang malah tertawa .
"hahahaha kalian memang bersaudara" ucap Bella kesekian kalinya sambil terus tertawa .
karena Bella tertawa agak kencang , sehingga membuat beberapa orang memperhatikannya . Bella yang menyadari itu langsung berhenti tertawa dan merubah ekspresinya menjadi sok cool .
"hah , apa itu tadi?" tanya Nadia yang melihat kecepatan berubahnya ekspresi Bella .
"Halah Bella memang sok cool" ucap Amell yang masih kesal
"hah.... sudah-sudah , kita kembali pada topik pembicaraan tadi" ucap Bella.
"memang pria itu siapa ?" tanya Amell
"dia salah satu putra keluarga John" jawab Bella tenang sambil meminum jus jeruknya
"hey kau bodoh ya ! putra keluarga John yang belum menikah ada dua , sedangkan yang satunya study di luar negri . berarti hanya satu , yaitu John Adlews yang tinggal di kota ini" jelas Nadia menggantikan Bella yang tak usah repot-repot menjelaskan .
"yups , tepat sekali" puji Bella ke Nadia .
"bagaimana bisa si rubah itu dekat dengan John Adlews ?" tanya Amell lagi dengan heran .
"ntah lah , mungkin hubungan spesial" ucap Nadia menebak
"bukankan Minggu depan adalah pesta kembalinya putra keluarga John yang study di luar negri itu ?" tanya Amell lagi .
"eoh ! benarkah ?" tanya Bella sedikit terkejut .
"eh , kukira kau sudah tau" ucap Amell heran
"keluargaku kemarin mendapat undangan nya" ucap Nadia menimpali .
"aku tak tau , mungkin masih dibawa Mami" ucap Bella
"oh ya ! soal karate , aku sudah mendapatkan formulirnya , kalian tinggal isi , lalu mengikuti tes agar bisa masuk" ucap Nadia senang . Bella dan Amell hanya mengangguk .
tak terasa kini sudah waktu jam pulang sekolah Bella kini menunggu jemputan nya sendirian , sahabatnya Nadia sudah pulang terlebih dahulu , sedangkan Amell baru saja pergi dengan mobil jemputan nya .
tin
__ADS_1
tin
Bella menoleh ke asal suara itu dan segera memasuki mobil karena yang datang adalah jemputan nya
"maaf ya non , tadi agak macet" ucap pak Bambang di depan
"gak papa , yaudah ayo jalan pak" ucap Bella singkat
mobil langsung melaju membelah jalanan ramai yang tentunya banyak pengendara lain melakukan kesibukan tersendiri .
Setibanya di rumah , Bella langsung saja memasuki kamarnya dan melakukan kesibukan yang biasa dia lakukan sepulang sekolah setelah itu turun kebawah untuk makan siang .
Rumahnya sepi seperti biasa , hanya ada Bella dan beberapa pembantu serta penjaga yang ada di rumah . Maklum lah keluarga sibuk .
Karena bosan , Bella hanya tidur uring-uringan di ranjang .
"huft.....sudah 3 hari aku ada di sini , kurasa yang aku alami ini sangat mustahil terjadi . beruntunglah Tuhan masih memberiku kesempatan untuk hidup kembali , yahhhh walaupun.....harus kembali ke masa SMA lagi" ucap Bella menghela nafas .
"Lalu......apakah benar aku memasuki novel karangan sendiri ?" tanyanya pada diri sendiri .
"Akhhhh tak perlu pusing mikirin itu , sekarang tubuh ini milikku , jadi....karena aku telah lahir kembali , aku akan melindungi keluargaku yang sekarang !" ucapnya dengan penuh tekad .
"akhirnya aku juga bisa memiliki kasih sayang dari sebuah keluarga" batinnya senang hingga meneteskan air mata kebahagiaan .
Bella segera menghapus jejak jatuhnya air mata yang keluar matanya , setelah itu membenarkan posisinya untuk tidur siang .
zzZZZ
keesokan harinya
Bella samar-samar melihat kalender yang ada di laci samping ranjangnya dan mengerjapkan matanya berkali-kali agar penglihatannya segera pulih . karena posisinya saat ini baru saja bangun tidur yang membuat pandangannya masih terlihat samar , dan akhirnya dia menangkap sebuah warna merah yang menghiasi tanggal hari ini dan itu artinya menandakan waktu libur , dia tak perlu pergi ke sekolah hari ini .
"ternyata hari libur" ucapnya sambil menguap , lalu meregangkan otot tangannya yang kaku , setelah itu beranjak dari ranjang dan segera mandi .
setelah mandi dan bersiap dengan rapi , kini Bella turun dari kamarnya menuju dapur , dia membuat sepotong sandwich dan segera memakannya . lalu pergi dengan membawa tas ransel kecil menuju taman belakang .
"Mami....Bella mau pergi jalan-jalan ! Bolehkan ? tanyanya setelah melihat Mami Santi yang sedang menyirami tanaman .
"iya , hati-hati di jalan !!" sahut Mami Santi dan melanjutkan kegiatannya .
"yaudah , Bella pamit , Dahhh" ucap Bella dengan senang dan langsung meninggalkan Mami nya dan keluar rumah mengendarai sepeda gunung untuk sekedar berjalan-jalan dan menikmati suasana hari libur .
****
Bersambung
Fransisca Meliana Gerrard ππ»
*kurang tau itu fotonya siapa , yang penting Thor dah berusaha cari visual yang menurut saya bagus ya βΊοΈ*
*maaf kalau ceritanya kurang menarik βΉοΈ , dan makasih buat yang masih stay di novel ini , yang update nya jarang banget . Thor usahain bakalan bakalan update kalau ada waktu π*
__ADS_1
LiKe nya dong π€£