
Kini Devit sudah sampai di kantor, sekarang ia sedang duduk di kursi kebesaran nya
Kedua asisten nya pu masuk ke dalam ruangan Devit setelah melihat Devit sudah datang
Angga dan Natan pun duduk di sofa di ikuti Devit, Angga menyerah kan amplop coklat
"Ini hasil penyelidikan tentang wanita yang bernama Amel "ucap Angga
Devit pun menerima amplop coklat itu dan membuka isi nya lalu di baca dengan teliti
Ia sedikit terkejut bahawa sang Istri adalah anak dari Herman Ardianto, seorang pengusaha terkenal di sebuah negara, tapi Devit tak kalah terkejut bahawa semua harta Tuan Herman di kuasai oleh sang sepupu dan sekarang Tuan Herman dan sang Istri yang bernama Andinita Ardianto di jadikan pembantu di rumah nya sendiri
Dulu Amel di bawa ke panti asuhan karena kedua orang tua nya tak ingin Putri nya hidup menderita saat bersama mereka
Devit yang melihat semua itu begitu marah dan tak habis pikir dengan sepupu Ayah mertua nya itu, begitu kejam kepada Ayah Amel dan Ibu nya
Angga dan Natan bingung dengan perubahan wajah Tuan Mudanya setelah membaca Informasi yang di berikan Angga
"memang siap Tuan wanita itu "tanya Natan
" dia Istri ku "singkat Devit
Mereka terbelak mendengar ucapan Angga, tetapi setahu mereka berdua wanita itu adalah OB yang bekerja di perusahaan ini
" Istri, kapan Tuan Nikah "ucap Angga
" sudah beberapa hari yang lalu "jawab Devit
" bukan kan wanita itu adalah OB di perusahaan ini "tanya Angga lagi
" iya "
" kok bisa jadi Istri Tuan "ujar Natan
" tak perlu tau, Saya mau kalian menyewa seseorang untuk menjadi pelayan di sana "ucap Devit
" untuk apa "ujar Natan polos
Angga pun memukul kepala Natan karena ia tak mengerti dengan apa yang di perintah kan Devit
" maksud nya Tuan kita menywa seseorang untuk menjadi pelayan di sana sekaligus menjadi mata-mata begok "jelas Angga ia sangat geram dengan patner kerja nya itu
Natan cegegesan dan megaruk kepala nya yang tidak gatal
Devit menatap kembali amplop coklat yang ia taruh di atas meja
" Aku akan membawa Ayah dan Ibu mu kembali lagi kepada mu sayang "ucap Devit di hati nya
__ADS_1
" sudah jangan berdebat lakukan apa yang aku suruh "umpat Devit pada dua asisten nya
Angga dan Natan pun langsung undur diri dari ruangan Devit
......-------------------------......
Di belahan bumi yang berbeda di sebuah Negara yang besar dan makmur
Seorang laki-laki sudah separuh tua sedang mencuci mobil majikan nya ia yang tak lain Herman Ardianto
Dan di rumah itu ada seorang wanita yang juga sudah berusia lanjut sedang mencuci piring ia yang tak lain Andinita Ardianto
"NITA.... "teriak seseorang wanita muda usia nya sekitar 18 tahun
Ibu Nita yang di panggil pun lagsung berlari dan meninggalkan pekerjaan nya di dapur
" iya Non kenapa "ucap Ibu Nita tunduk
Lisa menatap Ibu Nita sinis" di panggil lama banget datang nya "bentak Lisa
" Ma-maaf Non "ucap Ibu Nita yang menetes kan air mata melihat ponaan nya yang tak memiliki hati nurani seperti kedua orang tua nya
" buat kan saya jus jeruk dan bawakan saya cemilan secepat nya "ucap Lisa dengan nada tinggi
" baik Non "jawab Ibu Nita patuh
" kenapa sih Sayang kok teriak-teriak "tegur Mama Lia saat sudah duduk di samping Lisa
" itu tu pembantu lelet banget "ketus Lisa
" emang ya si Nita itu gak tau diri masih mending gak di usia dari sini terus di suruh jadi pembantu palah lelet "Mama Lia ikut megumpat
" kenapa Papa tak mengusir mereka sih Ma " tanya Lisa
" karena Papa masih belum tau anak mereka benar-benar sudah mati atau belum "jawab Mama Lia sambil membaca majalah
" memang apa hubungan nya dengan kita Ma "tanya Lisa yang masih penasaran
" karena anak itu pewaris tunggal keluarga Ardianto "jawab Mama Lia
Lisa pun mengangguk kan kepala entah mengerti atau tidak
Ibu Nita pun datang membawa satu gelas Jus jeruk dan cemilan
Ia menaruh apa yang ia bawa ke atas meja, saat Ibu Nita akan melangkah pergi
" he kau Nita, udah mending ya Mas Anton mau menampung mu di sini jadi jangan se enaknya "ucap Mama Lia dengan lantang
__ADS_1
" baik Nonya "jawab Ibu Nita tak berniat untuk melawan
Ibu Nita pun undur diri di hadapan Mama Lia dan Lisa yang sedang minum jus jeruk
Saat sudah sampai di dapur Ibu Nita hanya bisa menangis melihat semua perlakuan orang yang selama ini sudah di bantu oleh Mas Herman
Seorang pembantu muda menghampiri Ibu Nita yang sedang menangis sesegukan
"sudah lah Bu, semua yang mereka lakukan pada Ibu akan di balas oleh Allah "ucap lisna meneng kan Ibu Nita
" iya Nak sebenar nya Ibu tidak apa-apa yang penting Putri Ibu aman dari mereka "jawab Ibu Nita yang masih menangis
" apa Putri Ibu di incar oleh mereka "tanya Lisna
" iya karena putri Ibu adalah pewaris tunggal keluarga Ibu "ujar Ibu Nita
" ya sudah lebih baik sekarang Ibu makan, sebelum mereka melarang itu "ucap Lisna yang mengambil kan makanan untuk Ibu Nita
Ibu Nita pun mengangguk dan cepat-cepat untuk makan sebelum ketawan oleh Mama Lia
Karena Ibu Nita dan Pak Herman hanya di beri izin makan 1 kalih sehari begitu kejam keluarga Anton Putra Utama
Padahal dulu keluar itu sudah di bantu oleh Pak Herman dan sampai pada akhirnya Anton ingin menguasai harta sepupu nya itu
Dan Anton berhasil walaupun surat-surat nya di palsukan oleh Anton dan berhasil menjadikan Pak Herman dan Sang istri pembantu dan Supir di rumah nya sendiri
Karena hal itu Pak Herman dan Ibu Nita menaruh Putri nya di sebuah panti Asuhan di Indonesia dan mengaku pada Anton kalo Putri nya sudah meninggal saat di kandungan
Anton belum percaya dengan ucapan Herman dan Nita jadi ia menyuruh seseorang untuk mencari Putri Herman
......-----------------......
Sedangkan di Indonesia Angga dan Natan sudah mendapatkan orang yang akan menjadi mata di keluarga di Amerika
Wanita itu masih muda, Cantik, bertubuh bak seperti model berpakaian sexsi
"Hallo apa udah lama nunggu nya "ucap wanita itu yang bernama Celsi
" oh tentu tidak "jawab Natan
Mereka bertiga sedang bertemu di sebuah kafe di kota itu
" apa ada pekerjaan buat Gue "ucap Celsi yang sudah duduk di antara Angga dan Natan
" lo gue kirim ke Amerika untuk menjadi mata-mata degan menyamar menjadi seorang pelayan di sebuah rumah mewah di sana, dan setahun gue laki-laki yang bernama Anton selalu bermain wanita jadi lo bisa megoda nya dan mengajak nya bermain "jelas Angga
" wah seperti nya menarik, memang keluarga itu ada Masalah apa dengan Devit "tanya Celsi
__ADS_1