
" Amel......... "teriak seorang laki-laki yang berlari mendekati Amel dan temannya
Sontak membuat Temannya dan juga Amel menoleh ke arah sumber suara dan ternyata....
Ternyata yang memanggil Amel adalah" MIKO PRASETYA " salah satu kakak kelas di sekolah yang tak lian juga orang yang mencintai Amel namun Amel tidak membalas cita Miko
" Eh Kak Miko, ada apa kak"ucap Amel yang sudah berada di depannya
"sebelumnya aku mau ngucapin selamat buat kamu dan aku mau memberi mu ini "jawab Miko yang menyerahkan kotak kecil yang entah isi nya apa
" aduh kak tidak usah repot-repot "jawab Amel dan ingin mengembalikan kotak kecil yang di berikan Miko
" Aku mohon jangan tolak pemberian ku plis "ucap Miko yang memohon sama Amel, Amel merasa iba melihat wajah Miko
Amel di segol sama indah, indah berbisik di telinga Amel
" udah Mel terima aja kasihan tu Kak Mikonya "bisik di telinga Amel
" baiklah Kak saya terima, saya ucapkan terimakasih Kak Miko hadiahnya "ucap Amel yang kembali menerima kotak kecil itu
Miko pun tersenyum kerana pemberian nya di terima Amel
" sama-sama Mel " jawab Miko dengan wajah yang berbinar
" ya sudah Kak saya pergi dulu ya "pamit Amel, Miko mengangguk
" gila ya lo Mel, lo nolak seorang Kak Miko "ucap Desi saat menuju perkiran
" ya gak gila lah, namanya juga perasaan ya gak bisa di paksain"ucap Anis yang memasang muka jutek
"iya betul yang di bilang sama Anis semua tidak bisa di paksakan "Indah menimpal ucapan Anis
" iya juga sih"ucap Desi yang terlihat jadi seperti orang begok
"udah dong, gak usah bahas itu "saut Amel yang menegai perdebatan kecil
Akhirnya mereka bertempat sampai di perkiran" Mel lo gue anter"ucap Anis belum sempet megiyakna tangan Amel sudah di tarik Anis untuk masuk mobil
"eh eh "merasa di tarik sedangkan Anis hanya cegarcengi
Sedangkan Indah di antar Desi" ya udah gue duluan ya "pamit Desi dan lagsung menancap gas
Anis juga melajukan mobilnya menuju keluar dari perkiran sekolah, selama di mobil tidak ada pembicaraan apapun hanya ada kehenungan
Setelah beberapa menit akhir nya Anis dan Amel sampean di depan panti
Amel keluar dari dalam mobil "makasih ya Nis" ucap Amel saat sudah keluar dari mobil
"sama-sama Mel, gue balik dulu ya "pamit Anis dan di angguk i Amel
Amel pun masuk ke dalam panti dan sudah di sambut Adik tersayang nya yang tak lain adalah CACA ADISTI yang usia nya lebih muda 2 tahun dengan Amel
" Kakak " teriak Caca dari dalam panti dan berlari ingin memeluk Amel, akhirnya mereka berdua berpelukan
" selamat ya Kak sudah lulus "ucap Caca yang sudah lepas dari pelukan Amel
" Makasih Caca"jawab Amel sambil menyubit pipi Caca karena gemas
__ADS_1
"Akh Kakak sakit tau, Caca kan udah besar Kak masa di gituin"kesel Caca bibirnya sambil di monyongin ke depan, Amel yang melihat kelakun adiknya itu palah semakin gemas
"iya deh Kakak minta maaf ya"Amel megulurkan tangan ke depan dan Caca pun menerima ukuran tangan Kakanya
"iya Kak aku maafin "
" setelah ini Kakak mau apa "tanya Caca
" Kakak rencananya mau kerja Ca " jawab Amel
" apa Kakak akan keluar dari panti "ucap Caca yang nampak sedih
" iya Ca walaupun ini keputusan yang berat, tapi mau bagaimana lagi "ucap Amel dengan membelai rambut Caca
" yah, nanti kalo Caca kagen Kakak bagaimana "ucap Caca yang sudah mulai meneteskan air mata
" Caca jangan sedih, Kakak akan tetep mengunjungi Panti oky"bujuk Amel agar Caca tidak sedih, Caca memeluk Amel lagi dan menangis sejadi-jadinya
"Hiks...... Hiks..... Kakak jangan pergi Hiks... "ucap Caca yang menangis
" hei mana ada atlit beladiri menangis seperti ini "Ejek Amel supaya Caca tersenyum lagi
" Aku tidak peduli Kak Hiks.......... Hiks "jawab Caca dan sudah melepas pelukannya dan mengusap air mata nya
" Kakak kan mau mengejar cita-cita Kakak Ca " ucap Amel dan memberi pengertian kepada Caca
" iya Kak Caca bakal selalu doain Kak Amel agar menjadi orang sukses "ucap Caca yang sudah kembali tersenyum
" nah gitu dong senyum kan cantik "ucap Amel megoda Caca, wajah Caca berubah menjadi merah karena tersipu malu
Amel pergi ke kamar, dan dia baru mengingat hadiah yang di berikan Kak Miko tadi
Amel mengambil kota kecil dari dalam tasnya dan akan membukanya, setelah di bukak ternyata isinya sebuah gelang yang sangat bagus
"maaf ya Kak aku gak bisa pakai pemberian Kak, aku gak mau memberi harapan sama Kak Miko "gumang Amel dan menutup kembali kota kecil itu dan menaruh di atas meja rias
" sudah lah mending gue mandi "ucap Amel di depan cermin
Amel pun mandi karena setelah itu akan membuat surat untuk melamar ke sebuah perusahaan besar ya walaupun cuma jadi OB
Selesai mandi Amel keluar lagi dari panti untuk mefotocopi beberapa surat untuk melamar besok
Di bawah terik matahari Amel berjalan ke tempat yang di tuju tidak terlalu jauh dari panti, selesai mencovi Amel kembali ke panti
Amel sudah di dalam kamar dan ingin mghubungi Indah
๐colle
Drret
Drret
Terdengar suwara panggilan Telpon Indah melihat Nama yang menelponnya Amelia
๐Hallo Mel
๐Dah gimana besok jadi ikut ngelamar kerja di perusahaan gak
__ADS_1
๐jadi Mel, ini yang untuk melamar kerja sudah siap
๐oky besok kita ketemu di Sana ya, paling gue berangkat nya jam 6 pagi
๐oky besok kita ketemu disana
Tut Tut Tut
Paggiln terputus
Amel sedari tadi sudah di pagil Adik-adinya untuk makan "Kak Amel ayo makan udah di tunggu" ucap anak perempuan sekitar usia 10 tahun
"hiya yuk kesan "ajak Amel dan di angguk i oleh anak itu
Amel pun makan bersama dengan Adik-adinya, selesai Makan Amel berencana menemui Bu Bella yang tak lain Ibu panti
Amel berjalan menuju ruangan Bu Panti (Tok tok tok) Amel mengetuk pintu
" silahkan masuk"saut orang yang berada di dalam
"Eh Nak Amel sini duduk "titah Bu Panti
" iya Bu " jawab Amel dan dudu di samping Bu Panti
" ada apa Mel "tanya Bu Panti
" begini Bu tapi sebelumnya Amel mau mengucapkan terimakasih banyak sama Bu Panti karena sudah merawat Amel sejak Amel bayi, Amel bersyukur bisa bertemu dengan mu Bu, Amel tidak akan pernah melupakan semua kebaikan Ibu selama ini "ujar Amel yang sudah menangis
" Mel Ibu senang bisa merawat anak-anak, dan kamu Mel kamu adalah anak yang cerdas jadi kamu pasti bisa mewujudkan cita-cita mu " ucap Bu Panti yang juga ikut menangis.
" Bu Amel memutuskan untuk keluar dari panti dan akan mencari kontrakan yang dekat dengan tempat kerja Amel nanti "ucap Amel
" jika itu yang terbaik, Ibu hanya bisa mendoakan kamu Nak"ucap Bu panti dengan memeluk Amel, Amel membalas pelukan Bu panti
"Terimakasih Bu, Amel mau ke kamar dulu Bu, mau beres-beres "ucap Amel yang sudah melepas kan pelukannya
Bu Panti pun hanya mengangguk dan tersenyum melihat kepergian Amel
.
.
.
.
.
Terimakasih yang sudah membaca ๐
Jangan lupa
Like ๐
Comen ๐
Vote โค๏ธ juga ya biar Author semangat terus Updet nya ๐๐
__ADS_1