
"masalah nya adalah, semua harta mertua nya di kuasai oleh keluarga itu, dan lebih parah nya lagi pemilik rumah itu di jadikan pembantu di rumah nya sendiri" ucap Angga
"maksud lo Devit sudah menikah "tanya Celsi
" iya Devit sudah menikah, Gue dan Natan juga baru tau tadi "jawab Angga
" oky kapan Gue biasa mulai kerja "tanya Celsi penuh semangat
" hari ini lo beresin baju-baju lo besok lo lagsung berangkat ke Amerika, dan lo tenang aja lo gak sendiri gue akan suruh anak buah lain untuk ikut membantu di sana "ucap Angga
"jika sudah tidak ada yang di bahas gue lagsung pamit pulang untuk beres" ujar Celsi
"kau boleh pulang"
Celsi pun meninggal Cafe setelah Celsi pulang Angga menelpon Devit
๐Angga
"Hallo Tuan, semua sudah beres Celsi besok bisa lagsung berangkat "
๐Devit
" bagus, pastikan semua rencana terlaksana dengan rapi "
๐Angga
" baik Tuan "
Tut
Tut
Tut
Telpon di matikan oleh Devit" kita kembali ke kantor sekarang "ajak Angga Natan pun mengangguk dan mengikuti langkah Angga yang keluar dari Cafe
Sedangkan Devit yang masih setia memandang amplop coklat di atas meja nya tersenyum dan berkata" Ayah Ibu aku akan mengembalikan semua yang seharus nya jadi milik Ayah "gumam Devit
Lalu ia kembali melanjutkan pekerjaan nya yang lumayan menumpuk karena kemarin Devit pulang lebih Awal
Waktu berjalan begitu cepat, makan siang pun tiba Devit pun menutup leptop nya dan akan pulang untuk makan siang
Baru saja berdiri pintu ruangan nya di Ketuk oleh seseorang
Tok Tok Tok
Devit mempersilah kan seorang yang tak lain OB
__ADS_1
"maaf Tuan ini makan siang anda "ucap OB itu
Devit menaik kan satu alisnya" baik lah kau boleh pergi!!!"ujar Devit, OB itu pun pergi dari hadapan Devit
Ponsel Devit berbunyi
Tring
๐ฉAmel
"Mas aku bawakan makanan untuk mu, di makan ya ๐"
Isi pesan dari Amel yang membuat Devit senyum-senyum sendiri
๐ฉDevit
"iya istri Mas yang cantik pasti mas abiskan makanan yang di masak oleh mu ๐"
Amel pun juga tersenyum saat melihat balasan dari Devit
Devit membuka kotak makan itu, lalu ia mencium bau masakan Amel yang begitu membuat perut keroncongan
Tanpa basa basi lagi Devit lagsung melahap makanan penuh rasah nikmat sampai dia tak sadar sedari tadi ada yang megetuk pintu
Seorang wanita yang tak lain Tania adik mendiang sang Istri
"kok kak Devit sudah makan, padahal aku mau ajak kak Devit makan siang "ucap Tania penuh kekecewaan
Devit pun meghetikan aktivitas makan nya dan meghebus kan nafas nya dengan kasar" Tolong jaga sikap anda Nona Tania ini kantor dan anda adalah bawahan saya, dan satu lagi anda tak perlu repot-repot mengajak saya makan tau hal yang lain karena saya sudah memiliki istri jadi urus lah diri mu sendiri, jika tak ada urusan tentang pekerjaan jangan pernah temui Saya!!! Silakan anda keluar dari ruangan Saya!!! "Devit menegaskan hal itu agar Tania tak menganggu nya lagi
" kenapa Kakak jadi seperti ini, pasti gara-gara wanita OB itu "ucap Tania yang tak terima karena di usir Devit
BRAKKK
Devit berdiri dan memukul meja degan keras karena tersulut emosi
" Stop , silahkan anda keluar dari sini!!! Jika Saya mendengar anda menghina Istri saya lagi, Saya pasti kan anda saya pecat "Tegas Devit, ia benar-benar tak terima jika sang Istri tercinta di hina
Devit pun megontrol diri nya sendiri setelah merasa tenang Devit melanjutkan makan nya dan kembali menikmati bekal yang di bawakan oleh sang Istri dengan tenang dan damai
Sedangkan Angga dan Natan baru saja sampai di kantor dan lagsung menuju ke ruangan Devit, mereka nampak bingung melihat ekspresi wajah Tania yang sangat kecewa dan marah, tapi Angga dan Natan tak mau ambil pusing mereka lagsung masuk ke dalam ruangan Devit
Di saat itu juga Devit baru saja selesai makan masakan sang Istri, Devit menatap kedua asisten nya "apa tiket untung Celsi dan beberapa orang yang akan ikut sudah ada???" tanya Devit tegas
"sudah Tuan, mereka semua tinggal berangkat besok"jawab Angga
"bagus, Saya mau semua cepat di selesaikan dan saya mau semua ini tidak berlarut-larut "ujar Devit
__ADS_1
" baik Tuan "jawab serempak Angga dan Natan
" jika tidak ada hal lain kalian boleh pergi!!! "ucap Devit
"kami permisi Tuan" pamit Natan
Mereka pun keluar dari ruangan Devit untuk melanjutkan pekerjaan nya sedang kan Devit menjadi lebih semangat setelah mendapat asupan makanan dari sang Istri yang sangat enak
Sedangkan di ruangan Tania semu nampak berantakan karena Tania melampiaskan kemarahan nya pada ruangan nya sendiri
"gue bakal buat lo kayak Kakak gue sendiri "gumam Tania ia tersenyum penuh dengan keyakinan
Dan ternyata yang menyebabkan Istri pertama Devit meninggal adalah adik kandung nya sendiri karena Tania sangat teropsesi pada Devit yang membuat nya menjadi bertindak di luar batas, tidak ada yang tak pernah tau kalo ternyata yang menyebabkan Istri Devit meninggal adalah adik kandung nya sendiri ya dia kira Setelah membunuh sang kakak dia akan bisa mendapatkan Devit dengan mudah dan sekarang palah orang lain yang kembali mendapat kan Devit dan membuat Tania akan kembali melakukan tindak keriminal
Devit pun selesai mengerjakan semua pekerjaan kantor, Devit tak sabar ingin cepat-cepta pulang untuk memeluk sang istri dan Putri, karena sudah sangat kangen
Ia pun segera bergegas menuju ke parkiran, setelah sampai di parkiran Devit lagsung tancap gas untuk menuju ke rumah nya
Mobil pun sampai halaman Rumah Devit, ia langsung masuk ke dalam dan mencari keberadaan Amel, setelah mencari di kamar dan taman ternyata nihil Amel tak ada ia pun pergi ke dapur dan ternyata Amel sedang memasak
Devit tersenyum dan mendekati sang istri lalu memeluk Amel dari belakang Amel pun tersentak karena ada yang memeluk nya tiba-tiba
"Mas kau membuat ku kaget "ucap Amel
" Aku merindu kan mu Sayang "jawab Devit sambil menegelamkan wajah nya di leher jenjang Amel
" aduh mas jangan seperti ini, aku geli "ucap Amel yang ke gelian karena ulah Devit
" biar kan seperti ini dulu sayang "ujar Devit manja
" tapi Mas, aku lagi masak ini "ucap Amel yang mencoba melepas kan tangan Devit dari tubuh nya
Jangan lupa
Like
Komen
Vote
Favorit
Jangan lupa mampir juga di novel baru ku mas sepi ni๐๐ข๐ข๐ข
" Anak Genius : Ayah Ku CEO Tampan Dan Dingin ๐ ๐ ๐ ๐ "
__ADS_1