
Amel sudah masuk ke dalam dan segera di rias, Mama Rani juga di rias
Waktu merias cukup lama, Amel meminta untuk tidak terlalu menor dan di angguk i para perias
Selesai di rias Amel meganti pakaiannya di bantu para pelayan, acara pernikahan tinggal beberapa menit
"Non semua sudah selesai, saya permisi dulu "ujar penata rias
" Terimakasih Mb "jawab Amel ramah
Setelah perias undur diri, Amel melihat wajahnya di depan cermin, terlihat raut wajah sedih dan belum bisa menerima takdir
" Huff semua ini terlalu cepat ya tuhan "gumamnya mengusap air mata nya yang sudah jatuh ke pipi
Tak lama kemudian pintu kamar di buka oleh seseorang yang tak lain Mama Rani
" Nak mari keluar acara akad sudah mau di laksanakan "ujar Mama Rani
" baik Ma mari "jawab Amel ia beranjak dari duduknya
Sedangkan Devit masih di kamar ia menatap foto mendiang istrinya " Sayang hari ini aku akan menikah, maaf kan aku "gumam nya sambil memeluk foto sang istri
Devit menaruh foto mendiang istrinya lagi di dalam meja kerja nya dan segera keluar dari kamar
(Visual Devit)
(Visual Putri)
(Visual Amel)
(maaf jika tidak cocok Visualnya🙏)
Putri yang sedari tadi sudah menunggu di bawah sangat antusias melihat sang Ayah akan menikah
Devit sudah sampai di bawah lebih dulu sebelum Amel dan Mama Rani
(tempat untuk mempelai sederhana tapi terlihat mewah)
Amel sudah sampai di bawah, Putri yang melihat sang bunda lagsung berlari mendekati Amel
Devit menatap sang wanita yang akan menjadi Istrinya beberapa menit lagi
"cantik "satu kata yang lolos dari mulut Devit tapi hanya lirih
" Budah "teriak Putri yang lagsung memeluk Amel
" Sayang jangan lari-lari, nanti jatuh bagaimana "ingat Amel
" heheh iya Bunda.... "jawab Putri cekikian
__ADS_1
" Bunda cantik sekali "lanjut Putri memuji sang Bunga
" Anak Bunda juga cantik "jawab Amel
" mari acara segera di mulai "ucap Pak peghulu
Ke dua mempelai sudah duduk berdampingan di depan peghulu, hari ini yang jadi saksi hanya Mama Rani, Peghulu dan para pelayan karena pernikahan ini tertutup
Sebelum akad di mulai doa terlebih dahulu di panjatkan agar acaranya lancar tak ada halangan, doa pun selesai
Akad di mulai peghulu mengucapkan terlebih dahulu dan setelah Itu Devit
Devit mengucapkan dengan lantang dan hanya satu tarikan Nafas, semu bilang
SAH......
Para saksi pun bertepuk tangan, setelah itu kedua nempelai saling tukar cincin
(sperti itu kira-kira ya)
Semua bertepuk tangan Mama Rani terlihat meneteskan air mata karena pada akhirnya sang putra menikah kemabli
Acara tukar cincin pun selesai, mereka berdua pun menuju Mama Rani untuk meminta restu dan doa
Mereka berdua menyalami Mama Rani bergantian "Nak terimakasih sudah bersedia menikah dengan putra Mama yang kertas kepala itu, Mama yakin suatu saat nanti kalian akan saling cinta" ujar Mama Rani memeluk Amel dengan erat
"insyaallah Ma, mugkin ini semua sudah takdir "jawab Amel, Mama Rani melepas pelukannya dan beralih kepada sang putra
" suatu saat nanti kamu pasti akan mencintainya, jadikan lah dia selayaknya seorang istri, jangan buat ia sedih dan kecewa "ingat Mama Rani
" Terimakasih Yah sudah memberikan aku Bunda yang cantik seperti Mama dulu "ujarnya memeluk sang Ayah
" iya Sayang "jawab Devit membalas pelukan sang Putri
Putri melepas pelukannya dari sang Ayah dan beralih ke Amel" Bun makasih sudah mau jadi Bundanya Putri "ujar putir meneteskan air mata saat di pelukan Amel
" Sama-sama anak Bunda, jangan sedih dong Bunda akan selalu jadi Bundanya Putir ya "jawab Amel yang ikut terharu
Tidak ia sangka di usianya yang masih muda ia sudah menikah, di impiannya di usia masih belia ini ia ingin fokus bekerja agar bisa lanjut kuliah, tapi takdir berkata lain di usia ku yang masih 18 tahun sudah menikah dan bahkan menikah dengan seorang duda beranak satu, Huff takdir memang tidak bisa di tebak
"ya sudah kita makan dulu yuk, menantu Mama pasti sudah lapar "ujar Mama Rani
" ah Mama tau aja "jawab Amel malu karena ketahuan sudah lapar sedari tadi
Putri megandeng tangan sang Bunda ia seperti seorang yang takut kehilangan seorang Ibu
Mereka bertempat sampai di ruang Makan dan di sana sudah disediakan berbagai menut yang lezat
(kira-kira kayak gitu ruang Makannya)
Merak pun makan dengan lahap, Amel sedikit malu-malu saat makan Mama Rani yang melihat pun tersenyum
"jangan malu-malu Nak, makan lah yang banyak "ujar Mama Rani
__ADS_1
" i...... Iya Ma "jawab Amel
Devit hanya melirik sekilas sosok wanita yang sekarang sudah sah jadi istrinya, jujur Devit belum ada rasa sedikit pun dengan Amel entah apa yang akan terjadi di kehidupan selanjutnya jika akan seperti ini terus
Acara pernikahan nya sampai sore dan Mereka melewatkan makan siang jadi setelah semua selesai acaranya baru makan
Makan pun selesai pukul menunjukkan pukul 6 sore "Vit ajak istrimu ke kamar pasti dia sudah lelah" ucap Mama Rani
"iya Ma " Devit menurut saja, Devit berjalan lebih dulu dan di ikuti Amel
Mama Rani dan Putir juga masuk ke kamar untuk bersih-bersih, Putri di bantu para pelayan untuk mandi dan berganti pakaian
Sedangkan kedua pengantin baru itu sudah sampai di kamar Devit, Amel sangat takjub melihat kamar Devit yang sangat luar dan besar
(kira-kira kaya gitu 🙏)
Amel sangat cangung karena ini kali pertama ia satu kamar dengan seorang laki-laki yang belum iya kenal
Devit melihat gelagak Amel yang terlihat cagung tersenyum tipis
"kau mandilah dulu "ujar Devit tiba-tiba
" baik Tuan "jawab Amel malu-malu
Amel lagsung lari ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan agar bedanya lebih enak kan
Tok
Tok
Tok
Pintu kamar Devit di Ketuk, Devit yang mendengar langsung menyuruh masuk
" masuk "ucap Devit singkat
Ternyata pelayan yang megetuk pintu dan membawa dua koper dan satu tas kecil
" maaf megangu Tuan saya mengantar tas milik Nona Amel "ujar Pelayan dengan sopan
"taruh saja di ruang ganti" jawab Devit yang tetep menatap Ponselnya
"baik Tuan "jawab Pelayan dan lagsung menaruh barang-barang Amel
Setelah menaruh koper Pelayan lagsung mengundurkan diri dari kamar Devit
Tak berselang lamar Amel keluar dari kamar mandi yang hanya memakai handuk, sebenarnya Amel ragu untuk keluar mengingat di luar pasti ada Devit, dengan yakin Amel kelar dari kamar mandi
Devit mendengar suwara pintu kamar mandi terbuka Devit lagsung menatap sosok wanita yang sekarang sudah sah jadi Istrinya
Ia menelan silvernya dengan kasar, ia melihat Amel yang haya di balut dengan handuk, paha putihnya terlihat begitu mulus dan megoda
Devit tak bisa munafik ia rindu melakukan hubungan suami istri karena sudah 5 tahun tidak merasakan hal itu lagi, Junior Devit pun jadi terbangun
Devit berjalan mendekati Amel, Amel yang melihat itu pun merasa takut dan malu iya jalan mundur saat Devit sudah semakin mendekat
__ADS_1
Dan tiba-tiba......