Menikah Dengan Seorang Duda Kaya

Menikah Dengan Seorang Duda Kaya
Naik Taksi Aja


__ADS_3

Pagi hari pun tiba Amel yang terbangun karena mendapat panggilan dari sang pencipta, Amel beranjak dari tempat tidur, ia melihat Devit yang masih terlelap dalam tidur nya


Amel tersenyum tipis melihat sosok laki-laki itu yang sekarang sudah sah menjadi suaminya, hanya karena tak sengaja terjatuh dan berc*uman yang akhirnya lagsung menikah tanpa boleh di tolak


Setelah puas memandangi Devit Amel menuju ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu, setelah itu Amel melaksanakan sholat, setelah sholat selesai Amel memanjatkan doa


"Ya Allah yang maha pegampun, ampunilah dosa hamba,,, dosa suami hamba,, dosa orang-orang yang hamba sayangi, berilah hamba keikhlasan untuk menjalin semua takdir yang telah engkau rencanakan, berilah hamba penuh dengan ke sabaran dan selalu bisa memaafkan kesalahan orang lain, beri kelancaran rezeki untuk untuk suami hamba, Aminnn"doa Amel setelah ia Sholat


Ia melepas mukenanya dan menaruh di tempatnya lagi, ia berjalan mendekati Devit untuk membangun kan nya


Dengan penuh keraguan ia berusaha untuk membangunkan Devit


"Tuan bangun ini sudah pagi,Sholat dulu "ujar nya megoyang-goyangkan tubuh Devit pelan


" Emmm


Devit hanya megeliat saja, Amel pun tak membangunkan Devit lagi, sebelum ia turun ke bawah Amel menyiapkan baju untuk Devit


Setelah semua selesai Amel keluar dari kamar untuk ke dapur, Amel sudah sampai di dapur di lihat Bi Tina sudah di dapur


" Eh Nona, mau ambil apa kok ke dapur "ujar Bi Tina


" gak kok Bi, apa bibi udah masak "tanya Amel


" Belum Non "jawab Bi Tina


" apa ada roti Bi, roti tawar "tanya Amel lagi, bibi tampak berfikir.


" ada Non di kulkas , apa mau bibi ambilkan "ucap Bi Tina


" iya Bi, sekalian ambilkan selada, tomat, sama daging "ujar Amel


"baik Non, sebentar ya" Bi Tina berlalu pergi mengambil barang yang di pesan Amel


Tak berselang lama Bi Tina kembali dan membawakan semua yang di inginkan Amel, Amel dengan sigap membantu Bi Tina


Semua barang sudah siap tinggal proses masak nya saja, Bi Tina juga membantu memotong sayur nya


Tak butuh waktu lama apa yang di buat Amel selesai, makanan sudah siap di sajikan di meja makan


Waktu menunjukkan pukul 6 pagi, Mama Rani sudah keluar dari kamar untuk sarapan, Putri pun sama






Yang tersedia di atas meja makan "Nak kenapa repot-repot Mesak, kan da Bi Tina" ujar Mama Rani


"tidak apa-apa Ma, ini kan bagian dari tugas seorang Istri "jawab Amel Sopan


" Mama menang tidak salah memilih calon menantu "ucap syukur Mama Rani

__ADS_1


Amel yang mendengar itu hanya tersenyum tipis" wah kayak nya enak senwit nya, Bun "sahut Putri, matanya berbinar melihat makanan di depannya


" ya sudah ayo di makan "ujar Amel menyuruh Putri makan


" tapi Bun, Ayah mama "tanya Putri karena tak melihat sang Ayah sedari tadi


" Ayah lagi siap-siap Sayang, sebentar lagi juga turun "jelas Amel dan di angguk i Putri


Tak lama kemudian Orang yang sedari tadi di tunggu akhirnya muncul juga, Amel yang melihat sang suami memakai baju yang ia siapkan tadi merasa merasa bahagia


Devit duduk setelah semua sudah lengkap mereka pun menyantap makanan nya dengan lahap dan tanpa obrolan apa pun


Sarapan sudah selesai "Nak kamu sudah mulai bekerja ya" tanya Mama Rani menatap sang menantu


"iya Ma " jawab Amel


" ya sudah kamu bareng aja sama Devit "ujar Mama Rani


" ah tidak Ma naik taksi aja "tolak Amel dengan hati-hati agar tak membuat Mama Rani kecewa


" baiklah terserah kamu saja "jawab Mama Rani


" Bunda aku berangkat dulu ya "pamit Putri menyalami tangan Amel setelah itu mencium tangan Mama Rani dan Devit


Putri masuk ke dalam mobil ia di antar oleh supir, sedangkan Devit sedari tadi hanya diam saja


" Ma Amel berangkat dulu "pamit Amel mencium punggung tangan Mama Rani


" hati-hati di jalan "jawab Mama Rani, Amel tersenyum dan beralih menyalami sang suami, Amel pun pergi karena taksi yang di pesan sudah datang


Devit masuk ke dalam mobil nya menuju ke kantor nya, di dalam mobil Devit terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu


" ternyata walaupun dia masih muda tapi bisa menjadi seorang istri yang sesungguhnya "gumam Devit tak di sang ia tersenyum tipis


Taksi yang di tumpangi Amel sudah sampai di kantor, ia keluar dari dalam Taksi di lihat nya Indah sudah menunggu di depan pintu kantor


Amel berjalan mendekati sahabat nya itu" apa sudah dari tadi datangnya "tanya Amel yang sudah ada di samping Indah


" tidak kok gue baru datang, lo udah baik-baik saja kan "khawatir Indah menatap wajah Amel.


" iya gue udah gak apa-apa kok "jawab Amel dengan senyuman manisnya


" ya syukur kalo gitu, yuk masukan "ajak Indah


Mereka pun masuk ke dalam kantor menuju ke ruang OB


Setelah Amel masuk giliran Devit yang memasuki halaman kantor, ia keluar dari dalam mobil nya, ia begitu tampan dengan jas yang di dia pakai



Ia berjalanan menuju ruangan nya, para karyawan kagum dengan Devit, banyak pujian dari wanita-wanita itu tapi Devit hanya cuek


Ia naik live Menuju lantai 20, Devit sampai di ruangannya nampak sudah ada dua orang laki-laki yang tak kalah tampan dengan Devit


"apa ada masalah hingga kalian sudah di ruangan saya "ujar Devit menatap kedua laki-laki itu bergantian

__ADS_1


" santai dong, dasar kulkas "ujar Natan lagsung menatap tajam Natan


" jika tidak ada kepentingan keluar "ucapan Devit sedikit meninggi


" lo tu kenapa sih emosi mulu "umpat Angga ia merasa aneh dengan sikap bos sekaligus sahabatnya


" hari ini ada miting dari PT xxxx, nanti jam 10 "lanjut Angga yang lagsung keluar dari ruangan Devit, ia kesal melihat Devit


" loh.. Loh kok gue di tinggal "pekik Natan yang lagsung lari mengejar Angga tanpa pamit dengan Devit


" Dasar asisten laknat "kesel Devit, Devit mulai membuka leptop nya dan megecak semua email yang sudah masuk, waktu menunjukkan pukul 9, Devit menghentikan aktivitas ia menelepon OB


📞bawa kan kopi ke ruangan saya, dan yang buat Amel dia juga yang membawa ke ruangan saya


📞baik Tuan


Telpon terputus


Siska yang di telepon Devit lagsung bergegas menemui Amel


"mel... Amel "teriak Siska mencari keberadaan Amel


" iya Kak Amel di sini, ada apa "jawab Amel


" kamu di suruh buat kopi dan membawa ke ruangan CEO "ucap Siska


" oh gitu ya kak, ya sudah Amel pergi dulu "pamit Amel


" yang cepet ya Mel, takut nanti Tuan Devit marah "ingat Siska


" iya iya"jawab Amel


Amel pun membuat kan kopi selesai membuat kopi Amel menuju Live untuk ke lantai 20


Akhirnya Amel sampai di depan ruangan Devit, ia menarik nafas nya dan meghembuskan dengan kasar sebelum mengetuk pintu ruangan Devit


Tok


Tok


Tok


"masuk"teriak Devit dari dalam, Amel pun masuk ke dalam


"permisi Tuan ini kopi nya "ucap Amel menaruh kopi di atas meja kerja Devit


" ya " jawab Devit singkat


" saya permisi Tuan "pamit Amel ia mengkah menuju pintu keluar


" Tunggu "ujar Devit meghentikan langkah Amel


Amel berbalik kembali menghadap ke Devit" apa ada yang bisa saya bantu lagi Tuan "ucap Amel sopan


" duduk "perintah Devit, Amel pun mau tidak mau harus menuruti bos nya sekaligus suaminya

__ADS_1


Amel duduk berhadapan dengan Devit, jujur Amel merasa Dak Dik Duk...


__ADS_2