
SEBELUM LANJUT PEGENALEN TOKOH YA, AUTHOR BARU INGAT SOALNYA WKWKWK
(Amelia Sari)
(Devit Agara Putra)
(Putri Devit :Putri Aggreani Putra)
(Indah Utami)
(Anis Pratama)
(Desi Ratna Dirgantara)
(Rani Ana Andini Putra)
(Denil Angga Denata, sahabat Devit)
(Natan Arganta, Sahabat Devit)
INI DULU YA HEHEH FOTO NYA HABIS
Oky lanjut ke cerita
_----------------------------_
Amel dan Indah pun sampai di tempat khusus untuk OB mereka berdua berkenalan dengan OB lain
"Eh lo anak baru ya" ucap Siska
" iya Kak "jawab Amel dan Indah serempak
" kenalin gue Siska"ucap Siska yang memperkenalkan diri
"saya Amel kak "ucap Amel
" kalo saya Indah kak "sahut Indah
" kalo gue Dinda, salam kenal "ucap Dinda Amel dan Indah mengangguk
" kalo gue Hendi "ucap Hendi
" kalo gue Erik "Ucap Erik
" kalo Gue Desti "ucap Desti
Setelah saling berkenalan Indah pun pamit untuk menjalankan tugas
" semua gue permisi dulu ya "pamit Indah dan di angguk i semua kariawan
__ADS_1
" Mel lo lulusan apa "ucap Dinda
" gue lulusan SMA, gue kerja buat lanjutin Kuliah "jawab Amel
" lo masih mau kuliah "sahut Desti
" iya gue mau Lanjut Kuliah jurusan Kedokteran "ucap Amel
" nilai terakhir saat SMA berapa "ucap Siska yang mulai penasaran
" nilai gue 99,5"ucap Amel
Semua yang mendengar pun terkejut, dan tidak percaya jika nilai akhir Amel hampir 100
"lo serius Mel, gue aja nilai akhir cuma 60 hehehe "ucap Erik
" gila lo pinter banget, pantas aja mau lanjut kuliah "ucap Siska
" Gak juga masih ada yang lebih pinter "ucap Amel
" ah lu Mel gak usah merendah gitu "ucap Dinda
Dan yang Lain cuma menyimak saja akhirnya mereka pun melanjutkan aktivitas nya, Indah sudah kembali ke tempat OB
" udah Ndah"ucap Amel
"udah kok Mel "jawab Indah
" ya udah gue pergi ke lantai 20 dulu ya"pamit Amel
"oky semangat Mel "ucap Indah Amel pun tersenyum dan melangkah pergi
Amel pun melangkah menuju liv setelah sampai liv Amel menekan tombol menuju lantai 20
Amel sampai di lantai 20 Amel keluar dari liv berjalan mencari ruangan CEO, setelah mencari-cari akhirnya ketemu juga
Membereskan berkas-berkas di ruangan itu dan melanjutkan dengan megepel
Sedangkan di luwar kantor ada mobil mewah hitam yang masuk di kawasan kantor yang tak lain adalah Devit Arga Putra pemilik perusahaan Putra Gerup
Wajah nya sangat tampan dan dengar-dengar dia Duda di usia nya yang masih 26 tahun dan memiliki Putri yang masih berusia 5 tahun istri Tuan Devit sudah meninggal karena kecelakaan sedangkan Papa Devit juga meninggal karena serangan jantung
Devit pun berjalan masuk ke dalam kantor menuju ruangannya di lantai 20
"kau bisa langsung ke ruangan mu "ucap Devit kepada asisten nya
" baik Tuan "ucap asisten Devit namanya Natan Arganta
Di dalam ruangan Devit Amel masih sibuk megepel Amel belum tau kalu Tuan Devit sudah datang dan dedang menuju ke ruangannya
Saat Devit sudah sampai di kantor Mama Devit juga menyusul Devit karena ada yang akan di bahas nama Mama Devit adalah Rani Ana Andini Putra
Mama Rani belajar menuju ke liv dan akan ke lantai 20 semua kariawan mebugkuk tanda hormat
Sedangkan Amel masih asik dengan pekerjaan nya di dalam ruangan Tuan Devit, saat Amel hendak berdiri tiba-tiba Amel terpeleset di saat yang bersamaan Amel akan terjatuh Tuan Devit masuk
Dengan reflek Devit menangkap Amel yang terjatuh karena kurang seimbang Akhirnya mereka berdua pun terjatuh dan posisi nya Devit di bawah Amel di atas dan bibirnya saling menyatu
Tanpa Devit sadari Mama nya melihat kejadian itu tapi tetap diam
Amel pun tersadar dan lagsung berdiri Devit pun ikut berdiri dengan wajah yang sangat murka
"Ma... Maaf Tuan saya tidak sengaja "ucap Amel yang sudah sangat takut
" Dasar croboh, bisa kerja tidak "bentak Devit
" maaf kan saya Tuan saya benar-benar tidak sengaja Hiks.. Hiks "ucap Amel yang sudah menangis
__ADS_1
" pergi kau dari ini "usir Devit dengan memembentak
Mama Devit mulai berjalan ke arah putranya itu
^^^*Prok^^^
Prok
Prok*
Mama Devit bertepuk tangan dengan melihat kejadian tadi, Devit dan Amel terkejut
"oh jadi ini yang di lakukan anak Mama di kantor, pantas saja tidak mau Mama jodoh kan"ucap Mama Rani dengan senyum sinis tapi yang ada dalam benatnya ia bahagia
"Ini bukan seperti apa yang Mama liat "jawab Devit tegas
" i.... Iya Nyonya ini semua hanya salah faham "ucap Amel yang mundur Takut
" Mama tidak menerima alasan apapun, besok kalian Menikah "ucap Mama Rani sepontan
" menikah "ucap Devit dan Amel bersamaan
" iya keputusan Mama Sudah bulat "ucap Mama Rani
" Akh "teriak Devit dan duduk di kursi kebesaran nya
Ia pun memijat pelipisnya yang terasa pusing bagaimana mau menikah sudah 5 tahun kepergian mending istrinya ia juga tidak bisa melupakan istrinya itu
David pasrah dengan keputusan Mamanya itu ia hanya memikirkan putrinya apakah bisa menerima semua ini
Mama Rani menatap putranya itu dan seakan tau isi pikiran Devit "Mama yakin Putrimu pasti bisa menerima semua ini, ingat Putrimu masih kecil dan butuh kasih sayang seorang bunda" ucap Mama Rani kepada Putranya itu
Devit pun melihat Mamanya sekilas dan mengangguk dengan senyuman palsunya
Sedangkan Amel serasa Di sambar petir di siang bolong ia memikirkan masa depan nya yang tidak akan pernah terwujud
"Akh bodoh-bodoh, kau bodoh sekali Mel, sekarang masa depan dan cita - cita lo yang sudah di susun dan di rencanakan akan sirna "ucap Amel dalam hati nya
Posisi Amel masih berdiri dengan menunduk kan kepalanya ia menangis sesegukan
Sekarang Mama Rani beralih mendekati Amel yang sudah menangis sesegukan" Nak apa bolak Mama tau nama mu "ucap Mama Rani memegang pundak Amel
" nama saya Amel Nyonya "jawab Amel gugup
" dimana kau tinggal "tanya Mama Rani lagi
" saya sebelumnya tinggal di panti asuhan sejak saya bayi dan sekarang saya ng kos Nyonya "jawab Amel
" kenapa kau menangis Nak "ucap Mama Rani
" saya hanya sedang memikirkan masa depan saya cita-cita saya yang akan kandas, padahal semua itu sudah saya rencanakan sejak saya SMP tapi semua akan sirna "ucap Amel yang mulai menangis lagi
" tenang lah Mama akan megijinkan kamu kuliah lagi nanti setelah nikah "ucap Mama Rani membuat Amel berhenti menangis dan wajahnya mendongkok menatap Mama Devit datang wajah bersinar
" apa Nyonya serus "ucap Amel yang tak percaya
" iya, dan Mama mau kamu panggil aku degan sebutan Mama "ucap Mama Rani Amel pun mengangguk
" Aku mau pernikahan ini di rahasiakan "sahut Devit yang lagsung pergi meninggalkan Mama Rani dan Amel
" ya sudah kau pulang lah kemasi barang-barang mu "ucap Mama Rani
" Tapi_"ucap Amel terpotong
"tidak ada tapi-tapi, nanti biar saya yang megizinkanya
Amel pun mengangguk sebelum pergi Amel mencium punggung tangan Mama Rani, Mama Rani pun tersenyum melihat Amel yang sangat sopan,
__ADS_1
Amel pergi dari kantor degan perasan yang kacau Hal Yang Tak Seharusnya Terjadi kenapa bisa terjadi