Menikah Dengan Seorang Duda Kaya

Menikah Dengan Seorang Duda Kaya
Pernyataan Cinta


__ADS_3

Sinar matahari yang muncul dari sela-sela Fetilasi kamar dua pasangan yang baru beberapa hari resmi jadi pasangan suami istri


Devit terbangun karena terganggu dengan sinar matahari, ia megerjap kan matanya beberapa kalih kemudian mata Devit melihat wanita yang masih tertidur pulas di samping nya



Senyum Devit pun mengembang dengan sempurna, ia memebali lembut rambut Amel, Amel merasa terganggu ia pun jadi terbangun



Devit yang melihat sang Istri yang sudah membuka matanya tersenyum


"selamat pagi Sayang"sapa Devit dan tak lupa megecup dari dan bibir Amel


Amel tersenyum bahagia karena ini pertama kali nya ia merasa senyaman ini


"aduh Mas aku kesiangan "pekik Amel ia terlihat panik dan ingin segera bangkit untuk ke kamar mandi


Tapi niat nya terhenti karena di tahan oleh Devit" mau kemana hmm "ujar Devit


" mau masak Mas, kenapa Mas gak bangunin aku sih "Amel mendegkus Sebal dan tak lupa memanyun kan bibir nya karena kesal


Devit yang melihat tingkah sang Istri menjadi gemas di buta nya


" kamu mau megoda Mas hmmm "ucap Devit


Amel hanya melirik Devit sekilas


" megoda bagaimana "jawab Amel ia tetep memanyun kan bibir nya karena kesal degan Devit


" ya itu kenapa, bibir di manyun-manyun nin gitu mau Mas C**m hmm " goda Devit Amel dengan sepontan menutup mulut nya dan berlari pergi meninggalkan Devit menuju kamar mandi


Devit yang melihat tingkah konyol Amel haya bisa gelang-gelang


Amel keluar dari kamar mandi, ia lagsung masuk ke ruang ganti tanpa melirik Devit karena masih kesal degan nya


Ia sudah bisa berjalan sendiri karena luka di perut nya sudah mulai membaik tapi tetep tidak di ijin kan untuk bekerja



Sedangkan Devit yang melihat sang Istri cuek pada nya hanya bisa mendegkus, ia bergegas mandi karena akan pergi ke kantor


Walaupun Amel sedang kesal degan sang suami ia tetep menyiapkan baju untuk Devit berangkat bekerja


Amel keluar dari ruang ganti dengan baju khas rumah an ia melihat Devit sudah tidak ada di atas ranjang yang di pastikan Devit berada di kamar mandi


Lalu ia menaruh baju ganti Devit di atas ranjang ia pun keluar dari kamar menuju dapur



Amel pun sampai di dapur di dapati Bi Tuti yang sedang memotong sayuran, Amel pun mendekati Bi Tuti untuk membantu nya


"Bi Amel bantu ya "ucap Amel yang sudah berada di samping Bi Tuti


" tidak perlu Non nanti saya di marahin Tuan Muda "tolak Bi Tuti


" tidak Bi, jika nanti Mas Devit memarahi bibi biar Amel yang membela Bibi "ujar Amel

__ADS_1


" ya sudah Non lagian ini juga tinggal di masak saja "ucap Bi Tuti


Amel mengangguk dan memulai menumis bumbu dan sayur yang sudah di potong


Sedangkan Devit kini sudah selesai mandi ia keluar dari kamar mandi dan tersenyum karena sudah di siap kan baju oleh sang Istri


......***Semarah - marah nya Istri pada Suami ......


^^^Seorang Istri akan senantiasa melayani Suami^^^


...Tanpa pamrih karena semua itu adalah sebuah kewajiban***...


Amel pun selesai memasak ia menaruh semua makanan nya di atas meja makan tak berselang lama Putri datang dengan baju sekolah nya


"selamat Pagi Bunda"sapa Putri pada Amel, Amel pun tersenyum dan mendekat pada Putri


"selamat pagi jua Sayang "Jawa Amel dengan mencium kepala Putri


Mama Rani pun juga sudah keluar dari kamar" selamat pagi Ma "ucap Amel


" selamat pagi juga Nak, Devit nya mana "tanya Mama Rani


" kayak nya masih di atas Ma"jawab Amel


Devit pun akhirnya turun dan semua pun mulai menyantap makan nya seperti biasa Amel melayani sang Suami


Makan pun selesai Devit dan Putri pamit untuk ke bekerja dan bersekolah


Setelah mengantar Devit Amel kembali masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang Tv menemani Mama Rani



" iya Mel ada apa "jawab Mama Rani


" apa hari ini Mama tidak pergi ke mana-mana "tanya Amel


" nanti sih pergi nya Mama mau arisan soal nya "jawab Mama Rani, Amel pun hanya mengangguk


Devit sampai di kantor seperti biasa banyak pasang mata yang menatap nya kagum


Tapi ia selalu bersikap cuek saja, ia pun menuju ke lantai 20 setelah sampai di ruangan nya ia mendegkus kesal


" mau apa anda di sini "tanya Devit malas


" kak yang Kakak katakan kemari bohong kan "tanya Tania ia mencoba mendekati Devit namun Devit menghindar


" stok jangan mendekat, jika anda tidak percaya saya juga tidak peduli, sejujur nya saya ingin memecat anda tapi karena amanat Ibu dan Bapak saya megurung kan niat Saya, dan sekarang silah kan keluar dari ruangan saya "jelas Devit ia juga mengisr Tania dari ruangan nya


Dengan terpaksa Tania pergi dari ruangan Devit, saat sudah sampai di ruangan nya ia megobrak abrik ruangan nya


" Akh.. Si*l " teriak Tania karena frustrasi


Devit bernafas lega karena Tania sudah keluar dari ruangan nya entah kenapa rasanya ia ingin segera pulang karena sudah merindukan sang Istri


Angga masuk ke dalam ruangan Devit dan memberi tau juga akan ada miting sebentar lagi


Devit pun melakukan pekerjaan nya dengan cepat agar bisa cepat pulang, ia ingin menyatakan Cinta pada sang Istri

__ADS_1


Miting pun selesai ia kembali ke ruangan nya di ikuti Natan dan Angga


"apa ada Miting lagi hari ini "tanya Devit pada dua asisten nya


" tidak Tuan "jawab Natan dan Angga serempak


"jika ada yang perlu saya cekek kirim aja fail nya di kirim ke email saya, saya mau pulang" ucap Devit ia bangkit dari duduk nya


Angga dan Natan yang mendengar kalo Bos nya akan pulang lebih awal merasa heran mereka hanya saling pandang


Devit pun bergegas menuju ke pikiran supir Devit merasa heran karena melihat Tuan nya tergesa-gesa untuk pulang


Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang menuju ke kediaman Devit


Dan pada Akhirnya mobil sampai dihalam rumah, Devit dengan bersemangat masuk ke dalam rumah


Saat masuk Devit tak melihat sang Istri ia pun bergegas masuk ke kamar tapi tak ada juga


Ia pun bertanya pada Bi Tuti dan ternyata Sang Istri sedang duduk di taman belakang


Dengan secepat kilat Devit menghampiri Amel yang sedang bersanti di taman



Devit sudah sampai di taman belakang Amel yang melihat Devit datang merasa heran karena baru jam segini sudah pulang


Devit pun mendekati sang Istri dan lagsung memeluk nya



Amel membalas pelukan sang suami "Mas kok udah pulang" tanya Amel pada Devit


"Aku merindu kan mu Sayang "jawab Devit dengan manja


" iya deh Mas "ucap Amel


" Aku mencintaimu Sayang, apa Istri Mas ini juga mencintai Mas "tanya Devit dan pernyataan Cinta nya


Amel menatap sang suami dengan tatapan penuh cinta" Amel juga cinta Mas "jawab Amel ia kembali memeluk sang Suami


Dua pasangan yang sedang di mabuk asmara itu saling berpelukan di taman belakang


Terimakasih yang sudah membaca


Jangan lupa


Like


Komen


Vote


Favorit



Mampir juga yuk di cerita ku JODOH PELAYAN TOKO 👆👆👆🤗🤗🤗😊😊😊❤️❤️❤️💙💙💙💖💖💖💖

__ADS_1


__ADS_2