Menikah Dengan Seorang Duda Kaya

Menikah Dengan Seorang Duda Kaya
Dasar Orang Aneh


__ADS_3

Amel tak berani menatap Devit karena malu dan takut



Devit menatap Amel dengan lekat, membuat Amel tambah gugup


"ada yang bisa saya bantu lagi Tuan"ujar Amel dengan sopan tapi tetep tak menatap Devit


"apa saya boleh tau latar belakang mu " tanya Devit Amel yang mendengar itu lagsung menatap Devit dengan tatapan yang sulit di artikan


" boleh Tuan "jawab Amel yang kembali menunduk kan kepala nya


" Dasar orang aneh tiba-tiba bertanya seperti itu, Padahal di rumah tak pernah menyapa ini tiba-tiba bertanya tentang ku "batin Amel yang merasa heran dengan Devit


" apa kamu tau tentang keluarga mu "tanya Devit


" tidak Tuan, saya di panti sejak saya bayi, kata Bu panti kedua orang tua saya sudah meninggal dan saya di bawa ke panti dengan siapa pun saya tidak tau "jawab Amel dengan nada sedih


" baik lah, Kamu boleh keluar "ucap Devit


Amel beranjak dari duduknya dan memberi hormat pada Devit


" saya permisi Tuan "Amel pun undur diri dari hadapan Devit


Setelah Amel pergi Devit nampak berfikir" Aku akan mulai membuka hati untuk mu Mel, semoga kau juga "gumam Devit senyum pun berkembang di bibir Devit


Setelah itu Devit menelpon asisten nya, Angga dan Natan pun datang belum juga di persilahkan duduk mereka sudah lagsung duduk di depan Devit


Devit yang melihat itu hanya mendegkus kesal" oky karena kalian ada di sini dengarkan saya baik-baik "ucap Devit


" iya "Jawab Angga dan Natan bersamaan


" saya tugas kan kalian untuk mencari informasi tentang wanita ini "Devit mengeluarkan sebuah foto dan memberikan pada Angga dan Natan



" memang siapa dia "tanya Angga yang masih melihat foto itu


" namanya Amelia Sari, saya ingin dapat semua informasi secepatnya "ucap Devit tegas


" oky - oky "jawab Natan santai, mereka berdua pun bangkit dari duduknya dan lagsung pergi dari ruangan Devit


Setelah Angga dan Natan pergi Devit melanjutkan pekerjaan nya sambil meminum kopi buatan sang istri


Amel sudah duduk bersama dengan teman yang lain di ruang OB, karena pekerjaan sudah selesai jadi bisa santai-santai


"Mel tadi kok lo lama di dalam ruangan Tuan Devit "tanya Indah


" oh tadi, Aku di suruh beres-beres dengan Tuan Devit "bohong Amel dan untung nya Indah percaya Amel pun sedikit lega


Jam makan siang pun tiba" Mel yuk cari makan "ajak Indah

__ADS_1


" ya udah yuk,nanti keburu habis waktunya "jawab Amel


Mereka dan teman-teman yang lain berjalan menuju kantin, saat di jalan ada yang memanggil Amel


Amel pun noleh" ya Tuan, apa ada yang bisa saya bantu "ucap Amel dengan sopan


" temani saya makan "ujar Devit yang lagsung menarik tangan Amel


" eh_"pekik Amel


Semua teman OB dan para kariawan melihat itu sangat heran, tapi mereka tak berani bicara apa-apa


Sekarang Amel sudah di dalam mobil bersama Devit, di mobil Amel hanya menatap ke jendela tak berani menatap Devit


"apa kamu terpaksa menemaniku makan "ucap Devit


Amel lagsung berbalik menatap Devit walaupun gugup" ah tidak Tuan, Saya tidak terpaksa "jawab Amel gugup


" syukur lah jika kamu tidak terpaksa "ucap Devit, Amel membalas ucapan Devit dengan senyum tipis nya


" Tuan Devit lagi kesmbet apa kok jadi aneh gitu, tapi aku nya kok seneng ya, Taun Devit juga megunakan bahasa 'Kamu' , eh apaan sih Mel "gumam nya di dalam hati


Devit merasa heran pasal nya Amel senyum -senyum sendiri" kamu kenapa senyum-senyum sendiri "tegur Devit


Amel pun tersadar ia tak ingat kalo masih ada Devit Amel sangat malu" Ah tidak ada Tuan "jawab Amel ia sangat malu


Mobil yang di tumpagi Devit dan Amel sudah sampai di sebuah restoran,Amel turun dari dalam mobil


" tapi Tuan, apa Tuan tidak malu membawa saya, Saya cuma OB Tuan "tutur Amel


" Aku tidak malu, ayo masuk "Devit menarik tangan Amel


" eh_"pekik Amel


"Dasar Tuan menyebalkan, Sukanya main tarik-tarik aja"umpat Amel di dalam hati


Devit dan Amel sudah di dalam Restoran, peyalan pun datang dan memberikan pilihan menu di Resto itu


"Kamu mau makan apa "tanya Devit pada Amel


" di sama in aja dengan Tuan "jawab Amel


" saya mau ini dua dan minuman nya juga dua "tunjuk Devit


" balik Tuan, mohon di tunggu "pelayan itu undur diri


" apa aku boleh bertanya "tanya Devit


" boleh Tuan "jawab Amel


" apa Kamu pernah berpacaran sebelum nya "ucap Devit, Amel terbelak degan pertanyaan Devit

__ADS_1


" belum pernah Tuan "ujar Amel menunduk


" apa kamu menyukai seseorang "tanya Devit lagi


" tidak Tuan "jawab Amel


" jadi apa kamu tidak menyukai aku "ucapan Devit membuat Amel lagsung menatap Devit


" saya akan buka hati untuk Tuan, jika Tuan juga sama seperti saya "jawab Amel


" apa kamu tidak merasa kan jika saya sedang berusaha membuka hati untuk mu hmm "Ujar Devit menatap Amel dengan lekat


" saya hanya merasa sedikit aneh dengan Tuan hari ini "Jawab Amel


" apa kamu merasa risih jika aku seperti ini "lagi-lagi pertanyaan Devit membuat Amel kaget


" jika boleh jujur, Saya merasa bahagia Tuan "ujar Amel malu-malu


Devit tersenyum" aku akan terus begini jika itu membuat kamu bahagia "ucap Devit, Amel tersenyum melihat lelaki di hadapan nya yang dingin seperti es sekarang suda mulai mencari


Pelayan pun datang membawa makan yang di pesan tadi" silahkan di nikmati Tuan dan Nona "ujar Pelayan itu yang lagsung undur diri


Amel dan Devit pun makan dengan lahap" apa enak "tanya Devit yang melihat Amel begitu lahap makan nya


" Ini sangat enak, saya baru pertama kali makan kayak gini "jawab Amel yang di mulutnya penuh dengan makanan


Devit yang melihat itu tersenyum, Devit melihat di samping bibir Amel ada sisa makanan dengan peka Devit mengambil tisu dan megelap bibir Amel


Mata mereka pun bertemu dan bertatapan lumayan lama" aduh maaf Tuan saya merepotkan anda "ucap Amel yang merasa tidak enak


" ah tidak kok, tadi hanya ada sisa makanan di samping bibir mu, ya sudah makanya di lanjut lagi "ujar Devit tersenyum hangat


Amel pun juga tersenyum malu, mereka pun melanjutkan makanya


Makan pun selesai Devit dan Amel kembali menuju kantor lagi, di dalam mobil mereka hanya saling melempar senyum tanpa ada obrolan apa pun


Mobil melesat dengan kecepatan sedang, Mobil pun sampai di kantor, Banyak pasang mata yang melihat Amel dengan tatapan aneh dan tatapan tidak suka ada juga yang bilang jika mereka cocok


Amel berjalan di samping Devit dengan menunduk karena malu dan takut


Terimakasih yang sudah membaca 🙏🙏


Maaf lama up nya😥🙏


Jangan lupa


Like


Komen


Vote

__ADS_1


Favorit kan juga 😊🙏


__ADS_2