
Sinar matahari yang muncul dari sela-sela Fetilasi kamar dua pasangan yang baru beberapa hari resmi jadi pasangan suami istri
Devit terbangun karena terganggu dengan sinar matahari, ia megerjap kan matanya beberapa kalih kemudian mata Devit melihat wanita yang masih tertidur pulas di samping nya
Senyum Devit pun mengembang dengan sempurna, ia memebali lembut rambut Amel, Amel merasa terganggu ia pun jadi terbangun
Devit yang melihat sang Istri yang sudah membuka matanya tersenyum
"selamat pagi Sayang"sapa Devit dan tak lupa megecup dari dan bibir Amel
Amel tersenyum bahagia karena ini pertama kali nya ia merasa senyaman ini
"aduh Mas aku kesiangan "pekik Amel ia terlihat panik dan ingin segera bangkit untuk ke kamar mandi
Tapi niat nya terhenti karena di tahan oleh Devit" mau kemana hmm "ujar Devit
" mau masak Mas, kenapa Mas gak bangunin aku sih "Amel mendegkus Sebal dan tak lupa memanyun kan bibir nya karena kesal
Devit yang melihat tingkah sang Istri menjadi gemas di buta nya
" kamu mau megoda Mas hmmm "ucap Devit
Amel hanya melirik Devit sekilas
" megoda bagaimana "jawab Amel ia tetep memanyun kan bibir nya karena kesal degan Devit
" ya itu kenapa, bibir di manyun-manyun nin gitu mau Mas C**m hmm " goda Devit Amel dengan sepontan menutup mulut nya dan berlari pergi meninggalkan Devit menuju kamar mandi
Devit yang melihat tingkah konyol Amel haya bisa gelang-gelang
Amel keluar dari kamar mandi, ia lagsung masuk ke ruang ganti tanpa melirik Devit karena masih kesal degan nya
Ia sudah bisa berjalan sendiri karena luka di perut nya sudah mulai membaik tapi tetep tidak di ijin kan untuk bekerja
Sedangkan Devit yang melihat sang Istri cuek pada nya hanya bisa mendegkus, ia bergegas mandi karena akan pergi ke kantor
Walaupun Amel sedang kesal degan sang suami ia tetep menyiapkan baju untuk Devit berangkat bekerja
Amel keluar dari ruang ganti dengan baju khas rumah an ia melihat Devit sudah tidak ada di atas ranjang yang di pastikan Devit berada di kamar mandi
Lalu ia menaruh baju ganti Devit di atas ranjang ia pun keluar dari kamar menuju dapur
Amel pun sampai di dapur di dapati Bi Tuti yang sedang memotong sayuran, Amel pun mendekati Bi Tuti untuk membantu nya
"Bi Amel bantu ya "ucap Amel yang sudah berada di samping Bi Tuti
" tidak perlu Non nanti saya di marahin Tuan Muda "tolak Bi Tuti
" tidak Bi, jika nanti Mas Devit memarahi bibi biar Amel yang membela Bibi "ujar Amel
__ADS_1
" ya sudah Non lagian ini juga tinggal di masak saja "ucap Bi Tuti
Amel mengangguk dan memulai menumis bumbu dan sayur yang sudah di potong
Sedangkan Devit kini sudah selesai mandi ia keluar dari kamar mandi dan tersenyum karena sudah di siap kan baju oleh sang Istri
......***Semarah - marah nya Istri pada Suami ......
^^^Seorang Istri akan senantiasa melayani Suami^^^
...Tanpa pamrih karena semua itu adalah sebuah kewajiban***...
Amel pun selesai memasak ia menaruh semua makanan nya di atas meja makan tak berselang lama Putri datang dengan baju sekolah nya
"selamat Pagi Bunda"sapa Putri pada Amel, Amel pun tersenyum dan mendekat pada Putri
"selamat pagi jua Sayang "Jawa Amel dengan mencium kepala Putri
Mama Rani pun juga sudah keluar dari kamar" selamat pagi Ma "ucap Amel
" selamat pagi juga Nak, Devit nya mana "tanya Mama Rani
" kayak nya masih di atas Ma"jawab Amel
Devit pun akhirnya turun dan semua pun mulai menyantap makan nya seperti biasa Amel melayani sang Suami
Makan pun selesai Devit dan Putri pamit untuk ke bekerja dan bersekolah
Setelah mengantar Devit Amel kembali masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang Tv menemani Mama Rani
" iya Mel ada apa "jawab Mama Rani
" apa hari ini Mama tidak pergi ke mana-mana "tanya Amel
" nanti sih pergi nya Mama mau arisan soal nya "jawab Mama Rani, Amel pun hanya mengangguk
Devit sampai di kantor seperti biasa banyak pasang mata yang menatap nya kagum
Tapi ia selalu bersikap cuek saja, ia pun menuju ke lantai 20 setelah sampai di ruangan nya ia mendegkus kesal
" mau apa anda di sini "tanya Devit malas
" kak yang Kakak katakan kemari bohong kan "tanya Tania ia mencoba mendekati Devit namun Devit menghindar
" stok jangan mendekat, jika anda tidak percaya saya juga tidak peduli, sejujur nya saya ingin memecat anda tapi karena amanat Ibu dan Bapak saya megurung kan niat Saya, dan sekarang silah kan keluar dari ruangan saya "jelas Devit ia juga mengisr Tania dari ruangan nya
Dengan terpaksa Tania pergi dari ruangan Devit, saat sudah sampai di ruangan nya ia megobrak abrik ruangan nya
" Akh.. Si*l " teriak Tania karena frustrasi
Devit bernafas lega karena Tania sudah keluar dari ruangan nya entah kenapa rasanya ia ingin segera pulang karena sudah merindukan sang Istri
Angga masuk ke dalam ruangan Devit dan memberi tau juga akan ada miting sebentar lagi
Devit pun melakukan pekerjaan nya dengan cepat agar bisa cepat pulang, ia ingin menyatakan Cinta pada sang Istri
__ADS_1
Miting pun selesai ia kembali ke ruangan nya di ikuti Natan dan Angga
"apa ada Miting lagi hari ini "tanya Devit pada dua asisten nya
" tidak Tuan "jawab Natan dan Angga serempak
"jika ada yang perlu saya cekek kirim aja fail nya di kirim ke email saya, saya mau pulang" ucap Devit ia bangkit dari duduk nya
Angga dan Natan yang mendengar kalo Bos nya akan pulang lebih awal merasa heran mereka hanya saling pandang
Devit pun bergegas menuju ke pikiran supir Devit merasa heran karena melihat Tuan nya tergesa-gesa untuk pulang
Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang menuju ke kediaman Devit
Dan pada Akhirnya mobil sampai dihalam rumah, Devit dengan bersemangat masuk ke dalam rumah
Saat masuk Devit tak melihat sang Istri ia pun bergegas masuk ke kamar tapi tak ada juga
Ia pun bertanya pada Bi Tuti dan ternyata Sang Istri sedang duduk di taman belakang
Dengan secepat kilat Devit menghampiri Amel yang sedang bersanti di taman
Devit sudah sampai di taman belakang Amel yang melihat Devit datang merasa heran karena baru jam segini sudah pulang
Devit pun mendekati sang Istri dan lagsung memeluk nya
Amel membalas pelukan sang suami "Mas kok udah pulang" tanya Amel pada Devit
"Aku merindu kan mu Sayang "jawab Devit dengan manja
" iya deh Mas "ucap Amel
" Aku mencintaimu Sayang, apa Istri Mas ini juga mencintai Mas "tanya Devit dan pernyataan Cinta nya
Amel menatap sang suami dengan tatapan penuh cinta" Amel juga cinta Mas "jawab Amel ia kembali memeluk sang Suami
Dua pasangan yang sedang di mabuk asmara itu saling berpelukan di taman belakang
Terimakasih yang sudah membaca
Jangan lupa
Like
Komen
Vote
Favorit
Mampir juga yuk di cerita ku JODOH PELAYAN TOKO 👆👆👆🤗🤗🤗😊😊😊❤️❤️❤️💙💙💙💖💖💖💖
__ADS_1